The Exorcist

The Exorcist
King azir melawan jendral akaza



"Menyebalkan sekali kau ini" ujar azir pada ogaki yang duduk dengan kepala yang menunduk kebawah bukan hanya itu terlihat kepalanya sedikit benjol sepertinya azir memikulnya tadi.


"Malam ini akan menjadi malam yang panjang" lanjut azir kemudian berjalan perlahan saat itu juga sebuah tengkorak yang begitu besar muncul dari dalam tanah, dan itu menjadi singgasana bagi sang akhir dari segalanya raja azir.


"Ya. Terserah kau sajalah, aku mau pergi cari makan malam" sahut ogaki yang berjalan pergi meninggal azir sendirian.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sesampainya di markas pusat kapten Hideaki langsung memberikan kabar buruk ini pada lara jendral, mendengar hal ini membuat mereka semua terkejut.


"Kita masih belum menemukan para penadah itu dan sekarang masalah baru kembali muncul" keluh  kitsuki


"Tidak ada pilihan lain kita harus segera menghentikan azir" usul  morisawa


"Biar aku saja" sahut pak akaza yang menawarkan diri untuk menghentikan azir.


Semua orang terdiam sejenak, pak wakisaka mulai menyipitkan kedua matanya setelah mendengar pak akaza menawarkan diri.


Mereka berlima pun mulai berunding sampai akhirnya mereka menyepakati kalau pak akaza akan pergi untuk mencoba menghentikan azir seorang diri, karena keberadaan azir harus tetap dirahasiakan dari semua orang.


Setelah kapten Hideaki memberitahu jalan menuju tempat azir terakhir kali terlihat, pak akaza mulai menginjak pedal gas.


Ryuu yang melihat mobil pak akaza keluar membuatnya bergegas menyusul untuk mendapatkan tumpangan gratis ketempat Yamato saat ini berada.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai, karena mobil tidak bisa masuk hutan jadi pak akaza harus berjalan kaki menuju tempat tujuannya, ryuu terus mengikuti pak akaza dari belakang meski keberadaannya sudah di ketahui sejak awal.


Beberapa menit kemudian akhirnya pak akaza merasakan aura keberadaan azir yang tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, bergegas ia langsung pergi kesana.


Dari balik pohon pak akaza mengintip untuk memantau situasi, dirinya melihat Yamato yaitu azir sedang duduk santai dengan kedua mata yang terpejam membuatnya terlihat begitu tenang.


Perlahan kedua mata azir terbuka kemudian melihat ketempat pak akaza bersembunyi.


"Aku tidak suka seorang pengintip, jika ada urusan langsung saja" ujar azir lalu menjentikkan jarinya, dan pohon itu pun terbakar hebat oleh api hitam. Hanya butuh waktu beberapa menit sampai pohon itu menjadi debu.


Namum azir tidak melihat siapapun dibalik pohon yang dibakarnya.


"Apa kau mau bermain petak umpet dengan ku?" tanya azir lalu segerombolan iblis berwujud serigala muncul didekatnya.


Tak lama kemudian akhirnya pak akaza keluar untuk berhadapan langsung dengan azir, melihatnya azir mulai tersenyum dan para iblis serigalanya langsung bergerak menyerang.


Bergegas pak akaza menghunuskan pedangnya yang tersembunyi dibalik jubahnya, hanya satu tebasan semua iblis serigala itu terpotong, sesaat setelah memusnahkan semua iblis serigala yang ada pak akaza langsung mengambil ancang-ancang dan melesat cepat sambil mengayunkan pedangnya kearah azir.


Namun pedang pak akaza berhasil di tanhan oleh pedang petir milik azir, disusul munculnya dua senjata yang lain.


"Itu?" ucap pak akaza setelah mengambil jarak aman dengan azir.


"Oh kau tau soal sejanta ini? Senjata mihashira no uzu no mikoto.


Pedang susanoo, tombak tsukoyomi, dan panah amaterasu. kalian tau sebenarnya ini bukan milik ku"


Yah itu adalah tiga senjata dewa dari tiga dewa bersaudara yaitu dewa badai dan petir susanoo, bewa bulan tsukoyomi, dan dewi matahari amaterasu, atau disingkat mihashira no uzu no mikoto.


Setiap senjata memiliki kemampuan masing-masing seperti pedang susanoo yang dapat membuat penggunanya bergerak secepat petir menyambar, tombak tsukouomi dapat membuat musuh yang ditargetnya memiliki gerakan yang sangat sampai, dan panah amaterasu akan membakar musuhnya sampai musuh itu menjadi debu.


Mungkin di tangan orang yang tepat potensi dari ketiga senjata ini akan jauh lebih mengerikan dari saat ini.


"asal kalian tau saja senjata ini milik bocah ingusan ini, sayangnya dia belum menyadari dan masih tidak bisa membangunkan ini semua jadi karena percuma cuman jadi pajangan aku gunakan aja" jelas azir


"Pedang itu ... Apa dia punya kontrak dengan~~" belum selesai bergumam tiba-tiba pak akaza kembali menyerang.


Azir tidak membalas serangan yang datang dirinya hanya menghindar saja itu pun ada serangan yang hampir mengenainya tapi malah memotong ujung rambut depan saja.


.


.


.


.


.


.


.


Dalam alam bawah sadar Yamato, dirinya terlihat mengambang di sebuah air merah, kedua matanya terpejam wajah Yamato menunjukkan kalau saat ini dirinya sedang begitu damai.


"Aah ... Kenapa rasanya begitu nyaman? Rasanya sangat hangat" batin Yamato yang menggam di seluruh alam bawah sadarmya.


Tidak jauh dari tempat Yamato berada, terdapat azir yang duduk nyantuy di kuris yang berada di puncak gundukan kali ini bukan tengkorak melainkan mayat dari semua mahkluk seperti manusia, hewan, serangga, dan tanaman.


"Bagus. Tenggelamlah dalam gelapnya kenyataan, tipu muslihat dunia ini hanya akan membuatmu semakin menderita dengan ke bahagian yang tak berarti"


"Akan ku buat kau merasa bersalah seumur hidupmu bocah" lanjut azir kemudian tersenyum lalu memejamkan kedua matamya, seketika suasanan menjadi gelap gulita.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Apa-apaan ini? Semua serangan ku tidak ada yang kena?" batin pak akaza lalu mencoba menyerang dengan gerakan acak agar azir tidak bisa membaca gerakan yang akan di lakukan pak akaza selanjutnya.


"Dia bergerak acak?" batin azir yang tekejut karena secara tiba-tiba pak akaza langsung bergerak secara acak menyerangnya.


Rencana ini berhasil menekan azir bahkan iya terlihat kesal karena merasa jengkel dengan setiap serangan yang sulit untuk diprediksi, sampai akhirnya azir mengunakan pedang susanoo untuk melawan.


Benturan antara pedang pak akasa dengan pedang susanoo menciptakan Sambaran petir yang keluar dari pedang itu membuat pak akasa terhempas namun tidak sampai melukainya.


Ketika sedang dalam jarak dari atas pohon ryuu turun dan memberitahu pak akaza kalau dirinya akan membantu, karena setelah melihat pertarungan tadi ryuu menilai kalau pak akaza ingin membunuh Yamato dan hal itu tak akan dibiarkan begitu saja.


"Hoh. Ada kucing jalanan rupanya" hita azir setelah melihat ryuu.


Namun ryuu tidak mendengar perkataan azir dan memperlihatkan sesuatu yang berbeda darinya.


Ryuu yang kita tau berwujud kucing hitam dengan kata hijau muda ini sekarang menunjukkan wujudnya yang seperti macan kumbang dengan ukuran sangat beser, ekor yang panjang dengan api merah berkobar di ujung ekornya, dan taring yang begitu tajam dan runcing.


Bahkan pak akaza harus sedikit mengangkat kepalanya saat melihat ryuu yang berada di sebelahnya.


"Akan ku habisi kalian berdua sekaligus" ujar azir kemudian mengayunkan kedua telapak tangannya.


Namun sesaat sebelum telapak tangan azir saling bertemu ryuu lebih dulu bergerak mencegahnya untuk melakukan hal tersebut, usahanya berhasil menggagalkan azir untuk mengunakan teknik yang pernah ia gunakan untuk menghancurkan lucifer sebelumnya.


Serangan cakar ryuu yang tidak kena terlihat menghancurkan dua batang pohon memuntahkan bekas cakaran yang begitu besar.


"Sudah ku duga itu teknik pengendalian darah bukan?" tanya ryuu pada azir