
"hye mi, apa kamu ingat tempat ini! saat itu kita oergi kencan, dan aku memesan tempat duduk dekat air mancur, tapi aku gagal waktu itu, karena air mancurnya rusak. tapi sekarang, aku memesannya lagi dan berhasil." kata yoo jin.
"em, iya aku ingat." jawab hye mi.
"steak yang kita pesan begitu keras dan tidak enak. tapi rupanya tempat ini mempunyai pasta yang enak sekali. dan sykurlah air mancurnya sudah bekerja saat ini. aku hanya ingin kembali kesini hari ini, aku benar - benar pemula dalam hal berkencan! jadi aku mengacaukan banyak hal waktu itu. tapi aku bahagia, karena kamu sangat mengerti dan merasa puas dengan segalanya." kata yoo jin.
Hye mi hanya tersenyum mendengarkan yoo jin bercerita.
"sekarang kalau dipikir - pikir lagi, ada banyak hal yang pertama kali kulakukan bersamamu. minum - minum bersama, pergi jalan- jalan bersama, pelukan pertama, ciuman pertama, semuanya! aku senang semua yang kulakukan pertama itu denganmu hye mi, dan kerana semua itu akan terus kulakukan bersamamu." kata yoo jin
hye mi hanya terdiam.
"eh, kamu berhasil selamat sampai disungai kan? kenapa kamu ke sungai sendirian?" tanya yoo jin.
"itu, aku tiba - tiba teringat sesuatu." kata hye mi.
"apa itu rahasia? hye mi, waktu itu kamu pernah bilang padaku, kalau ada sesuatu yang tidak kamu katakan padaku, kalau kamu sidah selesai mengecek sesuatu kamu akan memberitaunya padaku kan! apa kamu masih belum bisa menceritakannya?" tanya yoo jin.
"nggak, belum! aku belum bisa." jawab hye mi.
"kalau begitu santai saja. aku cuma penasaran, tapi aku juga nggak mau membuatmu tertekan. aku bisa menunggu selama yang kamu butuhkan! karena aku, akan selalu berada disisimu." kata yoo jin sambil ingin meraih tangan hye mi
hye mi yang merasa takut langsung menjauhi yoo jin.
"yoo jin maaf, aku mau ketoilet sebentar." kata hye mi sambil bangun dari kursinya.
"oh, baiklah!" jawab yoo jin.
"hye mi kelihatan sangat capek! tapi hari ini, aku benar- benar ingin menunjukkan padanya bagaimana perasaanku sebenarnya." kata yoo jin sambil mengeluarkan kotal cincin permata yang ingin dia berikan pada hye mi.
Toilet wanita.
( nggak, aku nggak bisa terus berpura - pura seakan nggak ada apa - apa. aku bisa tau kalau yoo jin sangat menyayangiku! tapi aku, aku takut sekali, hanya dengan berada didekatnya. bagaimana kalau aku menempatkan yoo jin dalam bahaya! ) gumam hye mi.
setelah yoo jin dan hye mi selesai malan malam mereka berjalan untuk pulang.
"aku tadi khawatir semuanya akan gagal lagi, tapi pastanya lumayan enak kan?" tanya yoo jin.
"ya." jawab hye mi.
"hye mi, kamu capek ya!" tanya yoo jin.
"ah, iya cuma sedikit. kita pulang yuk!" kata hye mi.
"hei hye mi, ada tempat yang ingin kukunjungi. ikutlah denganku." kata yoo jin.
"oh, baiklah!" jawab hye mi.
"kita sudah sampai." kata yoo jin.
"ah, kita dimana?" tanya hye mi.
"kamu akan tau begitu kamu melihatnya, ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu." kata yoo jin sambil tersenyum.
yoo jin dan hye mi menaiki tangga.
"berapa jauh kita akan naik?." kata hye mi.
"kita hampir sampai kok!" kata yoo jin.
"memangnya disini kita bisa naik begitu saja seperti ini?" tanya hye mi.
"bagian atap terbuka untuk umum kok, kamu tenang saja!" kata yoo jin.
"atap?" kata hye mi.
"ini dia, hati - hati gelap. kuharap kamu menyukainya hye mi." kata yoo jin.
"begitu banyak bintang, cantik sekali." mata hye mi terkesima dengan keindahan bintang - bintang dilangit.
"syukurlah cuacanya cerah hari ini, aku benar - benar ingin kesini bersamamu. aku pernah kesini sekali saat aku kecil bersama ayahku! dulu aku mengusap - usap mataku karena aku sangat mengantuk. tapi saat aku membukanya, aku melihat untuk pertama kalinya bintang - bintang yang tak terhitung jumlahnya, seakan mereka muncul keluar dari langit malam! aku sungguh berpikir, itu adalah pemandangan yang sangat indah. lalu aku melupakan hal itu untuk waktu yang sangat lama, dan teringat lagi saat aku bertemu dengamu." kata yoo jin.
"aku?" kata hye mi heran.
"bintang - binta bersinar dengan terang melawan luas dan gelapnya langit malam, jadi mungkin itulah sebabnya kupikir kalian itu mirip. karena kamu, adalah bintang didalam hidupku! hidupku biasanya kosong dan gelap, lalu suatu hari dengan sebuah kerlip cahaya, kamu muncul didalamnya! kemudian satu persatu kamu menyalakan cahaya didalam hidupku, dan juga didalam hatiku. ada banyak komen yang bersinar, itu semua terjadi karenamu. saat kamu pergi beberapa hari lalu, aku sangat kangen padamu. aneh sekalikan? kangen pada seseorang, padahal kita tinggal bersebelahan. aku melihat hp ku terus menerus, aku merasa kosong dan aneh kalau benda itu tidak menyala. lalu kemudian aku menyadari kalau aku nggak tahan kalau berada jauh darimu. " kata yoo jin.
"yoo jin." kata hye mi menahan air mata nya yang mau jatuh.
"dulu aku benar - benar menghabiskan banyak waktu sendirian. tapi kemudian di suatu titik, aku jadi terbiasa dengan kamu yang berada disisiku." kata yoo jin.
"yoo jin, aku..." kata hye mi.
"ada sesuatu yang nggak pernah bisa kukatakan padamu hye mi." kata yoo jin.
"apa?" tanya hye mi.
"aku mencintaimu hye mi. terima kkasih sudah menjadi cahaya dalam hidupku yang amat gelap. hye mi ini terakhir kali, kupikir aku mengatakannya dengan cara yang aneh dan dalam situasi yang aneh juga. tapi hari ini, aku ingin melakukannya dengan benar! hye mi terima kasih untuk semuanya hingga saat ini, dan aku ingin berterima kasih lebih dulu dengan apa yang akan terjadi di masa depan nanti. aku ingin melihat suatu hari nanti kita memiliki kelluarga kecil dan hidup bahagia selamanya! kalau denganmu hye mi, kurasa itu bisa terwujud. jangan merasa tertekan, karena kamu nggak garus menjawabku sekarang! tapi kalau suatu hari kamu memutuskan kalau kamu harus punya pendamping hidup, aku harap orang itu adalah aku! mau kah kamu menerima perasaanku." kata yoo jin.
Yoo jin memasangkan cincin pertmata itu dijari manis hye mi. jantung hye mi berdetak sangat cepat! hye mi ingin menerima perasaan yoojin tapi dia tidak bisa. hye mi menarik tangannya dari tangan yoo jin.
"hye mi. kenapa!" yoo jin kaget saat hye mi menarik tangannya dan membuat cincin itu jatuh.
"maafkan aku!" hye mi pun berlari pergi meninggalkan yoojin.