Only you

Only you
KTHU ~ 53.



"halo yoo jin, kamu susah tidur?" hye mi menelpon yoo jin


"belum, belum kok." jawab yoo jin.


"maaf tadi aku pergi begitu saja." kata hye mi.


"nggak apa - apa kok. apa kamu sampai dirumah dengan selamat?" tanya yoo jin.


"tadi aku pergi ketempat kakakku." jawab hye mi.


"oh, begitu. hye mi, aku nggak peduli apa pun yang di katakan baek hee. walaupun dia melakukan itu karena tidak menyukaiku!" kata yoo jin


"bukan, bukan begitu." kata hye mi.


"jadi jangan terlalu mengkhawatirkan nya hye mi." kata yoo jin.


"hei yoo jin, sebenarnya ada sesuatu yang selama ini belum sempat aku katakan padamu. ini nggak seperti yang kamu bayangkan, karena perasaanku padamu itu murni. Percayala! tapi saat ini aku masib belum bisa mengatakannya padamu. ada seauatu yang harus kuperiksa, dan setelah aku tau, aku akan menceritakan padamu yang sesungguhnya. jadi tolong bersabarlah menungguku sebentar." kata hye mi.


"baiklah, aku percaya padamu hye mi. jadi aku akan menunggumu." jawab yoo jin.


Hye mi menutup ponselnya.


( maaf baek hee. tapi aku perlu tau kenapa ayah mengawasiku begitu ketat, mengapa ekspresi wajahmu berubah seperti itu, dan demi yoo jin sekaligus demi diriku, aku harus menemukan ada apa disana. di kepingan kenanganku yang hilang.) gumam hye mi sambil memegang foto masa kecilnya.


O'rnij mengikuti acara TV.


"halo sudah lama nggak ketemu! hari ini kami mendapat tamu yang sangat special. inilah O'RNIJ dan album comeback baru mereka." kata penyiar tv.


"halo kami O'RNIJ. senang sekali bertemu kalian lagi." kata JB dan teman - temanya.


"penampilan kalian sedikit tertunda karena JB sakit ya! apakah kamu sudah sehat sekarang?" tanya penyiar tv.


"ya, aku tiba - tiba saja kena flu, jadi kami harus menundanya. tapi sekarang aku sudah sehat walafiat kok! sebenarnya aku merasa lebih sehat dari sebelumnya, aku jadi khawatir akan merusak panggung dengan kekuatanku ini!" kata JB.


"hahaha bagus sekali! energi positifmu menular lho!! melihatmu saja kami sudah merasa senang." kata penyiar tv.


"ah, terima kasih." jawab JB.


setelah selesai wawancara O'RNIJ kembali keruang tunggu.


"ayo kita beres - beres samdong. oh iya maaf, apa kamu bisa panggilkan JB?" kata lee.


"memangnya kemana dia?" tanya sam dong.


"mungkin keruang wartawan, tadi ada seseorang yang mencarinya. sepertinya itu adalah penggemar beratnya!" kata lee.


Sam dong mencoba menghubungi JB, tapi tidak diangkat.


"bodoh! dia pasti nggak bawa hp." kata sam dong.


kemudian sam dong mencari JB keruang wartawan.


"ruang wartawan sebelah mana sih? perasaan tadi aku melihatnya di dekat sini." kata sam dong.


"ah, ini dia." sam dong membuka pintu setelah menemukan ruang wartawan.


"permisi, kalau JB ada di sini, bolehkah aku..." sam dong terkejut melihat JB yang sedang memegang tangan perempuan sampai pingsan.


"JB! apa yang kamu lakukan? apa kamu nggak lihat dia sudah pingsan." teriak sam dong.


"hei, kamu nggak apa - apa kan?" sam dong mencoba membangunkan perempuan itu.


"ada apa sih ribut - ribut. apa kamu nggak lihat? aku cuma berburu. jangan terlalu panik, dia masih hidup kok. lagian dia sendiri yang memulainya, bilang dia itu penggemarku dan ingin aku memegang tangannya." jawab JB.


"tetap saja, kenapa sampai seperti ini! kenapa sih? kamu nggak pernah melakukan ini sebelumnya!" bentak sam dong.


"aku nggak pernah melakukannya, bukan berarti aku nggak bisa melakukannya. membuat manusia jatuh pingsan, itu kan hal yang mudah." kata JB.


"apa?" kata sam dong.


"JB.!" kata samdong.


"kita nggak mau ada liputan berita yang buruk kan ketua!" kata JB.


"kenapa kamu jadi bertingkah seperti ini? kenapa kamu tiba - tiba berubah banyak? dulu kamu nggak begini!!" kata sam dong.


"aku benci manusia. pada akhirnya, mereka cuma merebut sesuatu dariku. jadi sekarang... aku juga nggak suka padamu." JB langsung pergi keluar.


Ruang tunggu O'RJIN;


"pingsan begitu saja?" tanya lee.


"sepertinya begitu saja, saat mereka sedang mengobrol. dia cuma kehabisan energi, katanya dia akan baik - baik saja begitu cukup istirahat! jadi jangan khawatir." kata sam dong.


"hah, JB pasti kaget. dia kan orang yang sangat baik." kata lee.


kemudian sam dong pergi ke kamarnya dan mengingat ucapan JB.


( bagaiman ini bisa terjadi? kupikir... kami adalah teman baik! ) gumam samdong.


disisi lain JB mengingat kembali pertemuannya dengan samdong.


"hai, kamu sam dong kan? aku JB, senang bertemu denganmu. kamu terlalu tampan untuk ukuran manusia." kata JB sambil bersalaman dengan sam dong.


( untuk ukuran manusia? ) gumam sam dong heran.


"dia itu aneh ya! si JB." kata lee.


( dia kelihatan menarik sekali.) gumam sam dong.


"wow, koreografi hari ini susah sekali. aku bakal tewas nih sebelum tampil di panggung. sam dong, kami mau membeli bingsu, kamu mau ikut nggak?" tanya lee.


"nggak kalian pergi saja, aku mau latihan lagi." jawab sam dong.


"nanti kalau sudah mau pulang, tolong dikunci ya!" kata lee sambil pergi.


"tentu, selamat bersenang - senang." kata sam dong.


"capeknya menari, hah.aku memulai semua ini, karena aku ingin berkarir dibidang musik. aku hanya ingin menulis dan memainkan lagu ciptaanku sendiri, kalau begini caranya, apa aku bisa menjalaninya?" gumam sam dong sambil rebahan.


"oh, apa aku ketiduran?" kata samdong saat kaget JB sudah didekatnya.


"hai, kamu lumayan lezat juga!" kata JB sambil menyentuh tangan sam dong.


"waaaa, a, apa yang kamu lakukan?" teriak sam dong.


"hmm.. aku cuma memegang tanganmu! jangan takut, aku nggak memegang yang lain kok." jawab JB dengan santai.


"yang lainnya?" kata sam dong.


"yah, kamu taulah barang milik pria!" ejek JB.


"di, diam kamu." kata samdong.


"aku tadi kebetulan lewat, dan aku melihatmu. kebetulan aku sangat lapar, jadi aku menyentuhmu." kata JB sambil tersenyum.


"memang rasa laparmu itu ada kaitan nya dengan menyentuhku?" tanya samdong.


"hmm, dengar ya. sebenarnya aku ini seorang vampir, seorang vampir mengambil energi ketika dia menyentuh manusia." kata JB.


"kalau kamu mau bercanda, lakukan saja dengan orang lain. aku pergi dulu, kunci pintunya kalau sudah mau pergi.." kata samdong.


"hah, tapi itu benar lho!" jawab JB.


( yah, walaupun aku mengatakan yang sebenarnya. nggak ada seorangpun yang percaya padaku.) gumam JB.