
( apa yang aku lakukan? hye mi telah mengungkapkan perasaan nya dengan jujur. tapi aku, aku menyakiti perasaan nya, hanya untuk melindungi diriku sendiri. kalau dia meninggalkan ku seperti ini, kalau hye mi pergi dariku, aku bahkan nggak mau memikirkan itu..!! kenapa aku baru menyadarinya sekarang? aku begitu menyukai hye mi.) gumam yoo jin.
"hye mi, aku meninggalkan pesan ini karena hape kamu nggak aktif. apa semuanya baik baik saja? aku... mau minta maaf atas ucapanku padamu kemarin. bukan nya aku nggak percaya sama kamu, maafkan aku atas segalanya. dan, aku rindu padamu." pesan suara yoo jin untuk hye mi.
"yoo jin, maaf kemari malam malam. aku cuma mau minta maaf soal kemarin. apa kamu marah?" tanya hyemi. tapi yoo jin tidak menjawab pertanyaan hye mi. dia langsung menatik hye mi masuk kedalam rumahnya, dan langsung mencium bibirnya.
hye mi hanya diam menerima ciuman yang sangat hangat dari orang yang dia cintai, dan jantungnya kembali berdetak kencang.
"yoo, yoo jin. tunggu.. aku." belum semoat hye mi bicara yoo jin mencium bibirnya lagi.
"aku menyukaimu, aku jadi gila karna sangat menyukaimu. maafkan aku karna selama ini aku nggak mampu mengungkapkan perasaan ku padamu." kata yoo jin.
"yoo jin.." kata hye mi. dan yoo jin kembali mencium nya lagi.
( aku merasa seperti didalam mimpi. mencintai, dan dicintai seseorang, membuat hatiku terasa hangat seperti ini. walaupun kami tidak mengatakan sesuatu satu sama lain, aku bisa merasakan perasaan nya. aku merasa, kami nggak perlu mengatakan apa pun.) gumam hye mi.
" jadi ciuman itu rasanya seperti ini ya? aku bisa merasakan yoo jin dari jaraka yang sangat dekat. aku bahkan bisa merasakan getaran diujung jemarinya, rasanya mau pingsan. ini benar benar berbeda dari sekedar bergandengan tangan. energinya mengakir begitu kuat kedalam diriku melalui nafasnya.entah mengapa aku berharap waktu berhenti seperti ini selamanya" lamunan hye mi buyar saat yoo jin tiba tiba pingsan dipelukan nya.
"ah, yoo jin..." teriak hye mi yang terkejut yoo jin pingsan.
"yoo jin, kamu baik baik saja kan, yoo jin... yoo jin ayolah kuatkan dirimu..!!.
( aku suka yoo jin, maaf. ) JB mengingat ucapan hye mi saat duduk di dalam kamar yang gelap.
" ini aku buka pintunya. JB, kamu di dalam kan?." kata samdong mengetuk pintu kamar hotel JB. JB membuka pintunya.
"apaan sih yang kamu lakukan?. kamu membuatku khawatir, karena kamu nggak menjawab telpon ku. bukankah kamu bersama hye mi." samdong terdiam saat melihat wajah JB yang terluka didekat bibirnya, dan raut wajah JB yang sangat lesu.
"dasar bodoh..!!" samdong langsung memeluk JB untuk menenangkannya.
"kamu sudah siuman?" tanya hyemi yang sedari tadi memangku kepala yoo jin yang pingsan.
"ah, aku kenapa?" kata yoo jin yang langsung bangun dari pangkuan hye mi.
"kamu tadi pingsan kurang lebih selama 2 jam." jawab hye mi.
"aku, pingsan. kenapa tiba tiba.." kata yoo jin sambil memegang kepalanya.
"ah, aku rasa kamu kecapekan." jawab hye mi.
( sudah lama sekali aku tidak menyerap energi, kurasa aku menyerap terlalu banyak. ) gumam hyemi.
"rasanya tenagaku seperti tersedot habis." kata yoo jin
"ah, kurasa kamu terlalu bersemangat. karena kamu terlalu fokus ciuman saja!! haha. mungkin tekanan darahmu naik." kata hye mi.
"cium..!!" wajah yoo jin kemudian memerah saat mengingat ciuman nya dengan hye mi.
"nggak.!!" jawab hye mi. yoo jin tiba tiba tertawa.
"kenapa kamu tertawa?" tanya hye mi heran.
"karena kamu mengucapkan semua yang ada dipikiranmu dengan jujur. hahaha!!" kata yoo jin.
"yah, itulah yang kusuka darimu." kata yoo jin sambil tertawa.
( ah, ini pertama kalinya aku melihatnya tertawa lepas seperti ini.) gumam hye mi sambil tersenyum melihat yoo jin.
"um, maafkan aku hye mi, ku pikir selama ini aku sangat egois. aku nggak melakukan apa apa padamu bukan karna aku nggak punya perasaan padamu, aku cuma nggak tau bagaimana perasaanmu.!! aku sungguh menyukaimu. aku akan mencoba untuk lebih bisa mengungkapkannya. sama sepertimu, kalau tentangmu, semuanya pasti baik hye mi." kata yoo jin.
"aku juga minta maaf atas apa yang aku ucapkan. aku suka padamu." kata hye mi.
( ah, aku nggak tau kalau bersentuhan itu rasanya nikmat sekali. awalnya kupikir ini cuma sekedar cara untuk berburu mangsa. tapi itu ternyata bisa mengalirkan perasaan kami dengan lembut. aku sungguh bahagia.) gumam hye mi. yoo jin masih menggenggam tanganya dengan penuh kasih.
"tapi hye mi, apa yang terjadi dengan perjalanan rekreasimu? kamu nggak bisa ikut bersenang senang dengan teman temanmu gara gara aku?!" tanya yoo jin.
"eh, ah, soal itu." hye mi mengingat setiap kejadian yang dilakukan JB padanya.
"hye mi, kamu nggak apa apa?" tanya yoo jin.
"ya, aku baik baik saja. nggak ada apa apa kok." jawab hye mi kemudian pamit pulang.
( JB, dia bahkan tidak menelponku. apa dia baik baik saja? dia nggak pernah bertingkah seperti itu sebelumnya. dia terlihat seperti orang yang berbeda, seingatku JB itu cowok yang selalu tersenyum ramah, nakal dan ceria. dan selalu hadir untuk ku. dia adalah teman yang sangat baik. tetapi kenapa tiba tiba dia seperti itu? ) guman hye mi.
"apa yang terjadi? apa dia sakit, apa yang terjadi pada wajahnya? apa kalian bertengkar.!!" tanya produser o'rjin
"nggak, nggak sama sekali. dia akan segera sembuh setelah istirahat sebentar." jawab samdong sambil menutup pintu kamar JB.
( "hye mi, maukah kamu menikah denganku?" "hahaha apaan tuh? tentu saja aku mau") didalam ingatan JB. JB dan hye mi kecil mengucapkan pernikahan.
"pembohong..!!" kata JB.
( sejak awal aku selalu sendirian. ) gumam JB dan mengingat di masa masa dia kecil.
"dia lagi ya? dia memang kelihatan sangat imut, tapi ini ketiga kalinya dia dibuang oleh orang tua angkatnya. kali ini dia membunuh anjing peliharaan mereka." kata kepala panti asuhan.
"aku cuma mencoba mengelusnya." jawab JB kecil.
"ada yang aneh dari anak itu. setiap kali aku berusaha agar dia diadopsi, tak lama kemudian dia selalu kembali. pengasuh yang menjaganya pingsan tanpa sebab." kata kepala panti.
"oh, iya aku ingat.! kadang kadang dia membuatku merasa seram. dia itu kena kutukan atau apa ya.!!" kata asisten kepala.
( dulu aku adalah monster ).