Only you

Only you
KTHU ~ 13.



"gejala..??" kata baek hee heran dengan pertanyaan hyemi.


eh, maksudku... bukan kayak kamu ingin bertemu dengan nya atau apa gitu,, apa ada gejala tertentu yang harus kamu waspadai..??" tanya hyemi lagi.


"ehm, gejala... tentu saja ada. yang cuma di alami seorang vampir.." kata baek hee dan kemudian menjelaskan kepada hyemi.


"seperti yang kamu tau, vampir itu adalah spesies minor yang telah berevolusi. sebagai hasilnya vampir itu memiliki nafsu untuk bereproduksi lebih besar dari pada manusia. ketika vampir jatuh cinta, insting itu muncul. biasanya vampir menyentuh manusia untuk bertahan hidup, tapi saat mereka menginginkan orang tertentu, maka mereka hanya ingin menyentuh orang tersebut. inilah yang di namakan ESTRUS atau dengan kata lain kasmaran."


setelah baek hee menjelaskan gejala2 nya pada hyemi, hyemi memikirkan dirinya.


( aku... aku kasmaran.." ) gumam hyemi.


"yah, manusia juga mengalami estrus, tapi yang kita alami lebih kuat." ucap baek hee.


"la... lalu apa yang ter jadi kalau kita kasmaran??" tanya hyemi lagi.


" yah,, kamu gak akan sanggup cuma melihatnya saja. kamu ingin menyentuhnya dan tertarik padanya, dan kamu sangat bernafsu padanya." kata baek hee dengan santai menjelaskan lagi pada hyemi.


"yah, anak kecil sepertimu sih, gak akan bisa memahaminya. ngomong ngomong kenapa kamu menanyakan itu..?? tunggu!! apa jangan jangan kamu akhirnya jatuh cinta pada JB, yaa.." tanya baek hee sambil menggoda hyemi.


"ngomong apa sih,, dia gak ada hubungan nya sama hal ini." kata hyemi.


"aku...aku bertanya karna ada yang cerita padaku." kata hyemi dan langsung pergi.


dan baek hee merasa sangat aneh dengan sikap adiknya.


( mampus, jadi gejala yang dikatakan nya itu es.. estrus!! ya tuhan... apa apaan ini..) gumam hyemi sambil menggaruk2 tembok rumah yoojin.


"hyemi, apa yang kamu lakukan disana? film nya bisa aku putar sekarang?. " kata yoojin yang bertanya pada hyemi.


"apa?? film nya, tentu saja." kata hyemi yang salah tingkah.


mereka duduk di depan tv bersiap untuk menonton film horor di rumah yoojin.


"apa kamu merasa tidak nyaman,? apa aku mengganggumu, biar aku matikan lampunya." kata yoojin yang duduk disebelah hyemi.


"ng..ngak usah. aku baik baik saja kok." jawab hyemi gugup.


"apa kamu tidak apa apa nonton film seram? kamu gak takut kan??" tanya yoojin.


"nggak kok, aku malah suka asalkan gak ada hantunya... ahahaha" kata hyemi tertawa.


( tenang ini cuma sekali saja, mungkin hanya kebetulan. aku gak bisa menganggapnya sebagai gejala..) gumam hyemi.


"kalau di fikir fikir kita sudah lama ya gak nonton film bareng..!!" kata yoojin.


"ingat gak di kencan pertama kita nonton bareng kan.?? " kata yoojin mengingatkan kencan pertamanya dengan hyemi.


ah, iya walaupun kamu sangat membencinya." jawab hyemi.


"saat itu aku gak pernah berfikir kalau kamu akan jadi pacarku.." kata yoojin tersenyum melihat hyemi yang duduk di sebelahnya.


"luar biasa ya,," kata yoojin lagi.


"i..iya." kata hyemi sambil memperhatikan yoojin.


( ya, saat itu... dia hanyalah sekedar mangsa. tapi sekarang yoojin menjadi...) gumam hyemi dan jantungnya mulai berdetak kencang saat memandang yoojin di sampingnya.


"ada apa..??" tanya yoojin.


tiba tiba tubuh hyemi seakan kena magnet, tanoa sadar hyemi sudah berada di atas tubuh yoojin.


"yoo, yoojin aku merasa gak enak badan. sebaiknya aku pulang saja..!! maaf ya.. nonton nya lain kali saja." kata hyemi dan langsung pulang kerumah nya.


"gak mungkin, aku.." kata hyemi yang memasuki rumahnya dengan syok.


( jadi aku benar benar kasmaran..!! ini benar benar mesum.) gumam hyemi dan langsung masuk kamarnya.


dirumah yoojin, yoojin melihat tangan nya sendiri yang tadi sempat dipegang hyemi, dan dia tersenyum dengan wajah yang memerah.


karna gak bisa tidur hyemi memutuskan pergi ke kafe.


( kasmaran..!! aku kasmaran??. jadi artinya.. aku jatuh cinta sama yoojin.??) gumam hyemi.


"menurutmu gimana , hah.! ma.. masak iya aku jatuh cinta sama ayam?!! ini menggelikan bukan.!!" teriak hyemi karna kebanyakan minum, sampai dia bertanya sama pelayan kafe.


"ya mungkin saja kamu jatuh cinta sama ayam.. karna ayam kan memang lezat..!!" jawab pelayan kafe itu.


"tapi... bagaimana kalau kamu tertarik secara seksual pada ayam..!! jantungmu berdegup kencang, dan kamu ingin menyentuh ayam, melihat ayam..!!" kata hyemi.


"eh, apa yaa!! kalau itu sih.. aku gak tau." jawab pelayan itu heran melihat hyemi. ( cewek ini aneh, deh..) gumam pelayan itu.


"aku tau ini sangat bodoh." ( bagaimana... bagaimana aku bisa...) gumam hyemi kemudian membayangkan yoojin tidur tidak mengenakan pakaian. "aaaahhh!! tu,,tunggu!! gak mungkin!! bagaimana mungkin aku bisa membayangkan dia seperti itu..!! duh aku pasti sudah gila.." kata hyemi sambil memegang kepalanya.


kemudian hyemi pulang.


keesokan harinya saat yoojin mulai membuat novel barunya.


( pada saat itu... aku bisa saja melepaskan genggaman tangan nya. tapi entah kenapa, ..) gumam yoojin membayangkan kejadian itu.


"ah, apa sih yang kamu fikirkan, kerja.!! fokuslah pada pekerjaanmu..!!" kata yoojin bicara pada dirinya sendiri.


"ada apa??" tanya sihwan yang dari tadi duduk memperhatikan yoojin.


"eh.." yoojin tersadar kalau ada sihwan di ruang kerjanya.


"apa ada yang sulit dengan pekerjaanmu.??" tanya sihwan.


"ng, nggak. maaf pikiranku lagi ngelantur kemana mana." jawab yoojin gugup.


"kenapa kamu tersipu? kamu gak apa apa? apa sedang demam." tanya sihwan lagi.


"ah, gak, gak aku gak apa apa kok." jawab yoojin.


"sepertinya konsentrasimu terganggu, apakah kita perlu keluar sebentar, untul mencari udara.?"


"baiklah." yoojin dan sihwan pergi kesekolahan dan mereka melihat anak2 yang sedang bermain bola.


"hei, oper bolanya." kata anak laki2 yang bermain bola itu.


"sudah lama sekali aku gak kesekolah ini." kata yoojin.


"iya, dulu aku sering kemari, karna waktu melihat anak anak ini, aku jadi ingat hal hal yang sudah aku lupakan." kata shiwan.


"aku sudah membaca draft yang kamu kirimkan. seorang anak laki2 yang menderita karena kesepian dan ditinggalkan.. dia berakhir menjadi pembunuh berantai, untuk melampiaskan kekesalan nya pada masyarakat. sungguh mengagumkan, bahwa dia mencoba untuk membenarkan tindakan pembunuhan nya ini tanpa henti.." kata shiwan yang menceritakan novel yoojin.


"sebenarnya aku agak terkejut, aku tau kamu ini penulis yang berpengalaman, tapi caramu mendeskripsikan kesepian ini sungguh mengagumkan,,, saat aku membacanya, aku seperti melihat diriku sendiri.." kata shiwan.


"maaf, apa maksudmu??" tanya yoojin tidak mengerti dengan maksud shiwan.