Only you

Only you
KTHU ~ 35.



"itu memang membutukan riset, apa lagi kalau kamu nggak mau yang biasa saja. tapi sebenarnya semua itu adalah teori dan tidak banyal membantu.!!!" kata shiwan sambil duduk di sofa.


"apa kamu punya banyak pengalaman soal ini?!" tanya yoo jin.


"apa maksdumu menanyakan hal itu?" tanya shiwan


"ng, nggak. aku nggak bermaksud aneh aneh kok, aku cuma mau tau saja." kata yoo jin gugup.


"jadi sebenarnya, aku nggak punya banyak pengalaman untuk berkencan. dan aku juga nggak tau soal begituan, jadi aku nggak tau harus bagaimana. aku nggak punya teman untuk menasehatiku juga!." kata yoo jin.


"yah, kalau aku sih terbuka saja tentang hal itu, nggak terikat gender. kepuasaan saat pasangan kehilangan kendali, itu sangat penting." kata shiwan tersenyum sinis.


( nggak terikan gender? ) gumam yoo jin.


"nggak usah terlalu dipikirkan, video dan buku itu nggak akan banyak membantumu." kata shiwan dan mulai menghampiri yoo jin yang duduk di meja kerjanya.


"oh, lalu?" tanya yoo jin.


"yang lebih penting adalah mempraktekan nya. kalau kamu mau, aku bisa mengajarimu." kata shiwan sambil memegang bahu yoo jin.


yoo jin kaget melihat shiwan memegang bahunya.


"ap? yang benar audisi ux aku benar benar lolos?" tanya hye mi.


"apa untung nya aku bohong padamu, itu benar kok. karena ini audisi yang terbuka untuk umum, mereka punya banyak sekali pendaftar. makanya butuh waktu yang lama untuk mengumumkan hasil nya." kata menager hye mi.


"ah, benarkah!" kata hye mi sangat senang.


"kamu bukan model satu satunya, tapi aku rasa ini kesempatan yang penting. jalan menuju model internasional sudah terbuka lebar untukmu. kalau kamu melakukan tugas yang baik, dan mendapatkan perhatian mereka. ini akan menjadi pendongkrak karir modelingmu, jadi kamu harus melakukan nya dengan baik." kata manager hye mi.


"mereka bilang, mereka akan memberikan jadwalnya nanti, jadi siap kan dirimu baik baik. berlatihlah mengontrol keadaan, mengerti!!" kata manager hye mi.


"baik!!" hye mi begitu senang dan bergegas pulang untuk memberitau yoo jin.


( wow!! aku berhasil. akhirnya mimpiku menjadi kenyataan. yoo jin pasti akan gembira kalau aku ceritakan padanya tentang hal ini.!! aku harus menyampaikan hal ini.) gumam hye mi.


"ting tong" hye mi membunyikan bel rumah yoo jin.


"kejutan nih yoo jin! apa kamu kaget nggak? dan aku ingin kamu menjadi orang pertama yang mende, ngar, hal i, ni." kata hye mi kaget ternyata yang membukakan pintu bukan yoo jin, tapi shiwan yang baru selesai mandi dengan cuma berbalut handuk di pinggangnya.


"hei, ayo masuklah." kata shiwan sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk.


( apa apaan kok.!! ) hye mi terdiam melihat shiwan seperti itu.


"ah, maaf shiwan. aku tidak tau tadi aku memikirkan apa.!" kata yoo jin yang baru keluar dari kamar mandi dan tidak menyadari kehadiran hye mi.


"oh, hye mi. ada apa?" tanya yoo jin dengan berbalut handuk juga di pinggangnya.


"haaaaah, apa apaan kalian berdua??" teriak hye mi.


"hye mi, tenanglah aku bisa jelaskan. kamu duduk dulu biar aku ganti pakaianku." kata yoo jin.


yoo jin memakai bajunya dan langsung menjelaskan semua yang terjadi pada hye mi.


"jadi, dia mandi karena kamu menumpahkan kopi di kemejanya saat kalian ngobrol. dan kamu kena kotoran burung saat pulang dari binatu, intinya begitu ya!!" kata hye mi.


"iya, soalnya bajuku nggak ada yang muat untuknya. eh, mumpung lagi kita bicarakan, aku akan mengambil pakaian nya dari binatu. tempatnya dibawah kok jadi nggak akan lama." yoo jin pergi mengambil pakaian untuk shiwan.


"sayangnya nggak. aku memang mau lihat kalau aku bisa melalukan sesuatu, tapi rupanya sekarang bukan saat yang tepat." jawab shiwan.


"apa sih tujuan mu sebenarnya?!" tegas hye mi dengan kesal.


"apa lagi tujuan vampir bergaul dengan manusia? memang nya ada alasan yang masuk akal, sampai aku harus menahan diri saat ada hidangan lezat didepan mata." kata shiwan.


"jangan pernah berpikir untuk bisa menyentuhnya.!! aku akan melindungi yoo jin darimu." kata hye mi.


"melindungi? konyol sekali. karena bagaimanapun manusia itu hanyalah mangsa." kata shiwan tersenyum sinis.


"kita memakan energi mereka. dengan kata lain, posisi kita di mata rantai makanan lebih tinggi. artinya kita ini pemburu dan mereka adalah mangsa, anggap saja seperti srigala dan domba!! ngapain serigala mau melindungi domba.?" kata shiwan.


"walaupun manusia adalah mangsa...!!" ucapan hye mi terhenti saat melihat yoo jin datang.


"mangsa? kalian ngomong apaan sih?! sambar yoo jin tidak sengaja mendengar sedikit omongan mereka.


"yoo, yoo jin kamu sudah datang?!" tanya hye mi gugup.


"kalian membahas apa sih? aku juga bisa mendengar dari luar, manusia? mangsa? apa kalian saling kenal?" tanya yoo jin.


"ah, kami harus bekerja sama untuk majalah yang baru itu, dan konsepnya mengenai manusia dan mangsanya. jadi kami tadi membicarakan soal itu." jawab hye mi yang bingung dan gugup.


"kalau begitu aku jalan dulu, kulercayakan naskahnya ditanganmu. dan, semoga sukses" kata shiwan dan langsung pergi.


"dia ngomong apaan sih!!" tanya hye mi heran.


"sudahlah, nggak usah dipikirkan. ayo kita masuk.


"maaf ya, agak berantakan. tapi, apakah terjadi sesuatu sehingga kamu kesini secara tiba tiba." tanya yoo jin menyuguhkan teh untuk hye mi.


"oh!! aku punya kabar baik yoo jin." hye mi tersenyum.


"kabar baik tentang apa?" tanya yoo jin.


"aku lolos audisinya, itu lho! yang buat iklan parfum. awalnya aku nggak banyak berharap, karena pengumuman nya telat sekali." kata hye mi.


"ah, benarkah! selamat ya. kamu hebat sekali.!!" kata yoo jin ikut bahagia.


"aku nggak terpilih sebagai model pertamanya. tapi dengan begini, aku bisa punya kesempatan untuk bisa dikenal diluar negeri!! itu adalah hal yang ingin ku lakukan sejak dulu. aku benar benar senang sekali." kata hye mi.


"aku ingin kamu jadi orang pertama yang kuberitau, aku ingin ucapan selamat darimu." kata hye mi dengan tersenyum.


"karena kamu orang yang hebat, kamu akan melakukan pekerjaan yang bagus." kata yoo jin melihat hye mi dengan tersenyum.


"hehe. terima kasih, ini semua juga berkat bantuanmu." kata hye mi.


"apa? aku tidak melakukan apa apa." kata yoo jin.


"apa? kan, kamu yang melepas semuanya itu." kata hye mi.


"kamu ingat,? kamu pasti merasa tidak nyaman karena aku cuma memakai pakaian dalam." kata hye mi mengingatkan yoo jin saat dutempat syuting.


"oh, iya." kata yoojin.