
Dengan menggunakan sebuah sabit yang mirip arit cuman mata pisaunya lebih panjang dan ujung pegangannya tersambung dengan sebuah rantai panjang yang diujungnya terdapat sabit yang salam.
Hampir saja sabit itu mengenai leher leader yang mulus untungnya iya berhasil menghindari, karena tidak leluasa bergerak iya pun menurunkan Yamato yang masih tertidur dari pundaknya.
Pak kurudo mulai menyipitkan kedua matanya sembari memperhitungkan resiko jika dirinya yang menyerang lebih dulu dari jarak dekat. Namun disaat itu juga leader melesat menyerang lebih dulu mengarahkan pukulannya kearah kepala pak kurudo.
Syukurnya di detik-detik terakhir pak kurudo berhasil menghindari hanya saja kepala sebelah kanannya harus terkena luka gores karena serangan leader dan keterlambatannya dalam menghindar.
Dan mereka pun akhirnya saling menyerang, dengan menggunakan pedang milik seperti bulu burung merak leader terus melancarkan serangan begitu pun sebaiknya.
Dengan senjata yang unik ini pak kurudo dapat menyerang dari jarak dekat mau pun dari jarak jauh, namun saat jarak dekat senjata ini agak susah digunakan karena rantainya yang harus digulung dengan cepat pada tangan.
Baru saja selesai menghindari serangan pertama pak kurudo melihat kalau leader akan kembali mengayunkan pedang yang mengeluarkan aura besar, meski akan sulit tapi ia harus segera menghindar.
Bergegas pak kurudo melompat sesaat sebelum leader mulai menggerakkan pedangnya dari kiri ke kanan, tebasan leader berhasil memotong beberapa pohon yang ada di jalur dan jangkauan serangannya.
"Dia bukan lawan yang mudah" batin pak kurudo setelah kedua kakinya kembali menyentuh tanah.
Sesaat kemudian mereka kembali saling serang, dari jarak yang cukup jauh pak kurudo melemparkan salah satu sabitnya kearah leher leader, namun serangan itu berhasil di hindari. Tidak kehabisan ide setelah sabit itu melewati leher leader, pak kurudo langsung manrik rantai yang mengikatnya.
"Apa?" leader yang terkejut melihat itu hanya bisa diam dan sabit itu berhasil memotong setengah leher leader.
"Cih, masih tersisa" gumam pak kurudo yang melihat kalau sabitnya hanya memotong setengah, lalu sabit itu akhirnya kembali ke tangannya.
"Astaga aku pikir akan terpotong semua, yaampun" ujar leader dan lehernya kembali tersambung lagi.
"Kenapa belum ada yang datang?" batin pak kurudo
.
.
.
.
.
.
Padahal ryuu masih menunggu lukanya sembuh dan terlihat kepala Mitsuhiro sudah tertutup serpihan kertas kecil yang di lepakran ryuu padanya.
"Oh. Aku kehabisan kertas" ujar ryuu kemudian menjentikkan jarinya dan sejumlah kertas muncul didekatnya.
"Salah sendiri kenapa tidak bereitahu sendiri" lanjut ryuu yang sedang melempari Mitsuhiro.
.
.
.
.
.
.
"Kau tau kenapa? Itu karena aura ku kasih menyelimuti lukanya, bagi kami para iblis jika bertemu dengan lawan yang maunya lebih tinggi dan berhasil menyebabkan luka, maka kemampuan regenerasi kami akan melambat karena terhambat oleh aura yang terlalu besar dari luka itu" jelas leader
"Apa dia tidak punya otak? Memberitahu ku tentang hal sepenting itu" gumam pak kurudo setelah mendengar penjelasan dari leader.
"Perbedaan aura yah? Baiklah kalau begitu" lanjut pak kurudo kemudian sedikit melukai telapak tangannya sampai sedikit darahnya menetes ke tanah.
Karena pak kurudo sudah gg jadi ia tidak memerlukan simbol yanh ribet untuk digambar saat memanggil iblis, darahnya itu pun mulai membentuk sesosok iblis yang ternyata adalah tamamonomae yang asli tidak seperti matsuya yang hanya jelmaannya saja.
Wujud tamamonomae yang di panggil pak kurudo berbeda dengan yang pernah di panggil oleh matsuya, kali ini tamamonomae lebih terlihat menawan dengan dengan sembilan ekor rubah putihnya dan topeng yang di gunakannya juga sedikit berbeda.
"Dia ternyata bisa memanipulasi oni, sangat tidak terduga ternyata manusia bisa menggunakan teknik seni darah walau hanya memanipulasi iblis atau oni saja" batin leader kala melihat tamamonomae yang berdiri dibelakang pak kurudo.
Sebuah daun terlihat jatuh ketanah dan sesaat setelah daun itu menyentuh tanah, mereka berdua langsung kembali saling menyerang. Tamamonomae yang terus mengikuti pak kurudo mengambil kesempatan untuk merebut Yamato dari leader.
Tapi iya harus gagal karena adiram datang membuat tamamonomae harus kembali ke sisi pak kurudo.
"Aku akan ambil ini, kalian lanjutkan aja. Leader jangan sampai mati" ujar adiram lalu pergi membawa Yamato.
Tampa sepengetahuan leader tamamonomae mengeluarkan seekor rubah putih untuk mengejar adiram, setelah rubah itu pergi pak kurudo berniat untuk mundur karena yang di tugasnya adalah menyelamatkan Yamato bukan melawan leader.
Tapi leader tidak semudah itu melepaskannya iya menghalangi jalan pak kurudo untuk kembali dan memberitahu kalau hanya akan ada satu yang kembali anatar dirinya dan pak kurudo.
Namun pak kurudo menjawab kalau dirinya sudah tidak punya urusan lagi dengannya, sayangnya leader tidak mendengar dan memilih untuk langsung menyerang lebih dulu.
Saat akan mendekat untuk menyerang tiba-tiba dari dalam tahan sejumlah ekor rubah muncul menembus tubuh leader dan itu adalah kemampuan dari tamamonomae.
Dengan mengibaskan kipasnya iya dapat melakukan hal tersebut namun bukan hanya itu kemampuan sang oni legendaris masih banyak keunikan lain yang masih belum di tunjukkan olehnya.
Melihat leader yang terkunci seperti itu memberikan kesempatan bagi pak kurudo untuk mengakhiri semua ini, tapi pak kurudo harus kembali mundur karena leader menggunakan mode angelnya yang menciptakan ledakan aura yang begitu besar.
Setelah asap yang mengepul menghilang akhirnya terlihat lah bentuk angel dari leader, memiliki wujud yang begitu anggun dengan jubah bulu merak yang menbah kesan elegan.
"Ah. Sudah lama aku tidak kembali ke wujud ini, rasanya agak aneh" gumam leader.
"Jadi itu wujud angel yang sering di bicarakan" batin pak kurudo, meliha wajah pak kurudo yang gugup membuat tamamonomae sedikit mendekat padanya.
Merasakan kehangatan dari tamamonomae membuat pak kurudo menjadi lebih tenang dan dapat berpikir jernih meski yang dilawannya bukan lawan sembarangan tapi leader yang dengan mode angelmya.
Untuk pembukaan tamamonomae mulai sedikit menggerakkan kipasnya dan puluhan ekor rubah yang sama seperti tadi mulai bermunculan dari dalam tanah menyerang leader dan ini juga sebagai pertanda kalau pertarungan penentuan antara mereka berdua dimulai.
"Teknik senjata terkutuk! Bilah sabit shinigami!" gumam pak kurudo kemudian kedua sabitnya bersatu menjadi sabit yang hampir mirip dengan sabit milik marika.
Pak kurudo sangat diuntungkan oleh ekor-ekor rubah yang dikendalikan tamamonomae selain untuk menyerang puluhan ekor itu digunakan pak kurudo sebagai pijakan ketika melancarkan serangan secara terus menerus.
Merasa jenhker dengan semua ekor yang mengganggu leader pun menyebarkan bulu meraknya untuk memotong semua ekor itu sampai bersih tak tersisa lagi.
Meski begitu tamamonomae kembali menggunakan teknik yang sama sambil di padukan dengan sejumlah rubah putih yang terus bermunculan dari dalam bajunya, saat rubah-rubah itu berada tepat di dekat leader mereka semua langsung meledak.
Karena serangan ini juga pak kurudo harus menjaga jarak agar tidak terkena ledakan yang memiliki daya ledak lumayan besar, dirasa cukup tamamonomae pun berhenti spam bom rubah dan bergerak dengan cara kaki tidak menyentuh tanah kembali kedekat pak kurudo.