
"maaf memanggilmu secara tiba tiba. aku sudah memikirkan nya dengan masak masak, setelah mendengarkan ucapanmu, sepertinya aku nggak bisa menemuinya sekarang." kata hye mi.
"jadi, apa kamu sudah memikirkan nya?" tanya samdong.
"sejujurnya aku masih bingung, aku nggak tau harus bagaimana. tapi menangis dan menyesali diri, nggak akan menyelesaikan masalah. aku bahkan nggak bisa membayangkan betapa berharganya aku baginya, atau betapa terlukanya dia karena ku. dan aku benar benar menyesal karena nya.!! tapi, aku masih tetap menyukai yoo jin. agar aku tidak membuat JB lebih menderita lagi. kurasa aku harus jujur pada diriku sendiri." kata hye mi.
"kurasa aku akan membuatnya lebih terluka lagi kalau aku nggak segera membuat keputusan karena bingung.!! dia memang penting bagiku, dan itu nggak akan berubah sampai kapan pun. tapi, aku nggak bisa menganggapnya lebih dari sekedar teman. sejujurnya aku nggak mau kehilangan dia, tapi serakah namanya kalau aku tetap ingin menjadi sahabatnya seperti selama ini.!! kalau harus ada yang terluka kali ini, biar aku saja yang terluka." kata hye mi dengan wajah yang sangat sedih.
"aku senang, karena kamulah orangnya. terima kasih sudah tidak bersikap egois!!" kata samdong.
"kalau aku egois, dia akan lebih terluka lagi. ini memang akan terjadi suatu hari nanti, dia pasti akan membaik dengan seiring berjalan nya waktu." jawab hye mi.
"yah, semoga saja dia akan kembali lagi. sementara ini biar aku yang menemaninya, kamu jangan khawatir." kata samdong.
"um, samdong. terima kasih karena kamu sudah mau mendengarkan ku, dan mencoba melindunginya.!!" kata hye mi.
"dasar bodoh, kita ini kan berteman." jawab samdong.
"kamu yakin nggak mau kuantar?" tanya samdong.
"nggak apa apa, sudah dekat kok dari sini." jawab hye mi.
"eh, hye mi. apakah aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya samdong.
"boleh, kamu mau tanya apa?" jawab hye mi yang berdiri didepan pintu kafe.
"kenapa kamu menyukai cowok itu? apa karena energinya enak?!" tanya samdong.
"yah, awalnya kupikir itulah alasan nya. tapi sekarang aku nggak tau alasan nya, aku cuma tau, aku suka dia." jawab hye mi sambil tersenyum.
"begitu ya!!" samdong melihag hye mi sudah berjalan jauh didepan nya.
"hye mi, apa kamu ada dibawah?" yoo jin mencari hye mi.
( aku pergi tanpa membangunkanmu, tidurlah yang nyenyak.) hye mi menulis surat diatas meja yoo jin.
"dia sudah pergi. aku ini gampang terbangun, tapi aku malah tertidur tanpa menyadari dia pergi!" kata yoo jin membaca surat hye mi.
( dan tidur selama ini, apa yang aku lakukan? semalam tanpa sadar aku ingin memeluknya.) gumam yoo jin.
tiba tiba hp yoo jin berdering.
"ah, yoo jin kamu sudah bangun?" hye mi menelpon yoo jin.
"hye mi, maaf ya. aku bahkan nggak sadar kalau kamu sudah pergi. apa kamu sudah makan? seharusnya aku membuatkanmu makanan sebelum kamu pergi." kata yoo jin.
"nggak, aku baik baik saja kok. aku merasa segar sekali hari ini. walau aku nggak sempat makan apa pun." jawab hye mi.
"tapi tetap saja, sebaiknya kamu harus makan." kata yoo jin.
"hei yoo jin. aku suka padamu!! aku suka padamu yoo jin. aku cuma mau bilang itu." kata hye mi.
"iya, nanti hati hati jalan nya ya. dan lain kali kita sarapan bareng." kata yoo jin yang jantungnya berdetak kencang mendengar ucapan hye mi.
hye mi mulai belajar memasak, dia menghias makanan untuk yoo jin.
"bagus!! sudah selesai. kurasa ini sudah kelihatan bagus, lumayan untuk percobaan pertama. mungkin aku berbakat memasak!! hahaha. aku sudah membuatnya pingsan akhir akhir ini, jadi aku menyiapkan makanan ini karena merasa bersalah. tapi, rasanya lezat nggak ya? semoga dia menyukainya.!! kata hye mi.
dalam mimpi yoo jin hye mi memanggilnya.
"yoo jin!" kata hye mi.
"ngapain kamu disitu? kemarilah dan peluk aku.!" kata hyemi dengan sangat seksi.
yoo jin langsung bangun dari tidurnya.
"mimpi macam apa itu?" gumam yoo jin.
tiba tiba ada yang membunyikan bel rumah yoo jin.
"hye mi, ngapain pagi pagi kesini?" tanya yoo jin.
"aku cuma mau mapir sebentar sebelum berangkat ke kantor. kamu masih belum sarapan kan! aku sudah membuatkan makanan untukmu." kata hye mi.
"apa benar kamu yang membuat ink sendiri?" tanya yoo jin.
"ini pertama kalinya aku membuatnya, jadi mungkin nggak terlalu enak. tapi dicoba ya!!" kata hye mi.
"terima kasih teraktiran nya." yoo jin mulai memakan makanan hye mi.
( a, asin ) guma yoo jin.
"bagaimana rasanya enak nggak?" tanya hye mi.
"ya, ini enak. le, lezat sekali." yoo jin memakan nya dengan lahap seakan akan makanan itu tidak asin.
"wow! benarkah? syukurlah!! aku sudah khawatir, karena aku memasaknya tanpa mencicipinya.
"tapi, kenapa kamj nggak ikut makan?" tanya yoo jin.
"aku nggak usahlah, aku membuatkan nya khusus untukmu." kata hye mi.
"tapi..." ucapan yoo jin terhenti.
"cuma ini yang kubutuhkan". hye mi memegang tangan yoo jin.
"dengan memegang tanganmu saja, akubsudah kenyang." kata hye mi sambil tersenyum menatap yoo jin.
"jadi, silahkan makan sebanyak yang kamu mau." ucap hye mi.
"trima kasih hye mi, kamu benar benar perhatian padaku." kata yoo jin tersenyum.
"nggak kok, ini sih nggak ada apa apa nya. kamu selalu melakukan banyak hal untuk ku," kata hye mi.
"banyak hal?!" tanya yoo jin.
"maksudku, aku sudah banyak menerima dari mu dengan bermacam cara. seperti dukungan moral! yah, sesuatu seperti itulah. hahaha" kata hye mi.
"aku jadi teratur makan berkat kamu. aku akan masakan makan malam untuk mu nanti!!" kata yoo jin.
"benarkah!! aku sungguh beruntung. nanti kukabari kamu sepulang kerja. selamat bersenang senang, sampai nanti!!" hye mi pun pergi bekerja.
"yah bagus seperti itu." kata photografer hye mi.
"lebih dekat." photografer menyuruh nye mi menyentuh dada model cowok.
"baiklah selesai, lerja bagus semuanya!!" kata photografer itu.
( model hari ini memiliki energi yang lumayan bagus. tapi yoo jin memiliki energi yang lebih bagus lagi. kalau dipikir pikir aku sudah lama nggak berburu lagi, aku nggak pernah bersentuhan dengan manusia lain kecuali yoo jin. kalau dipikir pikir apa yang dikatakan samdong, awalnya memang karna dia terasa nikmat! itulah alasan satu satunya untuk menemui dia. tapi sekarang, aku menyukai dia apa adanya. dia membuatku merasa nyaman dan juga bisa diandalkan, kadang kadan aku menjadi lupa kalau dia itu adalah manusia.) gumam hye mi.