Only you

Only you
KTHU ~ 31.



"apa terjadi sesuatu saat kamu pergi kesana? apa sakitnya parah?" tanya yoo jin.


"nggak, bukan begitu, tapi..." kata hye mi.


"susah ya, untuk cerita padaku? kamu nggak perlu cerita padaku kalau memang nggak mau. aku cuma ingin kamu tau, bahwa kamu bisa mengandalkanku. kamu selalu ceria, tapi kamu pulang dalam keadaan menangis, dan aku menemanimu tanpa tau sebabnya. aku jadi sedih.!!" kata yoo jin.


"aku tau, aku memang nggak berguna bagimu. tapi,.." kata yoo jin.


"nggak, itu nggak benar. hanya saja, JB jadi aneh padaku. kurasa tanpa aku sadari, aku telah melukai hatinya. bahkan untuk waktu yang lama. setelah mengetahuinya, aku jadi menyesal sekali. tapi disisi lain aku juga jadi bingung.!! aku jadi bingung dengan keadaan ini." kata hye mi mancaritakan pada yoo jin.


"apa dia mengungkapkan perasaan nya padamu?" tanya yoo jin. hye mi kaget mendengar pertanyaan yoo jin.


"ah, anu, itu.." kata hye mi.


"kamu nggak perlu menyembunyikan nya. jujur saja aku sudah menyadari hal itu, walaupun kamu bilang kalian hanya sekedar teman, tapi aku sudah merasa bahwa dia begitu protektif. yah, aku yakin kamu nggak sadar karna kamu ini terlalu polos." kata yoo jin.


"aku benar benar nggak tau sama sekali.!! kupikir kami teman baik, dia sudah seperti keluargaku sendiri. aku nggak tau harus bagaimana, rasanya seperti dunia yang kupercaya sudah hancur berantakan.!! semua hal yang selama ini kupercayai ternyata semuanya palsu. karena itulah, aku jadi bingung!!" kata hye mi.


"apa kamu mau menerima pernyataan cintanya? kalau kamu menerima dia, kalian bisa hidup seperti semula." kata yoo jin.


"ka, kamu ngomong apa sih!! yang aku sukai itu cuma kamu.!!" kata hye mi.


"aku tau. nggak apa apa selama hatimu masih teguh. dan, kurasa nggak ada yang bisa kamu lakukan meskipun kamu nggak tau tentang hal itu. orang orang menilai sesuatu sesuai yang mereka inginkan, dan mereka percaya bahwa cara pandang mereka itu benar." kata yoo jin.


"bagimu JB hanyalah teman dekat, jadi kamu mempercayainya dengan sepenuh hati. karena kamu memang sepolos itu, itu bukan berarti kamu yang salah!! mungkin dia butuh waktu. dia pasti sedang mengalami masa yang sulit karena banyak yang mengganggu pikiran nya. tapi kalau kamu mau menunggu hingga dia kembali tenang, suatu hari nanti dia pasti akan kembali. begitulah proses menjadi dewasa, yaitu dengan belajar merelakan sesuatu." kata yoo jin.


"seiringnya berjalan waktu, semuanya pasti akan membaik." yoo jin membelai rambut hye mi untuk menenangkan nya.


"baiklah.. terima kasih yoo jin aku pulang dulu ya, terima kasih sudah mau mendengarkanku. berkat kamu, aku jadi merasa lebih baik. maaf sudah merepotkanmu malam malam begini, selamat malam yoo jin." hye mi berjalan menuju pintu yoo jin.


"hye mi, apa malam ini kamu mau menginap disini? aku nggak bermaksud apa apa kok. aku yakin kamu akan kepikiran kalau sendirian disaat saat seperti ini.!! jadi, aku ingin menemanimu." tanya yoo jin. langkah hye mi terhenti mendengar ucapan yoo jin


"um... baiklah!!" hye mi kemudian menginap dirumah yoo jin. dan mereka tidur satu tempat tidur. jantung mereka mulai berdetak kencang.


"apa kamu merasa nggak nyaman bersamaku?" tanya yoo jin.


"nggak kok, makasih sudah mengizinkanku memakai pakaianmu, padahal aku bisa pulang mengambil punyaku." jawab hye mi.


"baiklah, perlu ku matikan nggak lampunya.?" tanya hye mi.


"nanti akan ku matikan kalau kamu sudah tidur." jawab yoo jin.


"anggap saja rumahmu sendiri." kata yoo jin.


"ah, baiklah." jawab hye mi.


( apa aku bisa menahan nya saat dia berada begitu dekat denganku. tentu saja aku lagi tidak ingin melakukan nya, tapi instingku bisa saja!! itulah sebab nya aku ragu ragu. tapi aku ingin tinggal bersamanya. ) gumam hye mi.


"hei, hye mi. maaf ya kalau tiba tiba aku memintamu menginap. tapi jangan khawatir, aku benar benar nggak bermaksud yang aneh aneh kok, aku nggak ingin kamu salah paham. apalagi disaat kamu banyak pikiran seperti ini." kata yoo jin.


"nggak, aku nggak mengkhawatirkanmu. aku tau, kamu bilang begitu karena khawatir padaku." jawab hye mi.


"sebenarnya aku sedikit cemburu, karena alasanmu menangis adalah JB. aku bisa merasakan betapa berharganya dia untukmu. tapi kupikir itu wajar, karena kalian sudah berteman begitu lama." kata yoo jin.


"aku agak sedih kamu menangis karena cowok lain, dan disaat yang sama aku juga merasa kesal. mungkin itulah sebabnya aku ingin kamu menginap. kurasa aku ingin membuat semuanya menjadi jelas. bahwa, aku sudah membuat keputusan.!! aku mungkin belum begitu berarti bagimu. tapi kalau nanti aku menjadi seseorang yang berarti bagimu, aku nggak akan membuatmu menangis!!" kata yoo jin. hyemi terkejut dengan ucapan yoo jin dia langsun menolehbke arah yoo jin yang sedang tidur disampingnya.


"aku akan memastikan kamu nggak akan menangis karena diriku, jadi nggak usah memikirkan hal apa pun malam ini dan tidurlah yang nyenyak. aku akan menemanimu disini!!." ucap yoo jin mengelus rambut hye mi dan memeluknya.


( aku merasa, sepertinya pikiranku perlahan mulai mencair. dari suaranya yang tenang, dan dengan tangan nya yang di kepalaku.!! semua pikiran kalutku mulai mencair, meski hanya dengan sedikit kehangatan nya. JB, maaf ya, kurasa yoo jin adalah penyelamatku. ) hye mi kemudian tertidur.


saat hye mi tertidur pulas, yoo jin terbangun dia mulai mengelus kepala hye mi, kemudian membuka kaos dibahu hye mi dan mencium bahu hye mi. setelah itu yoo jin berhenti dan jantungnya yang berdetak dengan kencang.


"aku pasti sudah gila.!!" kata yoo jin wajahnya mulai memerah setelah mencium bahu hye mi.


pagi harinya saat hye mi terbangun dari tidurnya, dia kaget ada yoo jin disampingnya.


( oh astaga!! bikin kaget aja. benar aku kan tadi malam tidur dirumahnya, dia tetap terlihat ganteng walaupun sedang tidur.!! tampan sekali. sepertinya dia kecapek.an, tidurnya lelap sekali. sebaiknya aku tidak membangunkan nya. ) hye mi ingin turu dari tempat tidurnya tapi...


( astaga!!! apa?? kenapa kamu berpegangan tangan?! apa aku yang menggandeng tangan nya duluan? kok aku nggak ingat?!! ka, kalau begitu.. bisa saja dia pingsan bukan nya tidur!! maafkan aku yoo jin.)


"aku jadi jauh lebih segar berkat kamu, terima kasih yoo jin. kamu adalah segalanya bagiku, aku mencintaimu, sekarang atau pun selama nya." hye mi meninggalkan yoo jin yang sedang tertidur lelap.