
"Mungkin pak yujiro tidak akan masuk hari ini" ujar Masaru yang tergeletak di lantai.
"Kau mungkin benar, sudah jam 1:70 tapi dua masih belum datang, kita benar-benar di terlantarkan" sahut Mitsubishi yang tidur di dekat Masaru.
"Jika tau akan seperti ini, untuk apa panik tadi pagi" sahut yamato yang ada di dekat Mitsuhiro.
Beberapa menit kemudian, pintu kelas terlihat terbuka bergegas semua kembali ke tempat duduknya masing-masing, lalu masuklah jenderal Ogawa suketada, bersama seorang pria dewasa di dekatny.
"Baiklah anak-anak, karena pak yujiro tidak bisa lagi mengajar di sini jadi kalian mendapatkan guru baru...., pak anda boleh memperkenalkan diri" ujar jenderal Ogawa.
"Baiklah, selamat siang semuanya nama saya kurudo kyotaka panggil saja kurodo, mulai hari ini saya yang akan menggantikan pak yujiro untuk mengajar, jadi mohon kerjasamanya"
Setelah perkenalan itu, jenderal Ogawa kemudian pergi dan pak kurudo mulai memberikan materinya, dari segi cara mengajar dia di nilai lebih baik dari pak yujiro yang sedikit bertele-tele.
Selama di kelas Yamato terlihat tertidur pulas di atas mejanya, dengan pelan pak kurudo memukul kepala Yamato dengan sebuah buku dan berkata.
"Jangan tidur dulu, sebentar lagi selesai" ujar pak kurudo yang membuat yang lain tercengang.
Karena biasanya mereka keluar kelas pada jam setelah enam tapi pak kurudo langsung memberikan ucapan penutupan dan iya pun berjalan keluar kelas.
Awal nya mereka semua bertanya-tanya tapi pada akhirnya mereka teriak gembira karena bisa keluar kelas lebih awal dari biasanya.
Bersama mereka keluar kelas berjalan kembali ke asrama, tapi saat sedang berjalan di halaman mereka di cegat oleh jenderal wakisaka yasuharu.
"Syukurlah kalian sudah selesai, saya punya tugas untuk kalian semua, ikut sebentar" ujar pak yasuharu yang mengajak mereka ke sesuatu tempat.
Dan ternyata mereka semua di bawa ke ruangannya, suasana di dalam ruangan kerja jenderal yasuharu cukup rapih dan juga harum.
Ada beberapa tanaman hias yang di simpan depan jendela, juga beberapa lemari buku yang susun rapih.
"Jadi ada yang melapor kalau di desa dekat sini ada yang di ganggu mahkluk, Informasi tidak jelas mahkluk apa yang mengganggu korban, entah itu iblis, hantu, atau siluman"
"Dan karena semua divisi sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, jadi kalian sebagai divisi latihan akan mengambil misi ini, bagai mana?"
"Tentu saja kami terima" ujar Yamato dengan mengacungkan ibu jarinya.
"Bagus! Aku tau kalian bisa di andalkan" jawab jenderal yasuharu yang terlihat senang.
Kemudian mereka semua berjalan keluar dari dalam ruangan, setelah pintu di tutup terlihat seseorang yang sedang berdiri bersandar pada dinding.
Ternyata orang itu sudah dari tadi ada di ruangan namun iya berada di balik pintu yang terbuka.
"Bukankah akan menjadi masalah jika aku mengetahui tentang anak yang bernama Yamato itu?" tanya pria itu
"Kau hanya di tugaskan untuk mengawasinya saja tapi tidak untuk mengetahui tentangnya" jawab jenderal yasuharu.
"Sepertinya dia anak yang menarik sampai kalian para petinggi begitu mengawasinya"
"Kau sudah bertanya terlalu jauh jadi hentikan"
Kemudian tanpa bertanya atau menjawab pria itu berjalan keluar, sambil menyiram tanamannya jenderal yasuharu terdengar mengatakan sesuatu.
"Dia harapan manusia, jika dia berhasil memurnikan azir semua akan menjadi mudah" ujar jenderal yasuharu dan pintu kantornya tertutup dengan sendiri.
.
.
.
.
Tapi saat sampai di depan mobil mereka malah di larang untuk naik ke dalam karena letak desanya yang dekat dan juga tidak ada jalan untuk mobil.
Satu-satunya jalan menuju desa itu hanyalah menyusuri hutan aokigahara, mendengar itu mereka semua langsung terlihat takut.
Di depan gerbang utama, terlihat seorang pria parubaya yang berdiri menunggu mereka, dan dialah yang akan membawa mereka menuju desa.
"Apa kita benar-benar akan masuk ke sana?" tanya Yamato yang bersembunyi di belakang Masaru.
"Ikuti saja anggap saja kalau kita sedang ada di pantai" jawab Masaru.
"Yamato kau lebay baget, takut masuk hutan" sahur ryuu yang sedang tidur di atas kepala Yamato.
"Diam kau dasar kucing pemalas, apa kepala mu tidak pusing selalu tidur?"....
Di dalam hutan yang begitu lebat, lebatnya hitam aokigahara membuat suasana agak gelap karena cahaya matahari tertutup oleh pepohonan yang sangat lebat.
Yamato yang berjalan di belakang terus menggenggam sabuk celana Mitsuhiro yang berjalan di depannya.
Ia terus melihat ke sekeliling dengan wajah yang takut, tanpa mereka semua sadari seseorang berubah hitam terlihat berdiri di sebuah batang pohon, terus memperhatikan Yamato.
"Apa masih jauh yah? Kita sudah berjalan sangat jauh dari markas?" tanya Yamato.
"apa maksudmu? Kita baru saja berjalan beberapa menit, coba lihat itu, menara markas pusat masih bisa di lihat dari sini" jawab Mitsuhiro.
"Aku takut melihat ada yang menggantung di sini".
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di desa, banyak orang yang menyambut, mereka di bawa untuk ke rumah orang yang sedang di ganggu mahkluk.
Terlihat pintu rumah itu di kunci, warga desa terlihat meragukan kemampuan mereka dalam memurnikan mahkluk yang ada di dalam.
Setelah kunci pintu di buka, mereka berjalan masuk kedalam dan pintu pun kembali di kunci, suasana di dalam rumah sangat gelap banyak barang-barang yang tergeletak di lantai.
Perlahan mereka menyusuri setiap ruangan yang ada di rumah itu, tapi tidak ada yang menemukan orang yang sedang di ganggu mahkluk.
Ketika mereka semua berkumpul di ruangan utama rumah, Ayumi terlihat terpaku dengan wajah yang begitu ketakutan.
"Ada apa?" tanya Masaru.
"I-itu di atas" jawab Ayumi lalu menunjukkan ke atas.
Terlihat seorang perempuan dengan rambut yang menutupi wajahnya menempel di langit-langit, wanita itu pun menjerit dengan suara yang sangat nyaring.
"Biar aku yang mengurus ini" ujar matsuya lalu berdiri di bawah wanita itu.
"Apa dia benar-benar bisa?" bisik Yamato pada Mitsuhiro.
"Diamlah, kita lihat saja apa yang akan dia lakukan" jawab Mitsuhiro.
Lalu matsuya terlihat mengambil sebuah kertas kuning dengan simbol aneh, kertas itu pun di lemparkan dan menempel di tembok.
Sontak wanita itu kembali menjerit dan melompat turun dari dinding lalu lari ke ruangan lain.
"Dia di rasuki Onryō" ujar matsuya lalu melepaskan kertas itu dari dinding, dan iya bergegas pergi mengejar wanita yang di rasuki Onryō.
"Ha? Onryō mahkluk seperti apa dia?" tanya Yamato.
"Onryō adalah........"