
Pagi hari di dalam kelas, saat ini adalah jam pelajaran pak kirino ketika iya menerangkan, Yamato yang duduk paling belakang malah tertidur pulas di atas mejanya.
Mungkin hari ini adalah hari keberuntungan Yamato, karena pak kirinko tidak menyadari kalau Yamato sedang tertidur pulas di belakang,
Sampai akhirnya ia ketahuan juga,
"Yamato! Jangan tidur jika kau mengantuk cuci mukamu saja sana" ujarĀ lalu membangunkan Yamato.
Dengan mata yang masih terpejam, Yamato berjalan keluar dan tanpa sengaja ia menabrak pintu semua orang langsung menahan tawanya saat melihat hal tersebut.
Selama berjalan di lorong menuju toilet, sekali lagi Yamato tidak sengaja menabrak sesuatu tapi kali ini bukan benda tapi orang dan orang itu adalah.
"Ah.. Maaf" ucap Yamato lalu melihat ke orang yang tidak sengaja ia tabrak.
Dan dia adalah kapten Hideaki yang sedang bersama dua orang tante-tante du belakangnya.
"Tidak apa-apa, sepertinya kau sangat mengetuk" jawab kapten Hideaki.
"Benar! Aku kurang tidur semala~~".
"Mao-chan!?" potong kedua tante-tante itu lalu bergegas mendekati Yamato.
"Bibi kumo! Bibi yuki!"
"Mao?.......... chan?" ucap kapten Hideaki yang terlihat kebingungan, sampai akhirnya ia menyadari sesuatu, kemudian menahan tawanya.
"Astaga! Ternyata kamu ikut akademi di sini rupanya" ujar bibi yuki
"Sudahlah, jangan panggil aku dengan nama itu, aku bukan anak-anak lagi" jawab Yamato setelah melihat kapten Hideaki agak menjauh lalu tertawa lepas.
"Apa salahnya? Dulu mending ibu mu selalu memanggil mu dengan nama itu"
"Sebesar apapun kamu, di mata kami kamu tetap moa-chan kecil" lanjut mereka berdua.
"Mao-chan!?" ucap seseorang di belakang Yamato, ketika berbalik dia adalah Mitsuhiro.
Pada awalnya Yamato berpikir kalau Mitsuhiro akan menertawainya tapi ternyata tidak, dengan tersenyum Mitsuhiro berjalan mendekati kapten Hideaki yang masih ngakak di belakang.
Kemudian iya pun join ngakak bersama kapten Hideaki, lalu Yamato pun menanyakan kedatangan mereka berdua ke markas pusat.
Mereka berdua menjelaskan kedatangan mereka ke sini adalah untuk meminta bantuan, karena anak bibi yuki sedang di ganggu oleh iblis.
Iblis yang kemarin malam di kejar oleh beberapa polisi exorcist, tapi iblis itu malah masuk ke dalam tubuh anak bibi yuki untuk di jadikan tempat bersembunyi.
"Baiklah aku, Mitsuhiro dan mao-chan akan mengurusnya" sahut kapten Hideaki.
Setelah mendengar kalau mereka akan mendapatkan bantuan, bibi kumo dan bibi yuki kembali pulang setelah mengajukan permintaannya.......
.
.
.
.
.
Sementara itu di rumah bibi yuki, di dalam kamar Akane yaitu anak perempuan bibi yuki, terdengar suara seseorang berbicara lada Akane.
"Dia sahaba kecilmu bukan? Kau menyukainya bukan? Buatlah kontrak dengan ku dan dia akan menjadi milikmu selamanya" ujar iblis itu.
.
.
.
.
"Ayolah mao jangan marah" lanjut Mitsuhiro setelah berjalan di dekat Yamato.
"Diam kau dasar berengsek, jangan panggil nama itu lagi!" jawab Yamato yang berteriak di delan Mitsuhir.
"Yah baik-buka maaf, tapi ngomong-ngomong dua orang tadi siapa? Sepertinya mereka sangat dekat denganmu".
"Mereka berdua adalah sahabat mendiang ibu ku dan mereka itu sangat baik seperti aku anak mereka, dan anak bibi yuki, Akane adalah sahabat ku sejak kecil, setelah ibu ku meninggal kami tidak pernah bertemu lagi" jelas Yamato.
Beberapa saat kemudian, kapten Hideaki datang dan memberitahu mereka berdua kalau nanti malam mereka akan berangkat ke rumah bibi yuki.
Lalu pergi setelah memberitahu apa yang harus di ketahui oleh Yamato dan Mitsuhiro.
.
.
.
.
Akhirnya malam pun tiba, di dekat gerbang utama kapten Hideaki dan Mitsuhiro sedang menunggu kedatangan Yamato, beberapa menit kemudian yang di tunggu-tunggu akhirnya datang.
Setelah semuanya selesai siap, mereka bertiga pun masuk mobil dan pergi ke rumah bibi yuki, saat di dalam mobil Mitsuhiro terus memperhatikan tas kecil yang ada di genggaman tangan Yamato.
Ingin bertanya tapi males jadi iya tidak memikirkannya lagi dan menunggu sampai Yamato menunjukan isi dari tas kecil yang di bawa olehnya itu.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, setelah bibi yuki memberitahu situasinya mereka bertiga pun berjalan naik ke lantai atas.
Ketika kapten Hideaki akan membuka pintu, dari dalam Akane berteriak untuk tidak membuka pintu suara yang di keluarkan oleh akane terdengar sangat berat.
"Sayang mao ada di sini nak, apa kamu tidak ingin bertemu dengannya lagi" ujar bibi yuki.
Beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka, saat akan masuk akane melarang yang lain untuk masuk kecuali mao-chan.
"Eh kenapa hanya aku yang bisa masuk? Bagai mana jika terjadi sesuatu? Kalian berdua mau tanggung jawab?" bisik Yamato pada kapten Hideaki dan Mitsuhir.
"Mao-chan? Itu suara mao! Mao apa kau benar-benar ada di sini?" ujar Akane dari dalam kamarnya dengan suara yanh begitu senang.
"Dia kan sahabatmu, siapa tau kita tidak usah menggunakan kekerasan" bisik Mitsuhiro yang mencoba meyakinkan Yamato untuk masuk ke dalam sendirian.
"Kau ini lebay baget, ini pake ini jika Akane tidak akan bisa mendekati mu jika benar dia di ganggu iblis dan ini akan melindungi mu darinya, nah sekarang masuk" ujar kapten Hideaki yang memberikan Yamato sebuah kalung berliontin bunga, kemudian melemparnya masuk ke dalam.
Pintu pun di tutup dari luar, suasana di dalam kamar Akane sangat gelap hanya ada cahaya bulan yang masuk melalui jendela kamarnya.
Terlihat Akane yanh sedang duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya, Yamato mencoba memanggil Akane beberapa kali.
Perlahan Yamato berjalan mendekati Akane, saat dirinya berjarak sekitar 10cm dengan Akane, tiba-tiba saja Akane merasa kepanasan karena kalung yang di berikan kapten Hideaki padanya.
Sebenarnya bukan akane yang kepanasan tapi iblis yang ada di dalam dirinya, mendengar Akane yang berteriak sang ibu berniat untuk masuk tapi kapten Hideaki melarangnya.
Melihat sahabatnya yang tersiksa, Yamato bergegas menjauh dari Akane setelah sitausi kembali normal Yamato kembali mencoba untuk berbicara dengan Akane.
"Akane apa kau masih mengingat ku? Ini aku mao-chan kita sering menghabiskan waktu bersama dulu"
"Kau bukan mao-chan! Mao-chan yang ku kenal tidak berkelakuan canggung seperti itu" jawab Akane denga suara datar dan juga tatapan yang kosong.
"Astaga! Dia ingin aku memluknya atau apa?" batin Yamato setelah mendengar jawab dari Akane.
Bergegas Yamato kelaur dari dalam kamar, melihat Yamato yang keluar kapten Hideaki langsung menanyakan keadaan di dalam dan menjelaskan semua yang ia lihat di dalam.
Perlahan ia duduk di lantai dan berpikir bagai mna cara untuk menolong sahabatnya itu tanpa harus melukainya.
Sampai akhirnya Yamato mengingat seustau yang tidak sengaja ia lihat di meja belajar Akane yaitu sebuah tas kecil yang mirip dengan yang di milik oleh Yamato cuman berbeda warna saja.
"Itu dia!" ucap Yamato lalu mengambil tas kecil yang ia bawa dari dalam saku celananya.