
Untuk kedua kalinya drysran yang mulai menyerang, sebuah pukulan yang penuh dengan kekuatan diarahkan drystan pada ryuu.
Namun hanya dengan satu tebasan, tangan drystan berhasil di tebas begitu saja namun kurang dari dua detik. Tangan drystan yang terpotong itu kembali muncul dengan bentuk sebuah pedang.
Selama melakukan penyerangan, tubuh ryuu kembali merasa hukuman dari sumpahnya ditambah efek samping dari mode pembakaran jiwanya.
Sekuat mungkin, ryuu menahan efek samping tersebut meski.
dan membuat pergerakan ryuu sedikit melambat, hasilnya tangan kirinya terpotong oleh drystan. Sayangnya tangan itu tidak akan sembuh.
Itu adalah hasil dari mode pembakaran jiwanya, yang akan menghentikan kemampuan regenerasi ryuu. Karena itulah semua luka yang didapatkan ryuu tidak aka sembuh cepat.
Merasa pertarungan ini akan sangat lama dan drystan tidak bisa berada selamanya didalam mode angel-nya, membuat iya harus melakukan cara kotor demi menyelamatkan ini.
Dalam sekedip mata, drystan berpindah dan muncul tepat di dekat himeno, hal itu bahkan membuat kapten Hideaki terkejut. Membuatnya tidak sempat menarik himeno untuk menghindari serangan dari drystan.
"Sialan!!!!" teriak ryuu lalu menerjang drystan dari arah belakang, membuat leher drystan tergores dan ryuu pun mengorbankan dirinya sebagai perisai hidup untuk himeno.
"A-astaga?!" wajah kapten Hideaki terlihat masih begitu terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya.
Perlahan drystan kembali kebentuk manusianya, bergegas iya mencabut tangannya dan bergegss pergi, saat kapten Hideaki akan mengejar ryuu melarangnya.
"Jika ini adalah tujuan hidupku, aku tidak akan menyesalinya, himeno! Maaf untuk semuanya" ujar ryuu dengan suara pelan, berada dipangkuan himeno.
"Apa tadi kau melihatnya? Aku sangat kerenakan? Hahaha...." lanjut ryuu lalu tertawa kecil, mencoba menghibur himeno yang terus meneteskan air matanya.
"Payah! Kau itu payah dan bodoh!" jawab himeno yang tersenyum meski air mata terus mengalir.
"Satu keinginan ku tidak terpenuhi tapi setidaknya yang kedua akan terpenuhi"
"Aku akan terus menjaga mu dari atas sana" lanjut ryuu dan perahan kedua matanya tertutup untuk selama-lamanya.
Tangisan himeno semakin menjadi-jadi, saat melihat ryuu pergi meninggalkannya dan kapten Hideaki menutup kedua matanya lalu menundukkan kepala turut berduka.
Tidak sepertinya iblis lain, tubuh ryuu tidak menghilang tapi tetap utuh dengan luka yang masih mengeluarkan darah. Himeno pun menyadari bahwa ryuu telah mengucapkan permintaan terakhir didepan orang yang disumpahi olehnya yaitu Yamato.
"Sepertinya ryuu sudah mengatakan permintaan terkshirnya" ucap himeno.
Dan yang dimaksud olehnya adalah, ketika waktu itu ryuu mengatakan ingin dimakamkan layaknya manusia didepan Yamato. Maka setelah melanggar sumpah dan mendapatkan hukuman mati karena melanggar sumpah.
dan ryuu sudah mengatakan permintaan terakhirnya didepan Yamato, maka ia mendapatkan apa yang ia inginkan, yaitu jasadnya tidak akan menghilang dan akan membusuk layaknya manusia.
"Aku akan mengurus jasadnya dan menanyakan apa keinginan terkahir ryuu pada Yamato, besok kamu boleh datang ke markas pusat" ujar kapten Hideaki kemudian membawa jasad ryuu ke markas pusat.
Dan hujan pun turun dengan begitu deras, dibawah guyuran hujan. Homeni terlihat termenung kemudian berkata
"Kita akan menjadi satu-kesatuan untuk selamanya".
.
.
Drystan, yang berhasil melarikan diri dengan keadaan yang begitu kacau, berjalan sempoyongan dibawah hujan. Semua luka yang ia dapatkan semalam melawan ryuu, masih dalam proses penyembuhan.
Tidak lama kemudian, terlihat seseorang berjalan dari arah depan mendekatinya dengan memakai payung hitam polos. Dan ternyata itu adalah lucifer.
"Kau gagal rupanya!? Dan keadaanmu sangat kacau" ucap Lucifer setelah melihat drystan.
"Lucifer?"
"Kau tau apa yang dilakukan orang-orang, terhadap barang yang sudah rusak?" tanya lucifer lalu menatap drystan.
"Hei.. Jika begitu maksudmu, aku yang akan membuangmu lebih dulu" jawab drystan kemudian kembali keode angel-nya.
Lalu ia pun mulai melayangkan pukulannya ke ada lucifer, namun hanya dengan satu jari telunjuk lucifer dapat dengan mudahnya menahan serangan tersebut.
Bahkan tangan drystan langsung hancur, sesaat setelah menyentuh jadi telunjuk lucifer dan iya kembali kembali ke wujud manusianya.
"Bidak catur rusak sepertimu, sudah tidak bisa dimainkan lagi aku sudah tidak membutuhkanmu" ujar Lucifer tepat didepan wajah drystan. Kemudian ia pun menjentikkan jarinya.
"Menyedihkan" ucap Lucifer yang berjalan kembali.
.
.
Sesampainya di markas pusat, semua orang terkejut karena melihat kapten Hideaki membawa pulang jasad ryuu yang sudah mereka anggap pengkhianat.
Kapten Hideaki pun menjelaskan semua yang ia lihat didepan semua orang termasuk Yamato dan teman-temannya yang lain.
Yamato yang melihat ryuu sudah tidak bernyawa lagi, mulai merasakan kesedihan yang luar biasa. Teman-temannya juga ikut merasakan hal yang sama.
Karena setelah mendengar penjelasan dari kapten Hideaki, tentang rencana ryuu dan rencananya berhasil membalikkan skenario milik lucifer dan menyelamatkan hari esok.
"Yamato! Apa ryuu pernah mengatakan keinginannya padamu?" tanya kapten Hideaki.
"Dia pernah mengatakan, ingin dimurnikan oleh ku dan dimakamkan dengan layak seperti manusia" jelas Yamato ditengah isak tangisnya.
"Baiklah! Besok kita lakukanĀ pemakaman untuk menghormati pengorbanannya!" sahut Jendra morisawa setelah mendengar penjelasan dari kapten Hideaki da Yamato.
"Ryuu! Kami sudah memaafkanmu, meski waktu itu kau tidak berniat melukai kamu semua" ujar Yamato didekat jasad ryuu bersmaa yang lain.
Mereka semua terlihat begitu terpukul dengan kepergian ryuu.
.
.
Pagi harinya!
Terlihat ryuu telah berada didalam sebuah peti mati yang di penuhi bunga dari semua polisi exorcist dan juga orang-orang yang datang.
Seluruh ruangan, tercium aroma bunga yang begitu semerbak. Yamato dan yang lainnya berjalan dengan masing-masing membawa bunga.
Mereka semua mulai menyimpan bunga yang dibawa didekat ryuu, yang terlihat begitu damai dan tenang. Setelah itu mereka kembali ke kursi mereka.
"Sampai jumpa lagi kawan" ucap Yamato lalu berjalan kembali.
Beberapa menit kemudian, dari luar terlihat himeno berjalan masuk kedalam aula dengan membawa sebuah buket bunga. Semua orang meliha kearahnya.
Sesmaoainya didekat sang kekasih, himeno menyimpan buket bunga yang dibawanga, lalu menggenggam kedua tangan ryuu yang terasa dingin dan ia pun mulai bernyanyi sangat merdu.
"Bunga bersinar bersinar
Muncul kekuatan balikkan waktu
Balikkan dia yang pergi buat kami bersama ubahlah nasib selamatkanlah dia
Dia milikku......"
Lalu setetes air mata himeno jatuh dan membasahi wajah ryuu. Dan sebuah keajaiban terjadi kedua mata ryuu perlahan mulai terbuka sampai akhirnya ia kembali bangun.
Hal itu membuat semua orang terkejut bukan main, melihat itu Yamato langsung berlari menghampiri ryuu dengan wajah bahagia.
"Tu-tunggu dulu..., himeno apa jangan-jangan kau.?" ucap ryuu lalu melihat kearah himeno.
Himeno hanya tersenyum lalu berkata "kita akan bersama selamanya" lalu ia pun jatuh. Bergegas ryuu mengecek keadaan himeno.
Lagi yang dinyanyikan himeno adalah lagu yang bisa memindahkan hidup kepada orang yang sudah tiada, dalam kata lain himeno memindahkan hidupnya pada ryuu. Bisa dibilang himeno sudah tiada namun tetap hidup didalam tubuh ryuu.
Dan pemakaman yang asalnya untuk tyuu, kini berubah menjadi pemakaman himeno meski tubuh himeno perlahan menghilang, dan menyisakan sebuah gelang tangan.
Dan gelang itulah yang dimakamkan
"aku akan terus hidup demi menjaga mu".....