
"Oh. Benar juga, padahal waktu itu kalian bertiga hanya bocah kecil. Saat pertama kali bertemu, kalian berhasil membuat ku ketar-ketir dan berpikir bagai mana kekuatan sebesar bahkan melebihi diriku ada dalam diri kalian" ujar lucifer yang terlihat begitu tenang.
"Aku sudah memberikan apa yang kau butuhkan jadi jangan sentuh anak itu dan azir, jika kau masih bersih keras akan ku pastikan kepala mu itu tidak akan berada di tempatnya lagi" ancam ogaki.
"Aku punya pertanyaan. Kenapa kau melindungi azir?" tanya Lucifer setelah mendengar ancaman yang diberikan ogaki barusan.
"Aku ingin memurnikan azir dan mengembalikan sosok kakak yang hilang dalam hidup kami, sebelum azir melakukan ritual penobatannya dan anak itu adalah kuncinya" jelas ogaki kemudian menurunkan pedangnya.
Tanpa berkata apapun lagi lucifer pun pergi keluar dari dalam dimensi tersebut, kedua mata ogaki mulai melirik kearah Yamato yang tidak sadarkan diri ia melihat darah yang terus keluar dari luka diperut Yamato.
Karena tidak akan membiarkan Yamato mati semudah itu, ogaki mulai mengobati luka yang cukup dalam tersebut karena tidak ada perban ogaki pun melepas penutup kepalanya kemudian merobek penutup kepala tersebut untuk dijadikan perban.
*maaf wajahnya tidak akan saya jelaskan, bagai mana rupa atau bentuk wajah ogaki sampai saya merasa sudah waktunya kalian tau*
Setelah selesai ogaki menunjukkan senyuman tipis yang begitu manis lalu keluar dari dalam dimensi tersebut bersama Yamato, ketika keluar terlihat kepalanya kembali tertutupi kain yang sama.
"Aku tidak bisa membawa yang lain keluar, jadi berjuanglah anak-anak" gumam ogaki.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terlihat Akane hanya terus menghindar tanpa menyerang sama sekali, hal tersebut sengaja dilakukan akane hanya untuk mengulur waktu sampai teknik terkutuknya siap untuk digunakan lagi ditambah akane tidak menegang senjata apapun.
Beberapa kali dirinya hampir saja terkena serangan yang di lancarkan si iblis, sampai akhirnya Akane dapat bersembunyi dari serangan demi serangan yang berdatangan.
Meski hanya bisa bersembunyi dalam waktu yang tidak lama namun Akane tetap bisa menghindar dan membaca gerakan dari iblis itu, meski begitu tidak selamanya situasi berpihak padanya ada saat dimana Akane mendapatkan luka gores yang cukup parah di lengan kirinya.
Karena baru pertama kali terluka dalam hidupnya, kedua mata Akane mula berkaca-kaca lalu air mata pun menetes ketanah saat setets air mata itu jatuh dan menetes tanah.
Seketika saja dua belas topeng dari teknik terkutuk Akane muncul menghalangi si iblis untuk kembali melancarkan serangan. Mereka semua terlihat memancarkan aura yang besar bercampur dengan hasrat membunuh yang tinggi.
Si iblis melihat Akane yang tersenyum kearahnya dengan air mata yang berlinang dan ini merupakan salah satu rencana Akane, ia sengaja menangis agar memicu amarah dari 12 topeng milikinya dan memanggil mereka tanpa harus menggunakan teknik terkutuk lebih dulu.
Mulu dari topeng, air, api, angin, dan petir mulai terbuka kemudian menyemburkan air, api, petir dan gelombang agin yang begitu kuat, menciptakan kombinasi serangan yang sangat kuat.
Di detik-detik terakhir si iblis berhasil menghindari namun topeng bumi menghentakkan tangannya ketanah kemudian sebuah batu runcing dengan ukuran besar muncul menembus tubuh si iblis.
Tidak berhenti di situ, topeng utara, Selatan, dan langit saling berdiri berhadapan kemudian mereka mulai menyatukan telapak tangan kanan mereka.
Dan itu berefek pada si ibli yang mendapatkan tekanan dari arah selatan, utara dan dari arah atas atau lagit. Bahkan karena tekanan tersebut membuat batu runcing yang menembus tubuhnya hancur berkeping-keping.
Sementara sepuluh topeng lain sibuk menyiksa si iblis, dua topeng yaitu dimensi dan penyembuhan hanya berdiri didekat Akane namun topeng penyembuhan mulai mengarahkan telapak tangannya pada luka gores pada lengan akane, dalam hitungan detik luka tersebut langsung sembuh dan kembali mulus seperti biasa.
Setelah kemampuan penekan dari topeng utara, selatan, dan lagit berhenti kini giliran topeng ilusi yang memiliki bentuk kalajengking bersaksi, dengan ekor runcing dan tajam setajam pedang iya menundukkan racun yang dapat membuat si iblis berhalusinasi parah bahkan sampai ia meronta-ronta.
Disaat terkan racun ilusi Akane mengambil kesempatan ini untuk menyelesaikan misinya, lalu topeng mimpi yang berbentuk ular datang mendekat kemudian membuka mulutnya dan sebuah tombak keluar.
Akane pun langsung mengambil pedang tersebut, sebelum ia mendekat untuk berjaga-jaga topeng bumi kembali menghentakkan telapak tangannya ketanah lalu sepasang lengan batu muncul kemudian menggenggam si iblis dengan sangat kuat.
Bergegas akane berlari kemudian mengayunkan pedangnya kearah leher si iblis, dan akhirnya Akane berhasil memenggal kepala iblis tersebut.
Ia pun kembali lalu memasukkan pedang itu kedalam mulut topeng mimpi.
"Baiklah saatnya keluar dari dalam tempat sialan ini" ujar Akane kemudian menoleh arah topeng dimensi yang berbentuk macan,
Topeng itu pun mengeluarkan suara seperti siapa seekor macan jantan, saat itulah dimensi ciptaan jiro mulai disedot oleh topeng tersebut membuat Akane dan teman-temannya yang lain juga ikut keluar dari dalam dimensi itu.
Setelah keluar posisi mereka terlihat saling berdekatan dan saat ini mereka semu berada didepan rumahnya jiro yang begitu luas kecuali Yamato yang saat ini berada bersama ogaki si suatu tempat.
Melihat keadaan kembali normal membuat mereka semua langsung menggunakan teknik khusus masing-masing untuk mengakhiri lawan mereka yang kini hanya berjumlah 4 iblis lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu ditempat Yamato saat ini dirinya berada di sebuah dalam sebuah kamar yang terlihat sangat rapih, Yamato yang tertidur di kasur akhirnya bangun dan mulai bingung mengapa dirinya ada di tempat ini padahal tadi ada di alam lain.
Ditempa saat ini Yamato tidak menggunakan bajunya hanya perban yang melingkar di tubuhnya saja.
Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka lalu seseorang berjalan masuk dengan membawa semangkuk sup dan orang itu adalah ogaki.
"Orang aneh!" ucap Yamato saat melihat ogaki.
"jangan panggil aku orang aneh, dasar bocah" jawab ogaki yang tidak terima karena di sebut orang aneh.
"Tapi syukurlah kau sudah sadar, ini hangatkan tubuhmu" tambah ogaki kemudian memberikan sup yang di bawanya pasa Yamato.
"Diatas kasur? Apa tidak masalah kalau kotor?" tanya Yamato.
"Tidak! Sudah habiskan sup itu, dan pakai baju yanh ada di lemari. Seragam mu sedang aku perbaiki karena ada beberapa robekan" jelas ogaki kemudian pergi.
Tanpa banyak berpikir lagi Yamato pun mulai melakukan apa yang di suruh ogaki kepadanya, setelah menghabiskan sup dan memakai baju yang di maksud. Yamato pun keluar dari dalam kamar menemui ogaki yang sedang memperbaiki seragam Yamato.
"Ngomong-ngomong ini dimana?" tanya Yamato yang berdiri di dekat ogaki.
"Ini? Sekarang kau berada di apartemen ku, jangan takut aku tidak akan berbuat macam-macam. Duduklah" jelas ogaki kemudian menyuruh Yamato untuk duduk.
"Yamato! Mungkin ini terlalu cepat bagimu mengetahui semua ini tapi kau harus mengetahui tentang dirimu, siapa itu azir, dan siapa pembunuh orang tuamu"
Mendengar apa yang di sampaikan ogaki membuat Yamato tediam karena terkejut.
"Sebenarnya........."