
"hyemi, kamu menggumam apa sih?". tanya yoojin.
"ah...yoojin..." dalam hati hyemi ( aduh nyaris saja yoojin mendengar omongan ku.).
"dari mana kamu?". tanya yoojin.
"ah... aku bertemu temanku, kalau kamu sendiri dari mana?". kata hyemi.
"aku pergi ke toko buku, apa kamu mau pergi?! yuk jalan bareng aja." ajak yoojin.
"ah... tentu." kata hyemi menyetujui ajakan yoojin dan mereka berjalan bersama.
( ada apa ini padahal aku cuma berjalan bersama, tapi kenapa aku jadi gugul begini ) gumam hyemi dalam hati dan jantungnya yang berdegup kencang.
( tapi....ini bukan berarti aku menyukai dia?. kenapa, aku mau..., mencium... ayam. ) lamunan hyemi dikejutkan dengan suara yoojin yang memanggilnya.
"hyemi, kamu gak apa2 kan? kenapa wajahmu merah sekali. apa kamu sakit." tanya yoojin sembari menyentuh pipi hyemi.
"hyemi..." ucap yoojin lagi.
( gak mungkin..., ini gak mungkin kan... tunggu dulu, apa aku... jatuh cinta dengan ayam..?".) kata hyemi dalam hati sambil menatap yoojin.
"hyemi. kamu gak apa2 kan?." tanya yoojin.
"ya aku gak apa2". kata hyemi. mereka berjalan menuju kafe terdekat untuk minum kopi.
hyemi mengingat masa lalunya waktu sekolah.
" aku... aku suka padamu, sudah lama aku mengamatimu dan ada berita burung tentang kamu. ta... tapi aku tidak peduli mau tipe orang seperti apa kamu aku akan selalu mendukungmu. ja... jadi kumohon jadilah pacarku.!!" kata laki2 yang menyukai hyemi waktu SMA.
"maaf, kamu kurang lezat..". kata hyemi dan berjalan meninggalkan laki2 itu.
"kurang lezat apa maksudmu hyemi...!!" teriak laki2 itu.
( ada banyak laki2 yang suka sama aku, tapi aku gak faham bagaimana rasanya menyukai seseorang. apalagi bagiku, manusia itu gak lebih dari sekedar buruan.... dan sekarang aku jatuh cinta sama manusia???... "dokter bagaimana ini. .." seperti kata JB aku tidak bisa membedakan antara mangsa yang lezat dengan cinta... ya pasti begitu. gak mungkin aku bisa suka sama manusia.!! ) dalam hati hyemi bergumam dan berkhayal panjang.
"hyemi, kamu baik baik saja kan?... barusan wajah kamu memerah." kata yoojin membuyarkan lamunan hyemi.
"apa kamu gak suka tempat ini?.. atau kamu merasa gak enak?. kita oulang aja kalau gitu." kata yoojin.
"emh... enggak, aku gak apa apa kok." kata hyemi.
( tenang kan dirimu hyemi... aku cuma bingung aja, itu gak masuk akal. lihatlah dia hanya manusia... walaupun dia serupa dengan kita tapi tetap saja dia hanya manusia...) hyemi kembali bicara dengan dirinya sendiri...
( ini seperti,.. "halo teman2 kenalin ini oacar aku mr.ayam, aku tau dia ini cuma makanan. tapi kita berdua saling mencintai". idiot banget sih.. gak lah gak mungkin itu sangat menggelikan.) hyemi berkhayal memeluk ayam goreng.
"jadi menurut kamu bagaimana hyemi??.." tanya yoojin.
"ma..maaf tentang apa ya??.." jawab hyemi.
"hyemi, dari tadi kamu gak dengerin aku yaa..??" kata yoojin.
"ah.. maaf aku tadi lagi mikirin hal lain, jadi tadi kamu bicara tentang apa..??" tanya hyemi sambil meminum kopi.
"aku rasa aku bakan sibuk banget karna novel baru yang akan aku buat." kata yoojin.
"jenis novelnya berbeda dari yang aku buat biasanya... jadi banyak yang harus aku riset lagi." kata yoojin.
"owh iya gak apa2 donk kamu jadi punya kesibukan sendiri.." kata hyemi menyemangati yoojin.
"eh... kenapa tiba tiba begini sih?.." kata hyemi kaget mendengar yoojin mengajaknya bepergian.
"yah... sebenarnya ini bukan jalan jalan sih.., cuma ada tempat yang ingin aku kunjungi. dan lokasinya gak jauh dari sini. kali ini aku cuma ingin pergi bersamamu.. cuma kita berdua itupun kalau kamu tidak keberatan". kata yoojin.
dalamhati hyemi ( cuma kita berdua saja nih.)
"cu..cuma berdua saja??" tanya hyemi..
"tu, tunggu bukan itu maksudku.!! ku fikir bakan menyenangkan kalau bisa rekreasi sebentar. kamu jangan salah sangka!!." kata yoojin menjelaskan pada hyemi.
"ah iya aku tau.. aku cuma sedikit kaget aja." kata hyemi sambil tersenyum.
"kamu tau kan kalau kita berjanji untuk cuma berpegangan tangan. jadi jangan khawatir." kata yoojin.
"apa...!! eh... iya kamu benar.." jawab hyemi gugup.
( hah... tunggu, apa sih yang sedang aku fikirkan.??. sebenarnya berpegangan tangan saja sudah cukup bagiku untuk menyerap energi. tapi saat aku dengar hal tadi... kenapa ya, aku kok merasa kecewa.!! apa sih yang aku harapkan darinya??.) gumam hyemi dalam hati, tiba2 dia membayangkan yoojin mengenakan baju seksi seperti di mimpinya waktu itu..
( hyemi.. datanglah padaku. ) kata yoojin di hayalan hyemi.
ditempat syuting hyemi bingung dengan perasaan nya dan membuatnya tidak konsetrasi, tanpa sadar dia mengekspresikan kekesalan nya sendir.
"uh... tunggu dulu!! tidak, jangan..!! pergi, sana pergi..!! dia itu mangsamu, berhentilah menghayal yang bukan bukan..!!!". kata hyemi, kemudian sutradara memanggilnya.
"hyemi, tolong siap siap untuk pemotretan selanjutnya." kata sutradara itu, kemudian pergi.
"baiklah." kata hyemi sambil memegang kepalanya.
"sungguh bodoh, apa yang sedang aku pikirkan...!!! guman hyemi, dan kemudian melanjutkan pemotretan nya.
yoojin pergi ke klinik baek hee untuk melanjtukan pengobatan nya....
"ok, sekarang cobalah memegang dan *** sampah kertas ini." kata baek hee, dengan meletak kan sampah kertas dan kaleng di meja. yoojin yang berusaha memegang sampah itu merasa gemetaran karna madih merasa jijik, tapi akhirnya yoojin berhasil memegang sampah2 itu dengan tangannya yang gemetaran....
"wow hebat..!! kamu sanggup memegang dan *** sampah itu dengan tanganmu langsung, waaahh perkembanganmu maju pesat yaaa..." kata hyemi dengan tersenyum. sedangkan yoojin yang memegang sampah jantung nya sudah dag dig dug mau copot. dan langsung membuang sampah itu.
"sudah cukup untuk hari ini. ah cuci tangan mu setelah 30 menit ya.." kata baek hee sambil menulis perkembangan yoojin.
"apa...!! 3...30 menit??." kata yoojin dengan wajah yang pucat karna sudah tidak tahan ingin segera mencuci tangan nya.
"aku tau hal ini membuamu gelisah, tapi cobalah untuk bertahan. dunia ini gak akan kiamat kok kalau kamu gak cuci tangan, sebenarnya kamu juga tau itu kan..??." kata baek hee menenangkan yoojin.
yoojin hanya terdiam menatap tangan nya.
"ngomong2 apa ada masalah dengan hyem.??". tanya baek hee.
"maaf, maksud kamu masalah apa?.." jawab yoojin heran.
"apa ada hubungan fisik???." kata baek hee sambil tersenyum.
"ah, aku bertanya karna aku psikiatermu, jadi kamu bebas bercerita apa pun kepadaku." kata baek hee penasaran.
"kami berpegangan tangan, sejauh ini hanya itu yang kami lakukan". jawa yoojin.
"hmm itu sudah cukup. karena berpegangan tangan sudah cukup untukmu.." kata baek hee sambil tersenyum.