Only you

Only you
KTHU ~ 36.



"aku merasa nggak enak karena sudah memaksamu, mereka meminta foto yang seseksi mungkin.! mereka suka menampilkan daya tarik dan hubungan badan dengan cara berdekatan langsung dengan model pria nya. kulikir kamu akan malu, karena aku nyaris telanjang, tapi kayaknya kamu nggak keberatan, dan melakukan nya dengan sangat baik.!! kata hye mi.


mendengar ucapan hye mi yoo jin langsung menundukan wajahnya.


"hm, ada apa? apa perutmu sakit?" tanya hye mi yang melihat yoo jin membungkuk.


"ng, nggak aku cuma..." ucapan yoo jin terhenti.


"wajahmu terlihat memerah, coba aku lihat." hye mi mendekati wajah yoo jin.


"ah, aku nggak apa apa. jangan terlalu dekat." kata yoo jin yang sedang malu.


"kurasa kamu demam." kata hye mi memegang dahi yoo jin.


( kalau kamu mau, aku bisa mengajarimu. setelah perasaan kalian sudah mulai sama, nggak ada lagi yang kamu butuhkan. cukup satu hal saja, dan itu adalah...ikuti saja instingmu.) yoo jin terdiam saat hye mi mendekat dan menyentuh dahinya, dan dia mengingat ucapan shiwan.


"yoo jin!!" hye mi memanggil yoo jin yang sedang melamun, yoo jin tidak menjawabnya tapi dia langsung mencium bibir hye mi.


"he, hei. yoo, yoo jin. tu, tunggu." kata hye mi yang ditidurkan yoo jin diatas sofa.


"ah, hye mi. boleh nggak kalau sekarang? hye mi, mungkin aku nggak semahir itu, nggak apa apa kan?" kata yoo jin yang sedang diatas hye mi.


( apa hari ini aku memakai pakaian dalam yang serasi? oh, sepertinya iya! kalau begitu nggad ada yang perlu dikhawatirkan. oh, akhirnya kami...) gumam hye mi.


"iya, nggak apa apa" kata hye mi yang berbaring disofa.


"hyemi, kurasa. aku terlalu bersemangat." yoo jin pingsan dengan mengeluarkan darah dihidungnya.


"yoo, yoo jin. apa kamu baik baik saja? eh, yoo jin hidungmu berdarah." hye mi mulai panik melihat kondisi yoo jin.


"bertahan lah yoo jin." teriak hye mi panik.


"hye mi..." yoo jin kaget saat bangun dia tidur disofa.


"bagus, pertahankan seperti itu. ya, benar ekspresinya seperti itu, bagus sekali. lebih cantik lagi!! ok. ganti bajunya dan kita akan istirahat sebentar.


"ha, halo. hye mi kamu sedang dimana sekarang?" tanya yoo jin.


"hai, yoo jin kamu sudah bangun rupanya, aku lagi syuting iklan. bagaimana keadaan mu?" tanya hye mi.


"apa yang terjadi, aku nggak ingat apa apa? kemarin aku yakin bahwa aku..." kata yoo jin.


"oh, kemarin. jadi sebenarnya kamu tiba tiba pingsan, hahaha. kurasa kamu lagi nggak enak badan, semua orang cenderung terkena flu karena udara dingin. hei yoo jin, aku harus bekerja dulu. nanti kalau sudah selesai aku akan mampir. maaf ya!! sampai jumla." jawab hye mi dan menutup ponselnya.


"baiklah selamat bekerja." kata yoo jin.


"huh, dasar payah. kenapa!! disaat saat penting seperti itu aku pingsan. apa aku mulai menjadi lemah?" yoo jin berlari kekulkas dan langsung meminum ekstra belut.


"fiuh, dia memberiku harapan, dan tiba tiba pingsan begitu saja. apa akhir akhir ini dia terlalu sering bersentuhan fisik denganku? kemarinkan bukan satu satunya kesempatan, dan yoo jin yang mulai duluan. ah!! kalau begitu mungkin malam ini..." ucapan hye mi terhenti saat hp nya menerima pesan dari baek hee.


"kapan kapan mampir ke klinik ku donk.." isi pesan baek hee..


"eh, baek hee.!!" kata hye mi.


"memangnya perlu alasab bagi seorang kakak untuk memanggil adiknya!!" jawab baek hee.


"hmm.. nggak sih, tapi aku merasa telah masuk kedalam jebakan maut." kata hye mi.


"kenapa? apa kamu ada merasa bersalah?" tanya baek hee.


"nggak, memang nya kenapa aku harus merasa begitu?" jawab hye mi.


"bagaimana hubunganmu dengan nya?" tanya baek hee.


"dengan yoo jin? kami baik baik saja kok. O.C.D nya sudah membaik berkat kakak." jawab hye mi.


"akhir akhir ini, dia sudah mulai berani melakukan sentuhan fisik, jadi hebat sekali." kata hye mi.


"aku nggak mau membahas topik ini, jadi langsung ke intinya saja.! putuskan hubungan kalian secepatnya!! jangan temui si jin yoo jin itu lagi." kata baek hee dengan tatapan matanya yang sangat serius.


"mengakhiri hubungan? ka, kamu tadi ngomong apa, kok tiba tiba?" tanya hye mi.


"yang kamu lakukan itu sudah cukup! penyakit OCD nya sudah membaik dan kamu sudah banyak melakukan kontak fisik." kata baek hee.


"kamu sudah banyak menyerap energi yang kamu inginkan. jadi kenapa, kamu masih perlu pacaran dengan nya?" kata baek hee.


"kenapa kamu membahas soal ini? bukan kah selama ini kamu sudah banyak menolong?" kata hye mi.


"sudah kubilang, yang kamu lakukan itu sudah cukup. pacaran dengan manusia dalam jangka panjang, hanya akan membuatmu lelah. jadi kamu harus mengakhiri hubungan itu sekarang juga. dan mulai mencari mangsa baru." kata baek hee.


"ta, tapi aku!!" hye mi tidak sempat bicara.


"simpan saja untuk dirimu sendiri, dan kalau aku menyuruhmu melakukan sesuatu, lakukan saja!! aku sudah memberimu sedikit kebebasan. mau berapa lama lagi kamu akan memanfaatkan nya? apa kamu akan menurut kalau ayah ikut campur?!!" teriak baek hee.


hye mi begitu kaget saat baek hee meneriakinya dan menyuruhnya mengakhiri hubungan dengan yoo jin.


"biarkan saja!! kamu tiba tiba memanggilku kemari lalu memaksaku untuk melakukan ini dan itu?!! aku bukan anak kecil baek hee!! berburu atau pacaran, itu bukan urusanmu." hye mi pergi dengan marah dan menutup pintunya dengan keras.


( dia ada masalah apa sih? awalnya dia begitu banyak membantuku, dan nggak sedikit pun ikut campur dalam urusanku. tapi tiba tiba saja, dia bahkan nggak mau mendengarkan apa yang mau ku katakan, cuma nyerocos mengenai pendapatnya saja.!! aku juga sudah dewasa, sampai kapan dia mau memperlakukan ku seperti anak kecil. ini adalah hidupku! aku akan melakukan apa pun yang aku ingin kan.) gumam hye mi.


"eh, hye mi. kenapa lama sekali? bagaimana pemotretannya? apa terlambat?" yoo jin baru selesai mandi dan membukakan pintunya.


"maaf tadi aku mampir sebentar ketempat kakak ku." jawab hye mi.


"apa terjadi sesuatu? kamu kelihatan sangat kesal." tanya yoo jin.


"oh, nggak apa apa kok. kakakku cuma memarahiku." jawab hye mi.


"memarahimu?" kata yoo jin.


"yah, kamu taulah. dia selalu ikut campur urusanku." kata hye mi.


"dia mungkin sekedar khawatir padamu." kata yoo jin.


"huh, tolong dukung aku saja, ok. kalau kamu nggak tau masalahnya." kata hyemi