
"jadi, kamu juga bisa berhenti melakukan ini." kata hye mi.
"baiklah, aku mengerti. kalau begitu lakukan saja apa yang kamu mau." kata baek hee.
hye mi pergi meninggalkan baek hee di mobil.
"ya, lakukan saja semaumu. itu nggak masalah, karena itu nggak akan berhasil buat kalian berdua." kata baek hee.
hye mi langsung menghampiri rumah yoo jin;
"ting tong." hye mi mebunyikan bel rumah yoo jin.
"ya, siapa?" kata yoo jin sambil membuka kan pintu.
"yoo jin, aku pulang.!!" hye mi yang sangat senang bisa bertemu yoo jin lagi, dan hye mi langsung memeluk yoo jin.
"hye, hye mi. apa yang terjadi, kamu nggak memberitauku kalau kamu akan pulang!." kata yoo jin kaget.
"aku ingin memberimu kejutan, jadi aku nggal menelpon kamu terlebih dahulu. apa kamu nggak melihat hape kamu bersinar?" tanya hye mi.
"ah, aku sibuk sekali jadi nggak sempat lihat hape." jawab yoo jin.
"apa kamu bersenang - senang sambil menungguku kembali? ada kabar baru apa?" tanya hye mi.
"ah, nggak ada. nggak juga kok. kalau kamu?." jawab yoo jin.
"aku sama sekali nggak menikmatinya, ayah selalu mengawasiku setiap saat. dan benar - benar nggak membiarkanku melakukan apa pun, dia bahkan membuntutiku ketempat kerja!" kata hye mi.
"begitu ya, pasti berat sakali." jawab yoo jin.
"tapi setidaknya semua itu sudah berlalu, sekarang aku bebas memelukmu seperti ini.! sekarang nggak ada orang yang akan mengganggu kita, jadi kita bisa menghabiskan waktu bersama - sama. hei yoojin, malam ini sebaiknya kita...." ucapan hye mi terhenti.
"hye mi, maaf. sekarang aku lagi ada pekerjaan. kita bertemu besok saja ya.! kamu mungkin juga capek, kadi istirahatlah dulu." kata yoo jin menyela ucapan hye mi.
"ah, baiklah. selamat bekerja dan sampai jumpa besok." kata hye mi.
"kamu juga istirahatlah" jawab yoo jin sambil menutup pintunya.
"apa - apaan sih! mungkin dia benar - benar sibuk. aku bahkan mengahrapkan pertemuan yang lebih romantis. aku ingin menghabiskan hari ini bersama - sama, tapi... baiklah toh masih ada hari esok. sekarang baik baek hee maupun ayah nggak akan ikut campur. jadi aku punya kesempatan!" kata hye mi kemudian masuk kedalam rumahnya.
di dalam rumah yoo jin mengingat apa yang dia dan baek hee bicarakan.
"apa kamu tau kenapa dia mau menjadi pacarmu? apa kamu nggak pernah berfikir dia punya alasan lain?" kata baek hee.
"alasan lain?" kata yoo jin.
"aku bisa langsung tau sebelum kamu bicara, bahwa perasaanmu pada hye mi memang murni. jadi untuk mengatakan hal ini sangatlah sulit dan nggak nyaman bagiku. tapi, kurasa kamu harus tau sebelum nantinya kamu akan terluka." kata baek hee.
"apa sebenarnya yang ingin kamu katakan?" tanya yoo jin penasaran.
"dengarkan aku yoo jin, hye mi itu cuma memburumu." kata baek hee.
"memburu?!" kata yok jin heran.
"aku nggak tau kamu sadar apa nggak. tapi hye mi relatif lebih terobsesi dengan hubungan fisik, jadi dia tidak pernah terlibat dalam hubungan asmara yang serius. baginya pacaran hanyalah alat untuk mendapatkan akses ke orang lain. setelah hubungan kalian semakin dalam ke arah hubungan fisik tertentu, dia pasti akan meninggalkanmu." kata baek hee.
"itu...! hye mi nggak akan begitu." jawab yoo jin.
"awalnya dia menemuiku untuk meminta bantuanku menangani OCD mu, dan lalu dia memintaku untuk menyembuhkanmu agar dia bisa menyentuhmu. sekarang dia memacarimu karena dengan begitu, dia akan bebas melakukan hubungan fisik dengamu. mengapa dia ingin begitu membantumu, padahal dia nggak begitu mengenalmu. apakah menurutmu itu tidak aneh?" kata baek hee.
keesokan harinya;
"yoo jin, apa sih yang sedang kamu pikirkan? kamu baim - baik saja kan?" tanya hye mi.
"oh, iya." kata yoo jin.
"ada masalah ya? kamu seperti lagi banyak pikiran." kata hye mi.
"ah, nggak cuma masalah pekerjaan." jawab yoo jin.
"ah, begitu. aku sudah lama nggak menemuimu dab kamu masih nggak mau mendengarlanku, malah memikirkan pekerjaan." bye mi merasa kecewa.
"ma, maaf. hanya saja ada satu bagian yang nggak bisa ku selesaikan." kata yoo jin merasa nggak enak karena membuat hye mi kecewa.
"bagian apa itu? kamu bilang ini cerita seram kan? kamu harus menceritakan nya padaku siapa tau aku bisa bantu." kata hye mi.
"eh, apa ya! emh, jadi karakter utamanya melakukan pembunuhan, dan saat tiba waktu untuk menyingkirkan mayatnya agak sedikit..." ucapan yoo jin di sela oleh hye mi.
"bagus! serahkan saja padaku." kata hye mi.
"apa?" kata yoo jin.
"ikuti aku, kita harus segera berangkat sebelum gelap." kata hye mi.
"tu, tunggu dulu hye mi.!!" teriak yoo jin.
hye mi mengajak yoo jin ke gunung baekdo;
"kenapa kita kemari?" tanya yoo jin.
"cerita seram biasanya terjadi ditempat yang jarang dikunjungi, seperti di gunung. aku bacar disebuah buku bahwa idw kreatif itu nggak akan muncul kalau cuma terkurung di dalam rumah. dengan datang kemari, kamu akan terbawa suasana dan kamu pasti akan dapat inspirasi. dulu aku pernah kemari untuk pemotreran, kalau kamu terus mengikuti jalan ini, disana ada tempat yang lebih sepi. kita kesana dulu yuk!" kata hye mi dengan penuh semangat.
yoo jin hanya terdiam dan mengikuti hye mi.
"ngomong - ngomong warna daun nya cerah ya!" kata hye mi.
"iya, ini kan sudah hampir oktober." jawab yoo jin.
"kita dulu berjumpa saat musim semi, jadi waktu sudah cepat berlalu." kata hye yoo jin.
"iya, siapa yang menyangka kalau kita akan melakukan hal ini, aku senang sekali bahwa kita bisa bergandengan tangan sepeti ini. awalnya penyakit OCD mu parah sekali, aku bahkan nggak bisa menyentuhmu. kurasa semua kerjaa keras akan membuahkan hasil." kata hye mi sambil menggandeng tangan yoo jin.
"hye mi, aku.." kata yoo jin.
"eh, yoo jin lihat!! disini ada sebuah sumur tua, menurutmu bagaimana?" kata hye mi sambil mendekati sumur tua itu.
"ba, bagus" jawab yoo jin.
"lumayan keren kan? disini orang jarang datang kemari dan kalau malam di sini cukup menyeramkan." kata hye mi.
"oh, begitu." jawab yoo jin.
"bagaimana kalau di sini yoo jin! sipelaku menyembunyikan mayatnya ditempat ini! " kata hye mi.
"hye, hye mi, kamu nggak perlu repot - repot begitu." kata yoo jin.