The Exorcist

The Exorcist
Usaha penculikan kedua kalinya



"Hujan. Suasana seperti ini membuat ku jadi bosan" keluh Yamato yang sedang bermalas-malasan di dalam kelas menunggu bu azusa datangĀ  tapi sepertinya iya tidak adakan datang karena hujan yang sangat deras.


"Ngomong-ngomong diajak tadeo? Aku tidak melihatnya dari tadi?" sahut Akane yang menanyakan tentang tadeo.


"Oh. Dia tadi pergi ke toilet tapi ini lebih lima belas menit kenapa dia masih belum kembali?" jelas masaru.


Kemudian akan pun beranjak dari kursinya pergi keluar kelas, Akane terus berjalan menyusuri lorong dan sampai didepan toilet laki-laki. Ia mulai menempelkan telinganya pada pintu toilet dan mencoba mendengar apa ada orang lain didalam atau tidak.


Merasa seperti tidak ada siapa-siapa akane mulai mengetuk pintu sambil memanggil tadeo beberapa kali sampai akhirnya pintu terbuka lalu ia pun masuk kedalam.


Akan terkejut saat melihat tadeo yang sedang berdiri menatap iblis yang pernah ia panggil beberapa hari lalu, iblis itu hanya terdiam dengan kedua kata yang menutup dan senyuman tipis terlihat di wajahnya.


Tadeo terus menatapnya dengan wajah polosnya, akane pun mulai menepuk pundak tadeo dan bertanya apa yang sedang terjadi.


"Ini.... Untuk apa memanggilnya didalam toilet seperti ini?" tanya Akane yang juga ikut melihat iblis itu.


"Aku juga tidak mengerti kenapa aku memanggilnya tapi aku seperti merasakan sesuatu yang anah" jelas tadeo.


"Oh. Yah, tadeo. Aku belum tau banyak tentang dirimu, apa kau mau menceritakannya pada ku?" Akane meminta tadoe untuk menceritakan masalalunya.


"aku tidak tau, yang aku tau, aku dibuang oleh ibu ku dan ibu pemilik penginapan mengurus ku, orang-orang dewa bilang orang tua ku sudah mati" jelas tadeo yang membuat Akane terdiam untuk sesaat.


"Mungkin kau bukan dibuang! Pasti ada alasan yang kuat mengapa ibu mu melakukan hal seperti itu, dia pasti menyayangimu"


"Ah. Itu mungkin saja" kemudian mereka berdua kembali melihat ke iblis perempuan itu.


Tidak lama kemudian seseorang datang masuk kedalam dan itu adalah Yamato, saat melihat ada Akane Yamato langsung berteriak terejur karena ada perempuan di toilet laki-laki.


Seketika dirinya menuduh Akane dan tadeo berbuat yang tidak-tidak tapi Akane langsung memukul kepala Yamato dengan sangat kuat bahkan membuat kepala Yamato benjol setelah terkena pukulan Akane.


"Tutup mulut mu itu" ujar Akane yang terlihat kesal, setelah memukul Yamato.


"Aduh.. Duh. Sakit, lalu sedang apa kalian berduaan didalam toilet dan kenapa kenapa kalian memanggil iblis ditempat seperti ini?" tanya Yamato.


"Nanti saja kami jawab, aku akan ke kelas saja. Apa kau ikut tadeo?" jawab Akane lalu mengajak tadeo untuk kembali ke kelas.


Dan tadeo hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan dibelakang Akane, sementara iblis yang di panggil tadeo kembali berubah menjadi setetes darah yang jatuh kelantai.


"Ada-ada saja" gumam Yamato lalu melakukan apa yang menjadi tujuannya pergi ke toilet.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di ruang bawah tanah lebih tepatnya diruang interograsi terlihat jendral Ogawa yang ditemani dua orang reven di belakangnya, beberapa menit kemudian pintu terbuka dan terlihat para penadah barang dari kurohide berhasil di tangkap semuanya.


Mereka semua terus memberontak sambil mengancam akan menuntut karena menangkap tanpa adanya surat izin penangkapan terlebih dahulu.


Mendengar ocehan mereka semua membuat pak Ogawa menjadi marah, ia pun mengambil selembar kertas dari dalam saku celananya kemudian menampakan keras tersebut pada wajah salah seorang dari mereka semua.


"Baca!" benatk pak Ogawa pada mereka semua.


Yah itu adalah suat izin penangkapan yang sudah dibuat dua bulan yang lalu.


"Kalian semua lebih biadab dari pada iblis!" lanjut pak Ogawa yang terus membentak dan mencacimaki mereka semua.


Meski berkali-kali ditanya hal yang sama mereka semua tetap menjawab tidak tau kemudian dengan terpaksa pak Ogawa menggunakan cara lain untuk membuat mereka bicara.


Entah mau dibawa kemana mereka semua pun dibawa keluar ruangan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Didepan sebuah rumah yang sangat besar dan mewah Lucifer terlihat berdiri dengan sebuah kantong mayat, kemudian ia mengetuk pintu beberapa kali sampai akhirnya pintu pun terbuka dan yang membukanya adalah anak kurohide yaitu jiro yamamoto.


Karena tidak mengenali lucifer, jiro pun bertanya ada perlu apa menemuinya dan lucifer langsung ke itunya ia mulai membuka kantong mayat yang isinya adalah mayat kurohide yaitu ayahnya jiro.


Seketika jiro terpaku melihat sang ayah yang sudah tidak bernyawa, ketika itulah lucifer beraksi ia terus membual tentang kejadian yang sebenarnya. Lidahnya sangat lihai dalam menghasut seseorang.


Sampai akhirnya lucifer menawari jiro untuk kerja sama membalas dendam kematian sang ayah kepada para exorcust, sebuah cincin dengan baju kecil berwarna merah gelap pun diberikan oleh lucifer pada jiro.


Tanpa berpikir dua kali jiro langsung mengambil dan memakai cincin tersebut, setelah jiro memakainya anehnya tidak terjadi apapun semuanya baik-baik saja. Entah apa yang sedang direncanakan lucifer dengan semua ini.


jiro pun mengajak Lucifer masuk kedalam rumah dan menyerahkan mayat sang ayah pada para pelayangnya untuk di makamkan dengan layak.


"Jadi sekarang apa?" tanya jiro setelah mereka berdua duduk diruang tamu.


Dan dengan senyuman liciknya lucifer mulai menjelaskan apa-apa saja dan rencana seperti apa yang harus dilakukan oleh jiro.


Sementara itu dipinggir jalan terlihat akito yang sedang berdiri dibawah lampu jalan dengan tubuh yang basah kuyup karena hujan, tidak lama kemudian fuyumi, sora, dan seichiro datang memayungi akito dari derasnya hujan.


"Ini sudah hampir dua bulan setelah katsugi meninggalkan kita, mungkin saat ini dia sedang marah-marah melihat kita selalu bersedih" ujar fuyumi yang mencoba menghentikan kesedihan akito.


"Sekarang aku sedang tidak sedih" jawab akito kemudian mengambil payung yang diberikan seichiro kepadanya.


"Lalu?" tanya sora.


"Tidak. Sudah lupakan saja, lebih baik kita pulang saja" potong seichiro, karena hari sudah semakin gelap dan lucifer pasti akan memarahi mereka karena kelayaban tanpa izin mereka pun berjalan kembali pulang.


"Dia rupanya, anak yang malang" ujar ogaki yang berada didalam cafe melihat akito dan yang lain berjalan melewatinya, dengan secangkir teh hangat menemani ogaki saat membaca buku yang kosong tanpa adanya tulisan apapun.


.


.


.


.


.


.


.


Benar saja tidak ada satu orang pun yang masuk ke kelas, karena ini Yamato dan yang lainnya memilih untuk kembali ke asrama sambil hujan-hujanan.


Setibanya di asrama mereka semua bergegas mengganti baju karena takut kena flu, di teras mereka semua berkumpul sambil berbincang memandangi hujan yang turun kecuali matsuya yang tidak terlihat ikut berkumpul.