
( seingatku, dulu aku dibesarkan di panti asuhan. aku nggak tau dari mana asalku, dan mengapa aku disini, juga siapa orang tuaku. aku nggak tau apa pun, termasuk siapa aku.!! aku pernah beberapa kali memiliki keluarga. aku pikir mereka akan menyayangiku, tapi itu adalah harapan palsu. dalam waktu singkat, kembali ke titik awal tanpa tau alasan nya.) JB mengingat semua kenangan masa kecil nya yang sangat menyedihkan sambil rebahan.
"aku lapar. aku sudah menyantap makanan tetapi kenapa aku masih merasa lapar?. aku ingin menyantap sesuatu, sesuatu." kata JB kecil.
"waaaa..!!" teriak pembantu dipanti.
"ada apa.?" tanya ibu kepala panti.
"anak ini, dia menyelipkan tangan nya kedalam rok ku. dan menyentuh pahaku." kata pembantu panti itu.
"jinwo kenapa kamu melakukan itu?" tanya ibu kepala panti.
"aku, aku cuma. itu terlihat lezat." jawab JB kecil. pembantu itu langsung menampar JB kecil.
"kembali ke kamarmu sekarang juga.!!" teriak ibu kepala panti itu.
"kita tidak bisa membiarkan ini terus. kita harus mengirim nya ke panti lain, setelah dia diperiksa kejiwaan." kata ibu kepala panti.
"tapi dia sudah berpindah pindah kebanyak tempat, kita tidak tau apa masih ada tempat yang mau menerimanya.!!" jawab pembantu itu.
"kita cari saja dulu." kata ibu kepala panti.
"mengapa aku dilahirkan? mengapa aku berbeda dari yang lainnya?. apa aku ini memang seorang monster?!!. nggak ada yang menyukaiku, mengapa aku sendirian?." kata JB kecil sambil menangis didalam kamarnya.
"jinwoo, cobalah bergaul dengan teman temanmu yang lain. dan jangan cari masalah ya..! aku akan memperkenalkanmu dengan guru yang baru, mulai sekarang dia yang akan menjagamu. jadi, tunggu sebentar disini." kata ibu kepala panti sambil merapikan baju JB kecil.
"itu adalah hari yang indah." kata JB yang mengingat pertama kali dia bertemu hye mi.
( apa aku akan sendirian lagi.?) gumam JB kecil sambil melihat matahari.
"hatchi, hatchiiing." JB kecil bersin bersin.
"hah, kamu bersin. kamu baru bersin setelah melihat matahari kan?." kata hye mi kecil.
( hah, siapa dia? entah kenapa dia rasanya berbeda.) gumam JB kecil yang masih saja berdiri. kemudian hye mi kecil mendekatinya. dan melihat JB dari kanan, kiri, depan dan belakang.
"apa?" tanya JB kecil kaget saat hyemi menatapnya dari dekat.
"kamu sama seperti aku." jawab hye mi kecil sambil tersenyum.
"apa maksud kamu?". tanya JB kecil lagi penasaran.
"kamu, juga seorang vampir kan?" bisik hye mi kecil.
( saat pertama kali aku bertemu denganmu, kupikir aku baru saja diselamatkan.) gumam JB sambil meneteskan air mata mengenang hye mi dan dia saat masih kecil.
"anak vampir di panti asuhan, kamu pasti sering mengalami kesulitan. mulai sekarang kamu nggak perlu khawatir lagi, kamu boleh tinggal bersama keluargaku." kata ayah hye mi.
"aku senang putrie ku mendapat teman baru. hye mi, baik baik sama dia ya..!!" kata mama hye mi.
"kalau begitu kamu nggak belajar apa apa dong? bahkan nggak belajar menyerap energi manusia dengan cara menyentuh mereka?!" tanya hye mi kecil.
"aku nggak tau caranya.." jawab JB kecil.
"satu ras??!!" tanya JB kecil.
"iya, vampir." jawab hye mi kecil.
"vampir.!!" kata JB kecil sambil melihat ke arah tangan nya seakan nggak percaya kalau dia adalah vampir.
"baiklah, ayo ikut denganku. diruang kerja ayahku ada banyak sekali buku yang bisa kita pelajari!!" hye mi kecil menggandeng tangan JB kecil.
( itulah pertama kalinya.!! semua orang biasanya menghindariku. kupikir nggak ada orang yang akan menyukaiku. tetapi kamu langsung menyambar tanganku, seakan akan tidak terjadi apa apa.) gumam JB.
" hye mi, kamu tidak tau betapa senang nya aku waktu itu. aku sangat senang saat kamu mendekatiku dan menggandeng tanganku." kata JB yang terus meneteskan air matanya.
( sejak saat itulah, kamu menjadi temanku dan sekaligus keluargaku yang pertama. aku selalu mengikutimu seakan akan kamu adalah induk ayamku..!!).
"kenapa kamu nggak senyum? semua orang tersenyum. tapi kenapa kamu selalu terlihat seperti itu?!" tanya hye mi kecil.
"aku nggak pernah tau caranya tersenyum." jawab JB kecil dengan muka datarnya.
"ayolah, tersenyumlah untukku. begini caranya." hye ki kecil mengajari JB kecil untuk tersenyum.
"hei, apa yang kamu lakukan?" teriak JB.
"ahahaha, aku cuma mau melihat wajahmu yang tersenyum. sudah kuduga kamu pasti kelihatan keren kalau tersenyum." ucap hye mi kecil.
"kelihatan, keren?!!" JB kecil masih bingung.
"ya, jauh lebih keren!! aku suka wajah yang tersenyum. mulai sekarang, tersenyumlah seperti itu.!!" kata hye mi kecil.
( sedikit demi sedikit, kamu mulai mengubahku dan juga kehidupan ku. kamu selalu bersinar, dan aku mengejarmu seakan akan sudah sewajarnya aku melakukan itu. saat melihatmu menangis, aku berjanji pada diriku sendiri. bahwa aku akan selalu membuatmu tersenyum, seperti apa yang telah kamu lakukan padaku. bahwa, aku nggak akan pernah membuatmu menangis. )
"hye mi, apa kamu mau menikah denganku suatu hari nanti?" tanya JB yang sudah remaja.
"hahaha. apa? aku mau menikahi cowok yang luar biasa!!" kata hye mi remaja.
"cowok yang luar biasa??!!" kata JB remaja.
"ya, kamu taulah seperti pangeran yang berkilauan. mungkin aku akan segera mengenalinya." kata hye mi remaja.
"ber, kilauan!!" kata JB remaja.
( bahkan pada waktu itu, aku terpaku padamu. aku nggak bisa memikirkan orang lain selain kamu.)
"dimasa depan aku mau jadi model. yah, aku suka berfoto, dan aku juga bisa bermain untuk menambah energiku. lagi pula, akan lebih mudah untuk berburu.! kalau kamu gimana JB?." kata hye mi remaja.
"aku, aku nggak tau." jawab JB remaja.
"ah, bagaimana kalau menjadi penyanyi?. suaramu kan bagus, dan kamu juga pandai menyanyi. lagi pula wajahmu tampan, jadi kamu bisa memulai karir sebagai idola. kedengaran nya luar biasa..!!" kata hye mi remaja.
( kurasa kamu nggak menyangka, bahwa hidupku terus berjalan karenamu. walaupun kamu berdiri ditempat yang bisa kuraih dan kusentuh, tetap saja aku nggak bisa mendekatimu. aku jadi takut untuk menghancurkan hubungan kita. kamu mulai menghilang dari sisiku. nggak bisa menemuimu adalah hal yang paling aku menakutkan dan nggak bisa aku bayangkan. itulah sebabnya aku selalu menjaga rahasia ini dengan cara bercanda selama berada didekatmu.!! aku cuma berharap suatu hari nanti, kamu akan lebih dulu datang padaku, aku hanya menunggu dengan wajah tersenyum seperti yang kamu sukai. begitulah aku selalu menunggu di sisimu.)