
"eh, tunggu dulu.!!" kata hye mi. tapi JB tetap menyuruhnya masuk kedalam mobil.
"mari kita bicarakan lagi kalau sudah sampai disana." kata JB.
yoo jin yang sedang berdiri diseberang jalan, melihat JB dan hye mi pergi dengab mobil.
"nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi. silahkan tinggalkan pesan setelah nada berikut." yoo jin mencoba menelpon hye mi tapi ponsel hye mi tidak aktif.
( waktu bersamamu, tidak terjadi apa apa. kalau diantara pasangan yang saling mencintai saja tidak terjadi apa apa, apa yang bisa terjadi antara mereka yang hanya teman!!. bagaimana denganmu?. rasa sukamu padaku bahkan tidak sebesar itu.!! ) yoo jin mengingat kembali ucapan hye mi semalam.
"ada apa hye mi, kamu terus menatap hape mu. mikirin apa sih?" tanya JB.
"aku tadi pergi terburu buru, jadi batreiku habis. hape ku mati. aku jadi kepikiran," jawab hye mi.
"kamu sudah susah susah datang kesini. bisa nggak sih, fokus padaku saja.!" kata JB.
"oh, maaf." kata hye mi.
"sudah lama kita nggak kesini ya. setiap hari kita biasa bermain di halaman depan panti asuhan." kata JB.
"yep, nggak ada yang berubah. aku nggak pernah kemari lagi sejak keluargaku pindah.! kupikir kita akan pergi ke tempat yang jauh karna kamu mau pergi jalan jalan. tapi aku nggak kepikiran kalau kita bakal kesini." kata hye mi.
"yah, kenangan lama muncul dipikiranku. ini tempat pertama kali kita bertemu." kata JB.
"ya benar, kapan ya? pas kita umur 7 tahun ya.! aku nggak begitu ingat, soalnya kita masih kecil banget.!" tanya hye mi.
"aku ingat semuanya!! hal yang pertama kamu katakan, baju yang kamu pakai, sinar mataharinya bahkan aroma angin yang berhembus." jawab JB mengingat masa kecilnya.
"kamu ingat semua itu? kurasa ingatanmu kuat sekali.!! aku sudah lupa semuanya." kata hye mi.
"karena itu hari yang special untuk ku. itu juga hari dimana aku, yang cuma sebatang kara ini, punya keluarga untuk yang pertama kali. kurasa, aku terselamatkan, karena bertemu denganmu.!! kamulah yang pertama kali mendekatiku saat aku cuma mondar mandir tanpa mengetahui siapa orang tuaku. aku selalu bersyukur padamu dan juga keluargamu.!! kalau bukan karena kamu, bukan hal yang aneh kalau aku mati.!!" kata JB.
"apa..? kenapa kamu bilang begitu sih?. tingkahmu hari ini aneh. apa terjadi sesuatu?!". kata hye mi.
"aku cuma, takut bakal ditinggal sendirian lagi." jawab JB sambil melihat langit jingga.
"apa yang kamu lakukan JB?. bagian refraim yang kita rekam.." samdong berhenti bicara saat menyadari JB tidak ada didalam kamarnya.
"hah? pergi kemana dia?!." kemudian samdong pergi bertanya pada teman nya di kamar sebelah.
"hei, JB sudah pulang belum, dia nggak ada dikamarnya?!!" tanya samdong.
"oh, dia tadi izin mau nginap diluar. dia bilang dia mau pergi jalan jalan dengan temannya. memang nya dia nggak bilang sama kamu?." jawab teman nya.
kemudian samdong menelpon JB, tapi JB tidak mengangkat telpon nya dan langsung mematikan hapenya.
"ah, iya bagus." jawab hye mi.
"ada tempat spa nya di kamar mandi. habis minum bir, masuk yuk.! aku tau kamu suka spa. mereka juga meminjamkan baju renang untuk kita, kita kan sering mandi bareng waktu kecil.!! aku dapat izin untuk keluar semalaman ini, jadi kita bisa bersenang senang sampai besok." ucap JB.
"hei JB. kurasa, aku harus pergi duluan." kata hye mi.
"apa maksudmu, kenapa kok tiba tiba?!." tanya JB.
"maafkan aku, tadinya aku mau menunggu sampai samdong datang. tapi, aku kepikiran terus. kupikir aku harus pergi dan menemui yoo jin.!! kami bertengkar kecil sebelum aku berangkat kemari, dan aku mengatakan hal yang agak kasar padanya. aku nggak bisa tinggal disini seperti ini kalau aku bahkan nggak bisa menghubunginya.!! aku tau kamu sedang menghadapi masa yang sulit, tapi maafkan aku, aku nggak bisa menemanimu." kata hye mi.
"tinggallah.. jangan menemuinya.!!" JB menarik tangan hye mi dan membawanya masuk kamar.
"hei tunggu.!! kenapa kamu melakukan ini? lepaskan aku, sakit tau.!" hye mi mencoba melepaskan tangan nya, tapi JB tetap menggenggam tangan nya dengan erat. dan melempar hye mi ke tempat tidur.
"aduh..!! a, apa yang kamu lakukan JB. jangan bercanda..!!" teriak hye mi yang mencoba memberontak, karna melihat JB berada diatas tubuhnya.
"bercanda..!! kamu pikir ini bercanda ya??" kata JB. disisi lain samdong sedang mencari keberadaan JB.
"ya, tolong cari dimana alamat hotelnya, dan jangan lupa kabari aku ya..!!" samdong menghubungi temannya.
"astaga!! hape mereka berdua nggak aktif, ada apa ya??"
( jadi, apa aku hanya boleh mengawasinya dari jauh saja..!!) tiba tiba semdong mengingat ucapan JB.
"semoga semuanya baik baik saja..!!" samdong kemudian bergegas mencari mereka karna sangat khawatir.
"apa aku terlihat seperti sedang bercanda?. aku nggak bisa membiarkan kamu pergi, aku nggak bisa membiarkan kamu pergi ke sisinya." kata JB.
"apa... JB, kamu kenapa sih.? tu, tunggu..!! apa yang kamu lakukan? lepaskan aku sakit tau. he, hentikan. dasar kamu, aku bilang hentikan JB." hye mi mendorong JB dan menyikut JB karna menciumi lehernya.
"kamu ini kenapa sih? kamu sudah gila yaa!! cukup sampai disitu lelucon seperti ini cukup sekali saja. hari ini tingkahmj benar benar aneh..!! aku pergi. dulu aku rasa sebaiknya kamu beristirahat sampai samdong datang menjemputmu." hye mi membenahi pakaian nya dan bergegas pergi.
"apa sih yang membuat dia begitu special untukmu? dia itu apa hah?! bukankan kamu pernah bilang, kalau kamu menganggapnya sebatas mangsa untuk berburu?. sebagus bagusnya, dia itu cuma manusia..!! otakmh sudah nggak beres karena berkencan dengan manusia ya? kendalikan dirimu hye mi. di dunia luar sana ada banyak manusia, dan dia cuma salah satunya..!!" teriak JB yang masih duduk di tempat tidur sambil menunduk dengan kesal.
"aku, aku tau ini terdengar bodoh. tapi,, aku menyukainya. aku tau dia cuma manusia biasa, tapi aku terus terpesona olehnya. jadi, aku nggak mau menyakitinya." kata hyemi
"kamu cuma salah sangka, saat ini kamu berada dalam ilusi sesaat. kita kan berbeda jenis. pada akhirnya nanti pasti akan sadar juga..!! jangan pergi hye mi, aku nggak mau melihatmu dalam kesulitan lagi. tinggallah bersamaku selamanya." kata JB.
"maaf.." hye mi kemudian pergi meninggalkan JB.
di sisi lain yoo jin berada di dalam kamarnya sambil mengingat semua yang hyemi ucapkan pda diri nya.