
"hye mi, tunggu dulu. kalau ada waktu kemarilah! orang yang bertugas dimajalah fashion baru dari penerbit book facory ada disini. kemarilah dan sapa dia." kata pil suk.
"ini adalah shiwan shin. dia ingin kamu menjadi gadis sampul pertamanya." ucap pil suk.
( apa apaan sih, ) hye mi kesal saat melihat shiwan.
"sudah lama nggak ketemu ya, kamu terlihat sehat." sapa shiwan.
"aku sehat karena selama ini tidak oernah ketemu orang yanv menyebalkan. tapi sepertinya hal ini akan berakhir." jawab hye mi.
"kamu tetap kasar seperti biasanya. wajahmu yang dingin dan tanpa ekspresi juga masih sama. kurasa ini lebih baik, dari pada wajah kekanak kanakan yang nggak bisa menyembunyikan emosinya." kata shiwan.
"eh, ma, maaf. sepertinya kalian bisa melanjutkan perkenalan nya di tempat lain saja. agar privasinya bisa lebih terjaga." selang pil suk.
"langsung saja, dan cepat pergi dari sini. kita juga nggak bakal tahan lama untuk ngobrol sok akrab kayak gini." kata hye mi.
"jangan terlalu kasar sesama vampir, terutama mulai sekarang kita berdua akan lebih sering ketemu." kata shiwan.
"heh, lagi pula kenapa tiba tiba tertarik dengan majalah fashion? kupikir kamu lebih suka mengerjakan karya fiksi." kata hye mi.
"itu juga bukan kemauan ku kok. orang yang bertanggung jawab menghilang." jawab shiwan.
"menghilang?" kata hye mi.
"dia seperti lenyap ditelan bumi. ladahal proyekny sudah ditahap akrir, jadi untuk sementara aku yang menggantikan nya. aku ini punya banyak bakat, jadi hal seperti ini bukan masalah bagiku." kata shiwan.
"dan aku mungkin akan mempekerjakan rekan sesama vampir juga, jadi aku berusaha agar kamu yang menjadi model utamanya." kata shiwan.
"iya, iya aku berterima kasih.!" jawab hye mi.
"ngomong ngomong, bagaimana hubunganmu dengan nya?" tanya shiwan.
"hahaha, bagus sekali. kami jadi benar benar saling mencintai satu sama lain setelah kamu pergi dari hadapan kami." jawab hye mi.
"hmm padahal itu kan cuma cinta monyet!" kata shiwan.
"itu nggak benar, memangnya kamu siapa bisa menilai perasaan kami." kata hye mi.
"jadi menurutmu itu apa? kamu nggak berharap ini akan menjadi cinta sejati atau semacamnya kan?! aku tidak bisa mengabaikan fakta bahwa kalian itu berbeda spesies. apa pun yang kamu lakukan, dia tetaplah manusia. dan kamu ini adalah vampir penghisap energi manusia." kata shiwan.
"apa? memangnya kenapa? makasih! aku juga sudah tau hal itu." jawab hye mi.
"bukan itu masalanya, bagiku yoo jin itu bukanlah mangsa ataupun tujuanku memenuhi rasa laparku. kalau kami sama sama salimg memahami dan menyayangi satu sama lain, kami akan bisa menghadapi semua hambatan yang ada. jadi,, jangan ganggu yoo jin. nggak ada ruang sejengkalpun bagimu." kata hye mi.
"aku nggak bisa melakukan nya. karena aku juga mengejar yang terbaik. aku senang bisa ngobrol denganmu, aku akan mengabari agensimu untuk kepastian tanggal syutingnya. sampai jumpa lagi." shiwan kemudian pergi.
( yang terbaik? dia ngomong apaan sih! benar benar menyebalkan. ) gumam hye mi.
"wow, kamu sendiri yang memasak semua masakan ini?" tanya hye mmi yang duduk di meja makan yoo jin.
"silahkan dinikmati, makan seadanya ya!!" kata yoo jin.
( lezat sekali, makananku sebelum nya terasa sampah. ) gumam hye mi yang mulai makan.
"jadi, gimana enak nggak?" tanya yoo jin.
" iya, lezat sekali. apa ada yang nggak bisa kamu kerjakan? kamu juga ikut makan dong!" kata hye mi.
( ah, aku benar kan. lihatlah kami saling menyayangi satu sama lain.) gumam hye mi.
"hye mi, apa besok kamu ada waktu? " tanya yoo jin.
"besok? besok ada apa ya!" tanya hye mi.
"aku akan mampir ke klinik besok, karena kebiasaan buruk ku mulai sembuh. kalau kamu nggak sibuk, kamu mau nggak menemaniku." tanya yoo jin.
"ah, kalau kamu mau menemui kakak ku sebaiknya aku nggak ikut." jawab hye mi.
( siapa yamg tau, apa yang akan dia lakukan lagi kepadaku.) gumam hye mi.
"eh, kupikir kalian berdua akrab?." kata yoo jin.
"iya, kami berdua memang akrab, tapi kadang kadang rumit juga. dia itu terlalu melindungi ku, aku jadi merasa terlalu di awasi." jawab hye mi.
"ah, kalau begitj biar aku pergi sendiri saja besok." kata yoo jin.
"baiklah, aku akan menunggu disekitar sana setelah pulang kerja. nanti kita pulang sama sama." kata hye mi.
"halo JB." baek hee menelpon JB.
"ya!" jawab JB.
"kenapa hp kamu nggak aktif? aku jadi khawatir. bagaimana keadaan kamu, kudengar kamu sakit. maaf baru menghubungimu sekarang, aku baru saja membaca beritanya." kata baek hee.
"kamu jangan memikirkan hye mi terus, pikirkan juga dirimu sendiri. kalau kamu yerus mengabaikan dirimu..." ucapan baek hee terhenti.
"baek hee... maaf, aku sudah nggak tahan lagi. kurasa aku sudah tidak bisa melindunginya lagi." JB langsung menutup ponselnya.
"uh! menyebalkan, apa sih sebenarnya yang terjadi. JB langsung menutup ponsel nya setelah bilang nggak bisa menjaga hye mi lagi. aku harus menyiksa hye mi atau gimana sih agar dia mau mengatakan semuanya padaku." baek hee sangat geram dan juga penasaran.
"dokter, jin yoo jin ingin menemuimu". kata asisten baek hee.
"baiklah, suruh dia masuk." jawab baek hee.
( sudah ku duga, setelah dia bilang ingin merdeka, pasti akan timbul masalah. hye mi, kamu tunggu saja! kalau perlu aku akan membuatmu bertekuk lutut. ) gumam baek hee.
"masuklah yoo jin, sudah lama sekali ya." sapa baek hee dengan tersenyum.
"benar sudah lama sekali." jawab yoo jin.
mereka berdua duduk dan memulai konseling.
"perkembanganmu pesat sekali, dan proses penyembuhanmu sudah banyak kemajuan. kalau terapinya kita lanjutkan terus seperti ini, kamu nggak akan mengalami masalah lagi dalam kehidupanmu." kata baek hee.
"semua perkembanganku ini berkat kamu. aku sangat berterima kasih padamu dokter, dan juga pada hye mi." jawab yoo jin.
"nggak, ini semua karena kamu mempercayai dan mengikuti petunjukku. jadi, kamu dan hye mi bagaimana, apakah baik baik saja? dia sudah lama nggak menghubungi ku." kata baek hee.
"ah, ya. kami berdua sangat baik kok." jawab yoo jin.
"bagaimana dengan sentuhan fisiknya? apa kamu sering menggandeng tangan nya? cobalah untuk menggenggam nya selama 10 menit." baek hee mencoba memancing yoo jin.
"sebenarnya sudah banyak kemajuan sekarang. paling nggak kalau bersama hye mi aku sudah nggak merasa gelisah lagi." kata yoojin.