The Exorcist

The Exorcist
Bangunnya Amaterasu



Syukurnya dengan pedang panjangnya Yamato dapat menangkis beberapa anak panah dan menghindari sisanya.


"Cih. Dasar pecundang bau kentut daj*al. Keluar kau!" teriak Yamato yang terus mengata-ngatai orang yang  terus menembakkan anak panah kepadanya.


"Kau terlalu bertindak gegabah dan terburu-buru" jawab seseorang yang berjalan keluar dari gelapnya malam.


Dan orang itu adalah salah satu dari bunga mawar ogaki.


Lalu ia membuka tudung kepalanya dan tersilah wajah dari orang tersebut membuat Yamato begitu terkejut karena wajahnya sangat mirip dengan Akane.


"A-Akane!" Yamato terlihat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Sebenarnya latihan seperti apa yang di rencanakan orang aneh itu?"


Tanpa banyak bicara Akane palsu itu mulai melepaskan anak panahnya, sekali menarik tali busur tiga sampai empat anak panah dilepaskan, tidak seperti anak panah sebelumnya yang kali ini langsung meledak saat berada didekat Yamato.


Pada awalnya Yamato hampir saja terkena ledakan tersebut syukurnya karena refleks yang bagus dirinya berhasil menghindar, setelah tahu kalau anak panah yang dilepaskan akane palsu kali ini akan meledak saat didekatnya. Memaksa Yamato harus menambah kecepatan gerkanmya.


Dan mungkin hal tersebut akan berefek pada lukanya yang sudah mulai tertutup. Bermanufer ke kiri, ke kanan, atas, dan ke depan. Sampai akhirnya Yamato berhasil berada sangat dekat dengan Akane palsu.


Bergegas Yamato melayangkan pedangnya namun saat sedikit lagi akan kena Yamato langsung berheti karena dirinya merasa ragu, meski orang yang didepannya bukan Akane asli tapi wajahnya yang begitu mirip membuat Yamato tidak bisa melayangkan serangannya.


Dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Akane palsu untuk menyerang dari jarak dekat, sadar serangan datang yamar bergegas menjauh sebelum akane palsu melepaskan anak panahmya.


Keraguan Yamato ini dimanfaatkan Akane palsu untuk melancarkan serangannya, sementara Yamato hanya bisa menghindar tidak lebih dari itu.


"ada apa denganmu? Perasaan aku tidak pernah membuat salah?" tanya Yamato.


"Aku diminta untuk menghabisimu" jelas akane palsu sambil terus melepaskan anak panahnya.


"Apa orang aneh itu yang menyuruhnya?" gumam Yamato setelah selesai menghindar dari semu anak panah yang di lepaskan Akane palsu kepadanya.


Lalu Yamato melihat kalau kali ini akane paslu akan menggunakan semua kemampuannya untuk benar-benar membunuhnya.


"Apa dia benar-benar akan membunuh ku?" batin Yamato.


Terlihat ujung panahnya bukan mata pisau biasa namun semua bunga teratai, semakin ditarik bunga teratai berwarna putih tersebut semakin menutup sampai akhirnya menjadi kuncup.


Bukan hanya itu jari yang digunakan Akane palsu untuk menarik tali busurnya mulai berdarah dan darahnya langsung diserap oleh kuncup teratai yang menjadi kata pisaunya.


Sampai akhirnya kuncup yang awalnya putih berubah menjadi merah darah. Melihat hal tersebut Yamato bersiap menyambut serangan yang akan datang kali ini.


"Aku harus menghilangkan keraguan ini. Ingat dia bukan Akane asli tapi dia hanya tiruan" batin Yamato yang terus meyakinkan dirinya agar tidak ragu.


Anak panah itu pun dilepaskan belum juga kena anak panah tersebut tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa alasan, melihat itu Yamato hanya bisa memasang wajah kebingungan. Dan berpikir apa Akane palsu ini lebih bodoh dari yang asli.


Akan tetapi...


"Apa? B-bagai mana bisa?" gumam Yamato kemudian melihat kebawah dan ia melihat panah yang menghilang tadi sudah menembus perutnya.


"Arrggg..." Meksi terasa sangat sakit tapi Yamato tetap mencabut panah itu dari tubuhnya kemudian membuangnya.


"Akan ku akhiri ini" gumam akane palsu lalu membidik Yamato dengan anak panah yang sama.


Saat panah itu dilepaskan tiba-tiba sebuah cahaya yang menyilaukan muncul bahkan dapat membakar anak panah yang dilepaskan Akane palsu. Setelah cahaya menyilaukan itu menghilang mereka berdua melihat panah amaterasu.


"Itu!" amaterasu pun mulai mendekati Yamato seolah ingin digunakan, tanpa berpikir panjang lagi Yamato langsung menggunakan amaterassu.


"Cih. Kau pikir hanya dengan itu bisa mengalahkan ku?" teriak Akane palsu lalu melepaskan anak panahnya dalam jumlah yang sangat banyak.


"Kita lihat saja" jawab Yamato lalu hanya dengan satu anak panah saja sudah membuat semua panah milik Akane palsu hangus terbakar.


Melihat panah yang berkobar melesat cepat kaarahnya bergegas Akane palsu menghindar.


"Aku sudah tidak ragu lagi!" kemudian mendekat lalu mengayunkan pedangnya. Menghempaskan Akane palsu ke udara.


Dan wusss... Anak panah berukuran besar pun dilepaskan dan bom.. Ledakan cahaya yang berhasil membuat malam menjadi pagi meski hanya sesaat.


"Dia sudah berhasil membangunkan amaterasu rupanya" ujar ogaki saat menyaksikan lagit malam berubah menjadi pagi sesaat.


Tidak lama kemudian tubuh Akane palsu akhirnya jatuh menyentuh tanah yaitu sekuntum mawar hitam.


Tanpa memperdulikan lukanya Yamato kembali berlari ketempat yumi dibawa oleh ogaki.


"Kita buat ini semakin dramatis" gumam ogaki lalu berdiri dari singgasananya berjalan ke teras. Rakyatnya yang Melihat kaisar mereka yang berdiri dipuncak istana membuat mereka bersorak memujanya.


Terlihat ogaki menunjukkan senyum seperti penjahan.


"Kalian hanyalah boneka ku" Kemudian ia menjentikkan jari.


Seketika saja pilihan meteor berjatuhan dari langit menghujani kota bukan hanya kota namun seluruh dunia ini termasuk desa tempat tinggal yumi, karena kekejaman ini membuat seluruh dunia menjadi lautan api. Semua orang di kota berlarian menyelatkan diri mereka.


Warga kota mulai berkerumun didepan gerbang masuk istana untuk menyelatkan diri karena hanya diarea istana yang tidak terkena meteor ataupun terbakar oleh api. Sayangnya pintu gerbang tidak dibuka sampai akhirnya pinu pun dibuka.


Tapi mereka semua disambut oleh tentara kekaisaran yang berpakaian lengkap soelah-olah akan berperang.


"Habisi mereka" ucap ogaki dan saat itu juga semua tentara kekaisaran mulai menyerang warga tanpa ampun.


Sambil ditemani secangkir sake ogaki melihat dan mendengar jeritan rakyatnya yang ia habisi dan dunia yang ia ciptakan terbakar oleh api.


"Apa yang di lakukannya kali ini? aku harus segera menghentikan orang gila itu" gumam Yamato yang terus berlari tanpa berhenti meski hanya sebentar.


"Bagus aku akan segera sampai" tapi tiba-tiba saja jalan Yamato dihalangi oleh dua orang dan mereka adalah bunga mawar hitam ogaki.


Mereka berdua pun membuku tudung kepalan dan terlihat wajah mereka menggunakan wajah matsuya dan Mitsuhiro.


"Aku tidak punya waktu meladeni kalian."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di ruang makan asrama semuanya terlihat sedang berkumpul dengan eksorsis wajah yang begitu membosankan.


"Sudah cukup. Aku akan pergi mencari Yamato!" ujar Mitsuhiro.


"Sudah berapa kali kita meminta izin mencari Yamato tapi selalu ditolak?" sahut Marika yang melemparkan pertanyaan.


"Jujur saja aku merindukannya" tambah Masaru.


"Kau benar" jawab yang lain secara serentak kecuali matsuya.