The Exorcist

The Exorcist
Ritual Malam Hiyakki yagyo



Saat membaca, kalau dokter sudah memutuskan waktu sesar untuk istrinya, yaitu malam ini pada jam 8 malam.


"Sesar? Kenapa sesar?" tanga Yamato.


"Waktu lakukan pemeriksaan, dokter menyatakan untuk sesar karena mizu tidak akan kuat jika normal dan itu akan beresiko" jelas kapten Maeda.


"Baiklah! Aku akan pergi, sayang tunggu aku pulang" bergegas kapten Maeda pergi, meminta izin libur selama beberapa hari.


Saat Yamato berjalan kembali, ryuu tiba-tiba saja muncul di atas kepalanya dan seperti biasa iya tidur. Yamato pun bertanya namun ryuu tidak menjawabnya, mungkin ia benar-benar tidur kali ini.


.


.


Ketika kapten Maeda masuk kedalam ruangan jendral morisawa, namun sayangnya orang yang ia cari tidak ada disana. Saat ada beberapa orang yang kebetulan lewat, kapten Maeda pun bertanya kemana perginya jendral morisawa.


Dan salah satu dari mereka menjawab, bahwa jendral morisawa sedang ada rapat bersama kepala kepolisian pusat tokyo dan akan kembali nanti sore.


Karena orang yang ia cari tidak ada, kapten Maeda kembali untuk merayakan kabar baik ini bersama teman-temannya, juga dengan anggota divisi 10 yang berada dibawah kepemimpinannya.


Baru saja keluar, ia melihat kapten fukushima dan kapten tadaoki sedang berjalan bersama. Bergegas kapten Maeda menghampiri dan memberitahu.


"Hari ini aku akan traktir kalian semua minum, beritahu yang lain tentang hal ini".


"Yang benar saja? baiklah kami akan beritahu yang lain" jawab kapten fukushima.


"Apa mizu hari ini akan mulai oprasi sesarnya?" tanya kapten tadeoki.


"Yah benar, untuk merayakannya hari ini juga kita akan minum sepuas nya" kemudian kapten Maeda pergi.


"Ini yang kita tunggu... Minum gratis" ucap duo badut itu lalu pergi untuk mengabari yang lain.


.


.


"Bagai mana semua persiapannya?" tanya lucifer pada gabreal, dan samael yang datang menghampirinya.


"Hampir selesai" jawab samel.


"Kalau begitu kita lakukan testimoni sebentar, mainkan drumnya" ujar lucifer.


Dan sepanjang jalan-jalan di Kyoto terdengar suara drum taiko yang sangat keras, semua orang mulai kebingungan dengan kemunculan suara drum tersebut.


Beberapa orang ada yang mengabadikan momen ini untuk dijadikan konten di media sosial mereka, namun beberapa menit kemudian semua suara drum taiko pun menghilang.


Hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam, video yang berdurasi satu menit lebih itu menjadi trending.  Disaat jendral morisawa sedang sibuk rapat.


Tiba-tiba saja, hal yang sangat-sangat tidak terduga terjadi yaitu munculnya lucifer didalam ruangan rapat. Bergegas para polisi yang ada diluar mencoba masuk, tapi pintunya sudah dikunci oleh lucifer.


"Lucifer! Untuk apa kau kemari?" tanya jendral morisawa yang sangat waspada karena saat ini ia tidak memegang senjata apapun.


Lucifer tersenyum kearahnya dan menjawab


"Aku punya kabar bagu untuk kalian terutama untukmu pak tua...."


"Bukan telinga kalian baik-baik dan dengarkan! Pada tanggal 16 maret, setelah matahari terbenam pada pukul 20 tepat,  malam parade 100 iblis akan kami mulai. Perintahnya adalah bantai, hentikan jika kalian bisa.


Panggungnya adalah jalan utama kota Kyoto.


Nah, mari kita mulai bermain catur tahap pertama" lalu Lucifer menghilang.


Setelah pintu kembali bisa dibuka, bergegas jendral morisawa kembali ke markas pusat untuk mengabari semua anggota. Untuk bersiap-siap menghadapi masalah besar.


Semua personil, dan pada kapten yang sedang minum harus bergegas ke titik kumpul. Mereka semua bertanya-tanga kenapa alarm siaga satu di bunyikan.


"Akan ada masalah, malam hyakki yagyo atau simpennya malam parade 100 iblis akan dimulai malam ini pada pukul 8 malam. Semua divisi kecuali disvi 0 harus bersiap-siap karena ini akan menjadi pertempuran besar" jelas jendral morisawa.


Kapten Maeda yang mendengar pengumuman tersebut, terkejut karena ia tidak bisa pulang untuk menemani istrinya melahirkan putra pertama mereka.


Beberapa kapten, mencoba menenangkan kapten Maeda. Setelah menarik nafas panjang iya memutuskan untuk tidak pulang dan melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang kapten divisi 10.


"Oi..! Pak tua! Kenapa kami tidak boleh ikut?" tanya Yamato.


"Kalian masih belum berpengalaman" jawab jendral morisawa.


"Keterlaluan ini sangat tidak adil" Yamato terus mengeluh didepan jendral morisawa.


"Jika kau ikut, kau hanya akan jadi sasaran paham? Tetap di sini"  lalu ia pergi.


.


.


"Ketika dunia akan dimurnikan, maka yang pertama kali di singkirkan adalah manusia!" ujar lucifer yang tersenyum melihat kearah sang surya tenggelam di barat dan kegelapan malam mulai menyelimuti.


.


.


"Pastika kurangi kerusakan, jika masih ada warga segera bawa ketempat yang aman" ujar kapten Maeda yang memberikan komandonya.


Dan semua anggota divisi 10 mulai meyebar ke setiap sudut jalan utama kota Kyoto.


"Nah, semuanya tetap bersama dan lindungi satu sama lain"


"Oke".


Dan setelah menunggu beberapa menit, suara drum taiko yang tadi pagi terdengar kembali muncul, dengan suara yang lebih keras.


Kabut putih tipis mulai menyelimuti jalanan, satu-persatu iblis, hantu, dan siluman mulai muncul mengambil bagian dalam parade hyakki yagyo ini.


Dengan dipimpin oleh nurarihyon, nozuchi, dan otoroshi, parade pun  mulai berjalan. Melihat rombongan parade sudah masuk dalam area sesuai perhitungan.


Kapten Hideaki memberikan peringatan kepada divis 1 untuk memulai rencana pertama. "KA-TA-SHI-HA-YA, E-KA-SE-NI-KU-RI-NI, TA-ME-RU-SA-KE, TE-E-HI, A-SHI-E-HI, WA-RE-SHI-KO-NI-KE-RI" setelah semua divisi satu merapalkan mentra itu.


barisan belakang dari parade berhenti berjalan karena, sebuah penghalang muncul dan menghalangi jalan mereka semua. Walau itu hanya barisan belakang jumlah para mahkluk itu cukup banyak.


Dan divisi 1 mulai terjun untuk melakukan pemurnian dengan dipimpin kapten kobayakawa Hideaki.


Sama yang seperti dilakukan divisi 1, divis lain juga melakukan yang sama. Membaca mantra yang sama dan menghentikan barisan dari parade tersebut.


Sampai akhirnya giliran divisi 13 yang keempat, setelah selesai memotong barisan. Semua anggota divisi 13 langsung terjun memulai tugas mereka.


.


.


Sementara itu dirumah sakit, istri dari kapten Maeda yaitu nona mizu, yang akan segera masuk ruangan oprasi sedang menunggu kedatangan suaminya.


Tapi saat ada kabar bahwa, ada masalah besar dan semua divisi diterjunkan kesana. Nona mizu pun mengerti tentang tanggung jawab yang ada di pundak suaminya.


Dan ia pun memberitahu dokter kalau, dirinya sudah siap untuk melakukan sesar sanpa ditemani kapten Maeda.


Ruang oprasi pun mulai disiapkan, dan nona mizu pun dibawa menuju ruang oprasi. Tanpa adanya seorang suami yang menemani di momen, lahirnya putra pertama mereka.