
"hye mi, kamu sudah pulang? aku sudah khawatir karena kamu nggak bisa dihubungi. apa kamu tai berapa lama aku menungg....gu." kata kata yoo jin terhenti saat melihat ayah hye mi bersama hye mi.
( yoo jin jangan!! kamu bilang itu, aku akan mati.) hye mi memberi isyarat pada yoo jin agar tidak mengatakan sesuatu.
"eh, sialan kupikir jendela yang ku pesan sudah datang! ternyata bukan ya. hahaha. maaf. padahal harus dipasang saat ini juga. lamban banget sih!!" kata yoo jin dan kembali masuk rumahnya.
"kenapa sih tukang nya di telpon nggak di angkat - angkat. hahaha" kata yoo jin di dalam rumahnya.
"siapa sih dia?!" tanya ayah hye mi.
"ah, dia tetanggaku. orang nya memang agak aneh." kata hye mi.
( maaf yoo jin.) gumam hye mi.
"tapi bukan kah baru saja dia menyebut namamu?" kata ayah hye mi.
"ng, nggak itu paling tukang nya sama nama nya denganku ayah. ya sudah aku akan segera kembali." kata hye mi.
di dalam rumah hye mi;
"fiuh. hampir saja.!" kata hye mi.
dalam rumah yoo jin;
"apa yang baru saja terjadi, apa itu ayah hye mi? kalau begitu ada kemungkinan aku akan bertemu dengan nya lagi.!" kata yoo jin.
" kalau begitu sebaiknya aku menyapa nya dengan lebih sopan." yoo jin mau membuka pintunya untuk menemui ayah hye mi.
tapi terhenti karena ada suara di teras nya.
"apa - apaan sih!!" yoo jin membuka pintu terasnya.
"sepatu hak tinggi.?!" kata yoo jin.
"yoo jin aku disini.." kata hye mi.
"hye mi." kata yoo jin.
"maaf, kamu pasti terkejut." kata hye mi yang sedang diterasnya.
"a, apa yang terjadi?" tanya yoo jin.
"ceritanya panjang, tapi aku perlu mengatakan padamu. kalau hp ku di sita." kata hye mi.
"hp mu?!" kata yoo jin.
"ayahku bisa jadi sangat mengerikan, dia mengawasiku selama 24 jam. kalau aku ketahuan pacaran, aku akan disuruh pulang kerumah selamanya." kata hye mi.
"a, apa?" yoo jin kaget.
"dan di skenario terburuknya, aku nggak akan bisa menemuimu lagi! jadi untuk sementara kamu jangan menghubungiku dulu." kata hye mi.
"maaf membuatmu kaget dengan semua ini, aku hanya perlu bertahan beberapa hari lagi. setelah itu aku bisa kembali lagi.! sabar ya." kata hye mi.
"aku senang ternyata nggak ada yang serius, dan jangan khawatirkan aku. hati - hati jangan membuatnya kesal!" kata yoo jin sambil tersenyum.
"oke, sekarang aku harus segera pergi. aku cuma punya waktu sebentar dengan alasan mau mengambil beberapa barang di sini. dia menunggu di luar sambil menghitung waktuku." kata hye mi.
"akhir pekan ini, saat aku sudah pulang. aku akan menghubungimu." kata hye mi.
"hei, hye mi. tunggu sebentar, berikan tanganmu." kata yoo jin.
"tangan? kenapa kamu menginginkan tanganku?" tanya hye mi sambil mengulurkan tangan nya.
"aku akan menunggumu." kata yoo jin sambil mencium tangan hye mi.
jantung hye mi berdetak cepat, wajah nya pun mulai merona.
"ok, sampai jumpa." kata hye mi.
di luar rumah hye mi;
"hmm, kenapa benda ini bersinar? apa memang selalu begini? kayaknya baru kali ini benda ini bersinar, kemarin - kemarin kayaknya nggak.! apa rusak ya?" kata ayah hye mi yang memperhatikan aksesoris ho hye mi yang bersinar.
"kenapa lama sekali, kamu kelebihan 1 menit dan 13 detik. tapi untuk kali ini kumaafkan." kata ayah hye mi yang melihat hye mi keluar dari rumahnya.
"haha, ma, maaf tadi aku mencari sesuatu." jawab hye mi.
"hye mi, kamu kenapa? wajahmu merona begitu." tanya ayah hye mi.
"ah, aku cuma capek, karena buru - buru mengepak! oh, panas sekali." jawab hye mi yang salah tingkah.
"aksesoris hp mu bersinar terus dari tadi! kenapa begitu?" tanya ayah hye mi.
"hmm, apa? kurasa ada sinyal aneh. mungkin alien hahaha" jawab hye mi.
"aneh sekali, tapi kalau kamu sudah selesai, ayo kita pergi." kata ayah hye mi.
"baik." jawab hye mi.
( rasanya cuma sebentar, tapi yoo jin membuatku merasakan sekilas dari perasaan nya. dia seakan berbisik " aku suka padamu ". jadi semuanya baik - baik saja. walaupun kami berpisah sebentar, kami akan baik - baik saja! ) gumam hye mi.
"kenapa kamu berhenti? cepat turun!" kata ayah hye mi.
"baik aku datang." kata hye mi.
di klinik bael hee;
"maaf memanggilmu malam - malam begini, aku tau kamu sibuk dan semua ini nggak gampang. kurasa aku sudah bisa menebak, tapi tetap saja, sekarang aku harus tau. tentang apa yang sedang terjadi.!!" kata baek hee.
"ceritakan padaku JB." kata baek hee.
JB menceritakan semuanya pada baek hee. tentanv dia, hye mi dan yoo jin.
"oh, begitu. seperti yang ku duga, aku sudah curiga sejak beberapa waktu yang lalu. dan kamu juga terlihat menyembunyikan sesuatu, paling nggal sekarang aku tau." kata baek hee.
"maaf, seharusnya aku memberitaumu lebih dulu." kata JB.
"jangan khawatir soal itu, sekarang kamu jaga diri saja baik - baik, ok. aku tau semua ini pasti nggak mudah untuk mu. biar aku yang akan mengurus hye mi." kata bek hee dengan tegas.
"apa yang mau kamu lakukan, baek hee?" tanya JB.
"aku nggak bisa diam begitu saja, aku nggak akan menerima kehadiran manusia." kata baek hee.
di rumah keluarga hye mi;
"sekarang bacakan jadwalmu untuk hari ini," kata ayah hye mi.
"aku nggak punya banyak acara hari ini" jawab hye mi.
"bagus! tinggal dirumah saja, dan gunakan waktumu untuk merenung." kata ayah hye mi.
"baiklah - baiklah." jawab hye mi dan masuk kedalam kamarnya.
di dalam kamar hye mi;
"idih, dia benar - benar nggak mau melepaskanku. tetap saja, tinggal 2 hari lagi, aku pasti bisa melaluinya. lalu aku bisa berkumpul lagi dengan yoo jin." kata hye mi dan membayangkan saat yoo jin mencium tangan nya.
"kya... aku penasaran dia lagi ngapain ya sekarang? uh!! aku kangen padanya! aku ingin memeluknya." lamunan hye mi buyar saat ibunya memasuki kamarnya.
"permisi, hye mi kalau kamu nggak sibuk, mau bantu ibu nggak?" tanya ibu hye mi.
"eh, semua ini untuk apa? merajut?" tanya hye mi.
"aku ingin menyelesaikan nya sebelum musim dingin tiba. aku rasa anak - anak di panti asuhan akan sangat sengang menerimanya." jawab ibu hye mi.
"ah, aku sudah tidak pernah melakukan hal seperti ini lagi sejak lulus SMP." kata hye mi.