Only you

Only you
KTHU ~ 62.



"ah, maaf ya pak shiwan. kelihatannya sulit untuk membuat semua orang hadir pada acara makan malam ini." kata pil suk.


"nggak apa - apa, itu salahku karena mendadak mampir kesini." kata shiwan.


"aku akan memberikan sampel majalahnya pada hye mi, dia pasti senang karena dialah gadis sampul untuk edisi perdana. oh, kamu bisa datang beberapa hari lagi untuk rapat, karena hye mi akan pergi ke italia untuk pemotretan poster ux." kata pil suk.


"oke. kalai begitu, sampai jumpa." kata shiwan.


( hmm, italia ) gumam shiwan.


Saat shiwan mau keluar studio, shiwan tidak sengaja melihat yoo jin masuk studio untuk mencari hye mi.


"apakah aku bisa bertemu dengan hye mi?" kata yoo jin bertanya pada resepsionis studio.


"maaf? maksud anda Go Hye Mi?" kata resepsionis itu.


"ya, dia model disini. apa kamu busa memberitauku dia ada dimana? karena ini penting sekali, tapi aku nggak bisa menghubunginya! aku perlu bertemu dengannya sekarang." kata yoo jin.


"boleh saya tau anda ini siapa?" tanya resepsionis itu.


"ada apa ini?" kata pil suk yang tiba - tiba datang.


"ah, tuan ini mencari Go Hye Mi." kata resepsionis itu.


"oh, kamu orang yang berfoto bersama hye mi untuk profilnya kan? lama nggak berjumpa, apa kabar?" tanya pil suk.


"ah, iya, jadi begini." kata yoo jin.


"ada apa kamu mencari hye mi?" kata pil suk.


"sebenarnya ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya, tapi dari kemaren aku nggak bisa menghubunginya." kata yoo jin.


"kamu siapa?" tanya pil suk.


"aku pacarnya!" kata yoo jin.


"oh, sayangnya kami juga nggak bisa menghubunginya dan kami juga nggak tau dia ada dimana. dia bilang kalau ada perlu hubungi saja keluarganya! aku nggak tau kalau kalian adalah sepasang kekasih, bagaimana kalau kamu ambil saja copy majalah ini." kata pil suk sambil memberikan majalan yang ada foto hye mi pada yoo jin.


Yoo jin dengan sedih pergi keluar.


"hye mi." kata yoo jin sambil melihat majalah itu.


"hai, senang bertemu denganmu di tempat seperti ini! bagaimana kabarmu, sudah lama ya kita nggak bertemu." kata Shiwan menghampiri yoo jin.


"hah, shiwan. kenapa kamu disini?" kata yoo jin.


"ada urusan! majalah yang kamu pegang itu dibuat oleh kantorku." kata shiwan.


"oh , jadi ini yang kamu kerjakan bersama hye mi sebelumnya." kata yoo jin.


"benar sekali! tapi kamu kesini bukan karena sampel majalah kan? apa yang membawamu sampai kesini?" kata shiwan.


"apa urusannya denganmu?" kata yoo jin.


"aku bertanya karena peduli, karena aku tau kamu jarang keluar rumah tapi sekarang, malah kamu disini." kata shiwan.


"aku cuma..." kata yoo jin.


"ini mungkin cuma pendapatku saja! tapi kamu kelihatan agak murung. apa ada masalah yang kamu fikirkan?" tanya shiwan.


"mencari hye mi? apa maksudmu?" kata shiwan.


"aku nggak bisa menghubunginya! hp nya mati dan dia mengakhiri kontrak apartemennya. sedikitpun aku nggak bisa memikirkan dimana dia sekarang!" kata yoo jin.


"aku baru saja mendengar dari agensinya kalau satu - satunya cara menghubunginya adalah lewat keluarganya. kupikir pasti ada sesuatu yang terjadi, apa kah terjadi sesuatu diantara kalian berdua?" tanya Shiwan.


"KAMI PUTUS!!" kata yoo jin


"apa?" kata shiwan kaget.


"benerapa hari yang lalu aku melamarnya, lalu setelah itu hye mi bilang, dia ingin mengakhiri semuanya. aku tau aku terlalu cepat, tapi aku cuma ingin agar perasaanku sampai padanya, agara dia tau kalau aku benar - benar sayang padanya! tapi aku bingung sekali, putus bukan bagian dari rencanaku! terlalu mendadak untuk menyimpulkan perasaannya padaku sudah berubah." kata yoo jin.


"kamu pasti kecewa karena itu terjadi secara tiba - tiba." kata shiwan.


"aku nggak terima situasi seperti ini! kenapa dia menyingkirkanku, dan mengatakan omong kosong kalau dia adalah vampir." kata yoo jin.


"seorang vampir!" shiwan sangat terkejut karena ternyata hye mi sudah mengatakan sejujurnya pada yoo jin.


"mungkin kedengarannya bodoh, tapi dia bilang bahwa dia seorang vampir, dan aku akan berada dalam bahaya kalau dia bersamaku. aku merasa itu cuma alasannya." kata yoo jin.


"diplanet ini memang ada banyak jenis orang yang berbeda - beda. termasuk yang bukan manusia, seperti vampir." kata shiwan tersenyum sinis.


"apakah kamu percaya hal itu?" tanya yoo jin.


"sulit untuk dipercaya tentunya, saat seseorang yang dekat denganmu yang selama ini ada disisimu, mengatakan kalau mereka bukanlah manusia. manusia cenderung menyangkal sesuatu karena ketakutan mereka akan hal yang tidak diketahui. aku mengerti sepenuhnya, merasa begitu adalah hal yang wajar." kata Shiwan.


"aku benar - benar harus menemuinya. apapun yang terjadi perasaannya padaku itu murni! itulah yang dia katakan padaku! meskipun dia tidak ada, aku percaya dengan apa yang dikatakannya. jadi bagaimanapun juga, aku akan menemuinya!" kata yoo jin.


"semoga kamu beruntung. aku harus pergi sekarang, kalau aku bertemu dengannya akan kuberitau." kata shiwan.


"terima kasih." kata yoo jin.


shiwan berjalan meninggalkan yoo jin.


"oh, tunggu sebentar! aku ingin minta tolong sesuatu. tolong izinkan aku bertemu JB, karena saat ini hanya dia yang tau hye mi dimana." kata yoo jin.


shiwan tersenyum dan memberikan alamat JB pada yoo jin. yoo jin kemudian menuju lokasi yang diberikan oleh shiwan.


"menduduki puncak tangga lagu dan mendapatkan penghargaan di enam acara musik. inilah O'RNIJ. semua suka sam lagu - lagu yang dibuat JB, lagunya sangat menyentuh dan mengingatkanku dengan cinta pertamaku, apa yang kamu pikirkan saat membuatnya JB?." kata penyiar wawancara itu.


"aku menulisnya saat aku memikirkan cinta pertamaku." kata JB.


"oh, kamu punya cinta pertam? kapan itu terjadi?" tanya penyiar itu.


"saat umurku 7 tahun. aku sangat dewasa jadi aku menemukan arti cinta dan kesedihan di usia dini." jawab JB


"dia bilang dewasa, padahal wajahnya masih sangat imut." kata penyiar itu.


"kulitku jadi kencang dan sehat semua karena suporterku. aku sebenarnya seorang vampir, jadi aku hidup dengan mengambil energi kalian melalui kontak fisik. aku bisa menyerap energi dari manusia mana pun lho, termasuk teman satu grup ku." kata JB sambil memegang dada sam dong.


sam dong hanya terdiam karena terkejut atas pengakuan JB.


"karena JB yang mengatakannya, aku jadi ingin mempercayainya, sungguh konsep vampir sexy. kalau begitu kita tutup dulu wawancara ini dengan si vampir sexy, JB." kata penyiar itu.


JB langsung melepaskan tangannya dari dada sam dong dan langsung menuju kamar mandi. JB merenung sambil mencuci kedua tangannya.