The Exorcist

The Exorcist
Reven



"Aku masih belum mengerti kenapa tiba-tiba kasus sebanyak ini bisa muncul hanya dalam waktu sehari?" tanya Yamato setelah meletakkan sebuah berkas itu di atas meja begitu juga Mitsuhiro.


"15 tahun lalu ada kasus seperti ini, namun itu tidak berlangsung lama. Kemudian menghilang tapi setelah itu kadang-kadang selalu ada kasus anak hilang di bawah 25 tahun, paling yang hilang cuman 1 sampai 5 anak setiap beberapa bulan, namun hari ini begitu banyak" jelas kapten Hideaki.


Sesaat kemudian kaca kantor kapten Hideaki pecah karena terkana sebuah bola bisbol yang di pukul oleh Masaru, syukurnya serpihan kaca yang pecah tidak ada yang mengenai mereka .


"Oi!! Anak-anak nakal!" teriak kapten Hideaki pada mereka yang sedang bermain bisbol.


"Dan apa kalian...~~" saat kembali berbalik iya sudah tidak melihat Yamato dan Mitsuhiro di dalam kantornya, tapi saat kembali melihat ke luar jendela kapten Hideaki melihat mereka berdua sudah bergabung bermain bisbol .


"Michiru! Suruh seseorang perbaiki jendela kantor ku" teriak kapten Hideaki pada asistennya yang ada di ruangan depan.


"Yap, kapten!" jawab michiru.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bukan hanya anak-anak yang sedang bermain bisbol di pinggir terlihat kapten ogami yoshiaki dan kapten tsutsui sadatsugu yang duduk menonton.


Tidak lama kapten Maeda toshinaga datang sambil membawa sebuah kursi lalu meletakkan kursi tersebut didekat kapten ogami, kemudian mendudukinya.


Meski banyak pekerjaan mereka bertiga terlihat begitu santai selama melihat permainan bisbol yang di main ka Yamato dan yang lain. Beberapa menit kemudian kapten shimazu yoshihiro bersama kapten sakamoto hiroshima, kapten ryotaro Shiba, dan kapten ijichi masamaru tidak sengaja lewat.


Perhatian mereka berempat terpancing untuk bergabung dengan kapten ogami dan yang lain menonton permainan bisbol, tidak berhenti di situ para kapten yang lain mulai berdatangan meninggalkan sejenak pekerjaan yang menumpuk di kantor.


Lengkap sudah 13 kapten utama berkumpul di pinggir lapangan menonton permainan bisbol, merasa bosan hanya melihat saja membuat mereka semua ikut main dan membagi menjadi 2 tim masing-masing berisi.


Karena masih kurang membuat Yamato dan anak laki-laki lainnya ikut kembali bermain sementara anak perempuan menonton, kini kedua tim telah seimbang dengan masing-masing berisi 9 anggota.


Permainan pun dimulai dengan kapten tarazawa hirotaka sebagai pitcher (pelempar bola) sudah siap pada posisinya, sebelum mulai melempari terlebih dahulu iya melakukan pemanasan.


Lalu posisi batter (pemukul bola) yang di isi oleh kapten kobayakawa Hideaki bersmaa kapten kurodo nagamasa sebagai catcher (penangkap bola jika batter gagal memukul bola)


"Nah. Ayo lempar" ucap kapten Hideaki dengan wajah yang bersemangat.


"Oke.. Siap yah. Akan ku lempar sekuat mungkin" jawab kapten tarazawa kemudian memulai ancang-ancangnya.


Dan Woss... Bole bisbol yang di lemparkan melesat cepat namun itu berhasil di, bola itu pun melambung tinggi. Kapten Hideaki bergegas berlari sebelum bola di tangkap.


Namun ternyata pukulan barusan termasuk homerun karena bola melambung melewati batas outfield dan tidak bisa dijangkau oleh baseman.


Setelah kapten Hideaki berhasil mengelilingi semua base dan kembali ke ruang bebas ata pukulannya sendiri maka ia mendapatkan 6 poin, dan wasit yaitu Akane manyata bahwa itu benar-benar homrun.


Tim kapten Hideaki bersorak gembira karena telah mendapatkan poin dalam permainan pertama, dan permainan kembali di lanjutkan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di lantai 8 lebih tepatnya di ruangan rapat, pintu ruanga itu masih tertutup dengan penjagaan yang lumayan, sampai akhirnya pintu terbuka dan dari dalam pak morisawa dan pak kitsuki mengantarkan tiga kepala polisi itu keluar setelah rapat yang panjang.


"Menyebalkan" gumam pak akaza lalu berjalan cepat meninggalkan ruangan rapat.


Suasana hati yang sedang tidak enak dan melihat para anggota bermain bisbol padahal ada pekerjaan membuat pak akaza naik darah, lalu ia berteriak dari jendela membubarkan mereka semua untuk kembali fokus dengan kasus yang sedang menjadi masalah ini.


Dengan terpaksa mereka semua membubarkan diri sebelum terkena omel oleh pak akaza.


Beberapa menit kemudian setelah semua orang yang tadi bermain bisbol membubarkan diri, terlihat pintu gerbang utama mulai terbuka lebar dan dari luar masuk sejumlah mobil. Semua mobil itu diparkiran dengan rapih tepat di tengah-tengah halaman utama, bukan di tempat parkir yang seharusnya.


Pak morisawa yang sedang lewat ketika melihat deretan mobil itu bergegas kembali masuk kedalam dan memberitahu pak Ogawa.


"Pak divisi anda sudah datang" ujar pak morisawa kemudian berjalan pergi menuju kantornya.


Diluar orang-orang mulai bertanya-tanya tentang kedatangan mobil-mobil itu, tidak ada satu pun orang yang terlihat keluar dari dalam mobil mana pun. Sampai akhirnya pak Ogawa datang dan dari dalam mobil-mobil itu semua.


Ternyata mereka semua adalah anggota reven divisi 3, mereka semua mulai masuk kedalam secara teratur, anggota ecorcist lain dibuat terkejut karena kemunculan para reven.


Yamato dan yang lain ketika melihat anggota reven dibuat bertanya-tanya tentang kelompok satu ini karena mereka belum melihat ataupun mengetahui adanya para reven.


Namun semua pertanyaan itu dijawab oleh kapten aoi moriatsu yang menjelaskan bawah para reven adalah kelompok divisi elit, hanya ada lima divisi masing-masing di pimpin langsung oleh para jendral.


Marakas mereka juga sangat di rahasiakan, yang mengetahui letak markas mereka hanya para Jendral saja selain itu tidak ada lagi.


Untuk menjadi reven terbilang sulit karena harus melewati ujian dan pelatihan yang bisa merenggut nyawa jika tidak sanggup menjalankannya. Bukan hanya itu mereka dilarang untuk mengungkapkan identitas kepada khalayak ramai, hal tersebut sangat tidak di perbolehkan, bukan hanya identitas yang tidak boleh diungkap wajah mereka juga tidak boleh diperlihatkan karena itu semua reven menggunakan topeng burung gagak,


Untuk menjaga ke rahasianya mereka juga tidak boleh memberitahu anggota keluarga mereka sendiri kalau mereka adalah seorang reven, hal inlah yang membuat reven sangat tidak dikenal oleh masyarakat bahkan terdengar asing di telinga.


Waktu operasi mereka adalah tengah malam, karena di waktu ini orang-orang tidak banyak berkeliaran di luar rumah dan akan membuat para reven lebih leluasa bergerak ketika menjalankan misi.


Dan kedatangan Meraka menandakan kalau kasus ini sudah ditulis dengan tinta merah, maksudnya adalah kasus hilang nya anak-anak sudah berada di tahap darurat.


"Ternyata ada divisi semester itu disini" ujar Masaru setelag mendengarkan penjelasan kapten aoi barusan.


"Bukan hanya itu, ada rumor disini kalau di antara 13 kapten ada yang berasal dari divisi reven, tapi itu cuman rumor yang dibuat-buta" sahut kapten aoi.


"Tapi itu mungkin saja bukan, jangan-jangan anda sendirilah yang berasal dari reven" jawab Masaru dan semua orang mulai melihat kearah kapten aoi.


"Jangan berkata yang bukan-bukan" kemudian iya pun bergegas pergi meninggalkan mereka