
"Aku akan membawamu kembali" batin Yamato dengan tedak yang sangat kuat.
"Aku akan mencoba masuk sekali lagi" ujar Yamato di depan kapten Hideaki dan Masaru.
"Takin? Terakhir kali kau masuk, kau keluar ketakutan" jawab Masaru.
Tapi Yamato tidak menjawabnya, ia mulai masuk ke dalam dan menutup pintu, sama seperti sebelumnya Akane terlihat sedang duduk di depan sebuah cermin.
"Akane! Apa kau ingat ini?" tanya Yamato yang menunjukan jimat pelindung yang pernah di berikannya.
"Dulu kau yang memberikan ini, kau bilang jimat ini akan melindungi ku dari setiap masalah dan bahaya, A-Akane!?" lanjut Yamato kemudian terkejut karena melihat jiwa akane yang ingin lepas dari iblis yang ada di dalam dirinya.
Jiwa akane yang di lihat Yamato itu terus menerus menangis sambil memanggil-manggil nama kecil Yamato "mao-chan"
Hal ini bisa terjadi karena kekuatan yang di miliki mata raja azir, membuat Yamato dapat melihat jiwa akane yang sedang menangis.
Meski jiwanya menangis tapi ekspresi wajah Akane begitu datar dengan tatapan kosong melihat ke arah Yamato.
Melihat hal tersebut akhirnya Yamato pun meneteskan air mata, dan terus meminta maaf pada akane karena pergi tanpa memberitahunya atau apapun itu.
Hal yang mengejutkan kembali terjadi, dari kedua mata Akane air mata mulai keluar, meski wajahnya tetap datar dan tatapan yang kosong.
"Drama yang menyedihkan tapi sayangnya aku harus bekerja sesuai kontrak" ujar iblis yang ada di dalam tubuh Akane.
"Kau tau, gadis ini sangat menyayangimu, dia begitu mencintaimu, dia terus menunggu dan menunggu hari demi hari, menunggu kepulanganmu, menunggu hari di mana kalian bisa bersama"
"Dan Sesuai kesepakatan, kalian telah bertemu kembali kini giliran ku untuk mengambil bayaran ku" lanjut iblis itu yang perlahan keluar dengan membawa setengah dari jiwa Akane.
Tidak tinggal diam, Yamato bergegas menghunuskan pedangnya namun iblis itu kembali masuk ke dalam tubuh Akane dan menjadikan nya sebagai perisai hidup.
"Ironis sekali bukan, kau tidak bisa melukai sahabatmu sendiri" ujar iblis itu yang mulai mengendalikan Akane.
"Bagai mana pun caranya Akane akan kembali" jawab Yamato lalu menarik kalung yang di berikan kapten Hideaki sampai putus.
"how... Naif sekali"
Dari dalam bayangan Akane, senjumlah tangan keluar menyerang, mendorong Yamato dan menahannya di dinding, perlahan Akane berjalan mendekati Yamato.
Kemudian ia pun di lemparkan keluar melalui jendela kamar yang ada di lantai dua, membuat beberapa serpihan kaca menggores wajah Yamato.
Mendengar suara gaduh, Mitsuhiro dan kapten Hideaki bergegas masuk tapi yang mereka hanyalah kaca yang berserakan dimana-mana.
Serangan yang sama kembali muncul dalam jumlah yang lebih banyak, bukan hanya Yamato yang di serang tapi Mitsuhiro dan kapten Hideaki yang sedang melihat dari jendela juga ikut di serang.
Saat Yamato berhasil memotong satu dari semua banyak tangan yang menyerangnya, seketika akane berteriak kesakitan dan hal tersebut membuat Yamato langsung berhenti.
Dalam pikirannya, Yamato telah menyakiti Akane tapi kenyataannya berbeda yang berteriak kesakitan bukan Akane tapi iblis yang ada di dalam dirinya.
Hal tersebut di manfaatkan oleh si iblis, dengan mengunakan suara Akane iya mempengaruhi Yamato agar tidak membalas setiap serangannya, dan memaksa Yamato untuk bertahan.
Semakin lama jumlah tangan yang menyerang semakin banyak, dan semua serangan itu mengarah pada Yamato, Mitsuhiro dan kapten Hideaki hanya melihat karena mereka tau tidak bisa mencampuri perjuangan seorang sahabat demi sahabatnya.
Tidak terduga, serangan dari arah samping berhasil memukul Yamato sampai ia terhempas menghantam sebuah pohon membuat jimat pelindung yang di berikan Akane terlempar dari genggamannya.
"Arigatou
Kimi ga ite kurete hontou yokatta yo
Donna toki datte itsumo
Waratte irareru
Tatoeba, hanare teitemo nannen tatte mo
Zutto kawaranai desho
Watashitachi Best Friend
Suki da yo, daisuki da yo
Konna osoi jikan ni gomen ne
Hitori ja seppa tsumatte kita no
Kimi no koe sukoshi kike tara
Ganbareru
Nande mo uchi akerareru
Mama nimo ie nai koto mo zenbu
Ureshii toki wa jibun no koto mitai ni yorokonde kurete
Dame na toki wa chanto shikatte kureru sonzai
Arigatou
Kimi ga ite kurete hontou yokatta yo
Donna toki datte itsumo
Waratte irareru
Tatoeba, hanare teitemo nannen tatte mo
Zutto kawaranai desho
Watashitachi Best Friend
Suki da yo, daisuki da yo
Tsuyoga tte mo suguni bare teru
Hekonderu toki wa
Massaki ni meru kureru yasashi sani
Mou nando mo sukuwa rete
Naki tai toki wa omoikkiri nake baii ga wa ni iru kara tte
Dare yorimo tsuyoi mikata
Sonna kimi ni watashi wa nanika shite agerareteru kana?
Nanika attarasuguni ton dekukara, zettai............"
Mendengar lagu yang di nyanyikan Yamato membuat Akane berhenti, terdiam, tidak bergeming sedikit pun, lagu "Best Friend" adalah lagu yang sering mereka berdua nyanyikan ketika sedang bosan.
Kilas ingatan masa lalu Akane bersama Yamato muncul, membuat si iblis perlahan kehilangan kendali atas tubuh dan pikiran Akane, sebisa mungkin Akane mencoba untuk terlepas dari kontrak yang iya buat dalam kesedihannya.
"Akane..... !" teriak Yamato lalu mengambil jimanya yang tergeletak kemudian berlari, memeluk Akane yang sedang menderita.
"Kembalilah, Akane kembalilah, aku sangat merindukanmu" lanjut Yamato yang memeluk erat Akane.
Dan sebuah keajaiban dari murninya persahabatan antara dua manusia terjadi, jimat pelindung yang di genggaman Yamato memancarkan sebuah cahaya putih.
Cahaya itu mulai menghapus aura gelap yang menyelimuti Akane dan juga mulai mengeluarkan si iblis dari dalam hati Akane.
"Inikah yang di namakan persahabatan sejati? Rasa begitu hangat, nyaman sekali, apa kau harus mencari sahabat juga?" ucap iblis itu kemudian berubah menjadi butiran debu cahaya.
"Mao-chan.. " ucap akane yang sudah kembali sadar denga suara yang kecil.
Mendengar itu Yamato terlihat sangat senang karena sahabatnya telah kembali dari gelapnya jurang keputusan asaan yang menelannya selama ini.
"Akhirnya aku bisa melihatmu lagi, kau semkain besar saja"
"Kau pikir aku tidak akan tumbuh besar? Aku berjanji akan selalu mengunjungimu" .
.
.
.
.
.
Beberapa hari kemudian, ketika jam pelajaran masih belum di mulai, dari belakang tiba-tiba Mitsuhiro mengucapkan sesuatu denga cara berteriak.
"Mao-chan! Apa kau sudah memoles pedang mu?" teriak Mitsuhiro, hal tersebut membuat Yamato terkejut.
Semua orang langsung bertanya-tanya siapa yang Mitsuhiro panggil dengan sebutan "mao-chan". awalnya Yamato tidak memperdulikannya tapi ada suara lagi yang memanggilnya begitu.
"Mao-chan, selama pagi"
"Dasar kampret sudah ku bilang janga~~" Yamato langsung berhenti setelah melihat siapa yang memanggilnya.
"Apa..!! Akane?? Bagai mana bisa???" teriak Yamato yang terlihat begitu terkejut melihat Akane yang masuk akademi exorcist