
"Dimana sebenarnya iblis itu bersembunyi?" ucap kapten asano yang sedang memeriksa setiap sudut sekolah.
Setelah cukup lama berkeliling akhirnga tempat persembunyian iblis yang mereka cari berhasil di temukan, yaitu didalam sebuah gudang peralatan sekolah.
Kapten asano lalu meletakkan telapak tangannya di pintu gudang, benar saja didalam sana terdapat iblis yang sedang mereka cari. Tapi tiba-tiba saja dari dalam terjadi ledakan yang cukup besar.
Syukurnya mereka bertiga berhasil menghindari ledakan tersebut,
"Yaampun, apa-apaan dengan ukurannya?" ujar yamato yang terkejut melihat ukuran iblis itu sangat besar.
Melihat keberadaan mereka bertiga, iblis itu mulai mendekat meski sangat pejabat karena tertahan oleh berat badannya sendiri, iblis itu terus mengucapkan kata "lapar! Lapar sekali"
Sejumlah tangan mulai melesat untuk menangkap mereka, meski sudah banyak tangan yang di potong namun iblis itu terus menemus menyembuhkan tangan baru.
Serangan itu datang dari berbagai arah, membuat mereka bertiga mulai kesalahan iblis itu juga tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat yang sama.
Sebisa mungkin mereka bertinga terus menghindari sambil sesekali menebas tangan yang mengarah pada mereka, tidak ada habisanya tangan-tangan itu terus bermunculan.
Namun gerakan mereka bertiga menjadi kacau karena Pertengkaran dari matsuya dan Yamato, padahal awalnya Yamato melindungi matsuya dari tangan yang mengerangnya dari arah belakang.
Tapi matsuya tidak sudah dengan hal yang dilakukan Yamato dan iya berkata "aku tidak butuh bantuan dari siapapun".
Mendengarnya membuat Yamato tersulut dan menjawab "apa kau tidak bisa menghargai pertolongan orang lain? Setidaknya berterimakasih".
"Kenapa aku harus membawa mereka? Oi apa kalian tidak bisa fokus?"
"Diam!" bentak mereka berdua dengan wajah marah kearah kapten asano.
"Astaga, kenapa aku yang kena getahnya?".
Tiba-tiba saja beberapa tangan melesat cepat dari belakang kapten asano kearah Yamato dan matsuya, karena tidak sempat mengantisipasi hal tersebut kapten asano hanya berteriak memperingati mereka berdua didetik-detik terakhir.
Akhirnya mereka berdua tersangka, tanpa berlama-lama lagi Yamato dan matsuya pun dilempar masuk ke dalam mulut siiblis
"Iuw.." ucap kapten asano yang melihat hal tersebut.
"Semoga kalian berdua tenang di alam sana, jangan dendam dan jangan menghantui oke kita sudah beda alam" lanjut kapten asano dengan posisi memberikan penghormatan terakhir.
Sementara itu Yamato dan matsuya sudah berada didalam perut dari siiblis dibuat terkejut dengan apa yang mereka berdua lihat, karena didalam sana begitu luas seperti tidak ada ujungnya.
Tanpa berkata-kata lagi matsuya berjalan meninggalkan Yamato, ketika Yamato akan mengejarnya tiba-tiba ia merasakan saki yang lumayan diperut sebelah kiri.
Ketika dilihat, terlihat sebuah luka yang cukup dalam karena tadi ketika di lempar masuk tidak sengaja Yamato terkena gigi tajam siiblis.
Namun luka itu perlahan mulai sembuh karena kekuatan dari mata raja azir, meski begitu selama dalam proses penyembuhan Yamato harus menahan rasa sakit yang di timbulkan luka itu.
Beberapa menit berjalan di belakang matsuya, terdengar seseorang yang sedang berteriak minta tolong dengan suara yang begitu lemah. Mendengar itu mereka berdua bergegas menuju asal suara.
Dan mereka berdua pun melihat.
"Mitsuki!" ucap Yamato yang terkejut saat melihat Mitsuki bersama benerlaa adik kelas perempuannya berada didalam perut iblis.
Dan Mitsuki mulai menceritakan bagai mana mereka bisa berada di sini, waktu itu pukul sembilan malam Mitsuki masih merapihkan property drama dibantuk beberapa adik kelasnya.
Lalu dari arah gudang, mereka mendengar ada yang berteriak karena penasaran mereka semua pergi kesana, baru saja sampai iblis itu sudah menangkap dan memasuk mereka kedalam mulutnya.
"Dan mereka berlima sudah tidak punya tenaga lagi" jelas Mitsuki.
.
.
.
.
Di luar, kapten asano masih dibuat sibuk oleh iblis itu ia tidak dapat mengunakan tekniknya selama Yamato dan yang lain masih berada didalam perut si iblis, karena katuk mereka juta akan terkena.
Hanya bisa mengulur waktu berharap, Yamato dan yang lain dapat menemukan jalan keluar mereka.
.
.
.
.
Ia terus mundar-mandir sambil memikir cara yang tidak kunjung ketemu, beberapa menit kemudian mereka semua mulai merasa pusing karena kehilangan banyak kenaga meski hanya duduk.
Itu karena energi mereka secara perlahan akan terus di serap oleh tubuh si iblis dan membuat mereka menjadi sangat lemas.
Tapi itu tidak ada efeknya pada Yamato, karena yang diserap oleh iblis itu bukanlah energi asli milik Yamato dan malah energi milik azir membuat Yamato tidak merasakan apapun selain kepanasan.
Dua puluh menit telah berlalu, mereka semua sudah tidak sadarkan diri dan hanya menyisakan Yamato seorang yang masih segar bugar hanya saja ia terlihat begiru kepanasan.
"yaampun, apa yang sedang dilakukan kapten asano diluar sana?"
.
.
.
.
.
Terlihat kapten asano sedang makan coklat barang di atap sekolah sambil terus memperhatikan gerak-gerik iblis itu juga iya terus memperhitungkan setiap sudut dan bagaian yang akan menjadi targetnya.
"Baiklah, aura azir menunjukkan kalau Yamato dan yang lain ada di sebelah kanan, baik kita mulai" setelah menghabiskan coklatnya kapten asano pun turun dan berjalan mendekati iblis itu.
Dengan pedang yang begitu mengkilap, ia berdiri didepan si iblis dengan wajah yang serius. Tidak lama kemudian serangan yang sama kembali berdatangan kearahnya.
"Teknik senjata terkutuk! Pedang pembelah daun!"
Dalam sekejap mata kapten asano sudah berada di belakang iblis itu, ia pun lalu memasukan kepada pedang kedalam sarungnya.
Dan terlihat iblis itu terpotong menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang begitu kecil, menyisakan bagian tempat Yamato dan yang lain berada.
Perlahan kapten asano membelah bagian tubuh iblis itu yang ia sisakan untuk membuka jalan bagi Yamato dan yang lain keluar.
"Kalian terlihat begitu kacau" ucap kapten asano saat melihat keadaan mereka semua.
Setelah misinya selesai, kubah pun dibuka dan semua anak yang menjadi korban pun langsung di lari kan kerumah sakit.
"Tidak kusangka kau masuk akademi exorcist" ujar Mitsuki.
"Ini hanya kebetulan" jawab Yamato.
"Padahal itu adalah mimpi ku"
"Kalau begitu aku tunggu kedatanganmu di akademi"
"Semoga saja" kemudian Mitsuki pun dibawa masuk kedalam ambulance untuk pergi kerumah sakit.
"Yah.. Semuanya sudah selesai mari pulang" sahut kapten asano yang mengajak mereka untuk kembali.
.
.
.
.
.
"Kau terlalu banyak bicara untuk sebuah bidak catur" ujar lucifer yang berdiri di belakang katsugi.
"Sebagai sahabatnya, aku melakukan apa yang harus ku lakukan" jawab katsugi tanpa berbalik sedikit pun.
"Sebuah bidak permainan tidak semestinya melawan pemainnya, ikuti saja dan jangan banyak bicara atau sahabat mu itu akan segera melupakan kalian semua" kemudian lucifer pun pergi.
Dan terlihat katsugi mulai meneteskan air kata lalu berkata "apa yang harus aku lakukan untuk menarikmu keluar dari permainan busuk ini?"