
"kamu nggak bisa mengontrol perasaanmu pada seseorang, meskipun kamu memahaminya dikepalamu, tapi sangat sulit untuk menghentikan hatimu." kata ayah hye mi.
"aku nggak tau, apakah kita bisa membiarkan nya begini saja. Dia kelihatan sangat lesu sekali!" kata ibu hye mi.
"semua ini salahku! aku yang menyarankan agar kita merahasiakan itu dari hye mi. Saat itu, seandainya hye mi ingat, seandainya dia takut bersentuhan dengan manusia dan melarikan diri. Aku takut, aku akan kehilangan dia! semua yang kita rahasiakan demi melindunginya, rasanya itu malah membuat hye mi lebih terluka dan sedih. Rasanya aku salah menilai, kalau sedikit saja aku berfikir itu akan berdampak merugikan baginya." kata ayah hye mi.
"sayang, jangan berpikir begitu. Kamu menyayanginya melebihi semua orang! kalau bukan karena pengorbanan darimu, saat ini mungkin hye mi sidah tidak ada disini bersama kita. Dia pasti bisa melaluinya." kata ibu hye mi.
"ah, kamu benar!" kata ayah hye mi.
Hye mi yang duduk dibangku pinggir jalan.
( Yoo jin! kita sudah putus, dan aku tidak bisa melihatmu lagi! Tapi dunia ini akan tetap sama seperti biasanya. Langit tetap biru, orang - orang menjalani keseharian mereka seakan tidak terjadi apa - apa dan penuh dengan canda tawa. Tapi, hatiku terasa sakit dan air mataku sudah mengering. Biasanya aku menangis setiap hari setelah aku terbangun dari tidurku, aku menangis, menangis, dan terus menangis. Dan seiring air mata yang mengalir, aku membiarkan kenangan indah tentangmu berlalu. Kalau aku menangis sedikit lagi, aku pasto sudah mengosongkan semua kenangan tentangmu. Sekarang aku sudah lebih baik! aku merasa baik - baik saja, aku cuma berharap kamu tidak terluka. Lupakan saja orang bodoh seperti aku ini, aku lebih memilih kamu membenciku, dengan begitu kamu bisa menemukan kebahagiaan dengan orang lain.) gumam hye mi.
"itulah permohonanku padamu Yoo jin, lupakankah aku!" kata Hye mi.
"bagaimana aku bisa bahagia kalau kamu tidak ada! aku kangen padamu hye mi." kata Yoo jin.
Hye mi terkejut saat tangan yoo jin memegang tangan nya, hye mi mencoba meraih yoo jin yang berada didepan nya. Tetapi, ternyata yoo jin hanyalah bayangan saja.
"Yoo jin! maaf kan aku yoo jin, aku tau aku nggak seharusnya begini. Tapi aku, aku kangen kamu yoo jin! aku sungguh - sungguh merindukanmu." kata hye mi.
Hye mi mulai menangis lagi, dia tidak bisa menahan ketinduannya pada yoo jin.
Disatu sisi JB yang sedang berjaya karena band nya sudah mendapatkan penghargaan.
Sedangkan Yoo jin masih seperti biasanya. Selalu berfikir tentang keberadaan hye mi.
( kupikir, aku tau semua hal tentangnya, bahwa akulah yang paling memahaminya, karena dia selalu bersamaku. Tapi sekarang dia sudah pergi! aku jadi sadar, kalau aku nggak tau apa - apa tentangnya. Seolah - olah hye mi yang kukenal adalah orang yang benar - benar berbeda, aku merasa aedang meraba didalam kegelapan. JB bilang kalian bukan manusia tapi seorang vampir! kupikir itu hanyalah alasan untuk menyingkirkanku.) gumam yoo jin.
Yoo jin yang sedang menonton tv dikejutlan dengan pengakuan JB yang mengatakan dirinya adalah seorang vampir dan bisa menyerap energi manusia.
"seorang vampir...?" kata Yoo jin seakan tidak percaya.
Hye mi menghubingi pil suk.
"halo," kata hye mi.
"ah, hye mi. Aku khawatir sekali karena kamu tidak bisa dihubungi, apa ada yang tidak beres sampai kamu sulit untuk dihubungi?" tanya pil suk.
"tidak ada, aku cuma lagi sibuk mengurus masalah pribadiku." kata Hye mi.
"syukurlah, sekarang aku lega karena bisa mendengar kabarmu. Aku sudah dapat tanggal untuk pemotretan ux-nya. Rapatnya besok, jadi aku harap kamu bisa datang kekantor besok." kata pil suk.
"hei, pil suk! soal perjalanan ku ke Italia, aku ingin dipercepat." kata hye mi.
"ok." kata hye mi dan menutup ponselnya.
Hye mi langsung bergegas kekantor.
"aku sudah menjadwalkan ulang, jadi iti satu minggu lebih cepat dari yang direncanakan! kamu akan berangkat minggu depan. Kata mereka setelah pemotretan mereka akan memastikan bahwa kamu bisa melakukan beberapa pekerjaan disana. Mereka akan mengurus akomodasinya, jadi kamu nggak perlu khawatir soal itu. Karena mereka adalah BRAND yang besar, mereka pasti akan menjagamu dengan baik. Sekarang kamu adalah model Internasional!" kata pil suk.
"terima kasih!" kata hye mi.
"jadi, kamu benar - benar tidak mau menceritakannya padaku?" kata pil suk.
"ah, bukan begitu! itu, aku sudah putus dengan pacarku." kata hye mi.
"apa?" kata pil suk.
"yah, sungguh luar biasa! cinta dan perpisahan adalah hal yang berlawanan, Tapi gejalanya lumayan mirip. Kemanapun kamu pergi, dia selalu ada didalam pikiranmu, dan tanpa sadar kamu menatap pernak -pernik yang kamu dapat saat bersamanya dulu." kata hye mi.
"oh iya! beberapa hari yang lalu, pacarmu datang kemari, dia mencarimu." kata pil suk.
"apa? Yoo jin datang ke sini?" kata hye mi kaget.
"iya, dia orang yang dulu melakukan sesi foto bersamamu kan? aku bilang aku akan memberitaunya kalau aku sudah bisa menghubungimu lagi. makanya aku bertanya dulu padamu! apa yang harus aku katakan?" kata pil suk.
( yoo jin, kesini demi aku.) gumam hye mi.
"katakan saja kamu nggak tau! kami tidak seharusnya bertemu lagi, karena kami sudah berpisah. Aku pergi dulu, aku akan menghubungimu sebelum aku pergi kesana." kata hye mi.
"baiklah Hye mi, kemasi barang - barangmu." kata pil suk.
Hye mi berjalan keluar untuk pulang. tetapi dia masih memikirkan yoo jin.
( yoo jin, jangan mencariku lagi. Aku mau pergi jauh, dengan begitu aku nggak akan ragu! jadi aku nggak boleh bertemu denganmu, meskipun aku sangat merindukanmu.) gumam hye mi.
"kok cepat sekali pulangnya? yang akan segera jadi seleb internasional! aku datang untuk memberimu hadiah sebelum kamu pergi. Dan terima kasih sudah berada disini diwaktu yang tepat! kalau kamu ada waktu mau pergi minum bersamaku?" kata Shiwan yang tiba - tiba datang.
"ah, baiklah!" kata hye mi.
Mereka pun pergi ke kafe diseberang jalan.
"terima kasih hye mi, kupikir kamu akan langsung menolakku! ini benar - benar diluar dugaanku. Kamu melakukan tugasmu dengan baik untuk sampul majalah itu. jadi kupikir, aku harus datang untuk berterima kasih. Sebelumnya aku sudah datang ke agensi tapi kamu tidak ada." kata Shiwan.
"ini mungkin terakhir kalinya aku bertemu denganmu. jadi kupikir, aku mau mendengar ucapan terima kasih itu." kata hye mi sambil minum kopi.