The Exorcist

The Exorcist
Kunci emas untuk memperjelas semuanya



"Kalian sudah tau tentang kasus anak hilang yang kembali terjadi?" tanya pak Ogawa pada semua anggota reven di ruang bawah tanah.


"Kepolisian pusat sudah melemparkan semua kasus ini pada kita, padahal mereka tau komando misi kita berbeda dengan mereka.. Tapi yah sudah jika kasus ini tidak di terima maka reputasi kepolisian exorcist akan tercoreng" jelas pak Ogawa.


"Tentu! Terlebih lagi kami sudah menggali informasi dari saksi mata yang melihat kejadian penculikan itu" sahut salah satu dari sekian banyak anggota reven yang ada disana.


"Tidak banyak yang kami dapatkan karena saat itu saksi mata sangat masih syok, dia hanya mengatakan "toko permen" "gigi taring runcing". Selain itu tidak ada lagi" tambahnya.


"Toko permen! Gigi taring runcing! Aku punya pirasat burut tentang ini"


"Kalau begitu kita mulai penyelidikan ini, ingat jangan sampai identitas asli kalian bocor" lanjut pak Ogawa.


"Siap!" sahut mereka semua dengan serentak dan suara yang begitu tegas.


.


.


.


Di depan asrama terlihat kapten ogami yang berdiri seperti sedang mencari sesuatu saat bertemu dengan Ayumi, Kapten Ogami pun bertanya apa Ayumi melihat Yamato.


Dan Ayumi menjawab kalau Yamato sedang ada di belakang bersama yang lain, setelah mendapatkan jawaban dari Ayumi iya pun langsung pergi untuk menemui Yamato.


Setelah bertemu dengan Yamato, keptan Ogami memberitahu tujuannya menemui Yamato yaitu untuk menanyakan apa dirinya bisa menemani melakukan penyelidikan.


Awalnya Yamato akan menolak namun baru saja kan memberikan jawabannya.


"Oke bagus aku tunggu di mobil" ujar kapten ogami kemudian pergi.


"Oh. Dan kau boleh mangajak yang lain juga" tambah kapten Ogami lalu kembali melanjutkan jalannya.


"Apa-apaan ini? Jadi siapa yang ingin ikut dengan ku....." saat melihat kebelakang semua teman-temannya sudah tidak ada kecuali Akane yang sedang asyik sendiri bermain bersama ryuu.


"Akane" mendengar Yamato memanggilnya seketika saja akane terdiam, lalu perlahan iya berbalik.


"Hehehe.. Oke, akan ku temani" jawab Akane.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kini setelah sekian lama akhirnya akito kembali ceria dan ia sudah bisa melupakan kepergian katsugi, saat sedang berjalan sendirian di koridor tiba-tiba bayangan akito berubah menjadi sosok bermata biru pekat.


Melihat hal tersebut membuatnya terkejut, dan dalam sekejap mata suasana di sekita berubah menjadi sangat suram juga gelap.


"A-apa ini?" gumam akito yang terkejut dengan semua ini.


"Menyedihkan sekali. Apa lucifer belum memberitahu tentang dirimu dan tentang mengapa dia begitu sangat padamu?" tanya sosok itu yang kali ini hanya terdengar suaranya saja.


"Apa maksud mu? dan siapa kau?" jawab akito yang berbalik bertanya.


"amarahmu yang tidak ke kontrol beberapa hari lalu temah membangunkan ku, bahkan waktu itu kau bertemu dengan azir bukan?" jelas sosok itu.


Lalu dari lantai sejumlah tangan mulai muncul menangkap akito, semakin lama tangan yang muncul semakin banyak dan hampir menutupi seluruh tubuh akiot kecuali bagian kedua katanya saja.


"Ingat ini baik-baik, aku adalah kau dan kau adalah aku, kita adalah dua jiwa yang menjadi satu." ujar sosok tersebut yang menampakkan dirinya didepan akito dengan mata biru pekatĀ  sayangnya sosok itu tidak menampakan wajahnya.


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan" jawab akito.


"Di suatu hari dan di suatu tempat" jawab sosok...


"Wahahah.. Sedang apa kamu mematung di tengah jalan seperti itu?" tanya seseorang dari arah belakang.


Ketika itu juga semua yang dilihatnta dalam sekejap mata menghilang dan kembali seperti semula, bergegas akito langsung berbalik dan ternayat yang bertanya baru dan adalah lucifer.


Melihat lucifer yang berdiri didepannya membuat akito teringat dengan kata-kata dari sosok yang tadi muncul dihadapannya, hal ini membuat akito terdiam karena memikirkan perkataan sosok tadi.


Seketika saja iya merasakan adanya aura yang begitu besar didalam tubuh akito, yang paling parah iya merasakan kehadiran sosok yang sama seperti yang tadi bertemu akito berdiri tepat dibelakangnya.


Kali ini akito yang heran kenapa lucifer terdiam seperti itu, namun ia langsung menduka apa lucifer merasakan keberadaan dari sosok yang menemuinya tadi.


"Ada apa?" tanya akito, kemudian lucifer langsung menjawab.


"Hah? Oh. Tidak-tidak, kalau begitu sampai jumpa" jawabnya kemudian berjalan pergi meninggalkan


Melihat sikap lucifer yang seketika berubah seperti itu membuat akito menjadi tambah penasaran tentang apa yang di katakan sosok misterius tadi tentang lucifer.


"Ada apa sebenarnya dengan diriku?" gumam akito yang bertanya pada dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Dikantornya kurohide terlihat sedang menelpon seseorang namun tidak lama kemudian seorang remaja tiba-tiba saja masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Melihat kedatangan remaja tersebut membuat kurohide langsung menutup panggilan telponnya.


"Apa lagi?" tanya kurohide apa remaja itu kemudian menyalakan sebuah roko.


"Aku minta uang" jawabnya dan ternyata remaja laki-laki itu adalah anak kurohide.


Mendengar anaknya yang meminta uang, kurohide langsung mengambil sebuah black card dari dalam laci mejanya kemudian memberikan kartu kredit itu pada putranya.


Tanpa berkata-kata apapun lagi, iya langsung berjalan pergi dengan membawa black card yang di berikan oleh ayahnya itu. Setelah sang anak keluar baru saja berkedip kurohide sudah melihat lucifer duduk di atas mejanya.


Bukan hanya lucifer kali ini belial hadir dan terlihat sedang bersandar di tembok dengan wajah dinginnya, dan leviathan juga terlihat sedang duduk di sebuah sofa sambil membaca sebuah majalah yang ada di atas meja.


"Bagai mana apa kau menemukannya?" tanya lucifer lalu turun dari atas meja.


"Dari informasi yang ku dapat anak yang kau maksud ada di markas pusat, menangkapnya sama saja dengan bunuh diri" jawab kurohide.


"Apa iblis yang aku pinjamkan masih kurang?" lalu beberapa iblis muncul.


"Wuu manis sekali bukan" sahut seseorang yang ada di belakang barisan para iblis.


Semua orang langsung terdiam dan lucifer mulai menyipitkan kedua matanya mendengar suara dari orang yang baru saja, tanpa berkata lucifer memberikan kode kepada para iblis untuk menyerang orang itu.


Namun waktu seketika berhenti dari balik kerumunan iblis terlihat siapa yang tadi berbicara, dia adalah ogaki. Entah apa yang dia inginkan datang sendirian menemui lucifer.


Dengan santai ogaki berjalan melewati para iblis yang membeku karena ogaki menghentikan waktu mereka semua, setelah dirinya berdiri di depan lucifer kemudian iya sedikit menghentakkan payungnya ke lantai dan semua langsung kembali normal.


"Untuk apa kemari?" tanya lucifer.


"Sebentar. Belial, terimakasih sudah bersedia menyambut ku di bar mu. Dan leviethan rasa masakan laut mu sangat enak, terimakasih"


Mereka berdua hanya sedikit menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis.


"Aku hanya ingin memberimu hadiah, ini Ambil lah. Harap-harap ini akan membantu tujua mu, jika kau tidak bisa mendapatkan azir lankukan cara lain dan ini adalah kuncinya" kemudian ogaki memberikan lucifer sebuah kunci emas.


"Ini.. Apa sebenarnya rencanamu? Ini malah menjadi semakin aneh, tiba-tiba kau membantu ku" tanya lucifer setelah mengambil kunci emas itu dari ogaki.


"Permainan mu terlalu rumit dan membingungkan jadi aku akan memperjelasnya dengan ini, lupakan azir karena kau tidak akan pernah mendapatkannya"


"Lakukan apa yang harus kau lakukan dengan ini, sebelum azir melakukan upacara penobatannya, meski pun hal itu sangat tidak mungkin terjadi"


"Aku tau kau juga berencana mencari kunci ini kan sebagai langkah kedua jika kau gagal merebut azir" jelas ogaki.


"Baiklah. Aku terima pemberianmu ini, tapi jangan sampai menyesal suatu saat nanti" jawab lucifer.


"Tenang saja. Kau tau sendirikan aku ini mahkluk yang seperti apa" ujar ogaki yang berjalan pergi meninggalkan mereka semua.