
"Kalau begitu sampai ketemu besok" ujar hana kemudian perjalan pulang kerumahnya dan akito menjawabnya dengan tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Akito berjalan sambil memikirkan hana sampai tidak terasa kalau dirinya sudah sampai di rumah.
"Hmmm..? Dia mana lucifer? Baguslah dia tidak ada, bisa berabe kalau dia tahu aku pulang terlambat" gumam akito lalu berjalan perlahan masuk kedalam.
"Kau baru pulang?" tanga lucifer yang keluar dari kamarnya.
"Eng... Itu.. Eng..."
"Seharian ini kau pasti bersenang-senangkan? Mandi sana dan ganti baju mu, aku akan menyiapkan makan malam" kemudian lucifer pun berjalan pergi ke dapur.
"Kau tidak marah?" tanga akito yang masih berdiri belum pergi mandi.
"Marah? Untuk apa? Bukannya kau sangat ingin punya teman? Ya. Itu bagus, tapi kalau main ingat waktu juga" jawab lucifer yang sibuk mengambil bahan masakan dari dalam kulkas.
Kemudian iya berbalik untuk melihat akito dan akito sudah pergi ke kamar mandi sebelum lucifer berbalik kearahnya.
"Punya teman hal yang bagus, memang bagus untuk menjadi baju loncatan ku selanjutnya" gumam lucifer yang tersenyum sambil memotong-motong sayuran.
Ketika makan malam akito menceritakan tentang teman barunya yaitu hana dan apa-apa saja yang mereka lakukan selama bermain bersama, lucifer hanya mendengarkan sambil menunjukkan senyuman(penuh kebohongan)
Setelah selesai makan malam akito langsung pergi ke kamarnya tapi lucifer menghentikannya dengan bertanya apa akito tidak ingin nonton tv sebelum pergi tidur, akito menjawab kalau dirinya akan tidur lebih cepat karena besok pagi dia akan bersenang-senang lagi dengan hana.
"Aaah~ bulannya bagus" gumam lucifer yang duduk di sofa sambil melihat bulan bersinar lembut di langit malam dengan ditemani secangkir teh....
Esok paginya ketika lucifer sedang bersantai iya mendengar suara pintu terbuka saat dilihat ternayat berasal dari akito yang keluar dari kamarnya. Sadar kalau lucifer memperhatikannya akito akhirnya berbalik dan meminta izin untuk pergi keluar.
Meliha akito yang bersemangat dengan wajah imutnya membuat lucifer tidak bia berkata "tidak" pada akito. Setelah mendapatkan izin akito bergegas pergi dengan wajah bahagia.
"Imunya. Pen gigit" gumam lucifer karena tidak tahan dengan keimutan akito membuatnya menggigit banyak sofa .
.
.
.
.
.
Suara senandung penuh kesenangan terdengar dari akito langkah kakinys berhenti karena menunggu lampu merah menjadi hijau, disebrangnya sudah menunggu hana yang melambaikan tangannya dengan senyuman pada akito.
Akito juga membalas dengan hal yang sama, setelah lampu berubah hijau akito langsung berlari menghampiri hana dan bersama mereka berdua berjalan masuk ke taman bermain.
Kesenangan mereka berdua harus berhenti karena ada beberapa anak nakal yang datang untuk menganggu, mereka menghancurkan istana pasir yang sudah mereka buat kemarin karena kesal akito langsung memukul anak yang menghancurkan istana pasirnya dengan hana.
"Akito.. Sudah" bisik hana yang terlihat takut di belakang akito.
"Tenang saja ada aku disini" jawab akito ketika berbalik sebuah pukulan melayang dan menghantam wajahnya, membuat akito jatuh.
*author bilek βΊπ, maju anak ku sayang ayah mendukungmu*
"Cih.. Dasar sialan!"
.
.
.
.
"Lari! Lari!"
Mereka langsung kabur setelah kalah baku hantam dengan akito, luka memar dan luka gores yang diterima akito saat berkelahi tadi kembali sembuh, melihat hal tersebut membuat hana terkejut.
"Terimakasih" ucap hana lalu memeluk erat akito.
"Heh? Rasanya sangat hangat" batin akito dengan wajah yang sangat merah.
"I-ya. Sama-sama tidak usah terimakasih!" teriak akito yang langsung melepaskan pelukan hana dan ia terlihat begitu gugup, melihat sikap akito, hana cuman tertawa kecil.
"Apa kau tidak takut dengan ku?" tanya akito yang sedang duduk didekat hana.
"Kenapa?" jawab hana yang berbalik bertanya.
"Aku berbeda dari orang lain, kamu juga lihat sendirikan tadi?"
"Apa yang berbeda? Kau masih terlihat sama seperti manusia biasa, justru dapat menyembuhkan luka dalam waktu singkat itu keren tidak semua orang bisa seperti itu, jangan anggap kelebihanmu adalah kekuranganmu"
Kedekatan akito dan hana semakin terikat sangat kuat setiap hari mereka selalu menghabiskan waktu bersama dengan keceriaan disetiap saatnya, beberapa tahun kemudian kini akito berumur 15 tahun sementara 13 tahun.
Sayangnya kini akito dan hana jarang bertemu karena hana yang sibuk bersekolah meski begitu hubungan mereka tetap terjalin erat. Pada sore hari selepas hana pulang sekolah mereka berdua sedang duduk bersama ditempat biasa.
"Bagai mana sekolahmu seru?" tanya aktio.
"Sudah berapa ribu kali kau menanyakan hal yang sama? Kalau di tanya seru memang seru tapi agak bosen" jawab hana.
"Apa boleh ya?"
"Tentu saja, coba aja bicarakan baik-baik dengan orang tuamu"
"Kalau begitu akan ku bicarakan"
.
.
.
.
.
.
.
Saat makan malam akito terus memikirkan ajakan dari hana namun dirinya tidak yakin kalau lucifer akan mengizinkannya sekolah tapi tidak akan ada hasil jika tidak di coba.
"Apa ada yang ingin kau katakan?" tanya lucifer karena melihat akito yang lebih pikiran.
"Eng.. Aku.. Aku.. ingin sekolah" Jawab akito dengan penuh keraguan.
"Boleh saja alaskan kau benar-benar sekolahnya dan giat belajar" mendapatkan persetujuan tanpa penolakan sedikit pun membuat akito merasa begitu senang.
"Jadi kau ingin bersekolah di sekolah mana?"
"Itu...."
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi harinya ketika akito bangun dan membuka matanya ia melihat seragam sekolah lengkap dengan peralatannya sudah siap, tanpa disuruh akito langsung pergi mandi dan lucifer hanya bisa tersenyum melihat semangat yang di tunjukkan akito.
Beberapa menit kemudian akhirnya akito sudah selesai bersiap-siap dan terlihat ia begitu tampan menggunakan seragam sekolah lengkap. Bersama dengan lucife mereka berdua pergi kesekolah dimana akito dan hana dapat bertemu.
"Kau tunggu disini aku akan mengurus surat-suratnya didalam" ujar lucifer yang meminta akito menunggu diluar kantor.
Selama menunggu akito menjadi pusat perhatian terutama bagi para perempuan, banyak anak perempuan yang menyapanya dan akito hanya bisa tersenyum malu. Melihat senyuman itu membuat semua wanita langsung tepar mimisan di lantai.
"Nah. Akito ini adalah wali kelasmu, kau akan ke kelas bersamanya. Aku akan kembali pulang bersenang-senanglah" jelas lucifer kemudian pergi.
Kemudian akito di ajak sang wali kelas untuk berkenalan dengan teman-teman sekelasnya.
"Hari ini kita kedatangan teman baru, akito masuklah" ujar sang wali kelas kebetulan sekali akito sekelas dengan hana dan hana terkejut campur senang mendengar nama akito di sebut.
semua anak perempuan langsung histeris terus memanggil akito dengan panggilan "pangeran ku" karena sangat bising mereka semua diminta untuk diam karena akito akan memperkenalkan dirinya.
"Nama ku Akimitsu akito, senang bertemu dengan kalian semua..."
"Kami juga senang bertemu dengan mu!" teriak semua anak perempuan.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Awasi dia. Aku takut para exorcist mengetahui keberadaan akito dan satan. Jika kau melihat kelompok berseragam hitam dengan topeng burung gagak, segera beritahu aku" jelas lucifer pada zion dan leader.
Mereka berdua langsung pergi tanpa menjawab setelah mendapatkan perintah dari lucifer