
( aku takut pada manusia? lucu sekali! ) gumam Shiwan.
"Yoo jin, Yoo jin bangun. Ku mohon!" lata Hye mi.
Saat hye mi mau menyentuh Yoo Jin, dia terhenti saat mengingat ucapan Shiwan. Hye mi takut kalau dia menyentuh Yoo Jin, Yoo jin akan kehilangan nyawanya.
Kemudian hye mi mengambil keputusan untuk menelpon baek hee.
"halo hye mi kamu dimana? kamu itu pergi kemana sih!" kata baek hee.
"kak tolong! ku mohon, tolong selamatkan Yoo Jin. karena aku, karena aku nggak bisa menyentuhnya!" kata hye mi sambil menangis.
"Hye mi! tunggu aku segera kesana." kata bek hee.
Baek hee membawa ambulance menuju apartemen yoo jin, kemudian yoo jij segera dibawa ketumah sakit.
"dokter, gimana keadaan yoo jin?" tanya hye mi.
"dia tidak sadarkan diri, bahkan nyaris kegilangan nyawanya. Tapi kami tidak bisa menemukan penyebabnya, nggak ada lagi yang bisa kami lakukan saat ini. Kalau begini terus, anda harus bersiap - siap!" kata doktet itu.
"pembohong! itu nggak mungkin, kamu bohong. kenapa yoo jin, kenapa! bangunlah yoo jin, buka matamu. Jangan bercanda, bangunlah yoo jin! yoo jin, kumohon bangunlah." kata hye mi sambil menangis.
"hye mi, jangan lakukan ini. Tenanglah!" kata Baek hee.
"lepaskan aku!!" teriak hye mi.
"nggak akan ada yang berubah meskipun kamu melakukan ini! kendalikan dirimu Gi Hye Mi." kata Baek Hee.
"tapi, tapi dokter itu bilang kalau yoo jin akan meninggal. Nggak mungkin, yoo jin disini, dia ada disini! tapi, tapi dia akan mati. Sekarang walaupun aku ingin melihatnya dan menemuinya, dia akan pergi! bagaimana bisa? bagaimana bisa aku merelakannya pergi, bagaimana aku bisa hidup kalau yoo jin tidak ada di dunia ini! nggak!! bukan ini yang aku inginkan. jadi jangan pergi yoo jin, jangan pergi!!" kata hye mi.
Hye mi kemudian mengingat pertemuan terakhirnya bersama yoo jin waktu itu.
("hye mi..!" kata yoo jin.
Yoo jin melihat aksesoris hp nya menyala dan dia langsung berlari keluar.
"hye mi! hye mi kamu dimana? keluarlah, ku mohon. Hye mi kamu dengar aku kan? Hye mi, aku menerimanya! walaupun kamu bukan manusia, meskipun kamu seorang vampir, itu tidak masalah bagiku. Karena orang itu harus kamu, aku nggak peduli kalau aku harus mati! jadi kumohon keluarlah, kumohon jangan pergi. Aku membutuhkanmu hye mi, jangan pergi!!" teriak yoo jin ditengah derasnya hujan.
Hye mi yang sedang bersembunyi dari yoo jin menangis setelah mendengar ucapan yoo jin.
"maaf, maafkan aku yoo jin, karena aku nggak bisa berada disisimu." kata hye mi.
hye mi terkejut karena yoo jin ternyata sudah ada didepannya.
"yoo jin!" kata hye mi.
"tunggu! aku nggak akan mendekat, aku nggak akan menyentuhmu juga. Meskipun cuma sebentar nggak apa - apa, tinggalah bersamaku!" kata Yoo Jin.
Didalam rumah Yoo jin, hye mi dan yoo jin berjauhan, mereka cuma bisa saling memandang. Hye mi menggunakan selimut untuk mengeringkan badannya.
"apakah harus seperti ini?" kata Yoo Jin.
"kita tidak bisa bersentuhan!" kata Hye mi.
"rasanya aku seperti bermimpi, bisa bertemu denganmu seperti ini. Semua hal yang kamu katakakan waktu itu, aku pikir semuanya bohong! tapi sekarang aku mengerti, kenapa kamu tiba - tiba masuk kedalam hidupku dan kenapa kamu berusaha pergi dariku. Kenapa kamu menyembunyikan semua ini dariku? kenyataan kalau kamu seorang vampir!" kata Yoo Jin.
"aku takut kalau kamu tau semua hal yang sebenarnya, kamu nggak akan menyukaiku lagi! kenyataan bahwa aku ini seorang vampir, dan bahwa aku mendekatimu untuk alasan tertentu. Kalau kamu tau semua ini, aku takut kamu nggak akan percaya pada perasaanku padamu!" kata hye mi.
"itu nggak akan mungkin terjadi." kata yoo jin.
"yoo jin, kita ini terlalu berbeda! pada akhirnya aku tetaplah vampir yang memburu manusia, dan kamu adalah manusia. Kenyataan ini nggak akan pernah berubah! kalau aku tetap disisimu, nyawamu lama kelamaan akan terancam." kata hye mi.
"aku nggak peduli, meskipun aku cuma bisa berada didekatmu! nggak masalah kamu itu vampir atau bukan!!" kata yoo jin.
"lalu bagaimana dengan perasaanku? perasaanku, hatiku, apakah semua itu nggak penting? bagaimana perasaanku nanti saat aku menyaksikan kamu semakin melemah setiap hari, apa itu nggak penting? bahkan sekarang pun aku sangat menderita, hanya dengan melihatmu disana! sekarang dan selamanya, aku dan kamu nggak akan pernah bisa bersatu, meskipun kita saling mencintai." kata hye mi.
"apakah nggak ada jalan lain? nggak adakah jalan agar kita bisa bahagia bersama? yang aku inginkan hanyalah tertawa bersama, menangis bersama, menghabiskan waktu bersama, dan menjalani hidup seperti itu, seperti orang lain. Kenapa hal itu pun sulit untuk kita berdua? kenapa sih kita nggak bisa berbuat sesuatu." kata yoo jin.
"yoo jin! kita nggak akan pernah bahagia?dan kenyataannya kamu juga tau itu." kata hye mi.
"bolehkah aku memelukmu sekali saja?" kata yoo jin sambil mendekati hye mi.
"karena mungkin hari ini adalah yang terakhir kalinya, jadi sekali saja!" kata hye mi.
Yoo Jin kemudian memeluk hye mi dengan penuh kasih sayang.
"maafkan aku karena memikirkan diriku sendiri, karena menahanmu untuk diriku sendiri, demi keegoisanku! terima kasih karena selama ini kamu sudah bersamaku, untuk semua kenangan yabg amat sangat berharga. Dan setidaknya, akhirnya aku visa mengatakan kata - kata ini, aku baik - baik saja. Jadi, kamu boleh pergi!" kata yoo jin. )
Malam itu menjadi malam perpisahan yang amat sangat melekat dihati hye mi, malam terakhirnya bersama yoo jin yang hye mi ingat.
"bagaiman keadaan hye mi?" tanya ayah hye mi.
"dia nggak menyangka kalai semuanya akan menjadi seperti ini!" kata ayah hye mi.
"aku tau, dia sangat ingin menjaga keselamatan yoo jin. Aku khawatir, kalau semuanya juga akan menjadi nggak baik baginya. Rasanya kita seperti kembali kemasa itu. Saat itu kita nyaris kehilangan dia!" kata ibu hye mi.
Baek hee yang sedang duduk disofa tiba - tiba mendengar hp nya berdering.
"Baek hee kamu dimana? dan bagaimana dengan hye mi? apa yoo jin baik - baik saja? aku tidak bisa menghubungi hye mi, aku sangat khawatir." tanya JB.
"kami ada dirumah sakit, yoo jin tidak sadarkan diri. Dia sudah kehilangan sebagian besar energinya, jadi dia terlalu sulit untuk memulihkan diri. Kamu kan sudah tau kalau dokter tidak bisa berbuat apa - apa. Kalau begini terus, kupikir yoo jin tidak akan bertahan lama." kata baek hee.
"apa hye mi tau?" tanya JB.
"iya, dia tau kalau dia mungkin akan kehilangan yoo jin untuk selamanya!" kata baek hee.
"baiklah kakau begitu aku tutup dulu teleponnya." kata JB.
Di kamar tempat yoo jin dirawat, hye mi menunggu yoo jin disampingnya.
"yoo jin, aku kangen kamu! dan sekarang kamu ada disini begitu dekat denganku! tapi bahkan disaat seperti ini, aku nggak bisa menggenggam tanganmu, dan menjaganya tetap hangat. Nggak ada yang bisa kulakukan! kenapa kita sangat berbeda? kalau saja aku adalah manusia dan aku bertemu denganmu, sekarang kita pasti sudah sangat bahagia. Yoo Jin, apa kamu mendengarku? aku sangat takut kalau kamu nggak akan ada lagi di dunia ini! memikirkannya saja aku sudah takut. Nggak apa - apa kalau aku nggak bisa bertemu denganmu lagi, jadi kumohon, kumohon tetaplah hidup!" kata hye mi sambil menangis lagi.
Baek hee yang melihat hye mi dari pintu, merasa sangat sedih.
Ditempat JB;
"apa ada kabar dari hye mi? apa yoo jin baik - baik saja?" kata sam dong.
"ini semua salahku! seharusnya aku menyadarinya lebih cepat, dengan begitu ini nggak akan pernah terjadi pada yoo jin atau hye mi." kata JB.
"JB, ini bukan salahmu. Jangan salahkan dirimu sendiri! itu semua salah si editor itu. Untuk saat ini, kita hanya perlu berdoa supaya yoo jin cepat sadar." kata Sam dong.
"dia nggak akan bisa sadar! nggak ada yang bisa dilakukan kalau dia kehilangan kemampuan untuk memulihkan diri sendiri, itu bukanlah hal yang bisa dikendalikan oleh teknologi kedokteran. Kalau begini terus, ini akan menjadi akhir dari kehidupannya! dia akan lenyap berlahan - lahan." kata JB.
"lalu bagaimana dengan nasib gadis itu, katamu sebelumnya ini pernah terjadi pada hye mi! apa yang terjadi pada gadis itu?" tanya sam dong.
Dirumah sakit Baek Hee pun bertanya kepada ayahnya.
"ayah!" kata baek hee.
"baek hee." kata ayah hye mi.
"ayah tau kan? bagaimana cara gadis itu bisa selamat! waktu itu ayah menyelamatkan gadis itu disaat tidak ada harapan lagi untuknya. Ketika dia sekarat, ayah! kamu tau caranya kan? cara untuk membagi energi vampir pada manusia!" kata baek hee.
Diluar ruangan hye mi sedang menerima telepon.
"nona hye mi apa yang terjadi? kudengar kamu nggak jadi terbang. Kamu itu bagaimana sih! sekarang kamu dimana?" kata manager hye mi.
"maafkan aku, aku nggak bisa melakukan apa - apa lagi, aku sudah kehilangan semua harapan." kata hye mi sambil mematikan hp nya.
( yoo jin, menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang?) gumam hye mi.
Tiba - tiba hye mi menerima pesan dari JB.
"gadi itu masih hidup!" pesan dari JB.
Ditempat baek hee dan ayah hye mi.
"benar, aku memang menghidupkan gadis itu lagi. Hal itu mungkin terlarang, tapi aku bukan mau bilang tidak ada cara untuk seorang vampir memberikan energi mereka pada manusia! hanya sekarang ini, itu mustahil." kata ayah hye mi.
"tapi kalau memang ada caranya, kita harus memberitau hye mi. Kita nggak bisa vuma hanya duduk diam dan menyaksikan semua ini! saat ini hye mi lebih menderita dari pada semua orang! karena dia membenci dirinya sendiri, karena merasa dia tidak berguna untuk melakukan apa pun demi orang yang dia cintai! kalau memang ada cara untuk menyelamatkan yoo jin, dia mungkin mau berpegang pada harapan yang ada, walau sekecil apa pun itu! aku tau rasanya karena aku pun begitu dulu. Karena itu salah kita, kebenaran yang kita lakukan untuk melindungi hye mi, bagi hye mi itu adalah hal yang melukainya! jadi hye mi punya hak untuk tau, bahwa ada cara untuk menghidupkan yoo jin lagi." kata baek hee.
"apa itu bisa dilakukan?" kata hye mi yang tidak sengaja mendengar pembicaraan ayah dan kakaknya.
"apa ada caranya agar yoo jin bisa hidup lagi? gadis itu masih hidup, bagaimana caranya dia masih hidup?" kata hye mi.
"hye mi!" kata baek hee.
"katakan padaku ayah! bagaimana caranya agar yoo jin bisa selamat dari kematian. Aku nggak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya seperti ini! ayah aku mohon, katakan padaku. Aku akan jadi anak baik, aku akan mendengarkan kata - katamu! mulai sekarang, aku akan menurut padamu, jadi kumohon ayah katakan bagaimana agar dia bisa diselamatkan? ada banyak hal yang belum sempat aku katakan padanya, seperti betapa bersyukurnya aku bisa bertemu dengannya, betapa aku sangat menghargai waktu yang kami habiskan bersama, betapa aku berterima kasih padanya karena dia tetap berada disisiku, betapa bahagianya aku dulu saat dia mengatakan kalau dia mencintaiku! ayah kumohon, katakan padaku, aku akan melakukan apa pun. Aku tidak bisa membiarkan yoo jin pergi seperti ini! nggak apa - apa kalau kamu bilang aku nggak boleh berteme dengannya lagi, asalkan dia hidup." kata hye mi memohon sambi menangis.
"bagaimana bisa aku mengatakannya padamu! saat aku bersusah payah menjaga keselamatanmu dengan begitu keras! hye mi dengarkan aku, kalau kamu menyelamatkan dia, kalau kamu berbagi energimu dengannya, maka nyawamu adalah taruhannya! kamu bisa mati hye mi." kata ayah hye mi.
"aku bisa mati?" kata hye mi.
"ayah, bagaimana bisa? kamu masih hidupkan yah?" kata baek hee.
"membagi energiku dengan gadis itu adalah hal yang berbahaya, itu bukan metode yang sempurna. Sungguh keajaiban kalau aku masih bisa bertahan hidup! prosedur ini tercatat di dalam dokumen yang amat kuno, dulu ada manusia yang secara tidak sengaja meminum darah seoarng vampir, meskipun hanya setetes. Aku tidak begitu yakin, tapi aku ingat paragraf itu dan aku mencoba hal itu padanya. Tapi selama dua tahun setelah itu, aku tidak sadarlan diri. Energi seorang vampir yang hilang karena manusia, tidak bisa pulih dengan cepat." kata ayah hye mi.
"jadi waktu ayah terbaring ditempat tidur katena sakit itu..." kata hye mi.
"energi seorang vampir hanya boleh dialihkan kepada manusia sekali dalam seumur hidupnya. Itu hal yang mustahil bagiku saat ini, dan belum jelas dampak seperti apa yang akan dihasilkan energi kita pada tubuh manusia itu, seberat itulah resikonya. Hye mi, aku mengerti apa yang sedang kamu alami. Kalau kamu memberikannya pada pria dewasa, kita tidak akan tau apa yang akan terjadi pada nyawamu! kali ini sang vampir mungkin tidak akan pernah sadar kembali. hye mi ayah nggak sanggup kalau kehilanganmu!" kata ayah hyemi.