The Exorcist

The Exorcist
Pertemuan Azir dengan Akito



"Lalalalalal ..... Lalalal ... Lala .. Lalalalalal.. Oh ketemu"


"Akito, kemari sebentar" lanjut lucifer  memanggil akito yang sedang bersama teman-temannya.


Dengan wajah penasaran akito berjalan menghargai si badut gak ada akhlak itu, untuk mengetahui apa yang diinginkannya.


"?" akito berdiri didepan lucifer dengan tatapan dan ajah yang penuh tanda tanya, tidak diduga lucifer langsung memegang wajah akito dengan kedua tangannya dan berkata.


"Akito kau harus ikut dengan ku! Kalian juga ikut" kemudian lucifer membawa mereka kesuatu tempat, dan ditempat itu terdapat.


"Ka-katsugi!?" ucap akito yang terkejut melihat katsugi yang telah terpenggal dan tubuhnya perlahan mulai menghilang.


"Tadi dia dikejar beberapa pihak gereja, aku mencoba menolong tapi sayang sekali aku terlambat, saat sampai katsugi sudah seperti ini" jelas lucifer.


"Aku akan tinggalkan kalian, bukan kalian saja yang merasa kehilangan, aku juga merasa bersalah tidak datang lebih cepat!" lanjut lucifer kemudian berjalan meninggalkan mereka yang sedang berduka atas kematian katsugi.


"Bagus!" bisik lucifer dengan tersenyum lebar.


.


.


Padahal apa yang dikatakan lucifer tidaklah benar, yang sebenarnya terjadi adalah.


Waktu itu katsugi sedang merenung dibawah sebuah pohon, lalu lucifer datang menghampirinya, katsugi terlihat bingung mengapa lucifer datang menemuinya.


Tanpa banyak basa-basi lagi, lucifer memberitahu kalau dirinya akan membunuh katsugi karan dua alasan pertama ia takut katsugi akan membocorkan rahasianya dan memberitahu akito, kedua demi untuk semakin dekat dengan tujuannya.


Menyadari bahwa dirinya akan dibunuh, katsugi memilih untuk memberitahu akito suatu kebenaran tentang dirinya, namun usahanya itu akan sulit karena lucifer dengan mode angelnya mengejar dibelakang sana.


(Maaf disini mode angel lucifer tidak akan saya jelaskan, bagai mana bentuk dan wujudnya, sekian terimakasih)


Awas hitam yang tebal, terus mengejar dibelakang pohon-pohon dan hewan mati ketika berada didekat lucifer mode angelnya.


Dari belakang beberapa bilah pisau berbentuk bulu sayap, melesat sangat cepat membuat katsugi hanya bisa menghindari beberapa saja, dan sisanya berhasil menembus tubuhnya.


Serangan itu berhasil memperlambat katsugi, syukurnya ketika dirinya terjatuh katsugi langsung bersembunyi dibalik semak-semak.


"Gawat! Aku harus segera menemui akito!" bisik katsugi setelah mencabuti pisau yang menancap pada tubuhnya tersebut.


Ketika akan pergi, tiba-tiba saja sebuah pukulan muncul membuatnya  terhempas sangat jauh dan menabrak pohon bahkan pohon itu langsung tumbang.


"Kau benar-benar menjengkelkan, yah" ujar lucifer yang berjalan mendekati katsugi dan kembali ke menjadi manusia.


Namun katsugi terlihat hanya diam tanpa bergerak sedikitpun, awalnya lucifer mengira bahwa katsugi sudah tewas namun dirinya malah dibuat terkejut.


Ketika menyadari bahwa katsugi yang ada didepannya hanyalah sebuah tiruan dan yang asli berhasil lolos.


"Takkan kubiarkan, karena  akito berhak bahagia" ujar katsugi dengan suara yang terbata-bata dan langkah kaki yang mulai tidak teratur.


Luka yang didapatkan katsugi akibat serangan dari Lucifer tidak kunjungi sembuh-sembuh, karena itu adalah efek sampingnya! Serangan lucifer akan menghentikan kecepatan regenerasi dari iblis.


Namun itu tidak akan berefek terhadap manusia yang memiliki kemampuan regenerasi yang lambat.


"Aku harus segera sampai, masa depan akito harus indah" ujar katsugi yang mencoba terus melangkah kaki, meski dirinya sudah tidak kuat lagi.


Sayangnya katsugi langsung tumbang karena iya sudah kehabisan banyak darah, "apa aku gagal? Benar juga aku akan segera mati, dia sudah sampai!" batin katsugai dan iya melihat lucifer yang berdiri didekatnya.


Tanpa memiliki rasa kasihan sedikit pun, lucifer langsung memenggal kepala katsugi setelah itu ia lalu pergi untuk memberikan kabar palsu bahwa katsugi sudah dibunuh oleh gereja(exorcist).


.


.


Yang lain mencoba untuk menghentikan akito dan menenangkannya, tapi usaha mereka tidak ada gunanya karena akito sudah terlebih dahulu terbakar emosi.


Tidak berhenti disitu, seichiro dan yang lain terus menghentikan akito untuk tidak mengambil langkah yang akan membahayakan dirinya sendiri.


.


.


Pagi hari ini, Jendera morisawa terlihat sedang bersantai di ruangannya sambil meminum secangkir teh hangat, beberapa saat kemudian telpon kantor berbunyi.


"Halo! Ini dengan morisawa" ujar Jendera morisawa setelah mengangkat panggilan telpon.


"Pffffff......." saking terkejutnya, membuat Jenderal morisawa menyemburkan teh yang ada didalam mulutnya.


"A-apa?! Yang benar saja kau?! Jangan membuat ku jantungan, tahan kami akan datang!" bergegas ia berlari keluar ruangan dengan tergesa-gesa.


Beberapa menit kemudian, sekitar 4 mobil berwana hitam keluar dari markas dan belaju dengan kecepatan cukup cepat, di mobil pertama disi oleh Yamato, Mitsuhiro, yuzuru, dan jenderal morisawa.


Sementara tiga lagi, disi oleh anggota khusu yang bernama komando merah, kelompok ini hanya berjumlah sedikit karena jarang di gunakan dan hanya ada di bawah kepemimpinan pak morisawa saja.


Beberapa menit kemudian, dari jendela terlihat sebuah kepulan asap yang menjulang tinggi dan perlahan mereka mendekati asal asap tersebut.


Ternyata asap itu berasal dari kantor exorcist yang terbakar hebat, dan diluar terlihat anggota yang terluka. Mereka memberitahu kalau didalam ada remaja iblis yang sedang mengamuk tidak jelas.


"How, periksa apa dia masih ada didalam?" Perintah jendral morisawa, lalu beberapa anggota komando merah berjalan masuk perlahan.


Beru saja sampai didepan pintu masuk, sebuah api biru melesat dengan cepat kearah jendral morisawa, tapi iya dapat menghindarinya.


Dan ternyata itu adalah akito, seluruh tubuhnya diselimuti api biru yang berkobar, kedua mata jenderal morisawa mulai menyipit saat melihat akito.


"Dasar manusia biadab!" teriak akito lalu kembali menyerang secara membabi-buta, jenderal morisawa yang hampir saja menghunuskan pedangnya, namun iya tidak jadi melakukan hal tersebut karena suatu hal yang janggal saa melihat akito.


Meski sendiri, akito berhasil membuat kerusuhan yang sangat berarti sampai akhirnya akito dan Yamato tidak sengaja saling berhadapan.


Dalam hitungan detik, azir langsung mengambil alih tubuh Yamato. Saat itu juga waktu terhenti, dan ia pun membawa akito ke sebuah diemnsi, lalu berkata dengan suara yang terdengar cool dan berat.


"Jadi ... Kau ingin menemuiku bukan?" tanya azir kemudian menjentikkan jarinya, dalam sekejap mata akito dibawa ke dimensi yang telah dibuat oleh azir,


"Ini adalah masa depan! Setelah semuanya jacur hanya akan ada kekosongan" jelas azir tentang dimensi tersebut.


"Kau terlalu naif, berpikir kalau kau dapat membunuh ku" lanjut azir dengan tatapan tajamnya melihat kearah akito.


"a-apa dia azir?!" batin akito, perlahan jiwa maupun raganya mulai bergetar dihadapa sang raja azir.


"Untuk apa kau membawa ku ketempat ini?" tanya akito dengan nada tinggi.


"jangan berteriak didepan ku, bocah" jawab azir dan dalam satu langkah kaki saja iya sudah berada didelakang akito.


Hal tersebut membuat akito begitu terkejut, bergegas ia menyerang tanpa memikirla apapun lagi. Namun serangannya berhasil di hentikan.


Tidak berhenti disitu, akito langsung melepaskan diri dan kembali menyerang beberapa kali tapi serangannya itu tidak berarti sama sekali.


"Akan ku musnahkan kau sebelum bersama mahkluk dalam dirimu" ujar azir dan tiga senjata yang beberapa kali pernah muncul kini kembali muncul.


Tapi tiba-tiba sebuah retakan muncul, dan diredakan itu tangan lucifer langsung muncul dan menarik akito kedalam, meski bisa tapi azir tidak menghentikannya karena iya sedang mager.


"hmmmm" kemudian kondisi kembali seperti biasa tapi Yamato jatuh tidak sadarkan diri karena tubuhnya kelelahan.