
"Apa yang terjadi!?" ujar kapten tadaoki yang baru sampai di lantai atas.
"Cepat masuk ke lift!!" teriak kapten fukushima yang lari panik.
Dengan cepat iya menarik kapten tadaoki untuk masuk kedalam lift, berkali-kali kapten fukushima menekan tombol lift agar cepat menutup.
Saat pintu lift masih terbuka, dari pintu yang ada di ujung beberapa rambut melesat cepat ke arah mereka berdua, tapi syukurnya pintu lift tertutup.
Setelah terlepas dari kepanikan, kapten tadaoki pun bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan saat kapten fukushima akan menceritakan semuanya.
Tiba-tiba lift berhenti bergerak seperti ada yang menahannya, mereka berdua di buat terkejut saat melihat atap lift di buka paksa dan rambut-rambut yang mirip tentakel langsung menangkap mereka berdua.
Karena mereka tidak bisa melawan karena tidak membawa senjata karena tujuan datang ke sini adalah untuk menikmati festival bukan untuk bertugas.
"Aku benci padamu, fukusima sang*!" teriak kapten tadaoki yang di tarik histeris
"Jangan berteriak di dekat telinga ku!" bentak kapten fukushima dan mereka di bawa masuk ke dalam sebuah kamar dan pintu kamar itu langsung tertutup.
.
.
.
.
Yamato yang yang lainnya masih menikmati acar yang sedang berlangsung, namun mereka secara serentak mempertanyakan keberadaan dari kedua pengasuh mereka.
Awalnya mereka berniat untuk mencari kedua kapten itu tapi karena tidak ada niat jadi mereka tidak memperdulikannya.
Beberapa menit kemudian niat untuk mencari kapten fukushima dan kapten tadaoki muncul, Masaru mengusulkan untuk mencari mereka berdua tapi yang lain malah menghapus niat tersebut.
Dan mereka kembali bersenang-senang di kemeriahan festival, matsuya yang sedari tadi berjalan di belakang agak jauh mulai berhenti berjalan.
Lalu pandangannya menatap ke arah bulan yang sedang bersinar, kemudian ia kembali berjalan berlawanan arah entah kemana......
Setelah agak jauh dari keramaian, matsuya melihat ke arah hotel panas kebetulan hotel itulah yang menjadi tempat kapten fukusima dan tadaoki di tahan oleh sesuatu.
namu ia hanya melihat saja, dan meneruskan berjalannya santainya untuk mencari ketenangan..
.
.
.
.
.
"Aku benci kau" ujar kapten tadaoki yang di ikat menggantung oleh sebuah rambut.
"Jadi ini rasanya di tipu" ucap kapten fukushima yang ada diikat.
"Kau tau aku menyesal menjadi teman mu"
"Sepertinya aku harus berhenti sang* pada wanita" ujar kapten fukushima yang mulai intropeksi diri.
Beberapa saat kemudian, seorang wanita pemilik rambut yang mengikat mereka berdua muncul, dengan penampilan wajah pucat, mata full hitam, kuku tangan tajam, dan memakai baju seksi datang menghampiri.
Mereka berdua memasang ekspresi wajah datar kepada wanita tersebut, bahkan kapten fukushima malah mengejeknya dengan sebutan "setan l0nt3"
Ternyata wanita yang ada di hadapan mereka itu ternyata adalah Harionago hantu Jepang yang muncul dalam wujud wanita cantik dengan rambut yang sangat panjang. Dia memiliki kemampuan untuk mengontrol rambutnya dan bisa mengular seperti tentakel yang menggeliat. Ujung rambut panjangnya membentuk kait atau duri tajam.
Setelah mendengar ejekan tersebut, Harionago memukulpan sebuah vas bunga pada kepala kapten fukushima, kemudian berkata bahwa sedang ingin sang* dengan mereka berdua.
"Idih sang* ama setan rendaha banget" Jawab kapten fukushima, dan ia kembali di pukul oleh Harionago.
"Turuti saja atau rambut ku akan menembus kepala temanmu ini"
"Yah terserah, gak peduli juga"
"Fukushima apa kau sekejam itu pada sahabat seperjuanganmu? Sampai kau merelakan diriku untuk mati?" Tanya kapten tadaoki.
"Shuuutttt!!! Masa lalu biarlah masa lalu, saat ini adalah ujian bagi persahabatan kita" potong kapten tadaoki.
"Kau punya teman yang hebat" puji Harionago setelah mendengar semua drama dari tadaoki.
"yah terimakasih atas pujiannya tapi jangan mimpi kalau naga ku bakal berdiri" jawab kapten fukushima.
Dengan wajah datar Harionago dan kapten tadaoki melihat ke arah bawah, dan mereka meliha sesuatu yang menonjol cukup besar daru celana kapten fukushima.
Perlahan beberapa rambut mulai melepaskan baju kapten fukushima, namun saat celananya akan di buka tiba-tiba pintu kamar itu di dobrak.
Oleh matsuya terlihat ia membawakan senjata mulut kapten fukushima dan tadaoki, bergegas matsuya menerjang Harionago beberapa kali, kemudian memotong rambut yang mengingat dua badut itu.
Dengan berlinang air mata mereka berdua menghampiri matsuya dan terus mengucapkan terimakasih karena sudah datang menolong.
"Jika tidak ada kau mungkin si bodoh ini sedang sang* sama setan" ujar kapten tadaoki.
"Nah Harionago bersiaplah karena kau akan kami murnikan, matsuya mundurlah" ujar kapten fushimoto yang belum memakai bajunya.
"Jangan belaga kalian" dan sejumlah rambu dengan ujung yang sangat jatam melesat cepat menghujani mereka.
Tapi dengan mudah mereka berdua menghindar sambil terus bergerak mendekati Harionago, saat sudah kedah Harionago pun langsung melompat dari jendela kamar untuk melarikan diri.
"Hahah, dasar setan sang* kembali kau!" teriak kapten fukushima yang mulai melompat dan diikuti kapten tadaoki.
"Teknik senjata terkutuk!! Tebasan api penyucian!" ujar mereka berdua yang memakai teknik yang sama.
Meski terus di hujani dengan helaian rambut tajam, mereka masih dapat menghindarinya dengan mulus sampai akhirnya berhasil memurnikan Harionago.
Tak lama kemudian matsuya datang dengan membawakan baju kapten fukushima, mereka berdua kembali berterima karena sudah datang menolong.
.
.
.
.
Flashback ...................
Saat mastuya melewati hotel itu, ia sudah merasakan ada hal yang aneh dengan tempat tersebut, dan ia juga mendengar suara kapten tadaoki meski samar-samar.
Untuk lebih waspada matsuya berjalan untuk mencari taxi dan kembali ke markas untuk mengambilkan senjata milik dua badut itu.
And Flashback...............
.
.
.
.
Setelah kejadian itu, mereka bertiga kembali ke festival tapi ternyata festival sudah selesai dan orang-orang sudah membubarkan diri mereka.
Di mobil ternyata Yamato dan yang lainnya sedang tidur, karena tidak ingin membangunkan mobil pun berjalan agak pelan agar tidur mereka tidak terganggu.
Keesokan harinya, Yamato dan yang lainnya bangun terlambat dengan panik karena sudah jam 10 tepat, membuat mereka harus mandi buru-buru.
Dan melewatkan jam sarapan padahal sarapan yang sangat menggoda sedang menunggu mereka semua, membuat Yamato tergoda saat melihat makanan.
"Cepat kita sudah sangat terlambat" ujar Mitsuhiro lalu menarik Yamato untuk segera ke kelas.
"Satu! Satu suap saja..!!!" teriak Yamato yang mencoba melepaskan diri dari Mitsuhiro.
Sesampainya mereka di kelas, terlihat bulan ada guru yang masuk kecuali matsuya yang sudah ada di tempat duduknya sambil membaca buku.
Padahal jam pertama adalah pelajaran pak yujiro, dan dia selalu datang tepat waktu tidak pernah terlambat seperti ini.
Mereka semua menyimpulkan kalau pak yujiro tidak akan masuk hari ini, dan mereka pun kembali tidur sambil menunggu pak yujiro datang.