
"ya, aku tidak pernah menceritakan nya pada orang lain, tapi aku punya kenangan buruk dimasa lalu. ibuku meninggal waktu aku masih kecil. padahal hanya dialah tempatku bersandar." shiwan membayangkan ibunya yang berlumuran darah.
"itu, sebuah kecelakaan yang mengerikan. saat aku sebatang kara, aku harus berpindah pindah panti asuhan, dan tempat penampungan. aku merasa hampa. saat itu aku merasa kesepian yang sangat menyakitkan. lalu aku menyadari telah kehilangan satu satunya orang yang sangat mengerti diriku. itu sama seperti kehilangan diriku sendiri." kata shiwan menceritakan masa lalu nya kepada yoojin.
"saat aku membaca tulisanmu, aku merasa membangkitkan kenangan masa kecilku yang tidak bisa ku ingat dengan jelas. aku rasa kamu hebat, kamu punya pandangan dan pengertian yang dalam tentang perasaan orang yang menderita kesepian." sanjung shiwan kepada yoojin.
"maaf aku kebanyakn bicara, mungkin kamu tidak tertarik." kata shiwan.
"aku tau. aku juga tau bagaimana rasanya diabaikan dan kesepian ditinggal sendirian di dunia ini. aku juga sudah pernah mengalaminya untuk waktu yang sangat lama." kata yoojin dengan wajah yang sedih.
"itulah sebabnya kenapa aku bisa menulisnya.." lanjut yoojin bercerita pada shiwan.
"mengetahui bahwa ternyata bukan hanya aku yang mengalaminya, aku ikut prihatin. tapi entah mengapa aku merasa lega. gak gampang mencari teman untuk berbagi rahasiamu yang terdalam". ucap shiwan sambil menatap yoojin.
"aku rasa kita berdua bisa menjadi sahabat." kata shiwan dengan semangat.
yoojin hanya diam tanpa kata mendengar kata kata shiwan.
"kalau gitu kita kembali bekerja yuk. nanti aku beri tau pendapatku mengenai draft itu." kata shiwan sambil berdiri.
"baiklah." kata yoojin mereka mulai berjalan.
"pak.!!awas..!!" teriak anak anak yang sedang bermain bola. bola itu mengarah ke arah yoojin, akhirnya shiwan menarik yoojin agar tidak kena bola itu.
"kamu tidak apa apa?. sepertinya berbahaya kalau aku menahanmu disini terus." kata shiwan.
"ah, aku baik baik saja. te..terima kasih!!" kata yoojin.
"sama sama," jawab shiwan. dan mereka berdua kembali kerumah yoojin.
"eh, hyemi."
"a, aaah. yoo, yoojin." hyemi kaget tiba2 yoojin memanggilnya.
"kamu mau kemana?" tanya yoojin.
"apa, ah, aku? aku ada meeting." jawab hyemi gugup.
"oh begitu, bagaimana perasaanmu.??" tanya yoojin lagi.
( pe, perasaan apa ) gumam hyemi.
"ke, ke, kenapa? apa maksudmu,? tiba tiba saja begitu!! aku kan gak mes.." belum sempat hyemi melanjutkan kata katanya ( kenapa jantung ku berdetak kencang begini ) gumam hyemi.
"maaf, semalam kan kamu bilang gak enak badan, jadi aku bertanya" kata yoojin memecahkan lamunan hyemi.
"ah, iya benar. semalam aku gak enak badan. tentu saja aku sudah baikan sekarang!!"
"baguslah. jam berapa kamu pulang?. kalau nanti kamu pulang lebih awal datang lah ketempaku, kenapa kita nggak..."
( di, dirumah yoojin?? )
"aghr... maaf!!! aku gak bisa!! aku harus pergi!!dah!!". hyemi langsung berlari meninggalkan mereka berdua.
"hye..hyemi. aku ingin makan malam bersama.." teriak yoojin.
keesokan harinya yoojin mendapat undangan pameran buku.
"tahun ini mereka juga mengirimkan undangan pameran buku". yoojin mendapat undangan pameran.
"apa tahun ini...aku datang saja yaa." kata yoojin.
dikamar hyemi yang baru bangun tidur.
( aduh, mimpiku... mesum sekali!! si ayam melepas pakaian nya!!. ) gumam hyemi.
"ampun deh, sampai kapan aku akan seperti ini.??" tiba tiba ada yang membunyikan bel rumah hyemi.
"ting tong, ting tong."
"iya sabar." kata hyemi sambil membukakan pintu.
" yoo, yoojin."
"ah, kamu sudah bangun ya..?"
"a, ada apa?" tanya hyemi gugup.
"emh. kamu sibuk gal hari ini?. kalau gak sibuk, gimana kalau kamu temani aku ke pameran buku.? penerbit mengirimiku undangan, jadi kalau kamu ada waktu..."
"pameran buku?. haha gak deh, aku gak begitu suka buku haha."
"ah, baiklah. sudah ku duga, sih. kalau begitu aku pergi sama pak choi aja deh." kata yoojin lalu pergi.
"tu, tunggu dulu yoojin!! aku, aku temani deh."
kemudian mereka pergi ke pameran buku tsb.
"padahal hari biasa tapi, ramai sekali ya.." kata hyemi.
"ngomong ngomong ngapain kamu disana?" kata yoojin memanggil hyemi yang sedang sembunyi di dekat tiang.
"apa, ah, aku cuma penasaran saja. tiang ini terbuat dari apa sih." jawab hyemi yang diam diam sedang memperhatikan yoojin dan shiwan.
"kemarilah nanti kesenggol orang lho." kata yoojin.
"ah, baiklah." kemudian hyemi mendekati mereka berdua. ( apa yang harus ku lakukan kalau sampai aku bertindak aneh aneh lagi padanya.? aku harus jaga jarak.) gumam hyemi.
( ng,ngak apa apa. kok aku langsung ikut tanpa pikir panjang. tapi, aku hanya tidak rela membiarkan dia pergi dengan cowok itu. ) kata hyemi sambil menatap kesal pada shiwan.
"ah, ini karya penulis kesukaanku. hyemi, kamu mau membaca ini sama sma." tanya yoojin sambil memegang buku kesukaan nya.
( ja, jangan.) hyemi yang menahan tangan nya untuk tidak menyentuh yoojin. ( tenang, tenang!!) gumam hyemi sambil memegang tangan nya.
disisi lain shiwan memperhatikan tingkah laku hyemi.
"biasanya aku tidak pernah mengunjungi pameran buku karna terlalu ramai," kata yoojin sambil membaca buku.
"tapi menurutku ini sangat membantu, untung tadi jadi datang kesini." seru yoojin.
"istirahat sebentar yuk". ajak yoojin.
"oke." jawab hyemi.
"aku pesan minum dulu ya." kata yoojin sembari meninggalkan hyemi dan shiwan.
"mumpung kita cuma berdua, aku mau ngomong terus terang. kamu ini kan cowok, kamu mau ngapain sama dia?. kenapa kamu gak berburu mangsa lain yang lebih mudah." kata hyemi kesal.
"ngomong ngomong, jadi kasmaran terhadap manusia itu, sungguh lucu untuk ditonton." jawab shiwan dengan santai.
"i, itu bukan urusanmu!! dan, i,itu hanya sementara!! tu, tubuhku kayaknya cuma kebingungan.!! yang lebih lucu itu.. melihat cowok, berburu cowok!!" teriak hyemi dengan gugup.
"yah, aku sih kasihan saja melihatmu mencoba menahan diri. kalau aku jadi kamu, aku akan memilih langkah yang gampang."
"la, langkah yang paling gampang??"
"bagaimana menurutmu? yang perlu kamu lakukan hanyalah mendapatkan apa yang kamu inginkan. kenapa kamu tidak langsung melakukan nya saja." kata shiwan.
(ap, apa. me, melakukan apa? ) gumam hyemi terdiam sejenak mendengar perkataan shiwan.