
"hmm, aku benar - benar tidak ingat, ini didekat ayah membuka penitipan anak didelat gereja. jadi aku pasti maduk disini, dan foto ini membuktikan nya. apa sebaiknya aku melihat - lihat dulu? mungkin ingatanku akan kembali." kata hye mi.
( hal - hal yang kuingat dari masa kecilku sangat sedikit, saat ayah jatuh sakit dan harus beristirahat dirumah sementara waktu. aku ingat membacakan buku untuknya! yang dibalas dengan mendapatkan hukuman setelah dewasa. aku ingat aku selalu bersama JB, mungkinkan JB ingat sesuatu? apa sebaiknya aku menelpon nya? sejak hari itu, aku tidak pernah menghubunginya.) gumam hye mi.
"ah, tidak! pasti bakal aneh kalau aku menghubunginya untuk urusan seperti ini. ayolah otak pikirkan sesuatu!" Hye mi terus berjalan menelusuri sekolah dan tidak sengaja melihat anak yang ditindas oleh murid lain.
"hahaha, lihatlah si pecundang ini, sudah kubilang jangan bikin aku kesal." kata kedua murid itu sambil memukuli teman nya.
"hei, apa yang kalian lakukan! kalian nggak boleh membuly teman kalian! kalian harus bersikap baik!" teriak hye mi menghampiri mereka.
"siapa sih perempuan tua ini, kita pergi saja yuk." kedua murid laki - laki itu oergi meninggalkan hye mi dan murid anak yang dipukulinya.
"perempuan tua?!!" teriak hye mi dengan kesal.
"hei, kamu nggak apa - apa kan? apa ada yang terluka?" tanya hye mi pada anak itu.
"hiks, iya. terima kasih!" kata anak laki - laki itu.
Mendengar ucapan terima kasih dari anak itu, hye mi mulai mengingat semua kenangan masa kecilnya.
Dulu waktu kecil hye mi pernah membela teman manusia nya yang dibuly oleh anak - anak lain. dan anak itu mengucapkan terima kasih pada hye mi.
( dia teman sekelasku, dia selalu duduk dipojokan, aku nggak pernah melihat dia bicara pada siapa pun. jadi nggak seorangpun yang menganggapnya teman! dia angker, dia punya pentakit, itu semua cuma gosip mengerikan yang beredar. kami menjadi teman dekat dan nggak pernah terpisahkan karena aku pernah menolongnya! nggak ada yang mengganggunya lagi, kami menjadi teman baik satu sama lain, dan kami saling menjaga.)
dirumah keluarga hye mi;
"teman? kamu bilang hye mi berteman dengan manusia? tapi kamu bilang hubungan dengan manusia itu terlarang." kata Shiwon.
"iya itu benar, dan lebih tepatnya untuk hye mi. lalu kemudian kejadian itu terjadi, hari itu didekat sungai...." kata ayah hye mi.
Yoo jin menghubingi hye mi.
"su, sungai?" kata yoo jin.
"kamu tau sungai yang kita kunjungi saat jalan - jalan itu? apa kamu bisa menunjukan lokasinya." kata hye mi.
"agak jauh sih jaraknya. hye mi kamu dimana? aku akan mengantarkanmu kesana." kata yoo jin.
"nggak, aku akan pergi sendirian saja. aku sudah dekat, jadi tolong beri tau aku dimana lokasinya." kata hye mi.
"baiklah kalau begitu akan aku sms." kemudian yoo jin memutup hp nya dan mengirim lokasi sungai itu pada hye mi.
( pergi kesungai itu sendirian! ada apa ya? apa dia sangat menyukai tempat itu.) gumam yoo jin.
Hye mi menerima pesan lokasi dari yoo jin.
( benar sekarang aku bisa lebih jelas mengingatnya. perasaan de javu yang kurasakan saat bersama yoo jin waktu itu, itu bukan cuma sekedar bayanganku.) hye mi mengingat kejadian di sungai itu.
"aku menemukan tempat yang indah, dengan bebatuan yang indah! itu sungai didekat gunung tempat kita tinggal! ikut denganku." ajak hye mi kecil pada teman nya.
"sungai? apa kita boleh pergi kesana sendirian." kata yunseo.
"nggak apa - apa. aku tau jalan nya kok!" kata hye mi kecil.
"tapi, bagaimana kalau kita dimarahi karena pergi sendiri?" kata yunseo.
( aroma rumput yang basah, suara air yang gemercik, aku ingat semua itu. tempatku dan yoo jin ini, adalah tempat aku dan anak perempuan itu dulu! ingatan itu semakin jelas, kejadian hari itu,) gumam hye mi.
"wow indah sekali. airnya berkilau seperti permata, dan aku melihat ikan!" kata yunseo.
"tuh kan, kamu senang kan! ayo kita bawa kerikil warna - warni yang banyak." kata hye mi kecil.
"iya, aku nggak pernah melihat yang seperti ini. waktu ditaman bermain, biasanya aku bermain sendirian." kata yunseo.
"kalau gitu ayo kita main yang seperti ini yuk! rasaka ini!!" hye mi kecil mencipratkan air pada yunseo.
"uh, dingin sekali" kata yunseo.
"hahaha, gimana serangan airku tadi?" kata hye mi kecil sambil tertawa lebar.
"hyemi, kamu pikir aku akan menerimanya begitu saja? rasakan ini!" yunseo membalas hye mi.
"ah, aku menyerah jangan membalas lagi. hahaha!" kata hye mi kecil.
"hei, hye mi. kita pegangan tangan yuk!" kata yunseo.
"hah, tangan?" kata hye mi kecil.
"kalau nggak mau nggak apa - apa kok. kamu nggak perlu melakukannya." kata yunseo.
"oke, ayo pegangan tangan, kita kan teman." kata hye mi kecil
"hah, benarkah! terima kasih hye mi, kamu sudah mau jadi temanku. setiap hari jadi seru karena aku bersamamu. kurasa kamu itu spesial, dan aku suka padamu." kata yunseo.
"aku juga suka padamu!" kata hye mi kecil.
"hei lihat! ada kodok. wow, bagaimana kalau kita menyeberang kesana?" kata hye mi kecil.
"hati - hati, disana mungkin licin." teriak yunseo.
"tenang saja, aku kan lincah!" kata hye mi kecil sambil melewati bebatuan.
"ah, tunggu aku dong!" kata yunseo dan menyusul hye mi.
"wow, disini keren sekali, ada banyak kodok dan ikan. lihat, aku sudah dapat kodok. kemarilah dan, li, hatlah." hye mi kecil terkejut mendapati yunseo tergeletak disungai dengan bersimbah darah dikepalanya.
"yunseo....!!!" teriak hye mi kecil.
dirumah keluarga hye mi;
"kejadiannya cepat sekali, aku tau dia pasti ketakutan. anak kecil, cuma berduaan disebuah sungai. dimana mereka nggak bisa minta tolong! aku nggak bisa melupakan kejadian hari itu. ditengah guyuran hujan yang turun aku membuka pintu untuk pergi mencari hye mi yang belum pulang juga." ayah hye mi kembali bercerita.
"hye mi,.." kata ayah hyemi.
"hiks, ayah tolong aku. yunseo hidupnya dalam bahaya." kata hye mi sambil menggendong yunseo kerumah hye mi.
"rumah sakit mengatakan karena kehilangan banyak darah akibat luka dan gegar otak ringan, anak itu kehilangan kesadaran untuk semantara. tapi untuk alasan yang tidak diketahui, dia berada dalam keadaan kritis yang nggak bisa mereka tangani. tapi, kami tau penyebabnya. energi yang diserap hye mi sepanjang perjalanannya membawa yunseo kerumahlah yang membuat hidup yunseo dalam bahaya." kata ayah hyemi.