Only you

Only you
KTHU ~ 47.



"aku memang sperti ini kalau sedang bekerja. dan ada beberapa hal yang mengganggu pikiranku." kata yoo jin sambil meminum kopi.


"sekarang jangan memikirkan apa - apa. fokuslah hanya padaku. kamu harus mengistirahatkan pikiranmu." kata hye mi sambil menyandarkan kepala nya ke bahu yoo jin.


"sudah sejak lama sekali, kita nggak punya kesempatan untuk duduk seperti ini, berduaan saja! kamu selalu sibuk sejak aku kembali." kata hye mi.


"maaf." kata yoo jin.


"kalau kamu sungguh menyesal, berikan aku ciuman kecupan." kata hye mi manja.


yoo jin hanya terdiam saat hye mi meminta ciuman darinya.


"kita juga jarang melakukan kontak fisik akhir - akhir ini. bahkan, sejak aku pulang. nggak pernah sama sekali! aku sudah menantikan nya selama ini." kata hye mi.


yoo jin kemudian meraih wajah hye mi dan mencium bibir hye mi.


( ah, sudah lama sekali. seindah yang kuingat bersama yoo jin.) gumam hye mi.


yoo jin menghentikan ciuman nya dan melepaskan tangan nya dari wajah hye mi. tapi hye mi tidak mau meleoas yoo jin dan langsung kembali mencium yoo jin.


"oh, tu, tunggu dulu. hye mi!!!" kata yoo jin yang mencoba menghentikan hye mi.


"hye, hye mi" kata yoo jin.


"ma, maaf yoo jin. sudah lama sekali, aku sampai kehilangan kendali!!" kata hye mi merasa malu.


( sial, aku nyaris kehilangan kendali. tapi aku juga sudah lama sekali menahan perasaan ini. sudah sampai sejauh itu, dan nggak terjadi apa - apa. jadi tubuhku bertindak semaunya sendiri.) gumam hye mi.


tiba - tiba tangan hye mi menyentuh dada yoo jin tanpa dia sadari.


"ahk, maaf ini. maksudku... aku nggak bermaksud begitu." kata hye mi gugup.


"karena kita tidak bersentuhan selama sebulan, dan ngomong - ngomong aku juga kurang tau. tapi!! berhubung kita sudah disini, dan nggak ada orang lain yang akan mengganggu kita, aku ingin segera lebih dekat denganmu. aku tau kamu oasti juga menginginkan nya. jadi sebaiknya kita....." kata hye mi dan mendorong yoo jin tidur disofa.


"hye mi, kenapa kamu ingin tidur denganku?" tanya yoo jin.


"kenapa? eh, bukan kah itu sudah jelas, karena aku suka padamu. jadi aku ingin segera lebih dekat denganmu." jawab hye mi.


"cuma itu? jadi kamu mau melakukan nya denganku kerna kamu menyukaiku?" kata yoo jin.


( eh, apa aku perlu alasan lain nya? memangnya aku perlu mengatakan sesuatu yang indah!! ) gumam hye mi.


"em, karena aku suka padamu, jadi secara alami aku ingin memelukmu. dan yah, aku penasaran. kamu punya sesuatu yang berbeda dari semua orang yang pernah kutemui. jadi iti membuatku bertanya - tanya dan jadi penasaran. mungkin aku sudah menanti - natikan nya sejak awal, untuk bersatu denganmu." kata hye mi.


setelah mendengar ucapan hye mi, yoo jin langsung mendorong hye mi dan bangun dari tiduran nya.


"hah, kenapa yoo jin?" tanya hye mi heran.


"maaf hye mi, kurasa aku harus berpikir ulang soal ini." kata yoo jin.


"kupikir hubungan kita sudah cukup kuat tanpa harus menguatkan nya lagi dengan hubungan fisik. aku sangat menyukaimu walau tanpa melakukan hal ini. dan aku percaya kamu juga merasakan hal yang sama." kata yoo jin.


"i, iya itu benar. ta, tapi apa kamu yakin yoo jin? selama ini hubungan kita kan sangat baik. jadi bayangkan deh, kalau pikiran dan tubuh kita jadi satu." kata hye mi.


"jadi, kamu benar - benar menginginkan nya? aku nggak masalah kok menjaga hubungan kita tetap di tingkat ini. dengan kamu berada di sampingku saja, aku sudah merasa sangat senang. jadi kurasa kamu harus bisa lebih menghargai dirimu sendiri." kata yoo jin.


hye mi yang mendengar ucapan yoo jin langsung keluar dari rumah yoo jin, dan pergi ke bar.


di bar;


"kenapa sih masalahnya tuh apa?! katanya kamu juga menginginkan nya!! aku harus merasa gimana saat dia mengatakan sesuatu yang seperti itu!! dia membuatku merasa, dia itu orang yang suci dan murni. yang bahkan nggak pernah berpegangan tangan sebelumnya. tentu saja, aku memang menyentuh orang dan cowok itu untuk bertahan hidup." kata hye mi yang sedang minum di bar.


"tapi pacaran juga hal baru untukku.!! dia orang pertama yang pernah ku cium!! aku memberikan nya izin untuk melakukan apa pun, tapi dia malah mengecewakan ku." kata hye mi.


"haha.. nona tenanglah" kata bapak - bapak yang ada di sebelah hye mi.


"menurutmu bagaimana pak?! apa kamu nggak suka saat seorang gadis mengatakan lebih dulu kalau dia ingin tidur denganmu?" kata hye mi bertanya lada bapak - bapak itu.


"aku sih malah bersyukur tentunya. terutama kalau yang mengatakan duluan itu adalah gadis yang cantik sepertimu." jawab bapak itu.


"tentu saja!! kebanyakan orang pasti merasa begitu kan!! jadi kenapa, kenapa dari semua orang, yoo jin... yoo jin yang harus." kata hye mi sambil menangis.


"jangan sedih begitu, masih banyak iman dilaut. lupakan saja cowok seperti dia. sebenarnya aku juga masih jomblo kok, jadi bagaimana kalau kita.." ucapan bapak itu terhenti saat hye mi memukul meja.


"tolong bon tagihan nya." kata hye mi.


kemudian hye mi berjalan menyusuri malam sendirian.


( kupikir semuanya sudah beres, kupikir kami benar - benar jadi satu sepenuhnya. cuma tidur dengab orang yang kamu sukai kok apa susahnya?! kalau orang itu yoo jin aku mau memberikan segalanya padanya. meski itu adalah sesuatu yang sangat berharga. mungkin yoo jin, nggak suka padaku lagi.) gumam hyemi dijalan sambil menangis.


dirumah yoo jin mengingat semua ucapan hye mi, ucapan JB dan juga ucapan baek hee.. serasa semuanya menjadi satu dikepalanya.


( apa yang harus ku lakukan, aku nggak ngerti. hye mi yang kukenal, semua itu bohong. nggak, hye mi nggam mungkin bohong padaku.) gumam yoo jin.


sisi lain dari yoo jin berkata;


( betapa bodohnya! kamu masih percaya padanya? kamu selalu cuma menjadi mainan, mainan yang malang, yang akan dibuang setelah dia puas bermain. lupakan saja, mempercayai seseorang, lalu ditinggalkan. pada akhirnya kamulah yang tersakiti. gampang kan? pergi saja! saat kamu sendirian lagi, semua itu akan hilang. kamu nggak akan sakit dan terluka lagi, kamu nggak perlu bersedih ataupun takut.)


didalam mimpi hyemi;


"hahaha apa kamu mau menyeberangi anak sungai itu?" kata hyemi kecil.


"tunggu bagaimana kalau nanti kita dapat masalah?" kata anak perempuan itu.


"tenang saja, nggak ada yang tau kok." kata hyemi kecil.