
Hari ini sekitar jam 8:30, terlihat Yamato, Marika, dan Masaru yang memakai baju pantai dengan beberapa barang-barang di dekat mereka.
"Padahal aku juga mau ikut" ujar Mitsuhiro yang terlihat kecewa.
"Hahahah, kasihan gak bisa ikut nantiĀ kamu tunggu cerita dari kami saat yah" jawab Yamato dengan senyum ngeledek.
Ternyata mereka bertiga akan pergi ke pantai hitotsuku di nagasaki, Yamato terus menggoda Mitsuhiro dengan cara melambaikan tiket kereta menuju nagasaki di depan wajahnya.
Tidak lama kemudian, kapten sakamoto hiroshima datang untuk mengantarkan mereka bertiga ke stasiun kereta, dengan bersemangat mereka melambaikan tangan ke pada yuzur dan yang lain yang tidak ikut.
"Kenapa pak kirino hanya meminta mereka bertiga yang pergi?" ucap Mitsuhiro setelag mengantar mereka kedepan gerbang.
"Yah mungkin karena ini hari libur merek" sahut Akane.
Di dalam mobil mereka bertiga terlihat begitu bersemangat, mereka terus merencanakan apa-apa saja yang akan mereka lakukan sesampainya di sana.
"Kalian terlihat bersemangat" ujar kapten sakamoto.
"Tentu saja, kapan lagi bisa liburan seperti ini" jawab Marika.
Kapten sakamoto hanya tersenyum mendengar jawaban dari Marika, beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di delan stasiun.
"Baiklah, aku hanya bisa mengatakan sampai dsini, semoga liburan kalian menyenangkan"
"Oke sampai jumpa" dan mereka berjalan masuk stasiun dengan membawa barang bawaan masing-masing.
Setelah duduk di kursi mereka, sesaat kemudian kereta mulai berjalan, karena jaraknya agak jauh jadi mereka bertiga meluangkan waktu untuk tidur sebentar di dalam kereta.
Ketika Marika dan Masaru sedang tidur, Yamato hanya melihat pemandangan dari jendela kemudian ryuu keluar dari dalam tas kecil yang ada di sebelah Yamato.
Seperti biasa ryuu naik ke atas kepala Yamato untuk tidur sebelum itu ryuu mengajak Yamato mengobrol sebentar sampai akhirnya iya tidur pulas, melihat yang lain tidur Yamato juga memutuskan untuk tidur.
Beberapa jam kemudian, Masaru bangun dan ia melihat kalau mereka sudah sampai di kota nagasaki, perlahan Masaru membangunkan Yamato dan Marika karena sebentar lagi mereka akan sampai.
Dan benar saja beberapa menit kemudian, mereka sampai di stasiun kota nagasaki bersama mereka keluar dari kereta dan berjalan keluar stasiun. Dari jauh terlihat pak kirino yang menunggu di dekat mobilnya.
Bergegas mereka bertiga pergi menghampiri pak kirino yang sedang menunggu, setelah mereka semua masuk, mobil pun mulai berjalan menuju kediaman rumah pak kirino.
Ketika sampai di rumah pak kirino, mereka di buat terpukau melihat indahnya pantai dari jendela rumah, karena rumah pak kirino berada dekat dengan pantai. Juga sebuah kedai cumi bakar yang terlihat berdiri dipantai.
Dengan begitu senang mereka berlari setelah Menganti baju, ketika akan bermain air pak kirino memanggil mereka bertiga di dekat kedai cumi bakar.
"Masaru apak kau tidak memberitahu mereka berdua?" tanya pak kirino.
"Hah? Oh astaga aku lupa, sebenarnya teman-teman kita kesini bukan untuk liburan tapi membantu pak kirino mengurus kedai cumi bakarnya, karena Sekarang hari libur akan ada banyak pengunjung yang datang berlibur" jelas Masaru dengan wajah yang terlihat bersalah.
"Apa.....!!!!!!!!!!" teriak mereka berdua setelah mendengar hal tersebut tapi itu tidak membangunkan ryuu sama sekali.
"Mari-mari semua ambil cumi bakar kalian!! Karena yang membakarnya tanpam jadi cumi ini juga rasanya enak!" teriak Yamato yang mencoba menarik pengunjung.
"Yamato! Pakai ini!" sahut pak kirino lalu memberikan kostum berbentuk cumi bakar untuk di pakainya.
Dengan terpaksa Yamato memakai kostum itu, Masaru dan Marika langsung tertawa tidak karuan saat melihat Yamato yang terlihat konyol. Tapi cara itu dapat menarik perhatian banyak pengunjung, membuat kedai mereka ramai oleh pembeli.
Tepat tengah hari, karena merasa panah Yamato pun membuka kostum cumi bakar itu dan berjalan untuk berteduh, saat mereka bertiga sedang mendinginkan diri. Pak kirino datang dengan membawa buah semangka yang sudah di potong-potong.
Bersmaa mereka menikmati semangka di tengah sinar matahari yang terik.
Tidak kerasa waktu berlalu cepat, dan hari sudah mulai senja setelah menutup kedai mereka pulang, terlihat menu makan malam hari ini adalah masakan laut, seperti kerang, udang, sushi, sashimi, dan masih banyak lagi.
"Nah semuanya ini untuk kerja keras kalian, aku beruntung punya murid seperti kalian, nah nikmatilah bapak mau keluar sebentar" ujar pak kirino kemudian pergi ke luar rumah.
Melihat banyak makanan enak, Yamato dan Marka terlihat begitu bersemangat begitu juga dengan ryuu yang langsung merubah wujudnya menjadi manusia, bergegas mereka mulai makan malam.
"Pelan-pelan saja, ini masih banyak kok" ujar Masaru yang khawatir mereka tersedak dengan cara makan mereka yang cepat.
Sampai akhirnya semua habis, Yamato, Marika, dan ryuu terlihat berbaring di lantai karena kekenyangan. Seorang diri Masaru membereskan semua bekas makan.
"Sudah! Cukup aku tidak sudah tidak kuat makan lagi" ujar Yamato kemudian bangun.
Selama beberapa menit mereka semua, duduk diam tidak kemana-mana menunggu makan malam di cerna, sampai akhirnya Masaru mengajak untuk pergi jalan santai di pantai.
Sambil merasakan hembusan angin yang terasa sejuk, dan bintang-bintang yang berkedip di langit mereka bertiga berjalan melihat-lihat suasana lantai ketika malam hari.
Tidak sengaja mereka melihat, seorang anak yang sedang duduk melihat ke arah samudra yang luas. Awalnya mereka tidak memperdulikannya tapi anak itu tiba-tiba berbicara mengatakan hal yang membuat Yamato dsn yang lain penasaran.
"Siren sudah menangkap ayah ku" ucap si anak tampa melihat kemana-mana lagi.
"Hah? Apa maksudnya?" bisik Yamato yang mulai penasaran.
"Ayah ku mencoba menangkapnya karena, sudah banyak nelayan yang menjadi korban siren, dia adalah pria yang pemberani" lanjut anak itu.
"Adik kecil apa kamu bisa menceritakannya lebih rinci?" sapa Masaru.
Anak kecil itu pun mulai menceritakan tentang ayahnya dan siren yang akhir-akhir ini membuat beberapa menalayn hilang di Tenga lautan lepas.
Ketika sedang mendengarkan ceritanya, pak kirino datang menghampiri mereka, melihat kedatangan pak kirino si anak berhenti bercerita dan langsung orgi begitu saja.
Pak kirino mengajak mereka untuk pulang karena suhu malam ini lumayan dingin, setibanya di rumah Yamato langsung bertanya tentang siren yang di kataka oleh anak tadi pada mereka.
Beberapa saat pak kirino diam kemudian menjawab pertanyaan dari Yamato
"Siren, dia sudah meresahkan para nelayan belakangan ini, tiga hari yang lalu mereka mengadu padaku untuk segera memurnikan siren itu tapi tanpa ada surat perintah aku tidak bisa berbuat apa-apa"
"Lalu mereka mengajukan laporan ke markas pusat untuk segera mengurus masalah siren itu, dan markas pusat malah memberikan surat perintahnya kepadaku, lalu waktu itu......."