
"oh, itu. aku cuma perlu untuk berkonsentrasi pada sesuatu." kata yoo jin.
"artinya, yang dulu itu nggak berhasil ya?" kata shiwan.
"ah, ada sesuatu yang terjadi, dan kami kehilangan momentumnya." jawab yoo jin.
"yah, masih banyak kesempatan, nggak usah buru - buru. tapi tetap saja kamu harus sudah siap." kata shiwan.
"aku sudah siap, aku sudah minum ekstra belut." jawab yoo jin.
"nggak, bukan itu maksudku. persiapan mental itu lebih penting dari pada persiapan fisik." kata shiwan.
"persiapan mental?" kata yoo jin.
"kebanyakan pasangan mulai berkelahi setelah mereka berhubungan seksual, karena mereka mulai berfikir, mereka sudah menjadi satu kesatuan. karena pada saat dua insan sudah bersatu tanpa batasan lagi, konsep orang lain jadi menghilang. dan semakin dekat, kamu akan melihat sifat yang belum pernah kamu lihat. dan salah satu dari sifat itu, mungkin akan jadi penghalang yang fatal." kata shiwan
"itu cuma pendalatku sih! kalau kalian berdua berusaha keras hal - hal seperti itu pasti akan bisa diatasi. yah, aku berharap yang terbaik untuk kalian. semoga cinta kalian abadi selamanya. aku pergi dulu ya." kata shiwan dan keluar dari rumah yoo jin.
"oke. terima kasih." kata yoo jin.
( tentu saja! ini bakalan menarik.) gumam shiwan.
"kelemahan yang fatal, apakah ada hal - hal yang hye mi dan aku nggak tau tentang kami masing - masing? a, apakah ada kelemahanku yang lebih buruk dari penyakit OCD ini? lagi pula aku sudah mulai membaik kok. walau begitu, kami akan baik - baik sajam" kata yoo jin.
"benar tinggal dua hari lagi. saat nya bersih - bersih sebelum hye mi kembali!" kata yoo jin dan mulai membersih kan rumahnya.
dirumah keluarga hye mi;
"aku pulang!" kata shiwoon.
"eh, kalian sudah pulang." kata ayah hye mi.
"tadi kami ketemu dijalan." kata shiwoon.
"katamu kamu mau pergi kesupermarket, kenapa lama sekali? kamu nggak melakukan hal yang seharusnya tidak kamu lakukan ya?! aku nggak akan menerima bantahan. kalau kamu mau pergi berburu, pergilah ke gereja besok dan ambil lah sebanyak yang kamu perlukan dan..." kata ayah hye mi.
"aku nggak peduli, tinggalkan aku sendiri!!!" kata hye mi dan kemudian masuk kedalam kamarnya.
"beraninya..!!" kata ayah hye mi.
"a, ayah!" shiwoon menahan ayah nya.
"dia kan nggak lagi puber, kenapa dia bertingkah seperti itu?" kata ayah hye mi.
keesokan harinya;
"dimana hye mi?" tanya ayah hye mi.
"aku nggak tau, dia belum keluar kamar dari semalam." jawab ibu hye mi
"aku mengatakan beberapa hal, dan dia menjadi marah besar. jalan yang harus dilaluinya msih panjang, inilah yang membuatku nggak bisa membiarkan dia bertindak seenaknya saja." kata ayah hye mi.
shiwoon pergi diam - diam dibelakang ayahnya. tapi sayang nya dia ketauan.
"shiwoon, kamu nggak mengatakan sesuatu yang bodoh kan padanya?" tanya ayah hye mi.
dikamar hye mi;
( kalau dilihat lagi, banyak sekali hal yang terlarang bagiku.) gumam hye mi yang masih berada ditempat tidurnya sambil mengingat masa kecilnya.
"hye mi, siapa anak perempuan yang bergandengan tangan denganmu tadi?" tanya ayah hye mi pada hye mi kecil.
"itu cuma teman sekelas ku kok." jawab hye mi kecil.
"berteman dengan manusia!! manusia itu cuma buruan. kamu itu vampir jangan lupakan itu. jangan pernah berteman dengan manusia." bentak ayah hye mi.
( aku selalu mendengarkan semua perintahnya, tanpa tau kenapa. aku cuma tidak suka, bagaimana hal itu ditekan kan padaku. kupikir yoon baek hee dan shiwoon juga mengalami hal yang sama. aku tidak pernah meragukan bahwa mereka juga pasti diperlukan begitu.) gumam hye mi sambil menangis.
( tapi ada yang berbeda, ini benar - benar nggak adil!! diskriminasi! ayah cuma begitu terhadapku.!!) gumam hye mi.
"tok, tok. apa putriku masih hidup?!" ejek ibu hye mi yang memasuki kamar hye mi.
"kamu kan besok sudah mau pergi, ibu masih ingin menemanimu, tolong jangan seperti ini. kamu masih marah sama ayah ya? cobalah mengerti, dia memang tidak pandai berbicara manis." tanya ibu hye mi.
"bu, apa aku ini anak pungut." tanya hye mi.
"hahaha, apa? kamu kan cantik seperti ibu." jawan ibu hye mi.
"tapi!! kalau bukan itu alasan nya, lalu kenapa ayah tanpa sebab memperlakukanku seperti ini. dia nggak pernah melarang shiwoon dan baek hee, jadi kenapa dia begitu keras padaku." kata hye mi.
"yah, aku mengerti kekhawatiranmu. karena kamu sejak kecil lumayan bandel. kamu memecahkan barang, nggak mau bikin pr, dan banyak mendapat teguran dari sekolah. karena kamu selalu penuh semangat hye mi." kata ibu hye mi.
"apa benar? aku nggak terlalu ingat." kata hye mi.
"hye mi, kamu selalu menjadi boss dari semua anak - anak di sekitar sini. selalu saja ada yang mengikutimu, sikapmu juga baik, ceria dan ramah. karena itulah ayahmu khawatir, kamu juga bergaul terlalu akrab dengan manusia, yang menurutnya kalau tidak dibatasi, kamu akan berkeliaran kemana - mana menyerap semua energi." kata ibu hye mi.
"tentu saja kamu sekarang sudah dewasa dan bisa menjaga diri sendiri, tapi dimata ayamu, kamu tetaplah gadis kecilnya. karena itulah dia merasa tidak ada pilihan lain, kecuali bersikap keras terhadapmu. tapi bukan berarti dia pilih kasih." kata ibu hye mi lagi.
"tapi kalau memang itu masalahnya, dia kan bisa bicara padaku. dia nggak perlu memperlakukan aku seperti tahanan rumah.!!" kata hye mi.
"sekarang kalau kamu bisa bicara baik - baik dengan nya dia pasti sudah melakukan nya. tapi kalau kamu sudah punya keinginan, kamu lumayan ceroboh dan karena seleramu itulah kamu langsung pergi begitu saja, dan seenaknya mencicipi ini dan itu. vampir lain, nggak ada yang benar - benar mencari energi lezat sepertimu. lihat saja kalau kamu bisa berdamai dengannya, cairkan suasananya sebelum kamu pergi." kata ibu hye mi sambil tersenyum.
"baiklah." kata hye mi.
kemudian ibu hye mi pergi keluar kamar hye mi.
"apa aku yang terlalu sensitif?" kata hye mi.
( iya, dari dulu memang ayah selalu begitu. dan setelah besok, aku akan berpisah untuk waktu yang cukup lama sebelum bertemu dengannya lagi. aku harus berkemas - kemas.) gumam hye mi.
di klinik baek hee.;
"halo ayah," kata baekhee menelpon ayah nya.
"hai baek hee." kata ayah hyemi.
"besok aku akan mampir, jadi aku bisa menjeput hye mi dan membawanya pulang." kata baek hee.