
"hyemi, kenapa kamu suka padaku? sebenarnya aku nggak mengerti, aku nggak tau apa yang kamu suka dariku. kenapa kamu memilihku.? orang seperti kamu layak mendapatkan yang lebih baik, aku, merasa nggak cukup pantas untukmu.!!" kata yoo jin.
"kamu ngomong apa sih. !!" tanya hye mi.
"ya, aku bahkan punya kenangan buruk yang tidak mau aku ingat.!! dan aku juga nggak bisa melakukan hal hal yang kamu inginkan. aku khawati kamu nggak cukup senang saat bersamaku..!!" ucap yoo jin.
"itu tidak benar, aku senang kok bersamamu. kamu baik, ganteng, keren dan cukup dewasa.!!" jawab hye mi.
"ah.." yoo jin terkejut dengan jawaban hye mi.
"sebenarnya aku juga nggak tau kenapa aku mulai begitu menyukai kamu. aku rasa mungkin karena tertarik pada sesuatu yang aku juga nggak tau. tapi sekarang, rasanya cukup berbeda. aku merasa nyaman, walau hanya bersamamu. aku merasa tersembuhkan. aku merasa cukup bahagia hanya dengan duduk di sampingmu.!!" kata hye mi mengungkapkan isi hatinya.
"kamu ini... orang yang sangat spesial bagiku hye mi. kamu ini orang yang sungguh sangat special dan sangat berharga yang bisa membuka duniaku yang selama ini tertutup dalam kegelapan.!!" mendengar kata kata yoo jin, hye mi mulai tersentuh.
"sejujurnya aku juga ingin lebih dekat denganmu. aku ingin kita bisa lebih dekat. tapi,, aku jadi mulai berhati hati karena kamu sangat berharga untuk ku." kata yoo jin yang terus berkata kata dengan menunduk.
( hah? apa dia sebenarnya mengatakan...) gumam hye mi memikirkan yang di ucapkan yoo jin.
"aku nggak apa apa kok. apapun yang baik untukmu, itu juga baik untuk ku. jadi,, kamu boleh mendekat." yoo jin menyuruh hye mi lebih mendekat. hye mi hanya terdiam dengan wajah yang memerah.
"hye mi.." yoo jin meraih wajah hye mi dan ingin menciumnya. jantung hye mi mulai berdetak sangat kencang, seperti mau copot rasanya saat hye mi merasakan tangan yoo jin yang meraih wajahnya.
"maafkan aku, seperti yang aku duga. aku nggak sanggup melakukan nya." yoo jin melepas tangan nya dari wajah hye mi karena tidak sanggup untuk mencium hye mi. wajah hye mi memerah karena menahan malu saat yoo jin bilang tidak sanggup.
"i, iya. tentu saja hahaha. aku juga nggak bisa. i, ini terlalu mendadak, jangan memaksakan diri.. jadi,, a, aku akan mencari udara segar!!" hye mi beranjak pergi dari tempat duduknya, karena sangat malu.
"hyemi.." yoo jin memanggilnya tapi hye mi tidak menoleh sedikitpun.
"hye mi, ayo masuk. disini sangat dingin, nanti kamu masuk angin lho!!" yoo jin menghampiri hye mi yang sedang berdiri diluar dan mengajaknya masuk.
"oh, iya. tapi disini enak bisa mendengar tetesan air hujan, itu sangat menyenangkan.!!" ucap hye mi sambil tersenyum.
"wow, hujan nya deras ya. apa hujan nya baru akan berhenti besok.?" hye mi mencoba mengalihkan pembicaraan. yoo jin hanya terdiam melihat tingkah hye mi yang menadah kan tangan nya di tetesan hujan.
"maafkan aku hye mi, aku..." yoo jin merasa bersalah.
"sudahlah, aku sudah tau ini sulit bagimu. aku mengerti.!! jadi jangan khawatirkan aku." jawab hye mi yang menyembunyikan kekecewaan nya.
"da, dan sebenarnya berhubungan fisik itu tidak lah penting sih!! kamu tidak perlu berusaha keras untuk bisa mengikuti kemauan ku. kita kan berjanji cuma akan bergandengan tangan saja," hyemi tersenyum palsu dihadapan yoo jin.
"dilantai dua ada kamar tidur. pergilah kesana dan tidurlah. aku akan tidur di sofa." kata yoo jin.
"oke baiklah. selamat malam yoo jin." hye mi menaiki tangga menuju kamar itu.
"selamat malam hye mi." ucap yoo jin.
( aku benci ini, perasaan apa ini? aku pikir yoo jin juga menginginkan nya. ) gumam hye mi sambil merebahkan badan nya.
( yoo jin sudah berusaha sebaik mungkin!! dia bahkan benci disentuh sedikit saja. bibirnya menyentuh bibirku, itu sudah cukup. ya, itu sudah cukup!! ) gumam hye mi mencoba membujuk dirinya sendiri.
( aku ingin lebih dekat dengan nya. saat tadi itu, kenapa, kenapa aku berhenti.) yoo jin menyesali apa yang terjadi tadi.
( aku berpacaran dengan nya, cuma untuk menghisap energinya. itu sudah cukup!! aku tau itu, aku tau itu.. tapi aku suka padamu yoo jin. ) JB mendengarkan musik tapi dia juga mengingat ucapan hye mi.
"lagi sibuk? bisa ketemuan sebentar, aku mau bicara sesuatu.!" JB mengirim pesan pada hye mi.
"maaf, aku lagi jalan jalan dengan yoo jin. besok aku telpon kalau sudah balik" hye mi membalas pesan JB.
JB menjadi kesal saat mendapat balasan pesan dari hye mi.
"oh, yoo, yoo jin. selamat pagi.!!" kata hye mi.
"kamu bangun pagi sekali apa tadi malam tidurmu nyenyak?" tanya yoo jin.
"ya semalam tidurku nyenyak kok. apa yang sedang kamu lakukan?" kata hyemi.
"aku membuat sarapan. kalau kamu mau, cobalah.!" jawab yoo jin.
"ah, tentu.. sarapan." kata hye mi mulai duduk di meja makan.
"ngomong ngomong, pakaian mu sudah kering." kata yoo jin.
"syukurlah.!! aku pikir nggak akan kering karena hujan." kata hye mi sambil menyantap sarapan nya.
"oh, hujan nya sudah berhenti kok semalam." kata yoo jin.
"iya, kenapa hujan nya harus pas kemaren sih?" kata hye mi.
"apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi sebelum kita pulang? kita sudah disini seharian." tanya yoo jin.
"nggak, nggak apa apa. nanti kamu capek nyetir lagi. dan mungkin malam ini mau ketemu temanku. jadi, kita langsung pulang saja yuk.!!" jawab hye mi.
( entah mengapa, berduaan dengan nya jadi terasa canggung. ) gumam hye mi.
"kalau begitu sampai nanti ya!! makasih ya, menyenangkan sekali akhirnya bisa rekreasi dan mendapat udara segar setelah sekian lama..." kata hye mi yang berdiri didepan pintu rumahnya.
"villa dan lembahnya juga keren banget. kapan kapan kesana lagi ya!!" kata yoo jin yang juga berdiri didepan pintu rumahnya.
"karena kamu sudah menyetir seharian, lebih baik kamu istirahat. aku masuk dulu ya!!" kata hye mi.
"halo, maaf mengganggu. apa kita bisa ketemu??" yoo jin menerima telpon dari shiwan.
"entah mengapa, aou merasa kosong karena tidak terjadi apa apa. walaupun memang aku nggak berharap apa apa. ini juga bukan pertama kalinya ditolak bersentuhan fisik. kenapa aku jadi depresi banget sih? ini bukan aku yang biasanya." kata hye mi.