The Exorcist

The Exorcist
Percobaan penculikan



Sekali lagi, kabar duka menyelimuti markas pusat exorcist, satu lagi seorang kapten yang berbakat harus guru dalam sebuah misi.


Upacara pemakaman kapten fukushima berjalan begitu tenang, piha keluarga yang ditinggalkan masih dirundung duka yang sangat dalam.


Dan foto kapten fukushima di pajang, didalam sebuah aula khusus berdampingan dengan foto kapten mori terumoto, banyak dari mereka yang masih belum percaya kalau seorang yang selalu ceria dan optimis akan pergi secepat ini,


Terutama bagi kapten tadaoki.


Setelah pemakaman selesai, kapten tadaoki langsung menemui jendral morisawa, dari raut wajahnya ia terlihat ingin membicarakan hal yang penting.


"Kenapa anda masih disini? Lukanya masih belum sembuh bukan? Lebih baik anda pulang dan beristirahat" ujar jendral morisawa saat melihat kapten tadaoki didekatnya.


"Ada hal yang ini saya bicarakan dengan anda pak" jawab kapten tadaoki.


"Saya akan mengundurkan diri sebagai kapten divisi 5" lanjut kapten tadaoki.


"Setelah melihat apa yang di lakukan fukushima demi membiarkan saya tetap hidup, saya akan mulai menghargai hidup yang dia berikan, saya harap anda bisa memahami pilihan saya saat ini" tambah kapten tadaoki.


"Saya memahaminya, jika menurut anda itu adalah pilihan yang tepat saya menghormati pilihan itu, setelah ini surat pengunduran dirinya akan saya berikan anda tingga menandatanganinya saja" jawab jendral morisawa.


"Terimakasih untuk pengertiannya"


.


.


"Setelah ini kita dapat libur seminggu, ada rencana buat satu minggu ini tidak?" tanya Mitsuhiro pada yang lain sambil berjalan kembali ke asrama mereka.


"Kurasa ...... Hmmmmm ..... Tidak ada, belakangan ini aku jadi lebih suka bermalas-malasan" sahut Yamato.


"Bukannya sudah jadi pemalas sejak awal?" tanya ryuu yang ada di atas kepalanya.


"Diam kau!" ucap Yamato setelah mendengar perkataan ryuu.


"Setelah ini, kita tidak bisa lagi mendengar candaan dari kapten fukushima" ujar masaru.


"Kau benar ini terasa seperti mimpi buruk tidak akhir" sahut Marika.


.


.


"Aduh duduh, duh kaki ku tersandung" ujar lucifer yang hampir saja jatuh karena tersandung kakinya sediri.


Setiap ruangan yang ada, terus diperiksanya seperti sedang mencari sesuatu, ketika itu leader melihat tingkah laku lucifer saat di tanya, lucifer langsung menanyakan tentang akito.


Leader pun menjawab kalau akito berada dilantai atas, iya juga memperingati untuk tidak kesana karena akito bisa marah, karena dirinya juga sudah terkena amukannya.


Seperti tidak mendengar, lucifer bergegas berlari menaiki anak tangga menuju lantai atas, setibanya sana ia melihat seichiro dan yang lain sedang mencoba membujuk akito untuk keluar dari kamarnya.


Lucifer meminta mereka untuk menunggu dibawah, sementara dirinya akan masuk kedalam.


Sebelum akito menyadari keberadaannya, lucifer mulai mengeluarkan jantung istarot yang telah ia bawa namun tiba-tiba saja jantung tersebut lenyap dari hadapannya.


"A-apa? Kemana perginya?" batin lucifer lalu ia terlihat menyipitkan matanya seperti tau kemana perginya jantung istarot itu.


Bergegas sebelum, lucifer berjalan keluar menuruni anak tangga dan pergi entah kemana.


.


.


Malam harinya, Yamato dan anak laki-laki lainnya terlihat sedang berend didalam pemandian air panas alami, mereka semua terlihat begitu menikmati saat-saat bersantai bersama.


"sedang apa kau?" tanya Yamato pada Mitsuhiro yang sedang menempelkan telinganya di tembok bambu yaitu penghalang antara pemandian pria dan wanita.


"Hahahah, tidak mungkin kau tidak mengerti apa yang akan ku lakukan?" jawab Mitsuhiro yang berbalik bertanya dengan tersenyum lebar.


"Hahahahahah, lumayan gratis" kemudian Yamato naik dari kolam dan berjalan menghampiri Mitsuhiro.


Mereka berdua malah memanjat tembok bambu tersebut untuk mengintip kedalam pemandian wanita, namun baru saja akan melihat pemandangan indah.


Tiba-tiba saja dua buah ember melesat dan menghantam wajah mereka berdua, membuat Yamato dan Mitsuhiro jatuh kedalam kolam.


.


.


"Jika morisawa tidak ingin langsung mengambil tindakan, biar kita yang melakukannya..." lanjut jendral akaza.


Ternyata diluar ruangan, seorang pria berjubah tudung hitam mendengar semua rencana yang akan dilakukan jendral akaza, kemudian ia bergegas pergi dari sana.


Dengan cara mengendap-ngendap pria itu pergi kekantor jendral wakisaka yasuharu, ketika sudah aman ia pun membuka tudungnya dan dia ternyata pak kurudo.


"Gawat!" ucap pak kurudo.


"Apanya yang gawa? Kau seperti sudah melihat hantu" jawab jendral yasuharu yang bingung dengan apa yang di katakan pak kurudo.


"Jendral akaza akan mengambil tindakan tegasnya, sekarang dia sedang membahas rencananya lebih dengan anggota divisi reven 4." jelas pak kurudo.


"Ini tidak bisa dibiarkan, jika dia ingin mengambil langkah ini kita yang akan menghalanginya untuk melangkah".


.


.


Selama berjalan kembali ke markas pusat, Yamato terus berdiri dibelakang masaru karena ia merasa takut dengan suasana hutan aokigahara saat malah hari.


Mereka semua tidak menyadari kalau di belakang ada pertempuran antara dua divisi reven berbeda, lebih tepatnya divisi reven 4 dibawah pimpinan jendral akaza naoyasu dan divisi reven 2 dibawah pimpinan jendral wakisaka yasuharu, hebatnya pertarungan itu tidak menimbulkan suara sedikit pun.


Saat ada seorang reven dari divisi 4 akan menangkap Yamato tanpa menimbulkan suara sedikit pun, namun dirinya langsung ditarik oleh anggota reven 2.


Sampai akhirnya mereka sampai didalam markas pusat, baru saja sampai kapten Hideaki datang dan memarahi mereka karena keluar tidak bilang-bilang ditambah hari sudah malam.


Melihat Yamato sudah berada di dalam area markas, membuat anggota reven divisi 4 untuk mundur karena mereka tidak bisa menangkap Yamato didalam markas.


Begitu juga dengan reven divisi 2, mereka juga pergi kembali ke pangkalan.


"Hmmm" sesaat kapten Hideaki melirik kearah luar gerbang karena merasa ada orang di luar sana, kemudian pintu gerbang pun ditutup dan dikunci.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di bar milik belial, terlihat ia sedang memegang jantung istarot lalu berjalan masuk kedalam sebuah ruangan, dimana terdapat sebuah jantung yang disimpan didalam sebuah kapsul.


Belial pun mulai merubah jantung istarot menjadi butiran energi dan membiarkannya diserap oleh jantung yang ada didalam kapsul.


"Ku harap ini akan berhasil" ujar belial yang terlihat begitu berharap dengan apa yang di lakukannya.


Namun tidak ada yang terjadi, melihat itu belial berjalan keluar dan kembali mengunci pintu ruangan tersebut, ketika berbalik ia melihat lucifer yang sedang duduk sambil memainkan sebuah gelas.


"Bar sudah tutup kembali saja besok" ujar belial kemudian mengambil gelas yang di mainkan lucifer untuk kembali di simpan.


"Kau mengambil jantung istaror'kan?" tanya lucifer yang langsung keinti tanpa banyak basa-basi.


Mendengar itu belial terdiam, kemudian mengisi gelas yang dipegangnya dengan minuman lalu memberikannya pada lucifer.


"Benar aku mengambilnya" jawab belial sambil membersihkan gelas-gelas yang ada rak dan merapihkannya.


"Kau membuat ku harus bergantung pada azir" lalu lucifer mulai meminum minumannya.


"Bahkan istaror tidak akan bisa membangunkannya, sepertinya kau harus menyudahi ambisimu ini."


Mendengar perkataan belial barusan, membuat lucifer sedikit tersulut emosi dan tidak sengaja memecahkan gelas yang dipegangnya.


"Berhenti? Berdoalah agar aku berhenti"kemudian lucifer berjalan keluar dari bar.


"dia membuat ku kehilangan satu gelas"