Only you

Only you
KTHU ~ 10.



"maaf kami,,, bu.. bukan maksudku hyemi,!! hyemi.." yoojin tidak melanjutkan kalimatnya.


"yoojin, wajar kok kalau kamu menganggap berhubungan fisik dengan seseorang itu sulit. sama seperti pasien OCD lain nya. jadi, kamu tidak perlu memaksakan diri." kata baek hee memberi saran pada yoojin.


"apa maksudmu?.." tanya yoojin.


"yoojin, kamu tetap butuh kekebalan, kekebalan terhadap orang lain. perasaan benci dan tidak nyaman saat kamu menyentuh seseorang bukan lah masalah OCD. tapi perasaan gak biasa karna kamu sudah lama gak bersentuhan dengan seseorang. jadi, kamu harus lebih berusaha untuk membiasakan diri, agar bisa menerima orang lain. jadi kalau kamu masih tetap seperti sekarang, gak akan ada yang berubah darimu." kata baek hee.


kemudian yoojin berjalan pulang, diperjalanan yoojin terus saja mengingat kata kata baek hee, dia termenung, merenungkan keadaan dirinya.


"baek hee benar kalau aku masih seperti sekarang gak akan pernah ada yang berubah dari diriku." gumam yoojin.


"ting tong." tiba2 yoojin menerima pesan dari seseorang.


"salam tuan yoojin, saya yang akan bertugas menangani novel baru anda. saya rasa kita perlu bertemu untuk membahas masalah ini. tapi saya dengar anda kurang nyaman jika bertemu langsung, apakas saya harus menghubungi anda lewat telfon atau e-mail." isi pesan dari seseorang tersebut.


yoojin terdiam dan berkeringat setelah membacaca pesan dari seseorang itu, tapi setelah berfikir panjang yoojin membalas pesan nya.


"kita bertemu saja dirumahku". jawab yoojin membalas pesan itu.


"ting tong" bel rumah yoojin berbunyi.


"siapa??.." tanya yoojin sebelum membuka pintu rumahnya.


"saya dari penerbit, saya yang menghubungi anda tadi." kata orang itu.


"baik tunggu sebentar yaa.." kata yoojin, yoojin mulai berkeringat saat mau membuka pintunya.


"ha, halo.." kata yoojin menyapa laki2 itu sembari membuka pintu.


"selamat malam pak,, namaku sihwan choi, senang bertemu dengan anda." kata laki2 iti sambil mengulurkan tangan nya.


"se, senang juga bertemu dengan mu, mari masuk." kata yoojin mengajak sihwan masuk rumahnya.


"oia bukan nya waktu itu penerbit yang akan menangani novel ku adalah pak jiho?." tanya yoojin.


"iya pak memang benar tapi karna ada masalah akhirnya saya yang menggantikan jiho." jawab sihwan. mereka bercerita panjang lebar di dalam rumah yoojin.


"hhmm, kami bisa pergi pas hari biasa setelah minggu depan, mumpung minggu depan aku gak sibuk. haruskah aku beritau dia sekarang??.." kata hyemi sambil berjalan menuju rumahnya.


"se, sebenarnya aku bisa telfon sih. tapi itu pemborosan.!! kami kan tetangga..!! bukan nya aku sengaja pengen ketemu dia lhoo..!!" kata hyemi bergumam dan mulai memencet bel rumah yoojin.


"ting tong, ting tong." hyemi membunyikan bel.


"ah, hyemi ada apa kok tiba tiba kemari?." tanya yoojin sambil membukakan setengah pintu rumahnya.


"ah, yoojin.!! ini mengenai jalan jalan yang tadi kamu singgung.. aku sudah memeriksa jadwalku." kata hyemi sambil tersenyum didepan pintu rumah yoojin, karna mereka bicara diluar.


"ah, hyemi maaf aku masih ada tamu nih, kami lagi meeting soal novel baruku, kita lanjutkan bicaranya nanti saja ya... nanti aku telfon". kata yoojin.


"tamu..!!" kata hyemi, dan saat melihat tamu yoojin hyemi kaget. ( eh, tunggu dulu... cowok itu,,, dia.. vampir !! ) gumam hyemi dalam hati.


kemudia hyemi pulang kerumah nya.


"apa yang terjadi, kenapa ada vampir dirumah yoojin.." kata hyemi sambil duduk disofa.


"gak apa apa nih?? aku tau yoojin gak mungkin hamil, tapi !! tu, tunggu dulu gak bakal terjadi apa apa kan di antara mereka..!! ng... ngak mungki.." hyemi berteriak dengan hayalan nya sendiri.


"maaf ya, di tengah2 meeting ada yang mengganggu.." kata yoojin.


"tidak apa apa, aku malah takut aku yang mengganggumu.." kata sihwan sambil duduk di sofa.


"ng, ngak. sama sekali gak kok." kata yoojin sambil menghampiri sihwan di sofa.


"apa dia pacarmu??.." tanya sihwan.


"i...iya dia pacarku." jawab yoojin malu2 karna dia cowok yang gak pernah mengenalkan pacarnya..


"wah.. mengejutkan, padahal semua bilang kamu adalah cowok yang susah untuk diajak bertemu, jadi aku fikir kamu gak bakal mungkin punya pacar.." kata yoojin..


"sebenarnya,,,ini pertama kalinya aku membuka hatiku untuk seseorang. karna itulah dia sangat spesial bagiku.." jawab yoojin.


"hhhmmm kalian berdua... tamoak serasi, kalau begitu mari kita selesai kan apa yang sudah kita bahas." kata sihwan..


"ah.. baik." kata yoojin.


"penerbit sangat berharap banyak pada karya barumu. dan kami akan mendukungmu sepenuhnya, sehingga kamu bisa menhaga gaya berceritamu sebanyak mungkin. untuk sementara aku akan membantumu, jadi kalau ada masalah kita akan menyelesaikan nya bersama sama. jadi jangan khawatir.." kata sihwan.


"ah, trima kasih." kata yoojin.


"yah, kurasa cukup untuk hari ini. kalau ada masalah kamu hubungi aku saja, aku akan datang menolongmu. semoga kita bisa cocok satu sama lain." kata sihwan sambil keluar dan mengulurkan tangan nya.


yoojin yang mulai berkeringat mengingat kata2 baek hee ( yoojin kamu kurang kebal terhadap orang lain ) dan kahirnya yoojin mengulurkan tangan nya.


"i... iya, sama sama.." kata yoojin sambil bersalaman dengan sihwan.


"ah, hyemi maaf ya sudah membuatmu lama menunggu, ternyata lebih lama dari yang aku kira." kata yoojin yang melihat hyemi tiba tiba muncul.


"yoo...yoojin apa kamu baik baik saja? eh, dia nggak..menyentuh atau menggerayangimu kan?? atau memaksamu !!" tanya hyemi panik.


"eh... siapa? menggerayangi apa maksud kamu??.." kata yoojin heran.


"oh.. dimana cowok itu" tanya hyemi.


"siapa?? oh pak choi maksudmu. dia langsung pergi setelah meeting tadi." jawab yoojin tersenyum.


( ah, untunglah sepertinya tidak terjadi apa apa. ) gumam hyemi dalam hati.


"ini pertama kalinya aku bertemu dengan nya, dia cukup sopan. aku jadi lega, dia orang yang baik, karna mulai sekarang kami bakal sering bertemu." kata yoojin.


"kamu akan lebih sering bertemu dengan nya..??" tanya hyemi sambil masuk rumah yoojin.


"iya,, aku akan mengerjakan novel bafuku dengan nya. kali ini judulnya THRILLER. katanya dia sudah menguasai cerita jenis itu." kata yoojin sambil membikinkan teh untuk hyemi.


"dari dulu aku ingin menulis cerita tentang THRILLER, dan aku ingin mencoba kemampuanku. jadi kupikir aku akan mendapatkan banyak bantuan darinya." kata yoojin sambil memberikan teh kepada hyemi dan mulai duduk bersamanya.


"tu...tunggu yoo..yoojin bukan kah kamj merasa canggung kalau bertemu orang!! jadi, gimana kalau kamu fikirkan sekali lagi." ucap hyemi yang khawatir pada yoojin.