
( hah wawancara itu lumayan melelahkan, tapi melihat hasilnya nanti pasti akan menarik. eh itu kan! ) hye mi gidak sengaja melihat samdong.
"hei samdong." kata hye mi.
di studio pemotretan JB;
"ya bagus begitu, oke." kata photografer itu.
"JB, hasil fotonya bagus - bagus. aku akan butuh waktu yang lama untuk memilihnya." kata photografer itu.
"hahaha, sudah biasa. aku kan memang selalu tampil menawan." jawab JB sambil tetsenyum.
"kamu ini nggak bisa menerima pujian ya?" kata photografer itu.
"dimana samdong, kita harus mengecek aksesoris untuk konsep selanjutnya". kata produser comeback.
"dia tadi keluar sama cewek." kata lee.
JB mendengar dua cewek membicarakan hye mi dan samdong.
"kamu tau kan dia, model yang dia kenal baik itu go hye mi. katanya dia mau keluar sebentar." kata dua cewek itu.
"iya" kata salah satu cewek itu.
ditaman;
"asyiknya, aku nggak nyangka bakal bertemu kamu di sini." kata hye mi yang duduk ditaman sambil meminum air dingin.
"iya, tadi ada pemotretan di studio yang sama." jawa samdong yang duduk diaebelah hye mi.
"tapi kamu lagi nggak pemotretan kan? kok kamu bisa keluar kesini?" kata hye mi.
"nggak apa - apa, pemotretan perorangan. sudah selesai semua kok. ah, selamat ya sudah menjadi model parfum, aku sudah melihat artikelnya." kata samdong.
"oh, aku cuma lagi beruntung. kamu kemana saja? bagaimana persiapan untuk comeback?" tanya hye mi.
"kami sudah selesai rekaman, jadi pada dasarnya sudah selesai semua. setelah pemotretan ini, harusnya semua bakal lancar. cuma perlu memastikan kalau semuanya jangan sampai terluka. kami mengabaikan nya sekali, jadi kami harus lebih berhati - hati." jawab samdong.
"jadi pemimpin pasti susah, ada banyak hal yang harus diurus." kata hye mi.
"dari dulu selalu begini kok." jawab samdong sambil tersenyum.
"bagaimana kabar JB?" tanya hye mi.
"cukup baik. dia menyanyi dan tertawa seperti biasa, seperti yang dulu sering dia lakukan. paling nggak, tampak luarnya seperti itu." jawab samdong.
"eh, begitu ya!" kata hye mi.
"kamu sendiri bagaimana kabarnya dengan si cowok itu?" tanya samdong.
"kami baik - baik saja." jawab hye mi.
"ya, kelihatan kok." kata samdong.
"agak rapuh, karena sepertinya aku bertepuk sebelah tangan. tapi kami berdua punya kehidupan masing - masing." kata hye mi.
"kalau kamu memikirkan semua hal sepele yang dirasakan pasanganmu, kelak kamu nggak akan punya kehidupan sendiri." kata samdong.
"hei, samdong. aku agak sedikit penasaran dengan sesuatu." kata hye mi.
"tentang apa?" tanya samdong.
"menurutmu, JB itu bagaimana?" kata hye mi.
"aku menyukai cewek." jawab samdong.
"bukan itu maksudku, tentang dia seorang vampir. kamu ini kasus yang spesial, karena kamu menerima dia apa adanya, walaupun dia seorang vampir. ini membuatku penasaran, sebagai vampir yang berpacaran dengan manusia. bagaimana kamu bisa menerima dia apa adany?" kata hye mi.
"aku nggak selalu memahami dia sih! pada akhirnya itu masalah cara pandang mu saja. saat kamu memandang orang, kamu memandang mereka dengan cara pandang bagaikan bingkai yang saling bertumpuk. kalai dia mengatakan hal itu sambil lalu, mungkin aku nggak akan pernah mencoba untuk menjadi teman nya. tapi setelah aku mengenal dan menghabiskan waktu bersama nya, aku telah melihat JB dalam sudut pandang yang terbaik. jadi apakan dia seorang vampir atau pun bukan, itu sudah tidak masalah! itulah sebabnya aku bisa menerimanya. karena sejak awal, dia ya dia.!" kata samdong.
"terus kalau aku?" tanya hye mi.
"kalau kamu hye mi, itu mengalir begitu saja. karena aku sudah menerima keberadaan vampir sebelum kamu." jawab samdong.
"jadi pandanganmu yang terbaik tentang JB itu apa?" tanya hye mi.
"emm... mungkin kamu nggak mengerti, sebagai orang yang nggak menciptakan sesuatu sebagai mata pencaharian. tapi mungkin JB itu lebih seperti inspirasi." jawab samdong.
di studio pemotreran;
"kamu kemana saja? pengarah gaya kita tadi mencarimu. kita akan segera memulai pemotreran yang berbeda." tanya JB.
"ah, aku tadi cuma keluar sebentar untuk mencari udara segar." jawab samdong.
"pembohong, jangan melakukan hal seperti itu untuk menjaga perasaanku." kata JB
samdong hanya terdiam melihat sikap JB.
di jalan;
( sudut pandang pikiran. dalam sudut pandang apa yoo jin melihatku? apakah sebagai pacar yang cantik dan baik hati? suatu hari aku harus memberitahu dia kan? tapi aku nggak punya keberanian itu saat ini. mungkin nanti kalau kami sudah akrab, aku akan lebih jujur padanya.) gumam hye mi.
"benar, aku akan membuktikan cinta kami dulu! malam ini aku akan lebih mendekatkan diri padanya.!" kata hye mi.
"yoo jin, aku sudah selesai pemotretan aku segera kesana, I LOVE YOU." hye mi mengirim pesan pada yoo jin.
dirumah yoo jin;
"ah, hye mi. bagaimana pekerjaanmu?" tanya yoo jin sambil membuka pintu rumah nya.
"hari ini aku diwawancara dan itu menyenangkan, penulisnya juga ramah. yoo jin kamu sudah makan malam belum?" tanya hye mi.
"belum, belum sih!" jawab yoo jin.
"ta da... aku tau kamu pasti belum makan jadi aku bawakan makanan yang enak!!!" kata hye mi.
"makanan enak?!" kata yoo jin.
"ini nasi belut goreng, katanya bagus untuk menjaga stamina tubuh. setelah makan ini, kamu akan memperoleh energi yang besar sekali!." kata hye mi.
"sekarang aku lagi nggak nafsu makan sih, nanti aja makan nya. masuklah!" kata yoo jin.
"oh, baiklah" kata hye mi.
"apa kamu sedang kerja?" tanya hye mi.
"ya, cuma beberapa hal sih!" jawab yoo jin.
"sepertinya akhir - akhir ini kamu sibuk sekali." kata hye mi.
"iya, sedikit sih!" kata yoo jin.
"mau ku pijatin nggak? duduk terlalu lama di depan komputer nggak bagus lho untuk punggung mu." kata hye mi yang mengarah kan tangan nya kebahu yoo jin.
"berbaringlah sebentar, biar aku pijat." kata hye mi.
"nggak usah, aku nggak apa - apa kok. kamu juga pasti capek bekerja seharian hari ini!." jawab yoo jin sambil menyingkirkan tangan hye mi dari bahu nya.
kemudian yoo jin menuju dapurnya.
"kamu mau minum sesuatu? kopi misalnya!" kata yoo jin.
"ya tentu!" jawab hye mi yang merasa agak kecewa saat yoo jin menyingkirkan tangan nya.
"ada apa, kamu sepertinya kecewa?!" tanya yoo jin sambil menyajikan kopi.
"nggak, hanya saja sepertinya kamu capek!" kata hyemi.