The Exorcist

The Exorcist
Sisi gelap markas pusat



Semakin lama iblis yang bermunculan semakin banyak, membuat semua anggota kewalahan dalam menghadapi iblis yang terus muncul.


"Cih! Aku sudah muak dengan iblis" ujar Yamato lalu merebut panah milik Ayumi.


Setelah mengambil panah milik Ayumi, Yamato kembali lari ke arah ryuu dan berteriak padanya untuk melemparkan dirinya ke udara sekuat mungkin.


Sesuai yang di inginkan, sekuat mungkin ryuu menghempaskan Yamato ke udara, dan ia pun menarik busur panah itu membuat semua anak panah muncul.


"Dasar berengsek!!" teriak Yamato lalu melepaskan anak panah itu, ke arah titik cahaya pemicu teknik pemanggil iblis itu.


Tapi saat sedikit lagi panah itu akan mengenai targetnya, tiba-tiba seorang iblis muncul menghalang anak panah itu dengan tubuhnya sendiri.


Setelah mendarat dengan aman, beberapa iblis datang berlarian menyerang Yamato, tapi ryuu datang dan hanya dengan satu hempasan mereka semua terlempar jauh.


ryuu memberikan saran untuk melakukan hal yang sama untuk ke dua kalinya tapi kali ini Yamato tidak sendiri karena.


"kami akan melindungimu" sahut kapten Hideaki


"Yaahhh, serahkan pada kami" ujar kapten fukushima.


"Jangan sok keren bodoh" ucap kapten tadaoki lalu memukul kepala kapten fukushima.


Sesuai rencana, mereka berempat langsung di lemparkan ke udara, kapten Hideaki terlebih dulu melemparkan pedangnya, sama seperti tadi seorang iblis muncul menghalang.


Tapi dalam sekejap mata kapten Hideaki berpindah tempat, ke depan iblis itu kemudian kembali mencabut pedangnya.


Dengan cepat Yamato menarik busurnya kemudian melepaskan anak panah itu tapi sebelum ia melepaskan anak panahnya kapten fukushima dan kapten tadaoki meletakan telapak tangan mereka di pundak Yamato.


Sejumlah iblis muncul untuk menghalangi anak panah yang akan di lepaskan Yamato tapi.


"Bersiaplah!" teriak kapten Hideaki lalu menjatuhkan kedua telapak tangannya.


Tanpa terduga Yamato di pindahkan oleh mereka bertiga, untuk melewati semua iblis itu.


"Hahaha, hancurkan mereka!" teriak kapten fukushima setelah mendarat dengan selamat.


"diam bodoh" sahut kapten tadaoki dan kembali memukul kapten fukushima.


Dengan wajah yang penuh harapan semua orang melihat ke arah Yamato yang sudah melepaskan anak panahnya, syukurnya kali ini usahanya berhasil.


Titik cahaya itu pun pecah seperti kaca, membuat semua iblis yang sudah di panggil mulai menghilang satu persatu.


Melihat rencananya gagal, pak yujiro berniat untuk pergi dari sana namun sebuah pedang melesat cepat dan menembus tubuh iblis yang ada di dekatnya.


"Pedang itu!!" ucap pap yujiro setelah melihat pedang yang menancap itu milik kapten Hideaki.


Dalam hitungan detik kapten Hideaki muncul di belakang iblis itu kemudian mencabut pedangnya, dan kartu yang memiliki gambar seperti kaca pecah di ambil dari saku bajunya.


Dan kartu itu kembali berubah menjadi sebuah sarung tangan dengan gambar kecil yaitu bola kaca yang pecah.


"Kau sudah keterlaluan" ujar kapten Hideaki.


"Aku masih belum melihat raja azir beraksi, karena itu perbuatan ini masih wajar" jawab pak yujiro.


Karena kesal kapten Hideaki langsung menyerang, mencoba menyentuh pak yujiro mengunakan sarung tangannya.


Dengan cepat pak yujiro menghalangi serangan itu mengunakan tangannya sendiri, lalu Bom.. Tangan yang di sentuh oleh kapten Hideaki menggunakan sarung tangan itu, hancur pecah seperti kaca.


Tanpa basa-basi lagi kapten Hideaki langsung melayangkan pukulannya ke arah wajah pak yujiro.


"Seharunya aku melakukan ini sejak awal" ujar kapten Hideaki


"kini semuanya sudah jelas bagi ku"


dan kepala pak yujiro pun meledak, pecah.


.


.


.


.


Yamato dan yang lain sedang membersihkan sekitaran asrama untungnya asrama tidak separah tempat-tempat lain, membuat mereka semua dapat santai saat membersihkannya.


Bukannya ikut bersih-bersih Marika, yuzuru dan Ayumi sibuk bergosip tentang pak yujiro meski Ayumi hanya menjadi pendengar saja.


"Oi kalian cepat bantu kami di sini!" teriak Yamato pada para perempuan yang sedang bergosip.


Tidak henti-hentinya mereka bergosip saat sedang membuat sampai mereka masih saja bergosip, tidak lama kemudian kapten asano kuchinaga memanggil Masaru dan Ayumi.


Bergegas mereka berdua datang menghampirinya lalu menanyakan mengapa Meraka di panggil.


"Begini, apa kalian bisa menggantikan ku untuk bertugas? Aku masih belum bisa meninggalkan tempat ini" ujar kapten asano yang terlihat tidak enak dengan mereka berdua.


"Baik kami akan ambil laporannya" jawab Masaru.


"Benarkah!? Wah terimakasih banyak" kemudian kapten asano pun pergi setelah mengerjakan kasusnya pada Masaru dan Ayumi.


Setelah kembali, Masaru langsung memberitahu yang lain kalau dirinya akan pergi untuk menyelesaikan sebuah kasus di kota.


"Hahah! Bay semua selama bersih-bersih" ujar Masaru setelah bersiap-siap mereka berdua pun pergi ke kota mengunakan mobil.


Kapten asano yang sedang memindahkan serpihan tembok yang rusak di kejutkan oleh kedatangan Yamato dan Mitsuhiro yang tiba-tiba.


"Kapten apa tidak ada kasus untuk kami?" tanya Yamato.


"Astaga, apa-apaan kalian ini? Cepat selesaikan pekerjaan kalian!".


.


.


.


.


Beberapa menit berkendara akhirnya mereka berdua sampai di tempat kejadian perkara, terlihat garis polisi yang membentang di sana.


Dan sejumlah polisi biasa yang sedang mencari barang bukti, seorang detektif langsung datang menghampiri setelah melihat Masaru dan Ayumi.


"Akhirnya kalian datang, mari silahkan" ujar detektif itu lalu membawa mereka berdua masuk ke area tkp.


"Apa yang terjadi?" tanya Masaru.


"Kami menemukan beberapa mayat dalam kondisi yang tidak wajar dan juga lihat ini" lalu detektif itu menunjukan sebuah peluru yang hancur.


"Dua orang anggota kami, berhasil menemukan pelaku dan menembaknya tapi peluruh-peluruh itu malah hancur, dan mereka juga menjadi korbannya"


"Melihat banyak keanehan ini aku berpikir kalau ini bukan kasus yang dapat di pecahkan oleh polisi biasa" lanjut detektif itu.


"Maaf apa kami boleh melihat para korban?" tanya Ayumi.


Ternyata mereka berdua di perbolehkan untuk melihat kondisi orang-orang yang menjadi korban, saat sampai di ruang otopsi beberapa dokter terkejut karena ada anak-anak yang masuk ke ruangan mereka.


Perlahan Ayumi membuka kain putih yang menutupi mayat itu, saat di buka beberapa dokter dan detektif yang bersama mereka langsung merasa mual.


"Apa kita se-pemikiran?" tanya Ayumi lalu melihat ke arah Masaru.


"Baiklah kami akan mengatasi kasus ini dan karena ini pekerjaan malam hari kami butuh tempat untuk menunggu" ujar Masaru pada detektif itu.


.


.


.


.


Dan mereka berdua di tempatkan di sebuah penginapan yang tidak jauh dari tkp, parahnya mereka di jadikan satu kamar dengan satu tempat tidur.


"Eng.. Kalau begitu aku akan istirahat di ruang sebelah" ujar Masaru kemudian mengambil bantal dan keluar dari dalam kamar.


"Detektif itu harus belajar untuk tidak pelit, dia tau kamu beja jenis kelamin malah di satu kamarkan" gumam Masaru lalu memejamkan kedua matanya