
Pagi harinya.......
Satu asrama dibuat kebingungan kemana Yamato pergi, bahkan Mitsuhiro juga tidak kelihatan semua orang terus mencari mereka berdua kesana kemari sampai akhirnya mereka bertemu dengan kapten Hideaki yang sedang berdiri di depan pohon jambu air yang berbuah cukup lebat.
Mereka pun mulai menanyakan tentang Yamato dan Mitsuhiro, seketika saja kapten Hideaki kebingungan harus menjawab apa pada mereka semua. Disaat itulah penyelamat datang.
Terdengar suara seseorang yang berteriak sesaat kemudian dari atas pohon jambu kapten Maeda jatuh menimpah kapten Hideaki. Disusul dengan jatuhnya keranjang yang berisi penuh dengan jambu air menimpah mereka berdua.
Melihat kejadia itu mereka semua memilih untuk undur diri dan memberitakan orang dewasa menyelesaikan masalah sendiri.
"Syukurlah ada bagus juga kau jatuh" ujar kapten Hideaki yang mulai berisik disaat ia meluruskan badannya saat itulah ia merasa sakit pada pinggangnya.
"Alamak. Sepertinya pinggang ku keseleo, kau yang jatuh malah aku yang kena imbasnya" lanjut kapten Hideaki lalu berjalan perlahan sambil membungkuk seperti kakek tua.
"Maaf. Maaf, tapi apa tidak jadi masalah kita mengambil buah jambu dari pohon itu?" tanya kapten Maeda setelah mengambil keranjang dan buah jambu yanh berserakan.
"Tenang saja. Selama pak tua kitsuki tidak melihat kita aman, lagi pula kita semua butuh cemilan'kan. Berkerja semalam membuat ku sakit kepala" jawab kapten Hideaki.
lalu mereka berdua tiba-tiba saja berhenti dan terdiam, perlahan kepala mereka melihat kebelakang. Betapa terkejutnya mereka saat melihat pak kitsuki berdiri dengan menggenggam sebuah sapu dengan aura seperti ini membunuh.
"Akan ku potong gajih kalian" ujar pak kitsuki yang terlihat sangat marah.
"Waduh. Gajih dah kecil sekecil punyamu, dipotong pula mau makan apa kami nanti" gumam kapten Maeda.
"Kalian.... Aku benar-benar memotong gajih kalian selama enam bulan!!" teriak pak kitsuki kemudian berlari kearah mereka berdua sambil mengibas-ngibaskan sapu yang di bawanya.
Karena kelewat takut mereka berdua lari terbirit-birit bahkan kapten Hideaki lupa dengan saking pinggangnya saking takutnya.
"Sedang apa mereka pagi-pagi seperti ini?" tanya kapten yoshihiro pada kapten kurodo.
"Entah. Sepertinya mereka sedang olahraga ekstrim dengan resiko pemotongan gajih, aku takut kita juga kena getahnya" jawab kapten kurudo.
Tidak lama kemudian kapten lain datang menghampiri mereka berdua dan mereka semua malah nobar melihat kapten Hideaki dan kapten Maeda dikejar-kejar pak kitsuki.
Terlepas dari kerandoman mereka yang saat ini sedang kejar-kejaran, ketika meliha ryuu yang sedang berjemur mereka langsung pergi untuk bertanya padannya.
Awalnya ryuu tidak menjawab namun ia meminta mereka semua untuk melihat kebelakang, dan terlihat Mitsuhiro yang sedang berjalan mendatangi mereka semua.
"Dari mana saja kau?" tanya masaru setelag Mitsuhiro sampai didepan mereka.
"Ah ... Aku malam tadi ketiduran di perpustakaan sampai pagi" jawab Mitsuhiro namun yang sebenarnya semalaman ia tidur di kamar rawat karena terkena teknik leader yang bersebelahan dengan ranjang Yamato.
"Lalu apa kau tau dimana Yamato?" tanya Masaru.
"Oh. Dia sedang dirawat di sana" jawab Mitsuhiro.
"Si bodoh itu malah memberitahu mereka" gumam ryuu setelah mendengar Mitsuhiro dengan polosnya memberitahu mereka.
Bergegas mereka pergi untuk melihat langsung apa yang di katakan Mitsuhiro, namun saat sampai di depan pintu beberapa orang datang dan menyuruh mereka untuk tidak masuk kedalam.
Mereka langsung di usir dan setelah diusir kapten aoi datang mengajak mereka semua ikut ke pemakaman pak kurudo yang sebentar lagi akan di lakukan.
"Sungguh tidak lucu kau memberitahu mereka" ujar ryuu yang berjalan bersama Mitsuhiro, hanya berdua saja.
"Aku masih tidak tau apa yang terjadi, bangun-bangun aku sudah ada di kamar rawat dengan Yamato tertidur pulas di sebelah ku"
"Apa ada yang disembunyikan? Mungkin aku kelihatan bodoh tapi aku tidak mudah di bodohi, katakan apa yang sebenarnya terjadi disini?" lanjut Mitsuhiro kemudian menatap ryuu dengan begitu serius.
Tapi tatapan itu hanya di anggap hal sepel oleh ryuu.
"Kau sendiri untuk apa berkelakuan bodoh? Apa kau mencoba melupakan sesuatu? Kau sengaja bukan berkelakuan seperti anak kecil dan selalu mencairkan suasana? Apa alasan mu melakukan itu jika kau pintar"
Mendapatkan serangan seperti itu membuat Mitsuhiro hanya bisa tersenyum lalu menjawab semua pertanyaan yang di lemparkan ryuu.
"jika kau tidak mau cerita tidak masalah. Sampai jumpa nanti" kemudian ia pun pergi meninggalkan ryuu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di ruangan pak morisawa saat ia akan keluar untuk pergi ke pemakaman tiba-tiba ia dibuat terkejut karena melihat ogaki yang duduk santai di sofa. Meski merasa terkejut dengan kemunculannya yang tak menimbulkan sedikit pun bunyi pak morisawa tetap bisa mengontrol ekspresi wajahnya.
"Oh. Maaf mengganggu waktunya" ujar ogaki setelah sadar kalau pak morisawa telah sadar akan keberadaannya.
"Ya. Tidak masalah" kemudian pak morisawa berjalan mendekat lalu duduk.
Ketika mereka berdua akan mulai mengobrol dari luar terdengar suara ketukan pintu dan seseorang berbicara memberitahu kalau mobil yang akan mengantar pak morisawa ke pemakaman sudah siap.
Tapi pak morisawa memberitahu kalau dirinya akan datang terlambat karena ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.
"Soal Yamato, aku sudah duga kalau dia ada hubungannya dengan orang itu. Maksud ku siapa yang bisa mengunakan segel lagit tahap dua untuk menyegel azir dengan sebegitu mudahnya"
"Azir yang sudah di segel dengan tahap tiga dan kini dia di segel lagi dengan tahap dua, siapa yang tahan di segel sebanyak itu" Tambah ogaki namun pak morisawa masih kelihatan binggung.
"Apa maksud mu dan siapa yang kau maskdu dengan "orang itu"?"
"Dia yang telah mengurung azir dengan segel lagit tahap tiga" kemudian ogaki menceritakan semuanya pada pak morisawa.
Bukan hanya mendengar cerita tapi pak morisawa di ajak untuk melihat langsung setiap kejadian di masa lalu, kejadian berdarah, kejadian yang terlupakan, kejadian antara ogaki dan azir, dan kejadian azir di segel.
Setelah melihat semua kejadian itu hanya dalam waktu beberapa menit, ogaki juga menjelaskan bahwa Yamato adalah keturunan langsung dari orang yang menyegel azir, bukan hanya itu dari dalam saku jas hitamnya ogaki memberikan silsilah dari orang uang menyegel azir sampai berakhir pada yamto saat ini.
Dan keturunan ini didapatkan Yamato dari sang ayah yaitu Takigawa masaki.
Meliha gulungan silsilah tersebut membuat pak morisawa terkejut dengan
"sayangnya ayah Yamato yaitu tuan masaki harus tiada karena ulah ... Kau tau siapa, benar. Cecurut berengsek itu, lucufer begitu juga dengan ibunya"
"Jadi anda sudah paham bukan hubungan saya dengan azir?" lanjut ogaki yang bertanya pada pak morisawa tentang hubungannya dengan azir.
"........."
"Yah benar, kami berdua adalah saudara, dia adalah kakak ku dan kami juga punya satu adik perempuan yang kini entah di mana"