
Ruangan rahasia bawah tanah anggak saja itu adalah penjara, di balik sebuah pintu besi terdapat pak yujiro yang duduk diikat denga rantai.
Keadaan pak yujiro cukup kasihan dengan luka di kepala yang masih terbuka,
Dan kapten kobayakawa hideaki berdiri sambil bersandar di dinding.
Suasanan di antara mereka begitu dingin tidak ada yang memulai percakapan lebih dulu, tapi saat kapten hidaeki akan pergi pak yujiro mulai mengajaknya bicara.
"Lucu bukan?"
Mendengar itu kapten hidaeki menghentikan langkah kakinya dan kembali masuk ke dalam setelah menutup pintu.
"Kalian menangkap ku tanpa melakukan apa-apa lagi" lanjut pak yujiro.
"Apa maksudmu?" tanya kapten Hideaki yang merasa curiga.
"Meski anda punya wewenang untuk melakukan ini tapi sebagai kapten divisi 1 yang terkenal anda terlalu ceroboh"
"Tidak pernah terlintas di pikiranmu untuk memeriksa barang yang selalu ku bawa?" lanjut pak yujiro lalu tersenyum.
"Hah!? Astaga!" dengan wajah yang begitu panik kapten Hideaki bergegas keluar berlari menaiki tangga.
Bayak orang melihat kapten Hideaki yang berlari tergesa-gesa menuju ruangan istirahat para jenderal, setibanya di sana terlihat para jenderal itu sedang bersantai.
Mereka semua di kejutkan dengan kedatangan kapten Hideaki yang begitu panik, tanpa basa-basi lagi pakten Hideaki langsung memberikan perintahnya.
"Situasi darurat! Markas pusat dalam bahaya, kita harus segera mencari buku catatan pak yujiro jika tidak banyak iblis yang akan keluar dari sana" ujar kapten Hideaki.
Mendengar hal itu para Jendera awalnya masih mencerna apa yang baru saja di katakan kapten Hideaki, sesaat kemudian mereka malah panik sendiri.
"Mereka benar-benar tidak bisa di andalkan" batin kapten Hideaki dengan wajah datar meliha kelakuan lima jenderal itu.
Setelah panik mereka berlima pun pergi untuk mengumumkan keadaan darurat keseluruh polisi exorcist di markas pusat.
Alarem keamanan mulai menggema di seluruh penjuru markas, semua orang berlalri kesana kesini untuk mencari buku catatan pak yujiro.
"Astaga! Pintunya di kunci" ujar kapten fukushima masanori yang mencoba membuka pintu kantor pak yujiro.
"Ya sampun pake otakmu, dobrak saja" jawab kapten hosokawa tadaoki.
Kemudian mereka berdua mengambil ancang-ancang kemudian berlari ke arah pintu, Brak... Pintu itu pun berhasil mereka dobrak.
Bergegas mereka berdua masuk dan mulai mengeledah tempat itu, tapi buku catatan yang mereka semua cari tidak ada di sana.
"Hideaki!!!!!!!!!!!!" teriak dua badut itu, berlari menuju tempat kapten Hideaki berada.
.
.
.
.
"Sepertinya ada keadaan darurat" ujar Yamato yang melihat semua orang sedang panik di teras asrama bersama yang lain.
"Kau benar! Apa kita harus ikut pani?" sahur Mitsuhiro.
"Oi anak-anak!" teriak kapten aoi moriatsu yang berlari menghampiri mereka semua.
Dengan cepat kapten moriatsu memberitahu apa yang terjadi dan meminta mereka semua untuk ikut mencari buku catatan pak yujiro.
Mereka bertujuh yang awalnya tidak peduli seketika ikut-ikutan panik dan berlari kesana kesini untuk mencari buku catatan pak yujiro yang entah berada di mana.
Di penjaranya pak yujiro mulai tertawa terbahak-bahak sendiri saat ia mendengar suara alarm keamanan.
Sosok iblis mulai muncul di belakangnya, iblis itu perlahan melelehkan ikatan yang mengikat pak yujiro mengunakan air liurnya.
"Menonton secara langsung akan sangat menyenangkan" ujar pak yujiro lalu sebuah mulut yang terbuka sangat lebar muncul dari balik dinding.
Pak yujiro pun berjalan masuk ke dalam mulut itu bersama iblis yang membebaskannya, setelah mereka berdua masuk mulut itu menutup dan menghilang.
Kemudian muncul lagi di atap menara markas pusat, pak yujiro pun keluar dari dalam mulut itu bersama iblis di sisinya.
"Dasar semut".
.
.
.
.
"Sebenarnya di mana buku sialan itu?" ujar Yamato yang sedang mencari di atas pohon.
"Aku masih belum mengerti kenapa pak yujiro tiba-tiba membuat kerusuhan setelah tidak terlihat beberapa hari" jawab Mitsuhiro yang bersantai di bawah pohon, bersembunyi dari sinar matahari.
Kemudian Yamato turun dari atas pohon lalu berjalan dan diikuti Mitsuhiro, beberapa saat ketika berjalan Yamato kepikiran ide yang cukup bagus.
"ryuu apa kau bisa melacak buku catatan itu?" tanya Yamato pada ryuu yang tidur di atas kepalanya.
"Kau pikir aku ini apa? Di tengah lapangan latihan!" jawab ryuu.
"Hah? Apa?"
"buku itu ada di lapangan latihan" jawab ryuu dengan kedua mata yang masih terpejam.
"Kita baru saja dari sana tapi tidak apa-apa" sahut Mitsuhiro.
Karena penasaran mereka pun kembali pergi ke tempat latihan, benar saja di sana tidak ada apapun, dan mereka berdua memarahi ryuu karena sudah di mempermainkan.
Mendengar ocehan dua orang itu, ryuu mula bangun lalu melompat ke atas mengambil buku catatan yang sedang di cari.
"Ba-bagai mana?"
"Para kapten tidak merasakan keberadaan buku ini karena pancaran auranya sangat kecil"
"Terlebih lagi buku ini di selimuti sihir agar tidak dapat di lihat" lanjut ryuu lalu menjatuhkan buku itu dari mulutnya.
Tapi saat akan di ambil buku itu malah menghindar dan pergi lagi dari Yamato dan Mitsuhiro, bergegas mereka berdua mengajar buku itu.
Tidak lama kemudian Masaru dan yang lain datang, melihat Yamato dan Masaru mereka pun ikut membantu untuk menangkap buku tersebut.
Sialnya buku itu sangat lincah membuat sulit untuk di tangkap, pak yujiro yang melihat kalau buku catatannya sudah di temukan.
Iya malah melepaskan sihir dari buku itu dan membuat buku tersebut jatuh ke tanah, dengan cepat yamato membawa buku itu.
"Ikan sudah memakan umpannya" ujar pak yujiro setelah melihat Yamato membawa buku itu.
Di halaman utama, Yamato berlari untuk menemui kapten Hideaki, beberapa kali ia meneriakkan kalau buku catatannya sudah di temukan.
Semua orang langsung melihat ke arah Yamato, dan tanpa di sadari olehnya buku itu mulai di selimuti aura aneh.
"Yamato lemparkan buku itu!!" teriak kapten Hideaki.
"Hah? Apa? Astaga" dengan cepat Yamato melemparkan buku itu ke udara.
Dan Boomm.. Buku catatan itu meledak sebuah simbola muncul menyelimuti langit di atas markas pusat.
Beberapa saat kemudian para iblis mulai keluar dari dalam simbol itu, iblis-iblis itu pun mulai menyerang para polisi exorcist.
"Sekarang tunjukkan padaku sehebat apa mata raja azir itu" ujar pak yujiro saat melihat rencana berjalan sesuai apa yang di harapkannya.
Yamato dan yang lainnya berkumpul untuk saling melindungi satu sama lain, sebisa mungkin mereka menghadapi iblis yang datang menyerang.
Tidak ingin mati, ryuu terpaksa bangun dari tidurnya dan merubah ukuran tubuhnya menjadi kucing yang sangat besar.
Setiap iblis yang datang pasti akan di makan olehnya.
"Kita harus cari cara untuk menghentikan semua ini" ujar Masaru yang terus berada di samping Ayumi untuk melindunginya dari serangan jarak dekat.
"Tapi bagai mana?" tanya Marika.
"Itu! Titik cahaya di atas itu! Sepertinya pemicunya" jawab Masaru.