
"JB, dia tidak mengirimiku pesan satupun." kata hye mi.
" hye mi, kami akan merias wajahmu." kata perias itu.
"ah, baiklah.!!" kata hye mi.
"ya ampun, kulitmu tambah halus saja. apa akhir akhir ini kamu makan sesuatu yang enak?" kata perias itu.
(se, sesuatu yang enak? ) gumam hyemi.
"a, apa maksudmu dengan sesuatu yang enak?! itu mungkin karena aku cukup tidur. hahaha" kata hye mi yang salah tingkah saat mengingat ciuman dengan yoo jin.
( entah mengapa, aku jadi malu kalau mengingatnya. ciuman pertamaku dengan yoo jin. kata JB ciuman di bibir dengan manusia itu nggak ada gunanya untuk kami karena cuma menyentuh bagian kecil dari tubuhnya, tapi rasanya benar benar berbeda. rasanya seakan aku menyerap energinya hingga ke titik dimana kepalaku terasa berputar putar.) gumam hye mi.
"kulitku memang jadi tambah halus.!! ugh... itu terasa nikmat sekali, selanjutnya kapan lagi ya.!! butuh waktu lama untuk melakukan nya sekali saja." kata hye mi yang bercermin diruang riasnya. tiba tiba ada sms di hape hye mi.
"bagaimana kalau kita berkencan sepulang kerja nanti." sms dari yoo jin.
hye mi sangat senang setelah menerima pesan dari yoo jin. dan setelah selesai kerja hye mi bergegas menemuin yoo jin.
"yoo jin..!! maaf aku terlambat. ternyata pemotretan nya lebih lama dari yang aku kira. apa kamu pergi kesuatu tempat hari ini, bajumu rapi sekali?!!." tanya hye mi.
"nggak kok, aku cuma.. kamu pasti capek bekerja. ini, ada hadiah untukmu." yoo jin memberikan 99 tangkai bunga mawar untuk hye mi.
"wow, terima kasih yoo jin. apakah hari ini hari yang special?" tanya hyemi yang merasa sangat senang karena yoo jin membawakan bunga untuknya dan yang pertama kalinya.
"aku tadi beli dijalan. ka, karena aku dengar, kamu sangat menyukai hal seperti ini." jawab yoo jin.
"kita berangkat yukk!!" yoo jin mengajak hye mi dengan malu malu. wajah hye mi pun memerah.
"ngomong ngomong kita mau kemana hari ini?" tanya hye mi sambil memasuki mobil yoo jin.
"kamu akan tau begitu kita tiba disana. aku menemukan tempat yang bagus. kuharap kamu akan menyukai tempat itu." kata yoo jin.
kemudian berangkat ketempat yang dia tuju.
"apakah ini tempatnya?" tanya hye mi.
"bu, bukan ini!!" jawab yoo jin karena tempat yang dia tuju berganti nama.
"aneh, aku yakin ini benar alamatnya. tempat ini harusnya cafe aroma romantis, tempat sepasang kekasih bisa bersantai.!! ditulis begitu di blog." kata yoo jin.
"blog?" kata hye mi heran.
"oh, kalian mencari cafe aroma? toko itu sudah berubah menjadi SEXY HOT toko khusus dewasa milik kami sejak minggu lalu." kata pemilik toko itu.
"tampaknya kalian sepasang kekasih ya.!! kenapa kalian nggak masuk saja melihat lihat. kami punya banyak mainan dengan berbagai ukuran, juga dengan berbagai kebutuhan khusus. ah, pria ini memiliki tubuh yang menarik, apa kamu juga tertarik pada cowok seprtiku?" kata pemilik toko itu sambil mendekati yoo jin.
"hye, hyemi. ayo kita pergi.!!" yoo jin yang merinding melihat laki laki pemilik toko itu langsung menari hye mi untuk pergi.
"lain kali mampir lagi ya!!" kata pemilik toko itu.
"maaf ya, aku nggak tau tempatnya berubah jadi seperti itu." kata yoo jin merasa bersalah karna gagal kencan.
"hahaha nggak apa apa. akhir akhir ini toko toko memang cepat berubah." kata hye mi.
"bagiku, menggenggam tanganmu terasa lebih menyenangkan kok. disekitar sini ada banyak cafe, jadi kita bisa pergi ketempat lain." hye mi mencoba menghibur yoo jin.
"kalau begitu, kita minum kopi dan pergi makan malam saja, aku sudah memesan tempat yang bagus.!" kata yoo jin.
"tempat yang bagus!!" kata hye mi. mereka kemudian berjalan menuju tempat itu.
"maaf, apa maksudmu?!. air mancurnya berhenti beroperasi?" kata yoo jin.
"maaf tapi air mancur itu berhenti berfungsi kemarin, jadi kami sedang mengeceknya. saya benar benar minta maaf." kata pelayan cafe itu.
"padahal aku sengaja memesan meja yang pas di depan air mancur itu." yoo jin kecewa untuk yang kedua kalinya.
"sebenarnya, seharusnya ada air mancur dan lampu warna warni di danau, pemandangan nya cukup indah. seharusnya ini restoran yang romantis." ucap yoo jin sedih.
"ah, nggak ap apa. aku nggak harus melihat semua itu. kita kemarikan untuk makan malam, jadi yang terpenting adalah makanan nya. aku sudah lapar sekali ayo makan.!! terima kasih atas hidangan nya" kata hye mi sambil tersenyum.
"hahaha steak nya kenyal sekali. daging memang harus kenyal.!!" hye mi berusaha mengiris steak itu, karena sangat sulit di iris.
tapi yoo jin yang merasa kecewa karena semua persiapan kencan nya gagal hanya memandangi hye mi saja.
"wah, yang tadi itu lezat sekali.!! aku sudah lama nggak makan daging, sekaranv aku kenyang sekali. kita jalan jalan sebentar untuk mencerna makanan yuk.!!" kata hye mi.
"maaf ya, hye mi. aku merasa cuma menerima darimu, jadi aku ingin lebih bisa mengungkapkan pesaraanku. itulah sebabnya aku mempersiapkan semua ini. tapi, ternyata nggal berhasil. aku ingin melakukan ini dengan baik, tapi aku sangat ceroboh bukan?!.." kata yoo jin.
"ya, kamu memang ceroboh." jawab hyemi.
"su, sudah ku duga." kata yoo jin kembali bersedih.
"tapi aku benar benar menyukainya. walau ceroboh, tapi aku bisa merasakan betapa kamu sangat sayang padaku. aku suka semua apa adanya seperti sekarang, walau hanya dengan bersamamu." kata hye mi.
"hye mi." kata yoo jin terharu.
"hei, kalian pasangan yang manis! kalian terlihat sangat serasi. kemarilah dan lihat ini." kata laki laki yang menjual akseroris haoe dipinggir jalan.
"apa itu?" tanya yoo jin.
"ini adalah aksesoris hape. ini bisa mengatakan posisi satu sama lain dan bersinar ketika kalian saling berdekatan. satu set isi dua, dan mulai bersinar begitu mereka dalam jangkauan. cantik kan? ini populer dikalangan sepasang kekasih lho.!!" kata penjual itu.
"wow, cantiknya. ini menarik!!" kata hye mi.
"kami beli satu set." yoo jin langsung membeli aksesoris yang sedang di pegang hye mi.
"oh, terima kasih." kata penjual itu.
"aku nggak nyangka kamu langsung membelinya." kata hye mi.
"aku rasa kamu ingin memilikinya." jawab yoo jin.
"karena kamu sudah membelinya, kita coba yuk?" kata hye mi.
"yuk!" jawab yoo jin dan mereka memasang aksesoris itu di hape mereka masing2.