
"Memangnya kapan kamu ngelamar aku dengan serius?"
"Apa gue harus ngelamar lagi?, gue udah berkali-kali ngelamar lo tapi selalu lo tolak, bahkan didepan banyak orang. Apa gue marah?, enggak!."
"Mau menikah denganku?" tanya Regan lembut.
"Gak modal, gak ada romantis-romantisnya, gak tau tempat dan waktu. Waktu itu ngelamar saat di marahi di kantor Ayah. Kedua saat acara pertunangan Aslan, dan sekarang melamar dengan cincin di atas burger, yang benar saja Re ...."
"Puffff ..."
"Ehemmm ... hem ..."
"Ya Tuhan ..."
"Memangnya ada yang salah?."
"Ah ..."
Regan yang akan mengejutkan Belda malah terhenti ikut menonton apa yang Belda sedang tonton.
Kembali Belda memutar video di ponselnya sebelum melemparnya ke sofa sebelahnya, menutup wajahnya dengan bantal dan berteriak melampiaskan kekesalan.
"Itu video dari mana?, ada tulisan-tulisan gitu?" tanya Regan, duduk di samping Belda meraih ponsel Belda dan kembai meutarnya. "Yang ngedit video kita kreatif banget" puji Regan.
Belda semakin kesal, duduk menatap Regan dengan tajam penuh amarah. Regan menoleh dan tersenyum simpul melihat rambut panjang Belda yang acak-acakan.
"Udah mandi gak sisiran ya?"
Tangan Regan merapikan rambut berantakan Belda, sehingga tampak lebih jelas wajah memerah Belda yang menahan amarahnya.
Melihat Regan tersenyum Belda semakin kesal mengabgkat bantal sofa dan memukul-mukulnya ke Regan. "Ih ... gara-gara kamu ... ah ... kita jadi viral ... kamu ngeselin ..."
Regan menangkap pergelangan tangan Belda menatapnya dengan mata berbinar, "beneran viral?" tanyanya.
"Iya itu ada di FYP Re ..." rengek Belda.
Regan malah tertawa ngakak seakan bangga, membuat Belda semakin kesal memberontak agar Regan melepas tangannya dan Belda bisa memukul-mukul Regan agi melampiaskan kekesalannya.
Bukan melepas tangan Belda, Regan malah menarik Belda dalam pelukannya membuat Belda berteriak-teriak kesal karenanya.
Klek ...
Terdengar suarabpintu terbuka, Ara berjalan dengan cepat menghampiri mereka dengan ponsel di tangannya.
Regan yang melihat Ara berhenti tertawa, Belda mendongak terkejut melihat Ara dan melepaskan diri dari pelukan Regan dengan paksa.
"Ini apa?" tanya Ara memperlihatkan layar ponselnya yang memutar video yang sama dengan yang Belda dan Regan lihat.
"Sepertinya memang ide yang bagus pernikahan Aslan ditunda dan kalian yang menikah lebih dulu" Abra mengucaokannya sambil berjalan duduk di sofa.
Mata Belda terbelalak, "tapi ..."
"Memangnya kamu gak malu sudah terkenal satu Indonesia, bahkan keluar negeri juga?" potong Dama berdiri di belakang Belda menyentuh pundaknya.
Belda tidak bisa membantah dia hanya duduk bersandar pada sandaran kursi dengan lemas, Regan tersenyum segatis menunjukkan jika dia bahagia tetapi jug merasa bimbng melihat Belda.
Tangan Regan meraih tangan Belda dan menggenggamnya erat, "kalau gak mau ok" ucap Regan lembut dengan senyum lebarnya. "Aku gak mau kamu tertekan dengan pernikahan ini, kita selesai sampai sini ... aku gak mau begini Qe. Selain karena umur, aku gak suka berbagi dan kamu tahu itu" kali ini cukup tegas dan tampa senyum.
Belda membalas genggaman tangan Regan, "mau kok ... tapi kecepetan" cicit Belda.
"Kamu masih bisa berkarya, aku gak akan mengekangmu, tapi ..." mata Regan menyipit, "tapi harus tahu batas."
Kepala Belda mengangguk cepat.
Klik ...
Pintu rumah tiba-tiba terbuka, tampa salam atau ketukan pintu lebih dulu.
Aslan, Alaric, Javir bahkan Emma masuk menerobos begitu saja tampa permisi sebelumnya. Bibir mereka berempat tersenyum lebar menatap Regan dan Belda bergantian lalu tertawa geli.
"Temen kita viral" seru Alaric berjalan menghampiri Regan dan duduk di sampinya hingga Regan bergeser mendekat pada Belda, "gue gak nyangka hasil rekaman gue jadi viral."
Mata Belda langsung menatap Alaric tajam, "jadi lo yang nyebarin?."
Kepala Alaric menggeleng, "gue hanya ngerekam buat Gea dan mereka" Alaric menunjuk Javir dan Aslan, "gue gak tahu siapa yang ngedit terus di upload internet. Mungkin saja Gea, dia kan kreator."
"Bukan Gea, semalam Gea mengirim video asli ke Ayah, tadi Ayah tanya dia bilang bukan dia" ucap Abra.
Tatapan tajam Belda beralih pada Regan.
"Iya nanti aku cari siapa" ucal Regan mengelus puncak kepala Belda.
"Kalau nikah gue siap jadi bridesmaid, asal tiket dan dressnya di siapin" celetuk Emma yang duduk di lengan sofa.
"Perasaan yang nikah gue dan Regan, kenapa kalian smeua yang bahagia?" tanua Belda tak mengerti.
Semua yang berada disana tertawa ngakak, Ara bahkan menyandarkan keningnya kelengan Aslan yang berdiri di sampingnya.
"Karena malas lihat dia jadi workaholic" ucap Regan.
"Dia kayak robot selama lo tinggal" celetuk Aslan.
"Zombi dan Panda cocok jadi temannya" timpal Alaric.
Regan tak membantah, dia mengelus pjncak kepala Belda penuh perasaan.
^-^
Regan menatap sosok kecil di depannya yang terswnyum cuek tidak merasa terintimidasi dengan tatapan tajam Regan padanya.
Dia bahkan tersenyum lebar dengan pipi gembulnya membuat Regan gemas meremas tangannya menahan diri agar tetap tegas padanya.
Sosok kecil yang kita bicarakan di sini adalah Bilqis salah satu adik kembar Regan, sosok kecil yang mengedit video hasil rekaman Alaric dan berhasil viral. Regan berhasil mengetahui jika Bet4 413< adalah Adesya Bilqis tak percaya dengan perkembangan Bilqis yang pesat.
"Jadi namamu Be.t.empat empat.satu.tiga.kurang?" tanha Regan.
Bilqic berdecak, melipat tangannya didwpan dada menatap Regan angkuh. "Bacanya gak gitu Abang ..." keluhnya.
"Terus?."
"Beta ABC" dengan tegas dan jelas Belda mengatakannya.
Kening Regan berkerut mendengarnya, "Jangan bilang karena nama samaran Abang Alpha Zoro kamu malah jadi Beta?."
Ternyata begini menghadapi anak yang memiliki otak berputar lebih cepat dari yang lainnya, Regan baru sadar dengan apa yang di alami Ayahnya jika kalah berdebat dengannya atau dengan si kembar, kepala ingin meledak tapi apa daya tak sanggup atau lebih tepatnya tak tega memarahi mereka terlebih semua jawaban masuk akal mereka.
"Ade gak boleh menggunakan bakat Ade dengan cuma-cuma, gak boleh menggunakannya secara sembarangan dan tidak bermanfaat" ucap Regan lembut menasehati.
"Iya Abang sudah mengatakannya berkali-kali Abang ..." ucap Bilqis dengan cueknya.
"Kalau mau ngehack atau mau mendalami menjadi hecker jangan menggunakan komputer Ayah, nanti Abang belikan tetapi gak boleh sembaranga dan jangan sampai ada yang tahu, mengerti!."
"Iya ..."
"Awas ya ... gak boleh menggunakannya untuk yang tidak bermanfaat, seperti apa yang sudah kamu lakukan pada video Abang dan Kak Belda."
Kening Bilqis mengerut menatap Regan dengan tatapan tak terima, "bukannya bagus kalau video kalian jadi viral?, kak Belda pasti malu dan menjauhi Abang?."
"Kata siapa?" tanya Regan menahan tawa.
"Ya ... pasti malu lah ... jadi dia gak akan deketin Abang."
"Oh ya?" tanya Regan dnegan senyum mengejek, "Bulan depan Abang nikah tuh dengan Kak Belda."
Wajah Bilqis langsung merengut, "ah ... sia-sia dong" gerutunya dengan wajah cemberut membuang muka enggan mentao Regan.
Tangan Regan terulur mengelus ouncak kepala Bilqis, Regan mencari siapa yang pertama kali menyebar video itu hingga viral karena Belda yang meminta.
Sekarang jika dia tahu Bilqis yang membuatnya mana bisa dia membuka mulut mengatakan jika adiknya yang melakukan, bisa-bisa Abra dan Ara tahu jika si kembar mengikuti jejaknya sebagai Heker dan Pemain Saham.
^-^
"Beneran dia gak dateng kan?"
Belda kembali memastikan kehadirsn Regan pada Gea.
"Iya gak ada Regan disini" ucap Gea sambil merentangkan tangannya.
Tadi pagi Gea mengajak Belda untuk membuat konten kolaborasi dengannya malam ini, Belda menyetujuinya asal tidak ada Regan disana. Belda tidak mau bertemu Regan sebelum pria itu berhasil menemukan siapa dalang yang menyebarkan video mereka di sosmed.
Sejak mereka kembali dari luar negeri Belda tidak mau bertemu Regan, bahkan mengangkat oanggilan dan membalas pesannya pun tidak.
"Banyak banget" guma Belda saat menginjakkan kaki kedalam halam Cafe yang biasa di tempti Gea untuk tampil dengan bandnya.
"Gimana gak rame kalu DJ terkenal dan viral kayak lo disini?" ucap Gea sambil terkekh kecil.
Belda berdecak.
Mereka berdua naik keatas panggung, Belda mulai menata set peralatan DJnya dan Gea mulai bernyanyi diiringi Bandnya.
Di lagu kedua yang dibawakan Gea, barulah Belda ikut memeriahkan suasan memainkan lagu kolaborasi mereka dulu sebelum Belda keluar negeri, lagu terakhir Belda ngeDJ sambil bernyanyi.
Kebiasaan Belda yang selalu larut saat ngeDJ membuatnya tidak sadar satu persatu penonton mulai menghilang menyisahkan beberpa orang saja di depan panggung kecil tampat mereka perfome.
Lgu hampir saja habis lamu tiba-tiba mati, semua terdengar gaduh, bahkan Belda mengeluarkan ponselnya mencoba mengecek peralatan DJnya.
"Kenapa tiba-tiba mati lampu?" tanya Belda sambil mencabut beberapa kabel.
Tidak ada sahutan dari Gea kepala Belda terangkat menoleh kesamping tempat Gea tadi berdiri, ternyata Gea sudah tidak ada.
Belda mebatap kedepan mencoba mencari keberadaan Gea malah menemukan beberapa orang memegang lentera ditangan mereka membuat Belda keheranan melihatnya.
Jalan terbelah, Regan berjalan kearah panggung. Semua orang seakan sengaja memberi Regan jalan menujuh kearahnya. Kening Belda mengerut menatap Regan aneh, pria itu mengenakan kemeja lengan panjang berpotongan slim fit yang dilipat, celana chinos, dan sepasang sneakers benar-benar bukan Regan yang Belda kenal.
Regan menghentikan langkahnya tepat didepan Belda, menekuk sebelah lututnya mengeluarkan kotak kecil beldru yang dia genggam sejak tadi.
Dad Belda berdebar melihatnya, tubuhnya seakan mematung tidak dapat bergerak sedikitpun, dia hanya bisa diam menunduk membalas tatapan mata Regan.
"Quela Belda Cakrawansa" Regan mengucaokan nama Belda secara jelas dan tegas, "will you merry me?."
Beberapa detik jantung Belda seakan berhenti berdetak dan saat kembali berdetak begitu cepat hingga Belda menggigit bibir bawah bagian dalamnya menahan diri agar dadanya tidak meledak.
"Apa aku sudah terlihat serius?" tanya Regan mengerutkan kening, tetap dengan posisi menekuk sebelah lututnya tatapan mata merek yang bertautan. "Aku ngeluarin modal sekarang, menyewa jasa mereka untuk membawa lentera, menyewa youtube Gea, agar semakin banyak yang tahu bahwa nanti kamu milikku."
Belda mengulum bibirnya menahan senyum.
"Ini akan kembali viral, karena aku dokter yang tamoan melamar seorang DJ yang terkenal dengan sangat romanti."
Akhirnya Belda tergelak kecil mendengar perkataan Regan yang penuh dengan oercaya diri, "tapi kata-katanya masih gak romantis Re ...."
Wajah Regan langsung merengut, tidak ada mata berbinar seperti tadi. "Kamu tahu aku gak pintar dalam urusan begituan, aku sudah belajar ngomong tapi blank gara-gara gugup padaha aku tahu kamu oasti menerimaku."
"Idih .. Pede banget ..."
Regan berdecak menatap Belda dengan tatapn memelas, "Qe ... kakiku sakit cepat bilang iya."
Belda ngakak mendengarnya, "kenapa maksa sih..."
"Apa ini akan menjadi kesekian kalinya ku ditolk?, sepertinya ini akan kembali menjdi video viral memalukan" gerutu Regan
Belda tertwa lepas mju selangkah bukan menerima cincin yang Regan ulurkan malah memeluk Regan tiba-tiba hingga Regan yang tidak siap terjatuh kebelakang dengan Belda di pelukannya yang tertaw lepas sambil menagis.
"Kamu gak harus melakukan ini, aku sudah bilang iya" ucapa Belda semakin mengeratkan pelukannya.
Semua yang ada disana menunjukkan berbagai reaksi, diantara mereka ada yang ikut tertawa kecil, menitikkan air mata terharu seperti Ara, bahkan ada Alaric yang tak percaya jika siaran langsung di Insta Storinya ditonton jutaan followersnya.
Bilqis yang berdiri disamping Aslan malah cemberut menatap mereka kesal, "awas saja jika Abang dan Kak Qe tidak membayarnya mahal padaku yang membuat mereka viral" gerutu Bilqis.
Aslan yang samar-samar mendengarnya menoleh tak percaya, dia menatap Bilqis dengan sebelah alis terangkan takjub. Gen keluar Ganendra memang tidak perlu di pertanyakan lagi.
^-^
.
Marilah budayakan meninggalkan jejak sebagai aprisiasi dan menghargai kerja Author 🙏
Dukungan kalian sangat Author butuhkan 🥰
Terim kasih sudah mampir 😇
Love you 😘
Unik Muaaa