The Exorcist

The Exorcist
Sang pendukung umat manusia



Malam hari yang cerah dengan bintang yang berkelap-kelip di langit,


seorang pria dewasa dengan berpakaian serba hitam dari sepatu sampai jas berwarna hitam, yang anehnya.


Kepalanya terbungkus oleh sebuah kain hitam, membuta wajahnya tidak kelihatan, bahkan sehelai rambut pun tidak kelihatan.


Begitu juga kedua tangannya iya memakai sarung tangan kain berwarna hitam, katakan saja penampilan pria full hitam karena dari bawah sampai atas semua yang di pakainya berwarna hitam.


Ia terlihat sedang duduk santai di depan sebuah cafe dengan secangkir capuccino sambil membaca sebuah buku kosong, yah tidak ada sedikit pun tulisan di setiap halaman buku tersebut.


Orang-orang yang berkunjung dibuat heran dengan pria itu, bagai ia bisa membaca sebuah buku tanpa ada sedikit pun tulisan apa lagi bagai Mana caranya melihat jika kepalanya di bungkus kain hitam tanpa ada lubang sedikit pun.


Di saat-saat santainya dari sebrang jalan terlihat seorang anak kecil yang berlari menyebrang tanpa melihat-lihat sekitarnya, kebetulan sebuah truk besar datang dengan kecepatan tinggi. Melihat ada anak yang tiba-tiba menyebrang membuat supir truk itu tidak bisa menghentikan laju mobilnya.


Alhasil iya hanya bisa membunyikan klakson untuk memperingati si anak tapi itu tidak ada gunanya.


"Apa sudah saatnya aku muncul?" gumam pria misterius itu lalu berdiri dari kursinya, saat dirinya melangkahkan kaki seketika saja semua hal di sekitarnya berhenti.


Dengan santai ia berjalan menghampiri anak yang akan tertabrak oleh truk itu, lalu mengendongnya membawa si anak ke tempat yang aman. Setelah ia pergi semuanya kembali normal hanya saja orang-orang di buat penasaran kemana perginya anak yang sedikit lagi hampir tertabrak itu.


"Nah. Nak, selalu perhatian sekitamu saat akan menyebrang, kau mengerti?" ujar si pria kemudian menurunkan anak itu dari pangkuannya.


Si anak Hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kemudian pergi tanpa mengucapkan terimakasih atau semacamnya.


"Setelah ini target mereka bukan lagi azir tapi aku" gumamnya yang berjalan sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


"Barusan itu....! Apa jangan-jangan!?" batin lucifer bergegas ia pun pergi entah ke mana.


.


.


.


.


.


.


.


Ketika Yamato sedang enak-enak tidur, tiba-tiba saja dirinya berada di alam bawah sadarnya lebih tepatnya azir membawa Yamato.


Dengan wajah yang masih mengantuk Yamato melihat ke sekelilingnya, untuk beberapa saat ia masih belum menyadarinya tapi setelah sadar Yamato mulai melempari azir dengan beberapa batu yang ada di sana sambil berkata.


"Apa kau tidak punya kerjaan lain? Selain mengganggu orang tidur?" tanya Yamato yang merasa kesal.


"Ada sesuatu yang tidak asing, perasaan ini.... Yah aku ingat, *tertawa*" ujar azir dengan gelak tawa yang menggema, Yamato hanya melihatnya dengan tatapan aneh.


Tidak lama kemudian azir terlihat mengibaskan dua jarinya, hal itu membuat tubuh Yamato terpotong-potong menjadi beberapa Bagain besar. Karena itu Yamato pun terbangun dari tidurnya dengan wajah yang berkeringat........


"Rupanya kau akan ikut campur dalam permainan ini, kaloon!".


.


.


"Wow.. Pagi dunia!!" teriak Yamato saat keluar dari dalam kamar asramanya yang terlihat begitu segar.


Lalu Masaru datang setelah dari kamar mandi mencuci muka, kemudian menepuk kepala Yamato beberapa kali sambil berkata.


"Diam. Jangan berisik ini sudah siang tapi kau baru bangun, meski hari ini libur tetap harus bangun pagi"


"Grrrrrr... Hentikan jangan perlakukan aku seperti anak kecil" jawab Yamato lalu melepaskan tangan Masaru yang ada di atas kepalanya.


"Kau memang masih anak kecil bukan? Umurmu baru 16 tahun" ujar Masaru


"Yah. Yah, baik pak tua, ngomong-ngomong di usia seperti ini apa kau tidak akan mencari pasangan? Bukannya aku menasehati tapi biasanya umur 18 sudah punya pasangan" tanya Yamato.


"Pasangan yah? Jika boleh jujur beberapa minggu lalu aku sempat suka dengan seseorang tapi aku tidak tau apa dia menyukai ku juga atau tidak" jelas Masaru.


"Hah! Siapa? Siapa? Siapaaaaa.....?!" teriak Yamato sambil mengguncang-guncangkan Masaru.


"A~a~a~a~ di-diam dulu, bagai mana aku akan memberi tahu mu jika seprti ini? sebenarnya....." meski sedikit malu saat menjelaskan semuanya pada Yamato tapi iya paksakan dirinya untuk mulai curhat tentang isi hatinya.


Yamato yang menjadi pendengar terlihat begitu terkejut mendengar semua penjelasan dari Masaru bahkan ia sesekali menggoda Masaru dengan cara akan memberi tau soal ini semua pada orangnya langsung.


.


.


Di jalan yang mengarah langsung menuju markas pusat, pria misterius tadi malam terlihat berjalan di bawah payung hitam yang di pengangnya. Tapi langkah kakinya berhenti kemudian berbicara pada seseorang.


"Aku mungkin akan menyesali ini tapi bersembunyi saja tidak akan ada gunanya, kenapa kau baru sekarang mencari ku? Lucifer." lalu ia berbalik dan benar saja lucifer berdiri tepat didepannya.


"Oh~ astaga. Aku benar-benar telah di tipunya, azir memberitahu ku kalau dirinya sudah membunuhmu" jelas lucifer.


"ku kira mahkluk sepintar dirimu tidak akan tertipu. Dia hanya membual saja, azir tidak mungkin akan berhadapan langsung dengan ku, dia tidak suka melakukan bentrok secara langsung"


"Oh dan yang kau katakan tadi ada benarnya, kaloon memang sudah mati dan saat ini yang berdiri di hadapanmu adalah shimozawa ogaki."


"Jadi apa rencanamu? Tiba-tiba muncul seperti ini?" tanya lucifer.


Mendengar pertanyaan itu ogaki mulai menutup payungnya kemudian menjawab pertanyaan yang di lemparkan lucifer padanya.


"Aku datang untuk mendamaikan dunia ini, jangan salah sangka. Kau juga paham maksud ku bukan?" jawab ogaki lalu berbalik bertanya.


"Aduh apa yang aku katakan ini? Mana mungkin aku bisa membunuh kalian berempat dan di tambah azir?" lanjut ogaki dengan suara yang seprti sedang main-main.


"Tapi tunggu dulu.. Bukan hanya aku tapi semua umat manusia ada bersama ku" tambah ogaki tapi kali ini suaranya terdengar begitu serius dan sedikit berat.


"Menyedihkan, kau sangat berharap besar pada manusia? Maaf saja tapi kau akan menyesalinya" jawab lucifer.


"Manusia mungkin menyediakan tapi mereka selalu punya kekuatan tersembunyi yang tidak bisa di patahkan meski menghadapi kematian" mendengar hal tersebut lucifer pun mulai menyipitkan kedua matanya.


"Keteguhan hati dan tekad, meski sebanyak apapun manusia jatuh mereka akan tetap bangkit, walau pun berkali-kali tersakiti mereka akan tetap bangki, manusia dengan hati dan tekad yang kuat akan mendapatkan banyak kegagalan namun pada akhirnya mereka akan mendapatkan hasil dari semua kegagalan yang telah di lalui dengan hati dan tekad yang kuat" jelasin ogaki.


Setelah mendengar hal tersebut, tanpa menjawab lucifer pergi meninggalkannya dan ogaki juga melanjutkan perjalanannya menuju markas pusat.