
"Aku yang akan pergi menyusul Yamato, nanti akan ku hubungi juka butuh bantuan" ujar kapten Hideaki kemudian pergi bersama tamamonomae ketempat rubah putih yang mengikuti Yamato berada saat ini.
Jenazah pak kurudo pun segera di evakuasi ketempat yang lebih layak sebelum dilakukan pemakaman besok pagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya adiram sampai di kediaman lucifer, akito yang melihat adiram membawa Yamato mulai penasaran dan mencoba mencari tahu bersama teman-temannya yang lain.
Secara diam-diam akito dan yang lian mengikuti adiram sampai akhirnya iya masuk kedalam sebuah ruangan tempat lucifer berada.
"Kita harus masuk" bisik akiro namun sora menolaknya karna akan berbahaya jika mereka ketahuan.
"Bahkan dalam mimpi kau takkan pernah mendapatkan ku" ujar azir kemudian kedua warna matanya menjadi terang.
Dan dalam sekejap azir telah memegang kendali sepenuhnya atas Yamato, ia langsung menendang adiram membuatnya terhempas keluar ruangan membuat akito dan yang lain terkejut.
"Berengsek, kau tidak punya sopan santun dengan seorang raja" ujar Yamato yang kini telah dikendalikan raja azir.
"Heh. Bajingan, kau masih belum menyerah melakukan ini, yah?" lanjut aziri pada lucifer yang berdiri didepannya.
"Tidak, aku melakukan ini juga karena males menggunakan cara yang rumit" jawab lucifer kemudian menunjukkan sebuah kunci yaitu kunci yanh pernah diberikan ogaki sebelumnya.
"Yaampun. Kau sendiri aku juga males berurusan denganmu, lakukan itu dan lupakan aku" keluh azir pada lucifer setelah melihat kunci emas tersebut.
"Dasar makhluk ampas, aku benar-benar muak melihat waja mu" tambah azir lalu tiga senjata misterius yang pernah muncul beberapa kali itu kini kembali muncul melayang disekitar azir.
Bom.. Ledakan yang snagta benar pun terjadi, dari balik kepulan asap lucifer melompat keluar dari sana disusul oleh azir yang berjalan di udara dengan santai.
"Dasar Berengsek akan ku bunub kau saat ini juga!" kemudian azir menarik tali pada panahnya dan sebuah anak panah dengan api yang menyelimuti di balian matanya.
Bergegas lucifer menghindari anak panah yang melesat cepat kearahnya tapi tidak disangka anak panah itu mengikuti pergerakannya kemana pun iya pergi panah itu akan tetap mengikuti.
Saat sedang sibuk mencoba terlepas dari kejaran panah itu, tiba-tiba saja lucifer dibuat terkejut dengan kemunculan azir yang akan menebasnya dengan pedang yang memiliki ukiran petir dan terus mengeluarkan Sambaran listrik kuning.
Melihat dibelakang ada anak panah yang melaju cepat kearahnya semangat didepan mata ada azir dengan pedang petir nya yang akan menebas lehernya, namun di detik-detik terakhir lucifer langsung melompat untuk menghindari kedua serangan tersebut.
Apa yang dilakukan lucifer berhasil membuatnya terhindar dari pedang azir dan juga mengembalikan anak panah itu kembali pada pemiliknya, bukannya melukai azir anak panah itu langsung menghilang saat sedikit lagi akan mengenai azir.
Setelah beberapa terus menghindar dan menjaga jarak dengan azir akhirnya lucifer dan azir saling melancarkan serangan dari jarak dekat, azir dengan tiga senjatanya berhasil menekam lucifer yang hanya menggunakan sebuah belati.
Namun karena terlalu senang membuatnya malah memberikan kesempatan bagi lucifer untuk melancarkan serangan yang begitu fatal, yaitu lucifer berhasil membelah azir menjadi dua.
Meski dalam sekejap mata tubuhnya kembali seperti semula karena serangan ini juga baju yang digunakan Yamato terpotong, dengan tersenyum lebar azir merobek baju itu dan menunjukkan tubuh yang terbilang lumayan atletis, sebenarnya itu bukan bentuk tubuh Yamato melaian azir.
"Haahahahahah!" setelah tertawa azir langsung menyatukan telapak tangannya, tiba-tiba saja lucifer terdiam dan darah mulai keluar dari mata, telinga, hidung, dan mulutnya.
"Bom!" ucap azir dan Bom.. Lucifer meledak menjadi butiran daging kecil yang menyebar ke segala arah.
"wow. Gawat dia akan membakar tempat ini, cepat pergi" ajak leviethan kemudian mereka berdua pergi.
Hanya dengan satu anak panah saja bangunan yang didirikan lucifer terbakar dengan sangat hebat, syukurnya akito dan yang lain diselamatkan oleh adrom, zion, dan Arthur yang membawa mereka ketempat yang lebih aman.
"Yasudah, aku pergi!" api hitam mulai menyelimuti azir dan setelah hilang terlihat ia memakai baju seperti seorang kaisar yang terlihat begitu berwibawa.
Saat sedang berjalan terlihat kapten Hideaki yang baru datang bersama tamamonomae, iya terlihat begitu kelelahan karena mobil tidak bisa melewati hitam ini ditambah jalan yang menanjak.
Melihat penampilan Yamato, dengan rambut putih, mata merah pekat, dan suara yang berat membuat iya sadar kalau saat ini itu bukan Yamato melainkan azir. Setelah sedikit mengobrol azir pun menghilang didalam kobaran api hitam yang menyelimutinya.
"Kita harus segera kembali" ujar kapten Hideaki lalu bergegas kembali, sementara tammonomae hanya terdiam ditempatnya. Menyadari hal tersebut membuat kapten Hideaki berbalik dan berdiri menatap tamamonomae sambil tersenyum.
Dan tamamonomae pun berubah kembali menjadi setets darah mendiang kap kurudo, melihat ada setangkai bunga liar didekatnya kapten Hideaki mengambil bunga itu lalu meletakkannya di atas tetesan darah itu sambil mengucapkan terimakasih atas bantuannya
Lalu ia berlari kembali.
"Sudah mulai aktif ya'kan" ujar ogaki yang berjalan menyusul azir dari belakang.
mendengar suara ogaki azir hanya bisa memasang wajah malahnya kemudian berbalik padanya, kemudian ogki mulai menggoda azir perlahan azir mulai terpancing emosi karena ogaki yang terus mengsatir dirinya.
"Diam kau!" teriak azir lalu mengangkat pedangnya mengejar ogaki, seperti anak kecil mereka berdua malah kejar-kejaran didalam hutan.
"Kembali kau anak haram!" teriak azir yang terus berlari mengejar ogaki sambil mengibas-ngibaskan pedangmya.
"Hahahahah...Kenapa lari mu sangat lambat? Apa kau sudah benar-benar menua?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau membuat taruhan kami menjadi tidak ada artinya" keluh leviethan yang berdiri ditempat lucifer hancur menjadi berkeping-keping.
"Waaaa..!! Aku mulai ngantuk. Oi, akan sampai akan kau berdiam diri disitu" sahut belial.
"Sepertinya kita harus menggunakan jalan kedua, azir benar-benar sulit ditaklukan" jawab lucifer yang berjalan keliar dari dalam gelapnya hutan.
"Terserah. kami ikut saja, kau yang menentukan rencananya" jawab leviethan.
"Levi ayo pulang, kau tidak punya tempat tinggal lagi bukan? Mau ikut dengan kami. Setidaknya bar ku cukup luas menampung kalian" tapi ajakan belial ditolak oleh lucifer.
Karena tidak peduli lagi mereka berdua pun berjalan bersama kembali, meninggalkan lucifer yang berjalan untuk menyusul akito dan yang lainnya didalam hutan.
"Aku harus segera menemukan tempat menara itu terkubur, dan ritual pembangkitannya akan mudah dilakukan" gumam lucifer.