
"aku rela menukar hidupku denganmu, yang aku inginkan hanyalah agar kamu tetap hidup meskipun aku harus mati! kalau kamu bisa merasakan kehangatan sinar mentari pagi, bisa berlari di sepanjang padang rumput yang hijau, kalau kamu bisa tersenyum dan tertawa hal - hal itulah yang membuatku bahagia. Itulah arti hidupmu untukku, sebesar itulah aku menyayangimu. Jadi, bagaimanabisa aku membiarkanmu melakukannya!" kata ayah hye mi.
"ayah! itulah yang aku rasakan, aku rela menukar hidupku dengannya, dengan harapan bahwa dia akan bahagia di suatu tempat. Seperti bagaimana kamu menginginkannya untukku, itulah yang ku inginkan! karena aku mencintainya!" kata hye mi.
Ayah hye mi pun menangis, dia tidak bisa menolak permintaan hye mi. Dengan berat hati ayah hye mi melakukan ritual itu.
( yoo jin! sampai saat ini, aku melakukan kontak fisik untuk bertahan hidup. Tapi untuk pertama kalinya hari ini, aku akan menggenggam tangan orang, dengan harapan bisa menyelamatkan hidupnya. Karena sekarang aku tau, cinta bukan hanya menerima, tapi juga memberi saat kamu bisa memberi! kamu tau yoo jin, kalau dalam 10 atau 20 tahun aku sadar kembali, kalau aku bisa sadar lagi, dan kalau kelak kita bertemu lagi, aku janji untuk mengatakan padamu kalau aku mencintaimu, sangat mencintaimu! semua sangat menyenangkan saat - saat yang kita habiskan bersama, desiran angin dan suasana yang nyaman, juga hati kita. Tolong genggam semua kenangan itu dan jangan kamu lepaskan! kamu bisa melakukannya kan? aku bahagia selama ini bisa bersamamu, aku benar - benar bahagia! ) gumam hye mi.
Hye mi pun melakukan ritual dengan menggores tangannya dan meminumkan darahnya pada yoo jin. Kemudia menggenggam tangan yoo jin untuk berbagi energi. Beberapa hari setelah ritual itu yoo jin pun bangun dari tidurnya tanpa ada hye mi atau seorang pun disampingnya.
3 tahun kemudian, Yoo jin semakin sukses dengan novel terbarunya. Dia menjadi seorang penulis yang terkenal.
"selamat pagi, hari ini telah hadir bersama kita, tamu yang sangat special. Dia mengejutkan seluruh dunia dengan sebuah kisah cinta yang indah, pengarang buku terlaris internasional dengan judul JANGAN SENTUH AKU tuan Jin Yoo Jin!" kata pewawancara itu.
"hai, selamat pagi, namaku Jin Yoo Jin." kata yoo jin.
"suatu kehormatan anda bisa hadir disini, anda lumayan tampan, aku juga sudah membaca novel anda. Anda mengambil konsep yang sangat unik tentang pendekatan hubungan badan. Semua penggemar anda terkejut saat anda mengeluarkan buku fantasy-romantis karena itu benar - benar genre yang berbeda dari buku - buku anda yang sebelumnya! kalau boleh tau, apa yang menjadi inspirasi anda?" kata pewawancara itu.
"sebenarnya, aku berpikir bahwa semua kisah cinta itu sama saja. Tapi aku sadar, bahwa hal kekanak - kanakan yang disebut cinta adalah hal yang sangat diperlukan dalam hidup! cintalah yang membuka diriku, yang dulu sudah membungkus diri dengan selubung kepompong untuk menghadapi dunia. Kupikir setiap hubungan antar individu pada akhirnya adalah cinta, karena seperti yang sudah duketahui banyak orang, seseorang nggak akan bisa hidup sendirian tanpa cinta! Cinta pada pandangan pertama mungkin terlihat sangat konyol dan biasa saja, tapi sesuangguhnya itu sangat kuat. Dan aku ingin berbagi hal ini dengan semua orang. Karena sejak kita lahir ke dunia ini, kita menanti tangan hangat seseorang untuk meraih tangan kita!" kata yoo jin.
"wah, terima kasih tuan Jin Yoo jin. Dan kita akhiri sampai disini, sampai jumpa!" kata pewawancara itu.
Saat Yoo jin keluar dari ruangan, yoo jin tidak sengaja bertemu dengan JB, yang berada distudio yang sama.
"eh, yoo jin! lama tidak bertemu. Ayo kita mengobrol sebentar diteras kalau kamubtidak keberatan!" kata JB.
"ah, baiklah!" kata yoo jin.
Yoo Jin dan JB kemudian pergi ke teras studio.
"aku diundang disebuah acara yang berkaitan dengan budaya, aku baru saja selesai, dan tadi sudah mau pulang!" kata Yoo Jin.
"oh, aku sudah baca novel terbarumu. Aku kaget bahwa itu adalah cerita cinta! aku membaca ciuman didepan pintu, dibuku kedua sebanyak dua kali. Tapi tidak ada adegan nakalnya, kurasa pengalaman pribadi sungguh penting dalam hal kreativitas!" kata JB.
"Diam kamu! tapi aku senang melihatmu baik - baik saja. em, apa kamu bekum mendapat kabar dari hye mi sejak dia pergi?" kata yoo jin.
"yah, dia meninggalkan pekerjaan dan keluarganya. Dan dia bahkan belum menghibungi mereka! aku rasa dia sungguh senang tinggal disana, sangat senang sampai nggak mau pulang. Mungkin dia nggak akan pernah pulang." kata JB.
"aku tidak menyangka kalau semuanya akan berakhir seperti ini, ini seperti mimpi bagiku! kadang aku merasa semua yang terjadi itu adalah bohong, keberadaan vampir hye mi. Tiga tahun yang lalu, dihari itu aku sungguh merasa seakan melihatnya, dia menggenggam tanganku, seakan dia berada disana bersamaku." kata yoo jin.
"apa bedanya sekarang? semuanya sudah berakhir, meskipun kalian berdua bertemu lagi, tidak akan ada yang berubah. Karena hye mi akan tetap menjadi seorang vampir dan kamu tetaplah seorang manusia. Kamu tau, aku sangat ingin kamu bahagia, mungkin hye mi juga menginginkan itu dari tempatnya yang jauh." kata JB.
"baiklah kalau begitu, aku mau pulang dulu. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi JB, sampai jumpa." kata yoo jin.
"sampai jumpa!" kata yoo jin.
Kemudian yoo jin berjalan kembali ke apartemennya.
( hye mi! aku masih disini, ditempat dulu kita bersama, semuanya masih terasa aneh karena kamu tidak ada disini! tapi aku belajar menghadapinya, karena kamu bilang padaku, untuk menggenggam erat - erat kenangan kita dan jangan melepaskannya! Suasana semilir angin dan hati kita, semua kenangan bahagia, akan kudekap erat - erat didalam hatiku. Mungkin itu semua hanyalah mimpi, tapi nggak masalah, dengan begitu kita nggak akan saling merindukan. Hye mi, kamu bisa kembali kapan pun yang kamu mau, aku akan menunggumu disini, selamanya! ) gumam yoo jin.
Yoo jin masuk kedalam rumahnya sambil meneteskan air mata kerinduannya pada hye mi.
Dirumah keluarga hye mi. Baek hee masuk kedalam kamar hye mi yang masih tertidur selama 3 tahun ini.
"hye mi, kumohon sekarang sadarlah, berapa lama lagi kamu mau tidur? memang benar kata orang, kalau orang cantik itu suka tidur, mungkin itulah yang mau kamu buktikan pada kami! ini sudah tiga tahun, apakah kamu bahagia sekarang?" kata baek hee sambil menangis melihat hyemi.